Perjuangan Cinta Reyna

Perjuangan Cinta Reyna
Akhirnya Terselesaikan


__ADS_3

Setelah sampai di pelataran rumah, Exel berlari kecil masuk ke rumah mencari istrinya yang kebetulan sedang ada di ruang tengah bersama ibu dan ayahnya.


"Tata sayang, ternyata ada di sini. Aku dari tadi mencarimu," ucap Exel tersenyum sumringah tanpa malu pada kedua mertuanya, ia mencium kening istrinya.


"Mencariku, tapi aku sama sekali tidak mendengarkan dirimu memanggilku?" ucap Reyna memicingkan alisnya.


"Kebetulan sekali di sini ada ayah dan ibu. Ada kabar bagus untuk kita semuanya," ucap Exel.


"Ibu, orang yang telah menjebak ibu sedang dalam proses penangkapan," ucap Exel.


"Serius, sayang?" tanya Reyna serasa tak percaya.


"Iya, Tata. Ternyata orang itu adalah Papahnya Santika. Anak buahku telah berhasil menangkap para anak buah papahnya Santika. Dan saat ini Komandan Joy sedang dalam perjalanan menangkap Papahnya Santika," ucap Exel.


"Alhamdulillah, akhirnya ibu akan terbebas dari tuduhan. Terima kasih ya, Nak Exel. Atas usaha dan kerja kerasmu mencari pelaku yang sebenarnya, jika tanpamu mungkin seumur hidup ibu akan ada di dalam penjara. Ibu bahkan sempat berpikir akan menghabiskan sisa umur ibu di dalam jeruji besi."


Rasa haru sangat terlihat di wajah Bu Wati.


Pikiran negatif tentang penjara kini telah hilang sirna berkat pertolongan Exel. Dan kini yang ada pemikiran untuk menunggu datangnya cucu ke tiga yang saat ini sedang ada di dalam kandungan Reyna.


Setelah sejenak memberitahukan kabar bahagia ini, Exel pun berpamitan akan kembali menemui Komandan Joy, untuk melihat perkembangan kasus Bu Wati. Karena sampai detik ini, Komandan Joy belum juga memberi kabar apakah dirinya telah berhasil menangkap Papahnya Santika atau belum.


Pada saat Exel dalam perjalanan ke markas besar Komandan Komisaris Joy, tiba-tiba ponselnya berdering.


Kring kring kring kring

__ADS_1


Exel pun langsung mengangkat telpon tersebut yang ternyata dari Komandan Komisaris Joy.


"Hallo, Komandan?"


"Hallo, Mr. Saya hanya ingin mengabarkan jika saat ini saya telah berhasil menangkap papahnya Santika, dan kami telah kembali ke markas besar. Jika anda ingin bertemu segeralah datang ke markas besar."


"Baiklah, Komandan. Saat ini juga saya sedang dalam perjalanan menuju ke markas besar anda."


"Baiklah, Mr. Kalau begitu saya tutup teleponnya dan saya tunggu kedatangannya sekarang juga."


Baik Komandan Komisaris Joy ataupun Exel sama-sama menutup panggilan telepon mereka. Dan saat ini Exel sudah tak sabar lagi untuk segera sampai di markas besar komandan Joy.


Tak berapa lama akhirnya sampai juga mobil Exel di pelataran markas besar Komandan Komisaris Joy. Dia segera turun dari mobil, sedangkan Budi segera melajukan kembali mobilnya menuju ke khusus parkiran mobil.


Exel langsung menemui Komandan Komisaris Joy, dan ia pun dipersilahkan duduk sejenak. Menunggu salah satu anak buahnya membawa Papahnya Santika untuk bertemu Exel.


Exel pun tak berkedip menatap Papahnya Santika, mereka pun saling menatap satu sama lain dengan tidak ada senyuman sedikitpun.


"Silakan saja, Mr. Jika anda ingin mulai bertanya banyak hal pada orang yang ada hadapan anda itu," ucap Komandan Joy seraya melirik sinis pada Papahnya Santika.


"Kenapa aku melakukan semua kejahatan itu, karena intinya aku dendam padamu dengan apa yang pernah kamu lakukan pada Santika. Sehingga dia dipenjara dalam waktu yang lama padahal aku sudah memohon memelas padamu. Tapi kamu tidak ada hati nurani sama sekali untuk memaafkan Santika. Asal kamu tahu Exel,di dunia ini hanya Santika yang aku punya."


"Aku tidak rela dengan apa yang telah kamu lakukan pada anakku, makanya aku ingin membalaskan semua sakit hatiku padamu lewat orang-orang yang ada di sekelilingmu. Supaya kamu lebih lagi merasakan sakit seperti apa yang saat ini aku rasakan dengan dipenjaranya Santika."


Belum juga Exel bertanya banyak hal pada Papahnya Santika, ia malah terlebih dahulu telah berkata hingga Exel tak usah bersusah payah untuk bertanya padanya.

__ADS_1


"Baguslah jika begitu, Om bisa sekalian masuk ke dalam jeruji besi bersama Santika," ucap Exel tersenyum sinis.


"Terima kasih atas bantuannya Komandan Joy, saya serahkan sepenuhnya kasus ini pada anda. Hukumlah seberat-beratnya sesuai dengan apa yang telah ia lakukan kepada ibu mertua saya."


"Dan saya juga minta tolong supaya ibu mertua saya terbebas dari tersangka karena sampai saat ini ibu saya masih menjalani masa tahanan luar yang harus wajib lapor setiap harinya."


Mendengar apa yang di katakan oleh Exel, Komandan Komisaris Joy tersenyum.


"Anda tak usah khawatir, Mr. Saya akan konfirmasi hal ini pada markas kepolisian di pusat kota yang sempat menanganinya kasus Ibu mertua anda. Saya pasti akan selalu memberikan kabar tentang perkembangan dari kasus ini."


"Untuk saat ini saya akan mempelajari dulu segala perkara ini dan juga ingin bertanya pada semua saksi. Supaya saya bisa memberikan suatu hukuman yang tepat sesuai dengan tingkat kesalahan yang telah pelaku utama lakukan."


Ada rasa kelegaan mendengar apa yang dikatakan oleh Komandan Komisaris Joy. Saat itu juga, Exel berpamitan pulang. Sementara Papahnya Santika di masukkan kembali ke sel sementara. Sampai benar-benar sudah ada keputusan masa tahanannya.


"Alhamdulillah, lega rasanya aku sudah bisa menangkap pelaku sebenarnya yang telah menjebak ibu. Semoga tidak ada lagi masalah yang serius seperti ini yang membuat kepalaku terasa pening sekali," batin Exel seraya menghela napas panjang.


Tak berapa lama Exel telah sampai kembali di apartemen mewahnya, ia pun langsung masuk ke dalam kamarnya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Setelah itu ia langsung merebahkan diri di ranjang seraya menatap langit-langit kamarnya dan tak terasa matanya terlelap begitu saja, ia tertidur pulas.


Reyna melangkah ke kamar dan mendapati suaminya tertidur pulas, ia pun merasa iba dan menghampirinya. Sejenak ia ingin mengusap wajah lelah suaminya, tetapi tangannya diurungkan karena ia tak ingin membangunkan suaminya yang sedang tertidur pulas.


"Kasihan sekali kamu suamiku,beberapa bulan ini sering sekali terjadi permasalahan dalam rumah tangga kita. Dan kamu harus bekerja keras untuk dapat menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi di dalam rumah tangga kita."


"Ya Allah, jagain selalu suamiku,sertai setiap langkah hidupnya. Berkati dia selalu, lindungi dia selalu, berikan panjang umur dan segala kebaikan di dalam kehidupannya dan yang paling utama langgengkan rumah tangga kami."


"Intinya doa yang terbaik untuk keluarga kecilku dan adik serta orang tuaku, Ya Allah."

__ADS_1


Setelah sejenak berdoa di dalam hati seraya menatap wajah tampan suaminya, Reyna pun melangkah keluar dari kamar seraya perlahan karena tak ingin mengagetkan suaminya yang sedang tertidur pulas.


__ADS_2