Perjuangan Cinta Reyna

Perjuangan Cinta Reyna
Bu Wati Di Jebak


__ADS_3

Setelah di tipu oleh seorang wanita, tak membuat Papahnya Santika lantas berhenti begitu saja. Ia terus saja mencari cara supaya bisa menghancurkan Reyna dan Exel.


"Aku tidak akan putus asa sebelum aku benar-benar berhasil menghancurkan Exel dan istrinya. Aku ingin buat mereka hancur sehancur-hancurnya!" batinnya kesal.


Hingga pada suatu hari, ia meminta anak buahnya menyamar menjadi pengantar jasa paket.


"Mba, maaf ini ada paket untuk Bu Wati. Benar kan ya alamat di sini?" tanya kuriri tersebut.


Sang karyawan mini market melihat alamat yang tertera pada label paket tersebut.


"Iya, benar sekali mas. Maaf ini isinya apa ya?" tanya karyawan tersebut.


"Maaf, mba. Saya tidak tahu pastinya apa karena saya hanya sebagai pengantar saja, sama sekali tidak tahu isinya apa," ucapnya sekenanya.


"Aku letakkan di sini ya, mba. Beberapa paket ini."


Kurir tersebut mengambil lagi beberapa paket di dalam mobil dan meletakkannya diambang pintu mini market. Setelah tugas selesai, kurir pergi begitu saja.


Sedangkan si karyawan memanggil Bu Wati untuk memberitahu padanya ada kiriman paket. Bu Wati yang tak merasa pesan paket lekas keluar untuk menemui si kurir. Akan tetapi kurir malah telah terlebih dahulu pergi.


"Bagaimana sih kurir, padahal aku sama sekali tak pesan paket. Aku mau konfirmasi malah sudah pergi duluan," oceh Bu Wati kesal seraya menatap paket-paket yang terjejer di depan mini market.


Belum juga sempat paket-paket itu di buka, tiba-tiba datang para aparat kepolisian. Hal ini membuat kaget para karyawan dan Bu Wati.


Bu Wati memang belum sembuh total pasca kejadian penusukan tempo dulu. Akan tetapi dia sudah mulai jaga mini market.


"Selamat siang, apa anda yang bernama Bu Wati?" tanya salah satu aparat kepolisian.


"Ya benar, pak. Memangnya ada apa ya, pak?" tanya Bu Wati heran.


"Anda kami tahan, karena kami mendapatkan laporan jika anda salah satu bandar narkoba," ucap salah satu aparat kepolisian.

__ADS_1


"Apa, siapa yang melaporkan saya pak? saya tidak terima karena saya sama sekali tidak mengedarkan barang haram tersebut," ucap Bu Wati meyakinkan aparat kepolisian tersebut.


"Begini, kami akan memeriksa mini market ini terlebih dahulu," pintanya.


Hingga saat itu juga semua anak buah dari kepolisian masuk ke dalam mini market dan menggeledahnya. Bahkan semua paket yang baru datang tersebut, di buka. Dan aparat polisi langsung menunjukkannya pada Bu Wati.


"Anda bilang tidak mengedarkan barang haram, tetapi anda sendiri memesan begitu banyak narkoba jenis sabu-sabu seperti ini." ucap salah satu aparat kepolisian menunjukkan bukti sabu-sabu pada Bu Wati.


"Pak polisi, saya berani bersumpah saya tidak pernah memesan semua barang ini. Bahkan tadi saya akan menemui kurirnya karena saya sama sekali tidak memesan paket apapun tetapi malah kurir yang mengantar barang-barang ini begitu cepat larinya sehingga saya tidak sempat mengkonfirmasikan hal ini," Bu Wati mencoba menjelaskan.


"Sebaiknya anda ikut kami ke kantor, beserta semua paket ini juga akan kami bawa untuk di jadikan bukti," pinta aparat kepolisian tersebut.


Bu Wati sudah tidak bisa berkata apapun, karena kedua lengannya di cekal paksa oleh kedua aparat polisi sehingga ia tak bisa memberontak sama sekali. Kejadian ingin sempat membuat panik para karyawan, mereka juga merasa iba atas di tangkapnya Bu Wati.


Karena mereka tahu jika Bu Wati itu orang baik dan tak mungkin melakukan hal buruk tersebut.


"Aku yakin ada yang menjebak, Nyonya. Tadi juga Nyonya mengatakan padaku, tidak memesan paket apapun. Dan pada saat Nyonya akan menyerahkan kembali semua paket itu, mobil yang kirim paket berlalu pergi."


Saat itu juga salah satu karyawan mini market menyambangi rumah Reyna yang letaknya tak jauh dari mini market tersebut. Karena menurutnya lebih baik mengatakan secara langsung biar lebih jelas daripada melalui panggilan telepon.


"Ada apa Mbak kemari?" tanya Reyna heran melihat salah satu karyawan mini market datang dengan wajah panik.


"Maaf non, saya kemari karena ingin menyampaikan bahwa Nyonya Wati barusan ditangkap polisi," ucapnya ketakutan.


"Hah ditangkap polisi, memang apa yang menyebabkan ibu saya ditangkap polisi Mbak?" Reyna semakin bingung kok bisa ibunya tiba-tiba di tangkap polisi.


Karyawan mini market tersebut menjelaskan duduk permasalahan yang menyebabkan Bu Wati ditangkap aparat polisi.


"Ini tidak bisa dibiarkan, pasti ada yang ingin memfitnah ibu saya. Terima kasih ya Mbak atas laporannya, saya akan segera menyelidiki hal ini supaya ibu saya segera di bebaskan," ucap Reyna.


Setelah melapor kejadian yang menimpa Bu Wati pada Reyna, karyawan mini market tersebut kembali ke mini market.

__ADS_1


Sementara Reyna langsung menelpon suaminya karena ia yakin suaminya akan bisa membantu dirinya membebaskan ibunya.


kring kring kring kring


Satu panggilan telpon masuk ke dalam ponsel Exel. Kebetulan ia sedang bersantai dan tidak ada pertemuan dengan klien mana pun hingga langsung merespon panggilan telpon dari istrinya.


"Halo, Tata sayang. Pasti kamu kangen ya sama aku, makanya langsun telepon?"


"Sayang, aku sedang tidak ingin bercanda ini ada masalah serius."


"Memangnya ada masalah apa Tata?"


"Ibu ditangkap polisi, sayang."


"Hah, kok bisa seperti itu?"


Reyna pun menceritakan semua yang terjadi di minivmarket kepada suaminya lewat panggilan telpon tersebut. Exel terkejut mendengarnya dan dia meyakini bahwa Bu Wati itu telah difitnah seseorang.


"Tata, kamu tak perlu khawatir. Aku akan pulang menjemputmu dan kita akan ke kantor polisi bersama."


Saat itu juga Exel menelpon Budi untuk menyiapkan mobilnya di depan pelataran kantor, karena dia akan segera pulang ke rumah untuk menjemput Reyna dan mengajaknya ke kantor polisi.


Hanya beberapa menit saja mobil mewah milik Exel sampai di pelataran apartementnya dia sudah disambut oleh Reyna yang telah menunggunya di teras halaman. Exel tak perlu keluar dari mobilnya, tetapi Reyna yang langsung melangkah cepat masuk ke dalam mobil.


Budi langsung melajukan mobilnya menuju ke kantor polisi terdekat, dimana ada Komandan Komisaris Joy bertugas.


"Selamat pagi, Mr Exel. Kita bertemu lagi, kenapa tidak menelpon saja jadi anda tak repot datang kemari." Sapa Komandan Komisaris Joy seraya menyalami Exel dan Reyna.


"Maaf ya, Pak Komandan. Lagi-lagi saya mengganggu anda. Maksud kedatangan kami kemari karena ingin menemui Bu Wati ibu kami, yang barusan di tangkap oleh aparat kepolisian," ucap Exel.


"Bu Wati, yang waktu itu terkena luka tusuk? beliau tidak ada di sini, Mr. Memangnya ada masalah apa kok bisa di tangkap? mungkin saja beliau di bawa ke kantor polisi di pusat kota," ucap Komandan Komisaris Joy.

__ADS_1


__ADS_2