
Keesokan harinya, Shakila kembali ke sekolah. Seperti biasa Danu yang mengantarnya ke sekolah.
"Anak Ayah sayang, jangan kemana-mana ya. Pulang sekolah, ayah jemput. Kalau Ayah terlambatnya tunggu di pos satpam ya Nak," pesan Danu.
"Iya Yah," jawab Shakila.
Shakila langsung menuju kelasnya, saat itu tasnya terasa berat karena membawa permen dan beberapa coklat yang tersisa.
Sesampainya di kelas, ia mengeluarkan makanan kecil tersebut.
"Hai Shakila, kamu bawa banyak kue tuh boleh bagi ke kita dong?"tanya seorang teman.
"Boleh, ini aku bawa banyak permen dan coklat ambil aja," ucap Shakila sambil menyodorkan plasti putih kepada teman-teman yang mengerumuninya
"Enak sekali Shakila, kamu bawa permen sebanyak ini, Apa nggak dimarah orang tuamu?" tanya salah satu teman Shakila.
"Enggak, karena bukan orang tuaku yang memberikan ini," ucap Shakila.
"loh memangnya siapa yang memberi kamu kue sebanyak ini?"
Ketika sedang asyik makan coklat dan permen beramai-ramai Kayla datang menghampiri Shakila.
"Kayla Kamu mau nggak. Aku punya permen dan coklat yang banyak sekali."
"Mau dong,"sahut Kayla yang langsung memilih permen dan coklat di dalam kantong plastik.
Mereka pun menikmati makanan tersebut.
Hari ini kelas Shakila dan Kayla pulang hampir bersamaan Kayla dan Shakila menunggu di depan gerbang sekolah mereka.
Sepulang dari sekolah Kayla dijemput terlebih dahulu.
"Shakila, itu Ayah sudah datang Ayo ikut aku," ajak Kayla.
"Enggak lah, aku lagi nungguin ayah kata ayah kalau Ayah terlambat Aku nunggu di pos satpam saja."
Angga turun dari mobil.
"Shakila Ayo pulang bersama ayah," ajak Angga.
"Nanti saja, kata ayah aku harus menunggu ayah jemput."
Angga merogoh saku celananya kemudian menelpon seseorang.
setelah beberapa saat ia kembali menutup teleponnya.
"Iya Ayah, kamu sedang dalam perjalanan, kalau begitu kami duluan ya Shakila.
"Iya Yah," sahut Shakila.
Shakila sengaja menunggu di depan pintu gerbang agar bisa bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai ayahnya.
Benar saja, pria berjaket dan bertopi itu langsung menghampiri Shakila dengan membawa sekantong kue dan coklat.
"Halo sayang,"sapa pria itu.
"Hai Om," Shakila menyapa dengan senyum ramanya.
"Bagaimana, kue Shakila sudah habis?" tanya pria itu.
"Sudah Om, sudah aku bagikan ke teman-teman sekelas, nggak habis aku makan sendiri," ucap Shakila.
"Iya permen dan coklat memang tidak baik di makan terlalu banyak."
"Ini Om bawa beberapa makanan dan snack untuk kamu," ucap pria itu.
"Wah terima kasih ya On aku senang deh setiap hari dapat kue dari om," ucap Shakila.
__ADS_1
Iya, tapi ingat ya jangan beritahu pada siapapun, kalau begitu Om pulang dulu ya Dadah !" ucap pria itu.
"Dada Om!"ucap Shakila.
Shakila melihat mobil Danu dari kejauhan Ia pun segera memasukkan kue tersebut dalam tasnya.
'Ayo Sayang kita pulang," ucap Danu
Shakila langsung naik ke dalam mobil.
Danu sempat memperhatikan tas Shakila yang menggelembung.
"Tas kamu kok sepertinya gelembung gitu, apa sih isinya?" tanya Danu.
Shakila bingung untuk menjawabnya.
"Nggak ada apa-apa Yah," jawabnya singkat.
Danu pun tak curiga karena Shakila bukan anak pembohong.
"Sayang, hari ini Bunda sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah."
"Asik! kalau begitu habisnya tidur di rumah sakit nggak enak yah," ucap Shakila.
"Kasihan anak ayah, nggak bisa tidur di ranjang empuk," ucap Danu sambil mengusap kepala Shakila.
Hampir setiap harinya Shakila terus didatangi pria misterius itu.
Karena keadaan Dina yang lagi mengandung, Ia pun menyuruh sopir untuk menjemput Shakila selama beberapa hari ini karena Danu berada di luar kota.
Setiap harinya, Shakila selalu saja mem bagikan kue yang diberi oleh pria misterius itu kepadanya.
Hari ini tepat seminggu Shakila bertemu dengan pria itu.Seperti sudah menjadi kebiasaan bagi Shakila Ia pun menantikan datangnya laki-laki misterius itu.
"Halo sayang," sapa pria itu pada Shakila.
Shakila tersenyum, karena sudah hari-hari bertemu dengan orang itu, Ia pun sudah terbiasa dan tidak sungkan lagi.
"Ada dong, Om bawain beraneka jenis kue agar kamu nggak bosan."
"Terima kasih Om," ucap Shakila.
"Boleh dong Om minta ciumannya?"tanya pria itu.
Tanpa sungkan Shakila mendaratkan ciuman ke pipi pria itu.
"Terima kasih sayang," ucapnya.
Saat kejadian tersebut Kayla melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika Shakila mencium pria dewasa itu.
Pria itu pun segera meninggalkan Shakila ketika melihat Kayla menghampirinya.
Shakila itu tadi siapa tanya Kayla.
Shakila tersipu dengan wajah yang merona.
"Tapi kamu jangan kasih tahu siapa-siapa ya," ucap Shakila.
"Iya, aku nggak akan bilang sama siapa-siapa."
"Dia itu om yang memberiku kue setiap hari," tutur Shakila dengan polos.
"Jadi Om itu yang memberi kamu kue sebanyak itu setiap hari, kamu nggak takut ya?"tanya Kayla.
Kenapa harus takut, dia kan ayahku.
"Ayah ? bukannya Ayah kamu itu Ayah Danu?" tanya Kayla heran.
__ADS_1
"Iya Om itu bilang dia adalah ayahku, sedangkan Ayah Danu adalah ayah tiri."
"Oh begitu ya," ucap Kayla.
***
Kayla tengah menikmati makan malam bersama keluarganya.
"Bunda tadi aku melihat Shakila bertemu dengan seorang pria," cetus Kayla.
"Siapa Nak, kamu kenal?" tanya Nadia.
"Nggak kenal, tapi kata Shakila pria itu ayahnya," sahut Kayla.
Diana yang tengah makan itu langsung tersedak.
"Ayahnya? bukannya Danu ayahnya Shakila?"
Angga. Bu Wina, dan pak Wijaya ikut menyimak penuturan Kayla itu.
"Bukan Bunda, Kalau ayah Danu, Kayla tahu."
"Kayla tahu ciri-cirinya?" tanya Diana.
"Kayla hanya melihat Om itu pakai jaket hitam dan topi hitam."
Diana dan Angga saling memandang.
"Setiap hari, Shakila diberi permen sama kue dan coklat oleh paman itu dan dibagi-bagiin sama teman-teman sekelasnya. Kayla juga sering diberi makan permennya."
"Ya sudah lain kali jangan makan permen itu ya, nanti bunda beritahu bundanya Shakila."
Setelah selesai makan malam Diana langsung menuju kamarnya Iya langsung menelpon Dina.
"Halo Assalamualaikum," sapa Dina.
"Waalaikumsalam,"sahut Dina.
"Din aku baru saja mendapat kabar dari Kayla jika di Shakila sering bertemu dengan pria misterius yang memberinya kue dan permen."
Hah Yang benar saja siapa tanya Dina.
entahlah aku tak tahu yang bikin aku tambah heran pria itu mengaku ayahnya Shakila.
"Ayahnya Shakila?!" Dina semakin syok.
suasana dalam panggilan telepon tersebut terdengar hening.
"Apa ekspektasi kita sama?" tanya Diana.
"Tapi mas Rasyid berada dalam penjara Bagaimana mungkin ia bisa bertemu Shakila bahkan setiap hari?"
"Entahlah Din dia itu orang licik tidak tak tahu apa yang terjadi sebaiknya kita jaga putri kita," ucap Diana.
"Iya Din, nanti aku coba tanya pada Shakila.
"Coba kau periksa di tas Shakila apa ada kue dan permen di dalamnya."
"Iya baiklah."
"Oke, kalau begitu aku tutup dulu teleponnya, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah menutup telepon tersebut Dina menghampiri tas Shakila betapa kagetnya ia ketika melihat beberapa batang coklat mahal berada dalam tes putrinya itu.
"Mas Rasyid," gumam Dina lirih.
__ADS_1
"Tapi dari mana Rasyid mengetahui jika aku hamil dan mengandung anaknya."
Bersambung dulu guys.