Perjuangan Cinta Reyna

Perjuangan Cinta Reyna
Ketahuan Juga


__ADS_3

Beberapa hari telah dilakukan penyelidikan terhadap mobil yang mengantarkan paket berisi narkoba ke mini market Bu Wati, akan tetapi belum juga menemukan hasil.


"Sayang, apakah sudah ada titik terang untuk kasus ibuku?" tanya Reyna.


"Maaf Tata, sampai detik ini belum ada kabar yang menggembirakan. Padahal semua anak buahku sudah aku kerahkan untuk penyelidikan kasus ibu,' ucap Exel sedih.


"Ya sudah nggak apa-apa yang terpenting kita sedang usaha, pasti yang kuasa akan memberikan petunjuk di mana adanya pelaku itu," ucap Reyna menghibur suaminya.


"Semoga saja dalam waktu dekat ini kita dapat menemukan pelaku yang sebenarnya, supaya pelaku tersebut lekas mendapatkan ganjaran yang setimpal atas perbuatannya itu terhadap ibu," ucap Exel mencoba meyakinkan istrinya.


Saat mereka asik bercengkrama, ponsel milik Exel berdering. Ia pun langsung mengangkatnya.


"Hallo, ada apa Budi?"


"Mr, ada kabar baik. Kita sudah menemukan target yang telah menjebak Nyonya Wati."


"Bagus, aku akan segera ke markas sekarang juga."


Setelah itu panggilan telpon di matikan oleh kedua belah pihak baik oleh Exel maupun Budi.


"Tata, Alhamdulillah sudah ada kabar baik. Salah satu anak buahku telah menemukan keberadaan orang yang telah menjebak ibu. Aku akan pergi ke markas untuk mengetahui tempatnya," pamit Exel pada Reyna.


Exel mencium kening istrinya, dan Reyna juga mencium punggung tangan suaminya tersebut.


"Sayang, kamu yang hati-hati ya," pesan Reyna.


"Iya, sayang. Doakan saja semoga permasalahan ini lekas clear. Katakan pada ibu supaya jangan khawatir lagi karena aku telah menemukan titik terang," pesan Exel.

__ADS_1


"Iya, sayang. Aku pasti akan mengatakan hal ini pada ibu."


Saat itu juga Exel berlalu pergi dari kamarnya dan ia segera pergi ke markas besarnya seorang diri karena kebetulan Budi sedang ada di markas hingga ia mengemudi sendiri.


Tak berapa lama, Exel telah sampai di markas besarnya. Budi langsung mengajak salah satu anak buahnya itu untuk menghadap pada Exel.


"Apa kamu yang telah menemukan plat nomor mobil yang waktu itu aku share di grup? kenapa tidak memberi kabar di grup?" tanya Exel menyeledik.


"Maaf, Mr. Saya sudah memberitahu lewat chat di grup tapi Mr tidak merespon. Dan saya nggak berani jika menelpon anda, hingga saya meminta tolong pada, Mas Budi untuk menelpon anda," ucap salah satu anak buah Mr Exel.


"Lain kali tak usah ada rasa sungkan, karena aku tidak akan marah. Jika itu suatu pesan penting lekas saja kamu share di grup WhatsApp," pesan Exel.


"Baik, Mr. Saya minta maaf."


"Ya sudah nggak apa-apa, sekarang juga kamu tunjukkan dimana lokasinya. Supaya kita lekas bisa menangkap pelakunya sebelum ia melarikan diri," pinta Exel.


"Di rumah itu, tadi saya sempat melihat mobil box yang memakai plat nomor yang di share di grup, Mr." Salah satu anak buah Exel menunjuk ke arah sebuah rumah yang begitu tertutup.


"Kita pancing saja supaya salah satu pemilik rumah tersebut keluar dari pintu gerbang. Lempar saja beberapa batu, pasti akan ada yang keluar. Dan pada saat itu kita tangkap orang itu," ucap Mr Exel.


Salah satu anak buah Exel ada yang sudah bersiap-siap untuk menyekap pelaku dan anak buah yang lain melemparkan beberapa batu. Dan pada saat ada dua orang keluar dari rumah tersebut. Langsung saja anak buah Exel membekap mereka hingga tak sadarkan diri.


Anak buah yang lain langsung mengangkat dua tubuh orang tersebut masuk ke dalam mobil khusus anak buah Exel.


"Kita tunggu sejenak, apakah kiranya masih ada lagi orang di dalam. Jika iya pasti ia akan keluar juga untuk melihat kenapa dua temannya tidak kunjung masuk. Dan pada saat itu kita segap lagi," pinta Exel.


Setelah menunggu beberapa detik, memang perkiraan Exel tepat. Keluarlah dua orang lagi dari dalam rumah itu celingukan seolah mencari sesuatu.

__ADS_1


Dan pada saat keduanya lengah, kembali lagi anak buah Exel menyekap mereka dan mengangkatnya masuk ke dalam mobil.


"Kita langsung saja ke markas Komandan Komisaris Joy. Supaya ia yang membantu kita menginterogasi orang-orang ini," pinta Exel.


Dan saat itulah juga semuanya melajukan mobilnya menuju ke markas besar Komandan Komisaris Joy. Setelah sampai, seluruh anak buah Exel di bantu oleh beberapa anak buah Komandan Komisaris Joy, mengangkat empat tersangka karena kebetulan mereka kondisi masih belum sadarkan diri.


Keempat orang tersebut langsung saja di masukkan ke dalam sel. Dan beberapa menit kemudian, barulah semuanya sadarkan diri. Dan semuanya bingung kenapa mereka tiba-tiba sudah ada di dalam sel.


"Bagus, kalian susah sadar juga." Ucap Komandan Komisaris Joy dan memerintahkan salah satu anak buahnya untuk memerintah salah satu tersangka untuk di bawa ke ruang interogasi untuk di lakukan sebuah pemeriksaan lebih teliti.


Satu tersangka tak mengaku hingga sampai tersangka ke empat barulah ia mengaku karena rasa takut pada ancaman yang telah di berikan oleh Komandan Komisaris Joy.


Ternyata memang mereka yang telah menjebak Ibu Wati, tetapi mereka tidak sendirian. Karena ada orang di balik mereka yang telah membayar mahal atas tugas licik mereka dengan sangat mahal.


Dan kini telah di temukan biang dari permasalahan jebakan terhadap Bu Wati.


"Apa jadi semua ini adalah ulah dari papahnya Santika? apakah kejadian penusukan itu juga ia ulahnya?" ucap Exel masih saja belum percaya.


"Bisa jadi, Mr. Mungkin ia dendam karena anaknya di kasuskan oleh anda, hingga dia berbuat nekad," ucap Komandan Komisaris Joy.


"Begini saja Mr Exel, semua sudah jelas siapa pelaku dari kasus Bu Wati ini. Biar saya yang akan menyelesaikan kasus ini supaya Papahnya Santika lekas bisa diamankan secepatnya, karena ini sudah keterlaluan dan ia sangat berbahaya jika tak lekas ditangkap," ucap Komandan Komisaris Joy.


"Baiklah Komandan, saya mengucapkan beribu kali terima kasih karena anda selalu menolong segala permasalahan yang kami alami selama ini. Saya percayakan kasus ini pada anda sepenuhnya. Hukum lah para pelaku dengan hukuman yang seberat-beratnya, supaya mereka jera dan tak mengulanginya kembali," ucap Exel.


Saat itu juga Komandan Komisaris Joy mengerahkan seluruh anak buahnya untuk segera bergerak cepat ke rumah Papahnya Santika untuk menangkapnya.


Sementara Exel pamit sejenak untuk pulang kerumah terlebih dahulu. Ia belum puas dan belum tenang jika belum memberitahu pada Reyna tentang pelaku sebenarnya. Ia pulang ke rumah kali ini diantar oleh Budi. Sementara anak buahnya yang lain kembali ke markas besar.

__ADS_1


__ADS_2