
Tak terasa waktu sudah menjelang malam, saat di perjalan mobil yang di kendarai Amri berhenti di sebuah lampu merah. Dan saat itu, Amri tengah mengemudi dengan melepaskan kopyah dan sorban yang dipakainya.
Tiba-tiba ada seorang wanita cantik dan berhijab, menghampiri dan meminta pertolongan. Amri mengira wanita tersebut ada keperluan penting dan membutuhkan bantuan.
"Assalamualaikum, malam Mas?"
Tanya wanita itu di samping pintu kemudi.
"Walaikumusalam wr. wb, malam."
Jawab Amri.
"Ikut dong, Mas. Boleh yah?"
"Oh... boleh, boleh, silahkan masuk!"
Tanpa babibu, wanitu cantik itu bergegas masuk kedalam. Pintu di tutup dan mobil mulai jalan.
"Mau kemana, Mas?"
Tanya gadis cantik itu.
Sambil memakai kopyah dan sorban Amri, ciri khas sang ulama santai menjawab.
"Oh, ini loh mau ke penginapan tapi saya mau mampir ke masjid dulu. Ndak apa-apa, silahkan ikut saja?"
Wanita itu kaget dan salah tingkah dan menjawab dengan gugup.
"Oh.. mau ke masjid ya Mas!"
"Adakah sesuatu yang bisa aku bantu?"
Tanya Amri kepada Wanita tersebut
Tampa rasa malunya wanita itu berkata.
"Suami ku telah lama meninggal dunia. Aku sudah lama tidak merasakan nafkah batin, sebagai mana yang dulu kurasakan saat bersamanya. Maukah kau menolong ku untuk tidur bersama ku?"
Sontak Amri merasa kaget bukan kepalang. Dengan suara keras, Amri menyuruh turun wanita itu dari dalam mobilnya.
"Keluarlah kau dari sini, jangan kau jerumuskan aku ke dalam neraka!"
Namun wanita itu tak mau keluar. Ia terus menggoda Amri, meskipun Amri telah menolaknya. Amri menolak lagi ajakannya dengan keras lalu menasehatinya, namun wanita itu tak juga mau pergi. Menghadapi kekeraskepalaan itu, Amri hampir kehabisan cara. Akhirnya Amri mencoba bertanya dengan nada lembut. Tanpa di sangka wanita itu semakin menjadi dan mendekati Amri lalu membuka hijab dan resleting bajunya.
__ADS_1
Sontak saja Amri segera menutup mata dan mengalihkan pandangannya, lalu berkata.
"Apa yang kau lakukan?"
Tanya Amri dengan berusaha mengendalikan hati dan fikirannya yang pacah melihat godaan di sampingnya. Ia berusaha menguatkan Iman nya dan berusaha setenang mungkin. Menghadapi wanita di sampingnya, dengan fokus Amri mengendarai mobilnya dan melajukannya ke pinggir jalan dan menghentikannya.
"Sungguh aku menginginkan kamu, aku hanya ingin jawaban dari mu."
Jawab wanita itu semaki menggoda dan merayu Amri.
"Sebentar, ada beberapa pertanyaan untukmu. Jika kamu menjawab dengan jujur, maka aku akan menjawab pertanyaan mu tadi."
Kata Amri sembari menundukan kepalanya dan memejamkan mata agar tidak melihat godaan di sampingnya.
"Baik, aku akan menjawabnya dengan jujur."
Jawab wanita di samping Amri yang duduk menghadapnya.
"Pertama, seandainya malaikat maut akan mencabut nyawamu sekarang. Apa engkau senang aku memenuhi permintaan mu?"
Tanya Amri, wanita itu tak menyangka dirinya akan mendapatkan pertanyaan yang mengingatkannya dengan kematian. Ia langsung menjawab.
"Tidak!!" Jawabnya
"Tidak!!"
Jawab wanita itu lagi dengan mata mulai berkaca-kaca.
"Ketiga, seandainya sekarang kamu berada di hadapan Allah Ta'ala untuk di minta pertanggungjawaban atas semua nikmat-Nya yang telah di anugerahkan kepadamu, masihkah tersisa rasa senang di hatimu. Jika aku memenuhi permintaanmu?"
"Demi Allah, tidak."
Jawab wanita itu lagi yang mulai nampak matanya mengucurkan buliran air mata di pipi mulusnya.
"Kalau begitu, takutlah kamu kepada Allah. Betapa Dia telah memberikan segalanya kepadamu."
Jawab Amri yang saat itu sudah menepikan mobilnya di pinggir jalan dan mencoba memberikan sedikit pertanyaan maupun memberi nasehat kepada wanita cantik tersebut.
Mendengar jawaban Amri, seketika itu juga wanita itu menangis hingga tak terbendung. Ia benar-benar mendapatkan pelajaran yang sangat menyentuhnya. Ia segera menutup resleting bajunya dan memakai hijabnya kembali. Lalu, ia pun segera keluar dari dalam mobil milik Amri dan berlalu pergi tanpa mengucapkan satu kata pun sembari menangis dan berlari.
Amri menghela nafas beratnya dengan pelan dan mencoba mengontrol dirinya sendiri.
Amri beristigfar berkali-kali dan setelah tenang Amri pun melanjutkan laju mobilnya kembali. Untuk singgah sebentar di Surau yang dekat dengan jalanan menuju penginapan tersebut.
__ADS_1
Azan magrib pun berkumandang terdengar jelas di telinga Amri. Dengan pelan Amri memarkirkan mobilnya di tepi jalan dan keluar mobil. Amri melangkah menuju Surau, di tengah rintik hujan yang mulai turun membasahi bumi. Ia mengambil air wudhu di samping Surau tersebut yang terdapat tiga baris kran air, dengan baju yang sudah mulai basah karena terkena air hujan yang membasahi dirinya. Kemudian Amri pun masuk ke dalam Surau dan menjalankan ibadahnya.
Selasai menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim, Amri pun melangkah kembali menuju mobil dan akan melanjutkan perjalanannya menuju penginapan yang jaraknya kurang lebih 1km lagi.
Baru setengah perjalanan perut Amri berdemo minta di isi, akhirnya Amri pun membelokan langkah kakinya ke kanan jalan. Menuju tukang bakso di pinggir jalan dekat dengan trotoar, sedangkan mobil Amri terparkir di sebelah kiri jalan.
Amri pun menghampiri tukang bakso tersebut, terlihat seorang bapak separuh baya sedang berkemas membereskan meja yang kotor.
"Assalamualaikum, pak."
Sapa Amri dengan senyuman.
"Walaikumusalam wr. wb." Eh Nak, mari silahkan duduk."
Jawab bapak tukang bakso dan mempersilahkan Amri untuk duduk.
"Iya, pak terimakasih," Amri pun melangkah menuju tempat duduk yang berderet 3 bangku tersebut. Kemudian duduk dan memesan bakso.
"Pak, saya minta bakso satu porsi jangan pake sambel."
"Iya, Nak. Ada lagi yang lain? mau minum apa?" Tanya bapak tukang bakso
"Saya minta teh anget saja pak."
"Manis apa tawar Nak?"
"Manis pak, tapi jangan terlalu banyak gula nya ya?"
"Oh....iya, tunggu sebentar ya Nak."
Amri hanya menggunakan kepala sebagai jawaban dan mengalihkan pandangannya ke arah jalan. Iya tak sengaja melihat seorang gadis, berdiri di samping gerobak bakso dengan menundukan kepala. Gadis itu terlihat kedinginan di bawah guyuran air hujan yang semakin deras. Gadis itu memegangi perut seperti seorang yang sedang sakit atau lapar.
Dengan segera Amri bangun dari tempat duduk nya dan menghampiri gadis tersebut, lalu bertanya.
"Apa kamu mau membeli bakso?"
"Iya...., tapi aku tidak punya uang."
jawab gadis itu malu-malu.
"Tidak apa-apa, aku akan mentraktir mu. Duduklah, aku akan memesanya untuk mu." Jawab Amri
Tak berselang lama, si bapak tukang bakso mengantarkan 2 mangkok bakso pesanan Amri. Dengan segera Amri membagi satu mangkok untuk gadis tersebut. Dengan lahap gadis itu segera memakan bakso tersebut.
__ADS_1
Terimakasih.