
Di ambang pintu, Amri masih berdiri tegap menatap kepergian ayah Selyn yang melajukan mobil dengan cepat. Setelah beliau tidak terlihat dari jangkauan penglihatan, Amri melangkah masuk dan duduk diruang tamu. Ia mengetik pesan untuk Selyn.
Ting.. ting.. pesan masuk
Selyn membuka pesan dari Amri
✉️ Amri
"Mengarungi derasnya waktu bersama mu dan sudah banyak tahun yang kita lewati bersama. Berbagi suka dan duka kita jalani bersama."
"Dengan segenap hati dan segala perasaan yang dititip kan oleh allah kepada ku. Izin kan aku untuk membuat pengakuan ini. Dan hari ini, aku ingin mengatakan kerinduanku kepada mu."
"Kupasrahkan semua kepada allah. Aku akan tetap bersama mu. Bukan karena aku takut meninggalkan mu. Bukan pula karena ego yang menginginkan mu.
"Aku ingin menjalankan sunnah-Rasul kita.
Membaiat cinta dengan semestinya, menuangkan rindu menjadi pahala. Bersamamu dalam ikatan suci.
lkatan yang di-Ridhoi oleh illahi-Robbi. Aku ingin menjalankan hari-hari dengan melihat senyummu yang selalu nampak di mewarnai di pagi hari. Izinkan aku menjagamu, izinkan aku menjadikan mu perhiasan paling berharga bagiku. Jadilah kau perhiasan sebaik-baiknya di dunia, yang kelak selalu menyejukan mata. Maukah kau menjadi ujung dari perjalanan cintaku? Maka terima lah lamaranku."
"Ayah mu telah menerima ku untuk melamar mu. Dan bulan depan, aku akan membawa serta merta rombongan keluarga untuk datang meminang mu."
Bergetar tangan Selyn, begitu membuka telepon genggamnya saat terbuka. Terlihat jelas tulisan di layar telepon genggamnya. Ia menangis, meneteskan air mata dengan deras. Perasaan akan hal senang, bahagia dan haru menjadi satu. Setelah membaca pesan dari Amri.
Ia tak menyangka perjuangan untuk mempertahan kan Amri, tidak sia-sia dan berbuah manis.
Selyn sangat bersyukur kepada allah, karena telah mempertemu kan dirinya dengan Amri. Dan mempertahan kan rasa cintanya hanya untuk Amri seorang, selama bertahun-tahun. Walau jarak memisahkan di antara mereka berdua, tapi tidak bisa memisahkan rasa yang sudah tertanam begitu dalam di antara hati mereka yang sudah menjadi satu.
Mereka tidak pacaran melainkan hanya saling mengabari kabar satu sama lain. Untuk sekerdar mengetahui kabar melalui telepon genggamnya masing-masing. Dan mereka masih menjaga perasaan itu satu sama lain hingga detik ini. Kini Amri telah menepati janjinya hingga kata halal itu tiba, untuk meminang Selyn gadis pujaan hati.
__ADS_1
Selyn yang mebaca pesan itu tidak bisa berkata apa-apa. Ia masih syok mendapat kan pesan yang selama ini di nantikan. Dengan tangan yang gemetar, Selyn mencoba mengetik dan membalas pesan untuk Amri. Ia teringat akan pesan yang waktu dulu pernah di kirim kan kepada Amri. Lalu ia mengcopy dan memasukan kata-kata tambahan. Agar memperjelas hubungan diantara mereka berdua dan segera meresmikannya.
Pesan itu selalu Selyn Save, demi mengenang dan mengingat akan perjuangan Amri untuk mendapatkan dirinya. Saat datang untuk melamarnya tiga tahun yang lalu.
Ting... ting....ting
Bunyi satu pesan masuk pada ponsel gengaman Amri, yang terletak di saku celana. Lalu ia mengambil dan membacanya.
✉️ Selyn
"Andai allah telah memilih dirimu untuk ku.
Aku akan ridho dan terus selalu bersama mu, apa pun yang ada pada diri mu dan yang kamu miliki. Aku juga akan terus pada agama yang ada pada mu."
"Aku menerima lamaran mu. Dan bulan depan aku akan segera pulang. Setelah aku mendapat gelar S2 ku disini."
Amri menghela nafas dengan begitu lega, karena penantian yang selama ini dinanti telah terjawab sudah. Perjuangan dan cobaan yang ia lalui begitu berat untuk mendapat kan gadis pujaan hatinya.
Flashback on
Waktu itu ada dua orang menaiki sepada motor buntut yang melaju dengan pelan.
Menyusuri jalan mulus beraspal, naik turun tanjakan. Salah satu di antara mereka duduk di bangku belakang. Dandanan rapih, mengenangkan kemejan putih berlapis toga hitam. Lengkap dengan topi segi lima di kepala.
Sedang kan di kursi kemudi, duduk seorang pria paruh bayah yang sibuk memegang stang motor buntutnya. Di tanjakan pria paruh baya itu harus turun, karena motor buntutnya tidak bisa menanjak dan harus mendorong sekuat tenaga dengan nafas tersengal.
Pria yang mengenakan kemeja puti itu ialah Amri, dan yang mengemudi adalah ayahnya.
Bagi Amri, datang kewisuda dengan menaiki sepeda motor buntut yang di kendarai oleh sang ayah bukan lah untuk memelas atau pencitraan. Melainkan karena itulah satu-satunya kendaraan yang di miliki oleh keluarganya. Menuntut ilmu hingga bangku kuliah, bukan hal yang mudah untuk Amri. Keluarga yang hidup pas-pasan. Biaya kuliah yang selangit seolah tak pernah bisa tergapai oleh mereka.
__ADS_1
Namun karena tekat bulat, keluarga tetap menguliahkan Amri meski sang ayah harus berhenti bekerja dari perusahaan kayu lapis dan mengajukan pensiun dini demi mendapatkan pesangon untuk biaya kulianya.
Beruntung Amri merupakan anak berotak encer. Prestasi yang bagus di sekolah membuatnya terpilih sebagai penerima beasiswa, sehingga Amri bisa kuliah dengan biaya gratis.
Pov Amri
"Waktu itu saya sempat minder dengan kondisi orang tua saya, namu dengan cepat perasaan itu saya hapus dari kamus hidupku."
"Dukungan besar merupakan alasan yang cukup untuk membuat saya bangga kepada keluarga."
"Kepercayaan diri pun tumbuh, dan saya juga bisa bergaul baik bersama teman-teman dikampus"
"Prestasi selama kuliah benar-benar cemerlang dan saat lulus, IPK saya mendekati kata sempurna.Yaitu 3,96."
"Saya sering kali ditanya, apa rahasia di balik semua ini."
"Saya hanya mengatakan, tak punya resep khusus dan yang penting belajar dengan kesungguhan dan mengatur waktu dengan efesien."
"Dengan strategi itu, saya mampu menyelesaikan dalam waktu singkat yang hanya tiga setengah tahun. "
"Mimpi saya tidak hanya lulus S 1saja. Saya masih ingin melanjutkan studi kejenjang S 2 dan seterusnya."
"Dan kampus yang saya tuju bukan lagi di dalam negeri. Tapi sebuah universitas terbaik di London, Inggris yaitu AA (Architectural Association).
"Prestasi saya mencorong, sontak menjadi perhatian banyak pihak dan setelah lulus itu. Banyak tawaran beasiswa datang. Tak hanya itu, berbagai perusahaan pun berbondong datang melamar."
"Saya telah membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tak menghalangi seseorang untuk menuntut ilmu dan cita-citanya. Belitan ekonomi bisa dikalahkan dengan kesungguhan dan tekad. "
Flashback off.
__ADS_1
Amri merinding sendiri, mengingat masa itu dimana iya telah berjuang dengan kesungguhan dan mendapat dukungan orang tuanya yang rela keluar dari pekerjaannya demi uang pesangon untuk menguliahkan dirinya.
Jangan lupa beri rate bintang lima dan vote serta komen. Jika berkenan kasih tipz, Terima kasih.