
flashback
Rasyid dan Diana tengah berbahagia di atas pelaminan, dengan penuh kebahagiaan mereka menyambut datangnya tamu yang siri berganti mengucapkan doa restu untuk mereka.
Pada pukul 07.30 malam resepsi pun telah usai digelar. pengantin baru itu turun dari atas pelaminan kemudian dihampiri oleh seseorang.
"Permisi Tuan, bisa bicara sebentar," ucap pria itu sambil memberinya kode agar Rasyid menemuinya.
"Sayang,aku ada urusan sebentar kamu tunggu di sini dulu ya," ucap Rasyid.
Saat itu Diana tengah berbincang dengan keluarga, dan para tamu yang masih berada di gedung pernikahan mereka.
"Iya Mas," jawab Diana.
Rasyid pun menghampiri pria tersebut.
"Ada apa?" tanya Rasyid sambil mengamati keadaan sekelilingnya.
"Gawat Tuan, polisi telah mendapatkan identitas asli tuan. Tuan harus menghilang jika tidak ingin tertangkap dan dipenjara seumur hidup."
"Apa ?! tapi aku belum merasakan malam pertama bersama istriku tercinta," tolak Rasyid.
"Tapi ini sudah mepet Tuan, jika Tuan tertangkap basah, Tuan bisa jadi di atau penjara seumur hidup karena kasus pembunuhan berencana yang tuan lakukan," bisik pria itu.
Rasyid menjadi bimbang dan gugup
"Lalu, apa yang harus aku lakukan?" tanya Rasyid.
"Aku tak mungkin menghilang dengan tiba-tiba,"imbuhnya.
"Aku punya rencana Tuan, bagaimana agar polisi menutup kasus tersebut," ucap pria itu
"Apa rencana mu? tanya Rasyid.
Pria itu dan Rasyid pun berkonspirasi Rasyid rela melakukan apapun, asal dia tidak dijatuhi hukuman mati karena kasus penghilangan nyawa pemilik perusahaan yang sekarang ia pegang.
"Baiklah, tapi aku terlalu mencintai istriku jadi jangan sampai terjadi sesuatu padanya."
"Itu gampang tuan, Anda bisa memilikinya lagi setelah polisi menutup kasus itu dan anda harus merubah identitas anda sekarang juga."
Rasyid memikirkan sejenak rencana tersebut.
"Baiklah, aku setuju lakukan saja."
Setelah menemui pria itu, Rasyid kembali menghampiri Diana.
"Sayang, ayo kita pergi ke hotel dan nikmati bulan madu kita bersama," ucap Rasyid.
Tanpa curiga, Diana pun menggandeng tangan Rasyid menuju sebuah mobil.
__ADS_1
Dalam perjalanannya Rasyid harap-harap cemaskan bisa jadi kecelakaan yang mereka rencanakan bisa berakibat fatal terhadap istrinya.
Ketika mobil berada di sebuah jalan yang sepi, sebuah mobil menabrak mobil Rasyid dengan sengaja.
Karena sebelumnya Rasyid sudah waspada Ia, pun bisa mengontrol kendaraannya.
mobil Rasyid ditabrak dari arah depan bagian kemudi hingga membuat kepala Diana terbentur, Diana langsung merasakan pusing. Namun ia masih sadar saat itu, seseorang langsung menolong Diana kemudian membekap mulut Diana agar Diana pingsan.
Diana dibawa ke rumah sakit begitupun Rasyid. Namun Rasyid di bawah di rumah sakit yang terpisah dengan Diana. Diana dibawa ke Puskesmas terdekat karena hanya menderita luka ringan, sementara Rasyid dibawa rumah sakit yang lebih besar.
Saat sadar Diana sudah mendapat kabar jika suaminya itu meninggal di tempat. Ketika penguburan Diana menghadiri pemakaman Rasyid. Ia memang tak melihat jasad yang di kebumikan di atas nisan yang bertuliskan nama suaminya.
Orang suruhan Rasyid juga membuat seolah-olah Rasyid meninggal semua sudah diatur karena Rasyid mempunyai banyak kaki tangan yang siap membantunya.
Rasyid pun dinyatakan meninggal dan dibuat surat kematiannya.
***
Dina berjalan kaki menuju kampusnya.
kebetulan saat itu jalanan cukup sepi. Saat berjalan sendiri tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya, kemudian orang tersebut membekap mulut Dina hingga ia tak sadarkan diri.
Dina di bawah menuju suatu tempat untuk menemui seseorang.
"Ini dia Tuan, Wanita yang Tuan cari," ujar si penculik.
Dengan hanya sekali pandang. Rasyid bisa membedakan antara Dina dan Diana.
"Saudara kembar? jadi istri anda memiliki saudara kembar?"tanya pria itu
"Iya Sudahlah, kalian juga sudah menculiknya," ucap Rasyid.
Setelah kepergian orang suruhannya, Rasyid memikirkan cara bagaimana agar rencana penculikan yang salah sasaran itu tak terbongkar.
Saat itu Rasyid berpikir untuk menghabisi Dina.Ia sudah mengambil pisau dapur untuk menghabisi saudara kembar istrinya itu.
Namun tiba-tiba Rasyid berubah pikiran. Karena melihat kemolekan tubuh Dina lagi pula wajah Dina sangat mirip dengan Diana.
Niat untuk membunuh itu pun berubah.
Rasyid menutup pintu kamarnya kemudian melapaskan seluruh pakaian yang ia kenakan.
kemudian ia melepaskan pakaian Dina.
Rasyid segera melampiaskan hasratnya pada Dina dengan berfantasi seolah-olah wanita yang ia tungganggi adalah Diana.
"Oh nikmat sekali tubuhmu sayang, ucap Rasyid sambil terus menyerang bagian inti dari Dina"
Dina tersadar dari pingsannya ketika merasakan sakit pada bagian bawah tubuhnya.
__ADS_1
Saat ia membuka matanya, Dina melihat Rasyid yang tengah bergerak maju mundur di atas tubuhnya.
"Mas Rasyid!"teriak Dina.
Namun Rasyid membungkam mulut Dina dengan bibirnya.
Tak bisa di pungkiri jika Dina pun menikmati permainan tersebutlah meski itu pertama kali baginya.
Setelah beberapa ronde Rasyid turun dari atas tubuh Dina.
"Kenapa kau ada di sini? "tanya Dina sambil menangis. Setelah selesainya barulah Dina menyesali kegadisannya terenggut oleh kakak iparnya sendiri.
"Sebenarnya aku ingin menculik Diana, tapi orang yang ku suruh malah menculik mu. Dan kau tahu?! sebenarnya aku ingin membunuhmu tapi aku urungkan," cetus Rasyid dengan napas terengah-engah .
"Ingin membunuhku? tapi apa salah ku ?"tanya Dina dengan syok ia pun menatap ke arah Rasyid.
"Kau tidak salah, hanya saja kau telah mengetahui keberadaan ku."
Tak ada rasa takut pada diri Dina saat itu, karena dia dan Rasyid sama-sama jahat.
"Tapi aku punya tawaran menarik untuk mu," ucap Rasyid.
"Apa itu ?"tanya Dina sambil memicingkan matanya.
"Kau jadi budak pemuas napsu ku, akan ku kirimi kau uang yang banyak setiap bulannya."
Dina berpikir sejenak. 'Aku sudah tak perawan, sekalian saja aku lakukan itu, lagi pula mas Rasyid begitu perkasa dan tampan, selain dapat uang aku juga bisa dapat kepuasan darinya,' batin Dina sambil tersenyum menyeringai.
"Berapa yang kamu tawarkan?"tanya Dina.
''Lima puluh juta setiap bulannya," ucap Rasyid.
'Lima puluh juta, wow aku bisa hidup enak dengan uang sebanyak itu, aku jadi bisa bersenang-senang setiap malam dengan uang itu,bisa pamer barang bagus dengan mereka yang selalu pamer pada ku,' batin Dina.
"Tapi ada syarat lagi," ucap Rasyid.
"Syarat apa itu?"
"Kau tak boleh melayani pria lain, dan kau harus lakukan apa yang aku perintahkan. Kalau tidak, nyawamu akan berakhir tragis," ucap Rasyid.
'"Setuju," ucap Dina.
Rasyid tersenyum menyeringai.
Kemudian ia kembali mendorong tubuh Dina di atas tempat tidur, pergulatan sengit itupun terjadi kembali.
Dina tak perduli saat Rasyid menyebut-nyebut nama Diana dalam erangan kenikmatannya.
Sejak saat itu Dina jadi Tawan budak napsu Rasyid. Segala rencana Rasyid Dina mengetahuinya.
__ADS_1
Bersambung dulu gengs