
Setelah pengerjaan proyek selesai Amri pun mendapatkan pujian, karena hasilnya tidak mengecewakan. Bahkan ia juga mendapatkan bonus ratusan juta hingga miliyaran rupiah dari hasil kerjanya itu. Kini Amri membangun sebuah rumah untuk kedua orang tuanya dan ia sempat melaksanakan ibadah umroh beserta keluarga.
Setelah Amri beserta keluarganya pulang dari ibadah umroh, ayah Selyn mendatangi rumah Amri untuk menyampaikan terima kasih atas pembangunan kantor bupati.
Tok...tok... tok
"Assalamualaikum..... ?"
Terdengar suara lantang seorang pria paruh baya mengucapkan salam dari luar pintu rumah.
"Walaikum salam." Jawab Amri seraya membukakan pintu.
Amri terkejut bukan kepalang, ternyata yang hadir di hadapannya saat ini adalah ayah dari kekasih hatinya. Seorang bupati memdatangi anak buruh dirumahnya sungguh keajaiban dalam hatinya. Dalam benak Amri bertanya-tanya.
"Ada apa ini?" guman Amri dalam hati. Lalu mempersilahakan tamu yang datang kerumahnya.
"Mari, silakan masuk." Sapa Amri serta menjabat tangan dan mempersilahkan duduk.
"Ya terima kasih, nak." Jawab ayah Selyn singkat dan menjabat tangan Amri. Lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam dan duduk di ruang tamu berhadapan dengan Amri.
"Maaf, kalo boleh saya tanya ada keperluan apa sampai bapak datang kerumah saya?" Tanya Amri dengan santun.
"Saya datang untuk mengucakan banyak terima kasih atas pembangun proyek yang kamu kerjakan untuk gedung di kabupaten." Jawab ayah Selyn.
__ADS_1
Amri tambah syok bukan kepalang, begitu mendengar bahwa proyek yang ia kerjakan merupakan milik pemerintahan tanpa sepengetahuan dirinya.
Amri diam seribu bahasa mendengar penjelasan dari ayah Selyn. Suasana menajadi sunyi dan beliau sangat memahami perasaan yang di rasakan oleh Amri. Kemudian beliau bertanya, apa ke inginan Amri sebagai hadiah darinya. Ia bersedia memberikan harta dan jabatan jika Amri menghendaki.
"Nak, apa yang kamu inginkan dari saya sabagai hadiah. Harta atau jabatan?" Tanya ayah Selyn sambil menatap mata Amri dengan tajam.
"Saya tidak menginginkan apa-apa, entah itu harta atau jabatan dari bapak. Tapi kalo boleh saya meminta, izinkan saya untuk memperistri Selyn putri bapak." Jawab Amri dengan tutur kata yang lembut dan santun.
Ayah Selyn semakin terkejut atas permintaan Amri. Ia tak menyangka keinginan dari Amri bukan karena harta atau jabatan, tapi keinginan Amri yang membuat dirinya teringat akan ucapannya dulu. Beliau hanya diam dan berkata.
"Jika kamu memang benar-benar mencintai Selyn anak saya, maka datang lah bulan depan kerumah. Bawa serta orang tua mu untuk datang melamar Selyn putri saya." Ucap ayah Selyn dengan mata terlihat sendu.
Amri merada gembira bukan main saat mendapatkan restu untuk meminang Selyn sang pujaan hatinya. Kemudian ia mengirim pesan singkat kepada Selyn, untuk membicarakan kelanjutan hubungannya.
Ayah Selyn bangun dari tempat duduknya dan membalas jabatan tangan Amri. Lalu melangkah menghampiri tempat duduk Amri dan berkata.
"Maafkan bapak, nak. Benar apa kata mu waktu itu. Semua tidak perlu dibayar dengan uang. Saya yang egois, hanya melihat adat dan hanya mendengarkan apa kata orang saja. Tanpa sadar, saya telah menjauh dari ajaran yang seharusnya ku pahami. Saya tidak pernah memperhatikan pada syariat agama selama ini." Ayah Selyn memeluk dan menangis dipundak Amri, kemudian meminta maaf atas kesalahannya dulu.
Kini Amri bisa membuktikan, bahwa ia bisa sukses dan menjujung tinggi martabat keluarga. Tanpa meninggalkan shalat dan selalu bersyukur atas apa yang di berikan untuknya.
Pedoman manusia hidup hanya satu yaitu mendekatkan diri pada sang pencipta dan maha pengasih lagi maha penyayang.
Amri membalas pelukan dari ayah sang pujaan hatinya dengan begitu lembut dan berkata.
__ADS_1
"Sudah, bapak tidak perlu meminta maaf kepada saya. Sejak dulu saya tidak pernah menaruh dendam atau pun sakit hati kepada bapak. Dan saya juga sudah memaafkan bapak dari dulu." Ucap Amri dengan lembut dan melepaskan pelukan dari ayah Selyn lalu melanjutkan perkataannya.
"Memang benar juga apa kata bapak. Tapi saya juga berterima kasih kepada bapak. Karena kalo waktu itu bapak tidak menolak saya, mana mungkin saya akan menjadi seperti sekarang ini."
"Kata-kata bapak waktu itu membuat saya bangkit dan semangat berjuang. Lagi pula saya juga tidak marah atas penolakan bapak waktu itu. Saya malah sangat berterimakasih kepada bapak."
"Karena atas izin allah yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Kini saya bisa menjadi seperti sekarang ini. Saya selalu berdoa kepada-Nya, semoga saja saya selalu di berikan kesehatan dan keselamatan hingga akhir masa, jika allah menghendaki. Saya berjanji tidak akan membuat anak bapak dalam kesedihan maupun kecewa. Saya tidak akan berubah sedikit pun, entah itu sifat, maupun cinta saya terhadap anak bapak. Jika suatu saat saya akan menjadi orang yang lebih suskses. Saya akan senantiasa menjaganya, hingga maut yang memisahkan.
"Kini bapak telah memberikan restu kepada saya untuk meminang putri bapak. Saya justrus yang harus berterimakasi kepada bapak, karena mempercayakan saya untuk menjaga putri bapak." Jawab Amri dengan tatapan sendu, dengan bibir yang bergetar setelah meluapkan semua isi hatinya kepada calon mertuanya. ðŸ¤
Ayah Selyn lalu menghapus air mata dipipi dan menatap dalam mata Amri. Ia begitu beruntung, jika Selyn mempunyai suami yang sangat taat pada agama dan selalu menjaganya. Kemudian beliau berpamitan untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Nak, datanglah kerumah kapan saja jika kamu ada waktu. Bapak ingin belajar lebih dalam tentang syariat agama." Kata ayah Selyn. Amri pun hanya tersenyum lalu menjawab.
"Maaf pak, bukan saya tidak mau berkunjung kerumah bapak atau mengajari bapak tentang syariat agama. Tapi, alangkah baiknya jika bapak belajar syariat agama kepada para ulama seperti seorang ustad atau kiya'i. Saya bukanlah siapa-siapa pak, saya hanyalah orang biasa yang hanya sedikit tau saja tentang ajaran dan syariat agama." Jawab Amri sembari tersenyum.
"Jangan merendah begitu nak. Bapak tau kamu pandai dalam hal agama." Jawab ayah Selyn menatapnya.
"Saya hanya menjalankan ajaran yang di perintahkan dalam agama dan di jalankan sampai sekarang." Dengan senyum mengembang Amri menjawab.
Ayah Selyn semakin bangga kepada Amri, walau kini ia sudah sukses tapi tidak melupakan semua ajaran islam dan itu poin bagi Amri mengambil hati ayah Selyn.
Kini ayah Selyn bangun dari tempat duduk dan berjabat tangan dengan Amri lalu beranjak dan melangkah pergi.
__ADS_1
"Baiklah nak, bapak akan pergi tugas terlebih dulu. Jangan lupa bulan depan datang." Saut ayah Selyn sambil melangakahkan kakinya dan berlalu pergi menuju pintu keluar. Lalu ia menaiki mobil yang terparkir didepan teras rumah Amri. Dan mengendarainya melaju menuju jalan meninggalkan Amri yang masih diam berdiri menatap kepergiannya.