
Mendapatkan pria idaman yang setia adalah hal yang sangat membahagiakan bagi seorang wanita. Mendapatkan pria idaman juga membuat wanita itu menjadi, wanita yang paling berharga. Pasalnya tak banyak seorang lelaki yang dapat memiliki komitmen membahagiakan dan setia mencintai seorang wanita.
Wanita itu merupakan anak seorang bupati yang di segani di lingkungan sekitarnya. Ia merupakan anak perempuan semata wayang dari seorang bupati, yang banyak di idolakan oleh banyak pria karena kecantikannya.
Saat proses lamaran kemarin, terjadi begitu khidmat hingga akad nikah dan resepsi berjalan langsung. Jeda waktunya tak begitu lama, hanya selang lima hari setelah acara lamaran.
Kini mempelai wanita pun di rias dan tampil cantik. Ia memakai gaun pengantin wanita berwarna putih. Para tamu undangan dan keluarga dari mempelai pria sudah berkumpul di depan halaman rumahnya, ikut melihat perjalanan cinta Amri dan Selyn. Dalam foto yang beredar, para tamu dan sanak saudara serta kerabat dekat tampak tak kuasa menahan rasa haru. Air mata mereka jatuh menyaksikan Amri, yang sedang melaksanakan ijab kabul di dalam ruang tamu rumah mempelai wanita. Para tamu undangan yang menyaksikan pun ikut mengucapkan SAH......
Setelah sang pengulu mengatakan kata SAH, kini di lanjut dengan doa dan menunggu mempelai wanita keluar dari dalam kamarnya.
Perasaan dalam hati Amri terasa campur aduk, ada rasa gerogi, senang, haru dan bahagia tercampur menjadi satu.
Mempelai wanita masih berada di dalam kamar bersama sang ibu yang menemaninya.
Selyn yang memakai gaun pengantin warna putih membuatnya semakin anggun. Jilbab besar menjadi mahkotanya. Make-up tipis menghiasi wajah ayunya. Hari ini Selyn begitu bahagia.
Sebelum Selyn melangkah keluar kamar terdengar suara dari Surau.
"Allahhu akbar, Allahhu akbar" adzan isya' berkumandang, menyadarkan bahwa ia sudah tak punya waktu.
"Ma, aku mau berwudhu dan shalat isya' dulu," pamit Selyn dengan nada santun kepada Ibunya. Ia memang terbiasa shalat di awal waktu setelah dekat dengan Amri dan ini menjadi hal baik baginya.
"Apa kamu sudah gila? Para tamu dan keluarga Amri sudah menunggu. Jika engkau wudhu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air," jawab Ibunya spontan. Ia terkejut dengan permintaan anaknya.
"Aku harus shalat, Ma. Mama sudah taukan, shalat adalah perintah Allah yang tidak bisa ditawar"
"Iya, tapi kan bisa shalatnya nanti saja setelah walimah selesai," tukas sang Ibu," Aku Mama mu. Demi Allah, jika engkau berwudhu sekarang, Mama akan marah."
"Demi Allah, shalat ini adalah perintah Allah. Mama sendiri tau, bahwa kita tak boleh mentaati manusia untuk mendurhakai Allah. Aku takut di marahi Allah."
__ADS_1
Dengan kekeh Selyn masih mempertahankan keinginannya.
"Tapi nanti bagaimana? Para tamu akan mempertawakanmu, karena engkau menemui mereka tanpa make-up. Engkau nanti tidak terlihat cantik."
"Mama, jika Mama suka aku terlihat cantik di hadapan manusia, tidak suka kah Mama jika aku terlihat cantik di hadapan Allah? Dengan berwudhu dan shalat di awal waktu, Allah akan mencintai kita, mempercantik kita, apapun omongan orang."
Sang Mama tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk mencegah putrinya itu, untuk berwudhu. Selesai berwudhu, Selyn pun masuk ke sebuah ruangan untuk menunaikan shalatnya.
Sang Mamanya pun akhirnya keluar untuk menemui para tamu undangan dan besannya siapa lagi kalo bukan Ririn dan Amar orang tua Amri.
Ia melangkah keluar dari kamar Selyn dan menuju kedepan ruang tamu, dimana suami, besan, kerabat dekat dan Amri sudah menyelesaikan kalimat ijab kabulnya dan kini telah SAH menjadi suami Selyn.
Kini Ibunya Selyn pun menghampiri dan saling berjabat tangan dengan para kerabat maupun besannya.
"Dimana Selyn, Bu? tanya Ririn dengan lembut.
"Itu Bu, Selyn sedang shalat isya. Maaf ya menunggu," jawab ibu selyn dengan sedikit menunduk pasalnya ia tak enak hati.
Amri yang mendengar pun ikut tersenyum dan bahagia, lalu ia berpamita untuk pergi ke surau. Ia hendak melaksanakan Shalat isya nya, karena saat tadi azan berkumandang, ia baru saja menyelesaikan ijab kabul nya dan di lanjutkan dengan doa-doa yang di pimpim oleh pak penghulu.
Karena Amri tidak jadi ijab kabul di surau, karena menurut perhitungan tanggal maupun jam dan ijab kabulnya tidak sesuai dengan hitungan jawa menurut orang tua nya. Orang tua Amri masih mengukuti tradisi jadi mau tidak mau ia pun mengikuti semua aturan orang tuanya. Asal tidak melanggar dan bertentangan dengan agama.
Kini Amri menginjakan kakinya di surau itu untuk kedua kalinya. Ia tersenyum kecut mengenang awal ia pertama kali menginjakan kaki di surau tersebut.
Setelah menyelesaikan shalat isya nya, ia pun kembali ke rumah Selyn. Dengan sedikit rasa was-was entah mengapa perasaan nya tiba-tiba saja menjadi cemas dan ada rasa khawatir. Dengan langkah kaki yang di percepat jalannya kini Amri telah sampai di rumah Selyn.
"Assalamualaikum..... "
Begitu sampai Amri pun mengucapkan salam
__ADS_1
"Walaikumusalam wr. wb. "
Jawab semua orang yang tengah berada di ruang tamu dengan muka terlihat bingung.
Lalu Amri pun melangkah masuk, tapi tak mendapati orang tuanya maupun orang tua Selyn. Hanya beberapa orang yang tangah duduk dengan menundukan kepala. Amri di buat bungung dengan ke adaan.
"Dimana Ibu, Ayah dan Papa, Mama? Kemana semua orang, kenapa menjadi sepi?"
Dalam hati Amri bertanya-tanya dalam kebingungan yang melanda dirinya.
Ezel yang tengah duduk di pojok sudut pun mengerti kegelisan yang Amri tujukan lewat tatapan matanya. Lalu ia pun menghampiri Amri seraya berkata.
"Tuan.... ada yang saya mau bicarakan."
Tiba-tiba ezel menepuk punggu Amri dari belakang dan membuatnya terkejut
"Ada apa ini, Zel sebenarnya? tanya Amri semakin bingung.
Ezel pun menarik tangan Amri untuk duduk dan berbica, agar Amri tidak tegang dan bisa mengontrol emosi nya jika tau terjadi sesuatu. Lalu memberikan minuman, setelah Amri terlihat tenang Ezel pun menyampaikan kejadian di saat Amri sedang pergi kesurau.
"Tuan, semoga saja dengan saya berbica ini tidak membuat tuan semakin panik."
Dengan santun Ezel mencoba memberitahukan keadaan yang terjadi
"Katakan, Zel sebanarnya ada apa!!"
Terdengar nada tegang dan resah dari mulut Amri membuat Ezel menghentikan niatnya untuk berbica.
"Lebih baik, tuan istirahat dulu dan jangan lupa makan malamnya." Jawab Ezel mengalihkan pembicaraannya
__ADS_1
"Tidak, Zel. Ada apa ini dan kemana semua orang. Jawab!"
Jangan tengang ya 😂😂😂 masih lanjut.