
Di sudut dalam satu ruangan apartemen, seorang gadis masih menangis sesegukan entah apa yang mau iya ungkapkan lagi rasanya seperti mimpi.
Tinggal dinegara yang notabene masyarakatnya menganut paham kebebasan, tentu benar-benar mempertaruhkan keimanan. Banyak godaan, mulai dari ajakan halus hingga pemaksaan pun pernah ia rasakan.
Namun allah juga selalu punya cara menjaga hamba-Nya, yang taat. Selalu punya cara melindungi hamba-Nya yang berserah diri.
🌷🌷🌷
Pov Selyn
Aku seorang mahasiswi indonesia yang tinggal di London, tengah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di inggris. Selama pendidikan, aku tinggal di sebuah apartemen yang memang bukan di huni khususus mahasiswi saja. Namun di sini juga tinggal para mahasiswa yang satu fakultas denganku.
Aku masih duduk melamum di apartemen. Tiba-tiba ada dua orang mahasiswa yang satu fakultas dengan ku bertamu. Apartemen ini memang tidak jauh dari kampus. Demi menjaga etika dan adab serta sopan satun, aku pun mempersilahkan masuk.
Dengan sepontan aku menghindar ke samping, karena mendapati dua orang pria tengah menerobos masuk.
"Permisi!"
Dua orang mahasiswa itu pun menerobos masuk, setelah aku membukakan pintu.
"Ada apa?" Tanyaku pada dua pria itu.
Tak ada jawaban dari dua mahasiswa tersebut. Salah satu di antara mereka lalu mendorongku hingga ke sudut jendela.
Gubrakkkkk....
"Auhhhh.. sakit!"
Aku menjerit kesakitan, karena lutut ku terbentur ujung meja belajar dan dara keluar dari kulit yang tergores pada kulit.
"Hai.... Selyn, maukah kau melayani kami?
Dengan jahatnya dua pria itu berkata.
__ADS_1
Iya perempuan yang dari tadi menangis di dalam apartemen itu Selyn yang sedang merasakan keharuan dalam hati, setelah mendapat kabar dari Amri pujaan hatinya. Selyn meneruskan kuliah ke jenjang S 2 di universitas terbaik di inggris yaitu LSE (London School of Economics) dan 3 minggu lagi akan melaksanakan wisuda S 2.
Aku pun terkejut, saat melihat apa yang di lakukan kedua mahasiswa ini.
Tanpa banyak tanya, salah satu di antara mereka lalu mengunci pintu apartemen ku. Untuk menghalangi agar aku tidak bisa melarikan diri. Kemudian mereka menanggalkan pakaian satu demi satu.
"Ya!".Mereka ingin mengajak aku untuk beradegan ranjang.
Tubuh aku bergetar sangat hebat. Melihat dua mahasiswa tersebut mulai membuka baju lalu membuka celana yang di kenakannya. Aku sangat taku dan merinding. Diam mencoba menenangkan hati dan berfikir keras, aku memohon petunjuk kepada yang Kuasa. Agar bisa meloloskan diri, fikiran aku sesaat merasa buntu tidak bisa berfikir.
"Ma-mau apa kalian!" Tubuhku bergetar, melihat seorang pria bertelanjang. Hanya menggunakan celana dalam saja dan mendekati ku. Lalu aku mencoba berfikir keras bagai mana caranya meloloskan diri.
Dua pria itu menyeringai dengan jahat. "Aku mau tubuh mu!" Jawab dua pria itu dengan kompak .
Aku hanya diam menunduk dan beruntung aku bisa menenangkan iman. Aku tidak ingin harga diri dan kehormatanku ternodai.
Aku tidak ingin melumuri tubuh dengan dosa zina. Didalam pergolakan batinku, seketika itu allah memberi ilham kepada ku.
Dua pria tersebut terus memojokan aku ke dindin. Salah satunya terus mencoba membuka hijab yang ku pakai. Tapi tak bisa, karena meraka tidak tau cara membukanya. Dan yang satu lagi masih dengan aktifitasnya menanggalkan baju serta celana.
Aku meronta, mencoba melawan seorang pria yang sedang mencoba membuka hijabku.
"Jangan sentuh aku dan jangan macam-macam!" Aku berinto tinggi dengan bibir bergetar karena ketakutan. Aku mencoba mendorongnya namun aku kalah tenaga darinya.
"Ayola Selyn, kita bersenang-senang sebentar. Selama ini kau susah sekali kami ajak." Jawab salah satu teman prianya dengan enteng.
Iya memang susah jika hidup di negara yang notabene akan kebebasan. Seperti masyarakat di ingris ini.
"Di kepalaku, lalu tiba-tiba muncul ide. Aku harus keluar dengan cara melompat ke bawah, melalui jendela apartemen. Kebetulan, letak apartemenku terletak dilantai 2 yang tidak terlalu tinggi."
"Meski beresiko, tapi itu lebih baik. Dari pada aku harus melayani ke dua pria ini. Tak pikir dengan panjang, aku langsung melompat dari jendela apartemen dan berhasil meloloskan diri."
"Setelah berhasil keluar, aku langsung berlari melapor ke pos keamanan terdekat.
__ADS_1
Lalu menceritakan tentang perihal kejadian yang baru saja ku alami didalam apartemen.
"Pak... pak...to-to-long!" Suara yang terdengar tersendat-sendat di telinga penjaga pos keamanan tersebut.
"Ada apa nona?" Jawab Scurity tersebut.
Aku mencoba mengatur nafas dan menghirup udara, lalu mengeluarkan dengan pelan. Setelah tenang aku melanjutkan ucapanku.
"Di dalam ada dua orang yang mencoba mengganggu ketenangan saya, pak." Ucap ku yang masih gemetaran.
Aparat keamanan itu lalu berjalan ke apartemen yang aku sebut. Hingga akhirnya, aparat keamanan berhasil penyidikan. Scurity itu lalu memberi pelajaran kepada dua pria tersebut, agar mau menjawab dan berkata jujur apa maksud dan tujuannya. Karena aku tidak menceritakan perihal pemerkosaan melainkan berkata diganggu.
Setelah ditanya scurity, dua pria tersubut berkata jujur dan bilang memang ia berkali-kali mengajak Selyn untuk melakukan perzinaan. Namun, tak pernah mendapatkan respon dan balasan darinya. Dan akhirnya mereka pun nekat melakukan hal yang tak wajar. Karena kata mereka, Selyn adalah perempuan yang sangat susah di dekati apa lagi kalo masalah hal berzina. Pasti menolak dengan tegas dan keras.
Allah rupanya benar-benar menjaga Selyn.
"Ya" perempuan yang di ajak zina oleh dua lelaki, dia menolak dengan keras dan berkata.
Dengan lantang di dalam ruangan persegi empat, yang lebarnya hanya tiga meter itu aku menjawab. "Aku takut kepada allah."
Lalu aku pun keluar dari ruangan itu, setelah semua urusan telah selesai dan di serahkan kepada pihak yang berwajib.Lalu aku pergi meninggalkan tempat menuju ke apartemen tempat tinggalku.
🌷🌷🌷🌷
Aku tengah duduk di atas tempat tidur dengan kedua tangan di tekuk memeluk lutut.
Aku menangis meratapi apa jadinya jika semua itu terjadi. Bagai mana tidak, selama ini saja Amri selalu menjagaku dan tidak pernah menyentuh, sekalipun itu berjabat tangan. Karena bagi Amri, jika ia benar-benar mencintai aku, Maka ia akan menjaga aku hingga kata halal itu tiba. Dan tidak akan menjerumuskan aku kedalam lubang perzinaan.
Kata-kata itu selalu terngiang di kepala ku dan aku terus menjaga dan mengingatnya. Walau begitu sulit untuk diriku menahan semua cobaan yang terus menimpa diriku di negara ini. Sekarang aku tinggali di ingris untuk sementara dan untuk menggapai cita-cita. Semakin lama semakin terisak tangisan ku.
"Cobaan apa lagi yang engkau berikan ya-Rob. Aku ingin menjaga kesucian ku untuk suamiku kelak. Tolong lindungi hamba, sampai kata halal itu tiba ya-Rob."
Dalam hati Selyn menjerit, meminta, memohon agar di beri perlindungan oleh yang Kuasa.
__ADS_1