Perjuangan Seorang Suami

Perjuangan Seorang Suami
Acara Lamaran


__ADS_3

Kini tiba waktunya Selyn untuk pulang ke tanah air setelah mendapat gelar sarjana S2 nya. Dan akan melangsungkan lamaran di lanjut dengan pernikahan.


Hari-hari yang berat Selyn lalui kini terlepas sudah, di ganti dengan kebahagian yang akan datang di masa depan dengan pria yang iya cintai. "Amin."


Selyn telah sampai di rumah setelah menempuh perjalanan dari Bandara London Gatwick. Waktu penerbangan sekitar 15 jam 40 menit. London-Jakarta jarak sekitar 11,714 km dengan satu maskapai penerbangan langsung, yaitu menggunakan pesawat yang berlogo burung.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Kini Selyn telah merias diri dengan hijab yang di kenakannya. Iya, hari ini hari lamaran akan datang dan 6 hari berselang akan di adakan acara pernikahan.


Selyn duduk di antara ramainya hiruk pikuk orang yang tangah sibuk untuk menyambut kedatangan keluarga Amri.


Selang 15 menit Selyn duduk, keluarga Amri pun datang beserta rombongan yang pernah Amri ucapkan pada Selyn dan akan melangsungkan pertunangan.


Keluarga Amri di sambut dengan ramah tamah dan di persilahkan masuk oleh pihak keluarga Selyn yang mewakili penyambutan.


"Assalamualaikum... ?" Keluarga besar dari Amri mengucap salam ketika sampai di depan pintu rumah Selyn berserta rombongan.


"Walaikum Salam Wr. Wb." Jawab paman dari Selyn yang mewakili penyambutan.


"Mari, mari silahkan masuk?" Anak dari paman Selyn yang bernama Zanira mempersilahkan keluarga besar dari Amri untuk duduk di ruangan yang telah di siapkan.


"Iya, terimakasih." Jawab keluarga besar Amri, lalu mereka berjabatan tangan dan duduk berhadap-hadapan.


Suasana senyap sesaat, lalu perwakilan dari keluarga Amri mengutarakan tujuannya kepada ayah Selyn untuk mendapat persetujuan yang telah di bicarakan 1 bulan lalu oleh Amri dan ayah Selyn saat di rumah.


"Assalamualaikum wr. wb."


"Yang terhormat bapak dan ibu, beserta keluarga besar ananda Selyn yang dihormati. Saya mewakili keluarga dari Ananda Amri, ingin menghaturkan beberapa hal."


"Niat pertama adalah untuk bersilaturahim kepada keluarga ananda Selyn, agar dapat mengenal lebih dekat lagi."

__ADS_1


"Yang ke dua, berbekal pada keyakinan takdir allah SWT. Maksud dan tujuan kehdiran kami pada hari ini, tiada lain dalam rangka menghantarkan ananda Amri untuk menyampaikan lamaran kepada ananda Selyn. Silahkan perwakilan dari ananda Selyn untuk mewakili dari pembicaraan yang sudah kami maksudkan.


Setelah selesai menyampaikan maksud dan tujuan, kakak dari Ayah Amri pun memepersilahkan keluarga dari pihak Selyn untuk menjawab.


"Walaikum salam Wr.Wb."


"Saya sambung lagi dari kata-kata bapak, dengan maksud dan tujuan yang ingin meminang ananda Selyn.


Lalu perwakilan dari keluarga Selyn yang tak lain adalah paman adik dari ayah Selyn kemudian bertanya kepada Amri.


"Assalamualaikum Wr. Wb. "


"Ananda Amri, mengapa anda memilih Selyn?" Pertanyaan di lontarkan dari pihak mempelai wanita.


"Walaikum salam Wr. Wb"


"Setelah mengenal Selyn cukup lama, saya yakin Selyn adalah wanita yang tepat untuk menjadi pendamping hidup saya. Dan saya yakin, Selyn akan membawa kebahagian dalam rumah tangga di dunia dan akhirat kelak.


"Selyn.... insya allah saya berjanji, sesuai dengan ajaran islam. Untuk selalu berusaha dengan segenap kemampuan saya untuk menjagamu."


"Bapak dan Ibu, maka dari itu saya mohon izin untuk meminang Selyn. Agar dapat menyempurnakan setengah agama saya.


"Jika Bapak, Ibu dan Selyn berkenan. Izinkan saya untuk membahagiakan Selyn di dunia serta di akhirat. Dengan menerima lamaran saya.


Begitu sekali tarikan nafas terselesaikan oleh Amri dan terlihat jelas rona kebahagian di wajah Selyn. Lalu paman Selyn pun bertanya kembali


"Apakah ananda Amri bersedia menjaga, menafkahi dan melindungi Selyn?"


"Dengan segenap kerendahan hati, saya siap. Untuk mencintai, menjaga, tanggung jawab, mengurus dan meneruskan amanah dari orang tuanya." Jawab Amri dengan lantang dan sopan.


Kemudian paman dari Selyn berbalik tanya kepada Selyn. "Apa Selyn siap menerima lamaran dari Ananda Amri?"

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrohim, Papa dan Mama yang Selyn saynagi. Dengan memohon ridha allah SWT, lalu dengan restu dari papa dan mama, serta keluarga besar. Selyn bersedia lahir dan batin menerima lamaran dari Amri." Ucap Selyn dengan tubuh gemetar menahan tangis harunya, lalu melanjutkan ucapanya.


"Saya juga berterimakasi kepada Amri, karena telah mencintai saya dengan tulus dan ikhlas.


Amri juga bisa selalu memotivikasi saya, memberi semangat, mendorong saya untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Saya berdoa kepada allah semoga Amri diberikan kesehatan, rezeki, menyempurnakan imam dan akhlak. Agar Amri, bisa menjdi imam Selyn dan bisa menjadi penuntun jalan yang benar serta menjadi pendamping hidup Selyn selamanya."


Setelah mengucapkan kalimat terakhir, hati Selyn tak kuasa lagi. Air mata yang menggenang didelupuk mata pun akhirnya keluar jatuh juga ke pipi mulusnya.


Acara tukar cincin dilaksanakan oleh kedua pihak. Orang tua dari ke dua belah pihak memakaikan cincin tunangan ke jari manis Amri dan Selyn.


Setelah acara selesai ditutup dengan doa dan para tamu mau pun kelurga serta kerabat dekat Selyn dan Amri memberikan ucapan selamat.


"Semoga lancar sampai hari H pernikahan, langgeng sampai akhir hayat. Dan menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah."


Ucapan terus di dapatkan dari tamu undangan serta kerabat, terus berjalan bergantian. Lalu para kerabat serta keluarga melakukan sesi foto bersama dan melanjutkan untuk makan-makan.


Tak lupa keluarga dari Amri memberikan seserahan, seperti buah, kue, baju, mak-up dll. Serta sejumlah uang untuk acara resepsi yang akan dilangsungkan pernikahan selang 6 hari dari lamaran. Yang akan di adakan secara megah tapi terlihat sederhana. Karena Amri tidak mau semua orang mempertontonkan dirinya mau pun Selyn di atas pelaminan.


Amri hanya ingin melaksanakan Ijab kabul di Surau dan berlanjut dengan acara keluarga mau pun kerabat terdekat saja. Serta ada beberapa rekan kantor yang telah di undang.


Amri hanya menyebarkan undangan untuk teman terdekat serta teman dikantor.


Walaupun dibilang sudah cukup mampu untuk menyewa gedung pernikahan berbintang, tapi Amri enggan untuk melakukannya. Toh pernikahan bukan untuk bahan pertunjukan melainkan sebuah ikatan yang suci di hadapan allah.


Amri tipikal orang yang penuh kesederhanaan walaupun sudah cukup mampu bisa dibilang kaya. Bagaimana tidak kaya, sekali proyek yang dikerjakan saja mendapatkan bonus sampai miliyaran rupiah. Tapi enggan untuk memamerkan kekayaannya. Ia lebih suka di pandang seperti layaknya rakyat biasa.


Kare memang agama tidak mengajarkan seberapa kekayaan yang kau miliki melainkan seberapa banyak ilmu yang kau dapatkan untuk menjadi pedoman semasa hidup.


Yaitu tentang syariat agama dan mejalankan ajaran yang telah di ajarkan oleh Rasul.


Kini mereka telah selesai menikmati makan bersamanya. Begitu juga dengan Amri dan Selyn yang sedang merasakan kebahagian setelah mendapatkan sebuah setatus.

__ADS_1


Keluarga besar dari Amri kini mulai berpamitan kepada keluarga Selyn untuk mohon undur diri dan pulang. Tak ketinggalan juga dengan Amri.


__ADS_2