Pernikahan Ke 3

Pernikahan Ke 3
Mulai Terungkap


__ADS_3

Setelah menerima kabar bahagia tersebut Angga langsung memberitahukan ibunya.


"Halo assalamualaikum," ucap Bu Wina


"Waalaikumsalam, Ma Angga punya kabar baik."


"Kabar baik apa, itu Ngga'?" tanya Bu Wina antusias.


"Diana hamil Ma."


"Alhamdulillah, sudah berapa bulan Nga'?" tanya Bu Wina


"Jalan 6 minggu, Ma."


"Oh kalau begitu suruh di Diana nggak usah terlalu lelah, biarkan dia beristirahat dulu selama beberapa hari Ngga'."


"Iya Ma."


Setelah berbicara pada Angga di telepon, dengan senang hati ia menuju kamarnya.


"Papa !Papa !" Panggil Bu Wina


"Ada apa sih Ma? pagi-pagi sudah teriak-teriak, mendingan siapin sarapan gih untuk papa sana!"


"Papa, ada kabar baik Pa."


"Kabar baik apa Ma?"


"Diana hamil, Pa."


"Alhamdulillah, akhirnya kita bisa segera memiliki cucu Ma,"ucap pak Wijaya dengan raut wajah yang bahagia.


"Iya Pa, Papa ke kantor, sementara Mama ke rumah Bu Rania yah, mau lihat keadaan Diana."


"Iya terserah Mama saja."


***


Angga dan Diana berada di dalam mobil.


Sambil menyetir Angga mengusap perut istrinya.


"Bagaimana, reaksi Mama tadi mas, mendengar kabar bahagia dari kita."


"Mama seneng banget Diana, Katanya dia mau lihat keadaan kamu."


Diana tersenyum.


"Berarti aku hari ini enggak bisa kerja dong," ucap Diana.


"Ya Mulai sekarang kamu harus kurangi kegiatan kamu itu."


"Sekarang kita singgah ke supermarket yuk, Aku mau beli susu khusus untuk ibu hamil."


Setelah membeli susu dan yang mereka butuhkan di supermarket Mereka pun pulang.


Bu Rania sudah menunggu kedatangan mereka.


Melihat ibunya berdiri di depan pintu Diana tersenyum.


Bu Rania pun bisa menembak senyuman Diana tersebut.


"Sudah berapa bulan?" tanya Bu Rania.


"Memasuki 6 minggu Bu," sahut Diana.


"Ya sudah kamu istirahat saja, Diana Kamu hamil muda tidak boleh Terlalu lelah."


"Iya, tapi ini kan masih pagi Bu,"ucap Rania.


"Mas kamu ke kantor gak, hari ini?" tanya Diana


"Iya dong sayang, Mas kan harus kerja. Tak lama lagi kita akan punya anak, tentunya kebutuhan kita semakin besar,"ucap Angga sambil rangkul Diana.


"Ayo kita ke kamar Mas, aku siapin pakaian untuk kamu ke kantor."

__ADS_1


Mereka berdua masuk ke kamar.


***


Dina berdiri di depan cermin. Sedang coba menggunakan hijab.


Hijab yang ia gunakan adalah hijab milik Diana. Dina sengaja mengambil hijab itu tanpa pengetahuan Diana.


"Tuh kan aku juga bisa tampil cantik seperti Diana," ucapnya sambil menyematkan jarum pentul pada pashmina yang ia kenakan.


Dina memutar tubuhnya di depan cermin.


'Mungkin ini rahasia kecantikan Diana, jangan-jangan ada sesuatu di kerudungnya, hingga ia bisa menjadi pujaan banyak pria,' batin Dina.


Setelah dirasa penampilannya sempurna, Dina keluar dari kamarnya.Seperti biasanya, setiap pagi ia ke akan kampus.


Dina keluar dari kamarnya, dan tak sengaja berpapasan dengan Bu Rania


"Masya Allah, Dina Kamu cantik sekali Nak, dengan pakaian itu," ucap bu Rania setengah tak percaya melihat Dina mengenakan pakaian tertutup dan hijab.


"Iya dong, aku kan memang cantik."


"Iya Nak, kamu memang lebih cantik dengan menggunakan hijab itu.Syukurlah ibu senang lihat perubahan kamu Dina,"ujar bu Rania.


"Aku pergi dulu Bu."Dina mencium punggung tangan bu Rania.


Ketika mendekati kamar Diana, Dina melihat Angga yang baru saja keluar dari kamarnya.


Diana mengantar suaminya sampai ke depan pintu.


"Aku pergi dulu ya sayang, ingat hari ini kamu harus istirahat."


"Ya mas, kamu juga hati-hati di jalan."


"Mas Angga!"Panggil Dina.


Angga dan Diana menoleh secara bersamaan ke arah Dina.


"Mas Angga aku numpang ke kampus dong," ucap Dina.


Angga memutar bola mata malasnya sebenarnya ia tidak suka berhubungan dengan Dina.


"Ya, padahal kan kita searah."


"Ya, sudah Ayo naik !" dengan terpaksa Angga menyetujui permintaan Dina.


"Asik!"Dina tersenyum menyeringai.


Dina dan Angga masuk ke dalam mobil. Selama di perjalanan Angga terlihat begitu cuek. Entah kenapa ia tak menyukai saudara iparnya itu.


Sementara Dina terus saja memandang sambil menikmati wajah tampan yang ada disampingnya.


'Lihat saja suatu saat kau pasti akan jadi milikku, jika Diana bisa memilikimu, maka aku pun bisa memilikimu, 'batin Dina sambil tersenyum menyeringai.


Sesampainya di depan kampus Angga berhentikan mobilnya.


"Terima kasih ya Mas Angga," ucap Dina dengan nada manja.


Angga tak membalas, Ia sengaja memalingkan wajahnya ke arah lain.


Angga tahu meski Dina dan Diana memiliki wajah yang serupa namun sifat mereka bertolak belakang.


Dina begitu genit, dari tatapan mata saya saja sudah terlihat.


Dina berdiri di depan pagar kampusnya.


Telepon seseorang menghentikan langkahnya.


"Halo," ucap Dina.


......


"Tidak, aku tidak mau mengikuti rencana mu, tapi aku punya rencana lain." Dina menyahut seseorang yang sedang menelponnya.


"Kau ambil Diana dan bawa dia pergi yang jauh, biar aku yang ngambil suaminya."

__ADS_1


"Jika sampai kau menyakiti Angga, maka aku akan melaporkan dan membongkar semua rahasia mu !"ancam Dina.


Setelah menutup teleponnya Diana kembali tersenyum menyeringai.


"Bawa saja Diana pergi yang jauh, dan biarkan aku yang mengobati luka hati suaminya." Dina tersenyum jahat.


***


Kering ....dering suara telepon membangunkan Naysila.


"Astaga ini sudah jam 10 pagi, Mommy pasti khawatir jika aku tidak pulang."


Naysila menyibak selimut tebal yang menutupi tubuhnya.


Tubuhnya terasa sakit.


Dilihatnya pria disampingnya, Ia pun merasa jijik.


"Dasar tua bangka, tua-tua bisa-bisanya main sampai beronde-ronde. Jika saja aku tidak membutuhkan uang itu, aku takkan sudi tidur bersamamu."


Naysila turun dari ranjang masuk kedalam kamar mandi.


Setelah ber beres ia bermaksud bergegas meninggalkan kamar hotel itu.


Tiba-tiba saja lelaki tua semalam tidur bersamanya terbangun.


'Mau kemana sayang?" tanya pria tua itu.


"Aku mau pulang," sahut Naysila ketus.


"Baiklah, malam kita bertemu lagi ya. Pelayanan mu sungguh memuaskan. Aku rela membayar berapapun yang kau inginkan," ucap pria berumur 60 tahun tersebut.


Naysila menyunggingkan senyum tipis,kemudian ia keluar dari ruangan tersebut.


Rasanya ia ingin muntah melihat pria yang mungkin seumuran dengan ayahnya itu. Jika saja dia tidak meminum obat, mungkin dia takkan sanggup menghadapi pria itu."


"Dasar tua bangka! inilah terakhir kalinya aku melayanimu!"


Karena tergesa-gesa Naysila tak sengaja menabrak seorang pria.


"Naysila!" Sapa pak Wijaya yang heran melihat Naysila berada di hotel.


"Om," Naysila kelabakan.


"Kamu ngapain di hotel ?"tanya Pak Wijaya.


"Enggak, aku lagi ngambek jadi nginep di hotel dan malas pulang ke rumah," jawab Naysila dengan gugup.


"Om sendiri kenapa berada disini?" tanya Naysila lagi.


"Oh perusahaan kami akan mengadakan rapat penting di salah satu ruangan rapat di hotel ini, jika kau tidak percaya tanyakan saja pada tugas hotel ini , apa benar yang kan ku katakan," jawab Pak Wijaya.


"Oh percaya kok Om,"Naysila terlihat gugup.


"Permisi ya Om, saya pulang dulu."


Pak Wijaya menggelengkan kepalanya ketika melihat calon menantunya itu hanya menggunakan pakaian serba minim.


'Astagfirullah,' batin Pak Wijaya


"Sepertinya ada yang aneh dari gadis itu," gumam Pak Wijaya.


Karena Pak Wijaya dekat dengan pemilik hotel dan manajernya. Ia Pun meminta izin untuk melihat rekaman CCTV yang ada di hotel itu.


Bagaimanapun Naysila dan Angga pernah berencana untuk menikah dan keluarga mereka juga berencana untuk membatalkannya pada sore hari ini.


Karena merasa curiga, Pak Wijaya pun mencari bukti berupa rekaman CCTV.


Ketika melihat rekaman CCTV berkali-kali pak Wijaya mengucap.


"Astagfirullah hal Azim."


Bagaimana tidak, direkaman tersebut menampakan dengan jelas ketika Naysila menggandeng seorang pria dewasa dan memasuki salah satu kamar hotel.


"Syukurlah, Allah memberi petunjuk kepada kami, agar kami bisa membuktikan kepada keluarganya, tentang perilaku Naysila yang sebenarnya," batin Pak Wijaya.

__ADS_1


Pak Wijaya pun mengopi rekaman CCTV itu untuk dijadikan nya bukti kuat untuk membatalkan pernikahan Angga dan Naysila.


Bersambung dulu gengs, insya Allah masih ada satu bab ya.


__ADS_2