
Waktu menujukan pukul tujuh pagi. Naysila meraba bagian nakas, karena mendengar suara dering telepon.
Ia langsung tersenyum ketika melihat layar handphone nya tertera nama Angga.
"Oh sayangku pasti rindu denganku, karena itulah kau meneleponku sepagi ini ,"ucap Naysila sambil membersihkan wajahnya yang masih berantakan.
"Halo sayang," sapa Naysila di sambungan teleponnya.
"Halo Nay, "sahut Angga datar.
"Iya Sayang, kamu pasti kangen kan sama aku, hingga pagi-pagi sekali kamu sudah menelpon ku," ujar Naysila bernada manja.
" Ada yang ingin aku katakan padamu," jawab Angga.
"Katakanlah, pasti kau sudah tidak sabar ingin bertemu denganku dan minta maaf atas perlakuan kamu yang mengusir ku kemarin malam kan ?" tanya Naysila.
"Tidak bukan itu!"
"Apa kau ingin memberiku uang 50 juta itu ?" terka Naysila dengan penuh harap.
"Aku bermaksud membatalkan pernikahan kita!" ucap Angga dengan penuh penekanan.
Bagai di sambar petir Naysila mendekati kabar itu.
"Apa membatalkan pernikahan kita?!"
"Tidak-tidak, pasti aku salah dengar ,aku baru saja bangun tidur, masih belum waras .Tunggu sebentar aku cuci muka dulu." Naysila coba menyangkal apa yang ia dengar.
"Tidak Nay, apa yang kau dengar itu benar. Yah, aku memang akan membatalkan pernikahan kita."
"What ! tapi tidak mungkin Angga, Ada apa ini?! Kau tidak bisa membatalkan pernikahan ini secara sepihak, Bagaimana dengan nasibku dan keluarga ku Nga'?!"
"Entahlah, tapi aku sudah buat keputusan Bulat. Biar nanti aku sendiri yang akan datang ke rumah dan bicara pada kedua orang tuamu untuk memberitahu kejelasan hubungan kita ini."
"No Angga ! Jangan lakukan itu Angga, kau bisa membuat malu keluargaku. Please Angga pernikahan kita tinggal sebulan lagi." Naysila sedikit memohon.
"Kenapa tidak bisa, daripada jika sudah menikah kita justru berpisah. Sudahlah mulai sekarang, kita jalani hidup masing-masing," ucap Angga kemudian langsung memutus sambungan teleponnya.
"Angga! Angga ! aku tak terima kau perlukan ...!"
Tut Tut sambungan teleponnya terputus.
"Ah sialan! Angga benar-benar keterlaluan, dia membatalkan pernikahan ini pasti karena bujuk rayu istrinya itu!"
"Lihat saja takkan kubiarkan istrinya itu hidup senang bersamanya. Sekarang apa yang harus aku lakukan?"
Naysila berpikir sejenak. Kemudian ia kembali meraih handphonenya.
"Brengsek... dia tak bisa melakukan itu padaku !" teriak Naysila.
Kebetulan saat itu Nyonya Jenny hendak membangunkan Naysila. Ia mendengar suara Naysila berteriak.
Tok tok tok
"Ada apa Nay ?" teriak Nyonya Jenny sambil mengetuk pintu.
Dengan kesal Naysila berjalan mendekati pintu.
"Naysila! kamu kenapa sih?! pagi-pagi sudah bikin ribut?!"
"Brengsek! Angga brengsek mami!"
"Memangnya Angga kenapa?!"
"Angga membatalkan pernikahan kami tanpa alasan yang jelas."
Hiks hiks
"Apa, membatalkan pernikahan? "
"Iya Mommy,"
"Tidak bisa seperti itu dong, sebentar Mami akan telepon mamanya!"
Nyonya Jenny keluar dari ruangan Naysila.
***
Naysila berpikir sejenak ia mencoba mencari kesalahan yang ia perbuat hingga Angga tiba-tiba saja memutuskannya hubungan pernikahan mereka.
"Apa Tio dan Simon yang melakukan ini. Mereka mengirim video itu pada Angga, hingga Angga sampai membatalkan pernikahan kami?" gumam Naysila.
Naysila kembali meraih handphonenya.
Kemudian menghubungi seseorang "Halo, Naysila sayang," ucap Simon.
"Simon, apa yang sudah kau lakukan? kau pasti sudah mengirim video itu ke Angga kan?!"
Simon justru terkejut mendengar itu.
"Hei kau ini kenapa ? video itu masih ada sama aku. Baru saja aku ingin menelpon mu untuk meminta uang tebusan nya. Bagaimana, kapan kau akan mengirimi aku uang itu?"tanya Simon.
__ADS_1
"Kau bohong! Jika kau tidak mengirim video itu kepada Angga, lalu kenapa Angga membatalkan pernikahannya dengan ku?!"
"Apa? Angga membatalkan pernikahan denganmu?"
"Iya, dan ini pasti kau dalang dari semuanya!"
"Hei jangan bicara sembarangan Nay, aku tak sekejam itu. Ya terkecuali kau tak membayar ku ,hehe."
"Hiks hiks Aku hancur Simon, nama baik ku keluargaku bisa rusak jika pernikahan kami di batalkan."Tangis Naysila.
"Aku tidak peduli, pokoknya kau siapkan uang 50 juta itu. Jika tidak, akan ku sebar video itu ke jejaring sosial dan internet. Aku pastikan kau akan viral Sayang," ancam Simon bernada halus .
"Apakah mengancam ku ?! kenapa kau tega sekali?!" teriak Naysila sambil menangis dan menjambak rambutnya.
"Sudahlah Nay, aku juga butuh uang. jika aku tidak bisa dapat dari mu . Aku bisa dapat uang lebih jika aku mengirim video tersebut kepada Angga. Jika kau menjadi viral, tidak hanya Angga yang membatalkan pernikahan dengan mu, tapi juga nama baik keluarga mu dan masa depanmu akan hancur," ancam Simon sambil tertawa dengan jahatnya.
Prangk ...
Naysila membanting handphone tersebut hingga berderai.
"Brengsek! semuanya brengsek!"teriak Naysila.
Sementara Nyonya Jenny sedang melakukan panggilan bersama Bu Wina.
" Halo assalamualaikum," sapa Bu Wina dengan ramah .
Meski ia heran, kenapa calon besannya itu menelpon pagi-pagi seperti ini.
"Sudah lah bu Wina, jangan banyak basa-basi!"sahut Nyonya Jenny dengan ketus.
"Loh ada apa ini, Jeng ?" tanya Bu Wina.
"Eh Bu, bisa-bisanya Angga membatalkan pernikahannya dengan Naysila, dia pikir anak saya apaan. Setelah mendekati hari pernikahan tiba-tiba saja memutuskan untuk membatalkan."
"Kami sudah memberitahukan rencana pernikahan Naysila pada keluarga besar kami! Bagaimana mungkin pernikahan itu dibatalkan dalam waktu hanya sebulan saja?!"
Nyonya Jenny terdengar begitu emosi.
"Maaf, maafkan saya Jeng. jika memang itu keputusan Angga, saya tak bisa berbuat apa-apa. Namun, memang saya rasa lebih baik mereka membatalkan pernikahannya, dari pada setelah menikah, mereka justru berpisah."
"Tidak bisa! saya tidak bisa menerima alasan seperti itu ! Karena Angga membatalkan pernikahan ini , saya akan melaporkannya pada pihak berwajib. Ini namanya pencemaran nama baik. "
"Laporkan saja Bu, saya akan hadapi anda dan keluarga anda. Yang penting anak saya tidak jadi menikah dengan putri anda. Jujur saya kurang setuju jika Angga menikah lagi," sahut Bu Wina memutuskan sambungan teleponnya.
Nyonya Jenny kaget mendengar reaksi Bu Wina.
"Sialan! Dasar brengsek! berani-beraninya dia berkata demikian padaku!"
" Daddy! Daddy!" teriaknya.
"Ada apa sih? berisik sekali," dengus pak Bramono.
""Daddy ini tuh masalah besar ! "
"Masalah besar apa ?"
"Ituloh keluarga Angga tiba-tiba saja membatalkan pernikahan Angga dan Naysila.
"Apa ? tapi kenapa?" Pak Bram ikutan kaget.
"Tidak tahu , mereka tidak memberikan alasan jelas."
"Tidak bisa dibiarkan berani-beraninya, mereka mencoreng nama baik ku," sahut pak Bromo.
"Lihat saja apa yang akan ku lakukan jika sampai mereka berani membatalkan pernikahannya."
****
Diana membuka amplop berwarna merah muda kemudian membaca puisi cinta yang ditulis oleh Angga.
Tuhan ku lagi sendiri
Memikirkan Diana
Selalu tentang dirinya.
Tuhan ini jeritan jiwaku
Jeritan tentang hatiku
Semua keluh kesah ku
Semua keluh kesah ku
Resah hati ini tanpanya
Memikirkan Diana
Selalu tentang Diana yang memberikan
Indahnya cinta
__ADS_1
Untuk ku miliki
Menggenggam indahnya dunia
Sampai waktu menghentikan semua
Tuhan setiap detik demi detik
Ku slalu merindukannya
Selalu tentang dirinya
Semua tentangnya
Resah hati ini tanpanya
Memikirkan Diana
Selalu tentang diana yang memberikan
Indahnya cinta
Untuk ku miliki
Diana tersenyum simpul. Ia tahu jika bait itu bukanlah puisi, tapi lirik lagu dari band Seven teen.
"Dasar mas Angga, dia pikir aku Ngak tau kalau ini tuh lirik lagu."
Diana tersenyum dengan hati yang berbunga-bunga.
Kring...
Sebuah panggilan masuk terdengar di handphonenya.
Diana langsung mengangkat telepon tersebut.
"Assalamualaikum Mas," sapa Diana.
"Waalaikum Sayang," sahut Angga dengan jelas.
"Ih, apaan sih mas, salam kok di permainan," cetus Diana.
"Yang penting aku gak sedang mempermainkan kamu kan? hehe " tanya Angga dengan tawa kecilnya.
"Ehm mungkin."
"Sudah baca puisi cinta yang ku tulis untuk mu ?"tanya Angga lagi.
"Sudah, kenapa?" sahut Diana.
"Loh kok kenapa?"
"Iya suratnya sudah ku baca, terus ?"
"Terus reaksi kamu bagaimana?"tanya Angga.
Keduanya memang masih sungkan karena itulah pembicaraan mereka masih bersifat sedikit un faedah.
"Biasa saja," cetus Diana.
"Kok biasa saja ?" tanya Angga.
" Ya biasalah, karena yang kamu tulis itu bukan puisi cinta tapi lirik lagu," sahut Diana.
"Hehe kok tau? kamu cenayang ya ?"
"Apaan sih Mas, lagu itu hitz banget tau! "
"Haha, Iya masalahnya, lagu itu aku tulis berdasarkan keadaan saat ini."
"Resah hati ini tanpa mu, memikirkan kamu, selalu tentang kamu...." Angga bernyanyi sambil menyetir.
Sejenak Diana menahan tawanya mendengar Angga yang bernyanyi untuknya.
"Diana kamu kok diam saja sih ?" tanya Angga karena suara seberang telepon terdengar hening.
"Ya aku harus bagaimana, Mas ?"
"Ikut nyanyi dong."
"Sudah ah Mas, aku lagi sibuk nih. Mau jahit gaun pengantin untuk calon istri kamu," ucap Diana.
"Gak perlu Din," sahut Angga dengan cepat.
"Loh kenapa memangnya, Mas?"tanya Diana.
"Aku sudah membatalkan pernikahan ku, dengan Naysila Din, dan memilih rujuk dengan kamu, kamu mau kan Din?" tanya Angga.
Eng ing eng. bersambung dulu ya gengs.
Terima kasih telah membaca karya otor receh ini.
__ADS_1