
Ibu Selyn segera mengambil langkah mudah untuk menarik diri dari pembicaraan itu. Beliau sadar apa yang dibicara pemuda di hadapannya menggunakan fakta islam dan tidak mungkin beliau dapat melawan kata-kata itu.
Ia pun masuk dan mengajak Selyn untuk duduk di ruang tengah. Lalu mendengar kan pembicaraan antara suami dan pemuda yang menyukai putrinya. Yang tak lain ialah sahabat semasa SMA putrinya dulu bernama Amri.
Ayah Selyn merasa kesal saat pemuda di hadapanya membicarakan mengenai agama dan berkata, "Kamu mau berbicara mengajari masalah agama di depan kami?" tanya ayah Selyn sedikit kesal.
"Maaf pak. Bukan saya hendak berbicara atau mengajari masalah agama. Tapi itulah hakikat. Terkadang kita terlalu memandang pada adat sampai lupa agama." Amri memcoba menjelaskan dengan santun namun ayah Selyn mengabaikan penjelasannya.
Lalu beliau berkata, "Sudah lah. Kamu sediakan uang 40 juta. Kemudian kita bicarakan lebih lanjut. Kalo tidak ada, kamu tidak bisa menikahi Selyn anak saya!" ucap beliau memberi syarat. Tapi Amri tidak berkecil hati untuk terus maju meminta izin dan restu. Kemudian dia melanjutkan perkataan yang sempat di potong oleh beliau.
"Semakin lama hal itu. Mungkin disaat usia ku menginjak 30 tahun atau lebih. Saya baru bisa mengumpulkan uang tersebut dan baru bisa masuk untuk meminang anak bapak." ucap Amri menarik nafas lalu melanjutkan kanya.
"Baiklah, kalo bapak memang berharap tetap demikian. Maka izin kan saya untuk berzina dengan Selyn?" mendengar ucapan lantang pemuda dihadapannya. Ayah Selyn merasa geram dan ingin segera menampar mukanya.
Dengan lantang beliu berteriak, "Hei! Kamu sudah keterlaluan rupanya. Jaga baik-baik mulut kamu itu!!" Dengan intonasi yang tinggi ayah Selyn merasakan sesak pada bagian dadanya.
Lalu Amri mencoba memberi pengertian kepada beliau agar tidak berburuk sangka terlebih dulu.
Dengan lembut Amri bertuturkata. "Dengar dulu penjelasan saya pak. Apa bapak tau apa alasan orang berzina dan banyak orang memiliki anak diluar nikah? Sebab salah satunya hal seperti inilah pak. Selalu saja pihak dari orang tua perempuan menenpatkan puluhan juta rupiah untuk mahar. Harus menunggu si pria memiliki pekerjaan dan dengan gajih yang tinggi. Sampai pihak pria terpaksa menunda keinginan untuk menikah."
__ADS_1
"Tetapi cinta dan nafsu kalo tidak di wadai dengan baik, setan yang akan menjadi pihak ketiga untuk menyesatkan manusia. Terlebih di zaman seperti sekarang ini, cobaan dan kondisinya tidak seperti pada zaman bapak dan ibu dulu."
"Akhirnya mereka mengambil jalan pintas. Memuaskan nafsu serakah dengan cara berzina. Pertama memang hal yang ringan-ringan dulu pak. Pegang-pegangan tangan, saling memeluk, berciuman dan sebagainya. Tapi semakin lama akan menjadi hal berat. Yang hal berat-berat itu bapak sendiri pun bisa membayangkan." jelas Amri.
"Lantas apa kaitan kamu dengan hal berzina pula!?" dengan lirikan mata tajam, beliau semakin geram mendengar ucapan Amri.
"Begini logikanya pak. Seperti yang terjadi pada anak-anak lainya. Bapak tidak memberikan izin kepada kami untuk menikah sekarang. Biar ada uang berpuluh juta uang dulu baru bisa menikah, lalu kami harus melepaskan nafsu bagai mana pak? Setiap harinya kami mengenal lebih dekat dan semakin dewasa. Selyn meminta saya untuk datang bersilaturahim kesini untuk datang menemui bapak dan ibu. Sebenarnya dalam hati kami sudah ada perasaan. Namun kami senantiasa menjaganya satu sama lain hingga kata halal itu tiba. Susah pak, menjaga perasaan itu."
"Lalu....?" masih dengan nada tinggi, ayah Selyn memberikan kesempatan aku untuk melanjutkan berbicara.
"Jika memang bapak menginginkan uang sebanyak itu, maka dengan rendah hati saya meminta izin pada bapak untuk berzina dengan Selyn. Terlepas apakah yang penting bapak tahu jika saya dan Selyn hendak berzina. Sebab rata-rata orang yang berzina itu orang tua mereka tidak tau pak, tidak!"
"Kelihatannya para pemuda-pemudi zaman sekarang biasa-biasa saja. Padahal sebenarnya sudah pernah bahkan sering berzina. Ironisnya banyak orang menganggapnya hal itu tidak tabuh lagi. Berzina bukanlah hal yang ehem-ehem saja. Ada zina ringan, seperti zina mata, zina tangan, zina lidah dan lain-lain. Tapi sebab itulah yang akan tambah menjadi berat." ucap Amri memberi penjelasan.
"Begini nak. Tapi kalo tidak dengan uang, bagai mana kamu akan memberi makan pada Selyn anak kami?" tanya beliau ragu.
Amri hanya tersenyum atas pertanyaan dari beliau. Lalu dengan satu tarikan napas Amri bisa menjawabnya dengan lantang.
"Bapak? Lupakah bapak dengan apa yang telah allah pesankan kepada kita."
__ADS_1
"Menikahlah orang - orang bujang (pria dan perempuan) dari kalangan kamu, dan orang-orang yang soleh dari hamba-hamba kamu, pria dan perempuan.
Jika mereka miskin, allah akan memampukan mereka.
Sesungguhnya karunia allah Maha Luas (rahmat dan karunianya) lagi Maha Mengetahui. (Qs. An Nur. 32).
"Apakah kita tak yakin dengan apa yang telah allah janjikan. Bapak dan ibu juga perna lah mengalami menjadi muda bukan. Masalah datangnya harta, selagi kita terus berusaha, itu adalah Rahmat-Nya yang sudah di takdirkan pada tiap-tiap hamba-Nya." jelas Amri panjang lebar.
Ayah Selyn masih diam tanpa mengeluarkan satu kata pun dengan posisi tangan yang masih dilipat diatas dada dan duduk dengan tegak seperti orang yang hendak menantang.
Amri sendiri menjeda sesaat untuk mengamati reaksi raut wajah beliau yang terlihat tegang. Lalu Amri mencoba menarik nafas dalam-dalam dan kembali menghembuskan dengan pelan. Amri melanjutkan perkataan yang sempat tertunda tadi.
"Lagi pula pak, kalo masalah makan dan minum itu insya allah saya siap dan sanggup untuk memberikannya. Tapi untuk masalah tempat tinggal kan masih bisa kita saling bicarakan lagi. Kalau hal ini bisa menghalangi kami dari melakukan hal dosa dan sia-sia. Apakah tidak lebih baik jika di segerakan untuk menikah. Bapak pun pasti tidak mau hal-hal yang lain terjadi pada Selyn putri bapak." Amri menundukan kepala dengan hormat.
Beliau hanya diam tanpa kata. Merenungi kata-kata yang baru saja Amri ucapkan. Pembicaraan di ruang tamu seketika senyap dan sunyi .
Mereka di sibukan dengan pikirannya masing-masing. Kemudian ayah Selyn angkat bicara mengeluarkan keingannya. Ia hanya ingin semata-mata membuat putri semata wayangnya bahagia.
🌷Di setiap part, saya mohon dukungan dan selalu memberikan komentar pada setiap eps. Agar saya bisa lebih bisa mengoreksi kekurangan saya dan letak tulisan yang benar dan salah pada paragraf.🌹
__ADS_1
Jangan lupa memberikan bom like bintang lima dan favorit jika anda menyukai karya saya. Tolong tinggalkan jejak jari anda untuk menyemangati karya saya.
Mohon jangan pelit untuk memberikan jempol dan vote. Sekian dan terima kasih banyak.