Pernikahan Ke 3

Pernikahan Ke 3
Silahkan Pilih


__ADS_3

Mobil Angga menuju klub malam yang biasa ia kunjungi. Sepanjang perjalanan ia terus menggerutu.


Saat itu Tio dan Simon sedang menelpon Naysila di sudut bar.


"Halo Naysila sayang, Bagaimana dengan uangku, sudah di transfer?" tanya Tio .


"Aku belum dapat uangnya, jika sudah ada,maka  secepatnya akan ku transfer pada kalian,"ucap Naysila dalam sambungan teleponnya.


"Hmm kalau begitu, aku tidak janji dengan kerahasiaan kita," sahut Tio.


"Tolong lah Tio, aku masih belum bisa bertemu dengan Angga. Jika aku bisa bertemu dengannya, aku pasti bisa merayu dan Angga pasti akan memberikannya."


Kebetulan saat itu Tio melihat Angga baru saja masuk ke dalam klub malam itu 


" Wah kebetulan nih," ucap Tio.


"Nay, sepertinya calon suamimu itu mengalami masalah lihat saja setelah hampir 2 bulan dia tidak mengunjungi klub ini, malam ini dia datang, dan sepertinya dia dalam keadaan kacau."


"Apa, Benarkah Angga ada di sana?" tanya Naysila.


"Untuk apa aku berbohong, aku rasa ini kesempatan untukmu, agar bisa meminta uang pada Angga."


Naysila tersenyum di sudut bibirnya.


"Oke."Naysila pun memutuskan sambungan teleponnya.


Setengah jam kemudian, Naysila tiba di klub dan langsung menghampiri Angga.


Saat tiba di hadapan Angga, ia langsung duduk di pangkuannya.


Angga kaget melihat kedatangan calon istrinya itu.


"Kamu ngapain  disini?' tanya Angga.


"Loh kamu juga kenapa ada disini?" Naysila balik bertanya.


Angga menatap Naysila dari atas sampai bawah. Hari ini entah kenapa ia begitu muak dengan penampilan  Naysila yang mengenakan tanktop dan rok mini. Di mata Angga Naysila seperti pel*acur murahan.


"Sayang, aku kangen sama kamu," ucap Naysila sambil mengelayut manja duduk di pangkuan Angga.


Angga menepis Naysila.


"Hari ini jangan ganggu aku Nay.  Aku hanya ingin sendiri,"ujar  Angga sambil menenggak minumannya.


"Tapi sayang... "


"Sudah lah, lebih baik kau pulang!" usir Angga.


"Sayang, kamu kenapa sih kok tiba-tiba kamu jadi dingin seperti ini sama aku .Aku ini calon istri kamu. Kalau ada masalah, kamu bicara dong sama aku," ucap Naysila sambil memeluk Angga.


Angga kembali menepis tangan Naysila tersebut.


"Aku sudah bilang kan?!  malam ini aku tidak ingin diganggu!  Lebih baik kau pulang! "


"Tapi sayang, aku …" 


"Sudah sana pulang!" potong Angga.


Naysila merasa bete melihat kelakuan Angga tersebut. Menurutnya banyak terjadi perubahan dalam diri Angga semenjak dua bulan mereka tak bertemu.


 Karena malu atas perlakuan Angga terhadapnya, Naysila memutuskan untuk langsung pulang.


 Seluruh mata tertuju padanya, saat Angga mengusirnya dari tempat tersebut.

__ADS_1


Tio dan Simon tersenyum sinis.


" Lu kenapa sih Ngga', setelah dua bulan tak datang ke club malam, lu marah- marah dan  mengusir Naysila. Bukanya lu  sendiri yang cinta mati sama Naysila?"tanya Simon.


" Aku sudah bilang ingin sendiri dan itu bukan urusan kalian. Sebaiknya kalian  juga pergi saja dan jangan menggangguku, " ucap Angga sambil menuang air didalam botol  ke gelas kaca. Angga kembali meneguk minumannya secara rakus. Ketika merasa kepalanya pusing, Angga memutuskan untuk pulang.


Sejenak ia  bisa melupakan masalah rumah tangga aja bersama Diana.


Angga tiba di rumahnya sudah larut malam . Saat itu Bu Wina masih menunggu karena begitu mengkhawatirkan putranya.


" Dari mana saja kamu Ngga'? dan dimana Diana ?" tanya Bu Wina pada Angga.


"Diana sudah aku ceraikan!  Dia takkan pernah kembali ke sini lagi!"ucapan Angga sambil menyeret langkahnya dengan tubuh yang sedikit terhuyung.


" Angga kamu mabuk lagi?!"


Angga terus nyelonong tanpa memperdulikan Bu Wina 


" Angga ! Angga! Jawab pertanyaan mama Angga! Apa yang terjadi pada kamu dan Diana?!" 


 Bu Wina berteriak memanggil Angga,  tapi Angga tetap menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Angga, sebenarnya apa yang terjadi Angga, Apa maksudmu kau telah menceraikan Diana ?" tanya Bu Wina.


Bu Wina mengejar Angga sampai ke depan pintu kamar Angga. Bukannya menjawab Angga malah  menutup pintu dan menghempaskan nya. Setelah itu, Angga langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Dasar penghianat! lihat saja yang akan mengemis nanti !"ucap Angga.


***


Pukul sepuluh malam Diana tiba di rumah orang tuanya.


Mendengar suara mobil Diana, Bu Rania dengan segera keluar dari kamarnya, kemudian bergegas membuka kan pintu rumah.


"Diana tidur di sini ya, Bu."


"Kenapa harus ijin sih. Bukankah ini rumah kamu. Pintu rumah ini selalu terbuka untuk kamu Nak."


Bu Rania menebak jika terjadi sesuatu pada putrinya itu. Karena Diana tak mungkin tiba-tiba pulang ke rumah, jika tanpa sebab.


Bu Rania mengikutinya Diana hingga ke kamarnya.


Diana mendaratkan bokongnya di atas tempat tidur.


"Sebagai orangtua sebenarnya Ibu juga tidak setuju kamu bertahan disana, Ibu tahu kamu pasti merasakan sakit ketika suami kamu berniat menikahi wanita lain," ucat Bu Rania tiba-tiba.


"Iya Bu, tapi  bukan hal  itu yang membuat Diana meminta Mas Angga menceraikan Diana." 


"Cerai ? Kalian sudah bercerai?"


"Iya Bu, tadi siang mas Angga menjatuhkan talaknya kepada Diana. Atas permintaan Diana."


"Memangnya apa yang membuat kamu meminta hal itu pada suami mu?"tanya Bu Rania.


"Diana mendapat ancaman Bu, seseorang mengancam. Jika Diana tak meminta cerai pada mas Angga. Mas Angga akan dibunuh sama seperti mas Irfan."


"Kamu percaya Diana dengan ancaman seperti itu?  mungkin saja itu perbuatan orang iseng saja."


Percaya nggak percaya lah Bu, lagipula sebentar lagi Diana juga akan berpisah dari Mas Angga.  Hanya dalam waktu satu  bulan setengah lagi, lebih baik mencegah dari pada Diana menyesal kemudian hari, seperti kejadian yang terjadi pada mas Irfan."


Bu Rania menatap sedih putrinya yang terlihat begitu tegar itu 


'Sebenarnya apa yang terjadi pada mu Nak. Kenapa sulit sekali kau mendapatkan kebahagiaan,' batin Bu Rania sambil memeluk putrinya.

__ADS_1


 Dina baru tiba di rumahnya. Ia mendengar suara Bu Rania dan Diana tengah mengobrol di dalam kamar yang terbuka pintunya.


"Eh kok ada lo ada disini sih Din?"tanya Dina dengan senyuman yang mengejeknya.


"Kamu bertengkar ya dengan Angga?" tanya Dina.


Diana  menatap saudara kembarnya itu dengan tatapan curiga.


"Kamu tahu dari mana?"


"Pantesan aja si Angga mabuk-mabukan tadi."


"Astaghfirullahaladzim, Mas Angga," ucap Diana sesal.


***


Pagi harinya Angga turun dari kamarnya untuk sarapan.  


"Loh, kamu nggak ke kantor ?"tanya Bu Wina karena melihat Angga yang masih berantakan.


"Lagi males aja Ma."


" Angga, sebenarnya apa sih yang terjadi pada kamu dan Diana Perasaan kemarin kalian baik-baik saja. Malahan Diana membuatkan nasi goreng untuk kamu." 


"Mama nggak tahu saja kelakuan menantu kesayangan Mama itu! Asal mama tau!  ternyata Diana itu memiliki pria idaman lain!"cecar Angga.


"Angga! kamu jangan menuduh sembarangan!  yang punya wanita idaman lain itu kamu! " Bentak Bu Wina.


"Alah, Mama selalu membela dia, meski seperti apapun dia!  Angga lihat sendiri Ma, Diana dikirimi buket bunga oleh seseorang dan tiba-tiba saja Diana meminta cerai kepada Angga." 


"Angga itu salahmu sendiri !sebagai lelaki, kamu nggak punya pendirian nggak punya prinsip!  mungkin Diana sudah jenuh melihat kelakuan kamu itu! Lagi pula sebentar lagi kamu akan menikah! Wanita mana yang bisa tahan melihat suaminya menikahi wanita lain!"


"Sekarang mama tidak mau ambil pusing, terserah kamu Angga !Jika kamu memang memilih Diana, kamu perjuangkan dia! Tapi jika kamu memang memilih Naysila sebagai istri kamu, secepatnya kamu harus urus surat cerai kamu!" 


"Mama segera akan mencarikan jodoh laki-laki yang lebih baik dari kamu untuk Diana!"


Angga membelalakan bola matanya.


"Maksud Mama ini apa sih?" tanya Angga.


"Iya, jika kamu memilih Naysila, maka Mama yang  akan memilihkan Diana calon suami untuk nya!"


Break …


 Angga membanting piring karena emosi.


"Kamu kenapa Angga ?! tidak terima ?!" teriak Bu Wina tak kalah emosi.


"Kamu jujur saja pada diri kamu!  Jika kamu memang mencintai Diana maka batalkan pernikahan kamu pada Naysila ! Jika kamu memilih Naysila, kamu harus menceraikan Diana segera!"


"Toh, kalau kamu menceraikan Diana,cepat atau lambat pasti Diana akan memiliki suami lagi. Diana masih muda, masih cantik lagi," tutur bu Wina semakin memanasi Angga.


Mendengar hal itu, Angga langsung menendang kaki meja makan. 


Bruk...kursi terpental.


 Ia langsung kembali ke kamar.


"Angga !dasar tidak sopan kamu ! Pantas saja kamu ditinggalkan istrimu itu!"  teriak Bu Wina.


Sementara pak Wijaya hanya menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran antara anak dan istrinya.


Bersambung dulu gengs.  

__ADS_1


__ADS_2