Pernikahan Ke 3

Pernikahan Ke 3
Kabar Bahagia


__ADS_3

Diana membuka matanya ketika merasakan ada seseorang yang memeluk nya.


"Mas Angga?".


Angga tersenyum ,sambil mencium kening Diana.


"Ronde ketiga sayang," ucap Angga permainan pun dilanjutkan.


Angga kembali naik ke atas tubuh istrinya petarung ronde ketiga itu pun dimulai.


 Untung saja tepat ketika Angga selesai, adzan subuh berkumandang di aplikasi handphone Diana.  Setelah selesai menjalankan kewajibannya sebagai istri . Diana buru-buru menuju kamar mandi untuk mandi bersih.


Dana masuk kedalam kamar mandi dan hendak menutup pintunya. Namun pintu kamar mandi dihalang oleh Angga." Kita mandi bersama," ucap Angga.


"Iya Mas."


Betapa senangnya hati Diana, karena biasanya suaminya itu paling malas jika disuruh mandi di subuh hari.


Setelah selesai dengan ritual mandinya, Angga membuka tasnya kemudian meraih baju koko dan sarung .


Diana  semakin bahagia melihat perubahan yang terjadi pada Angga 


"Ayo Diana kita salat subuh bersama, " ucap Angga.


seketika air mata Diana menetes karena haru.


"Ya," Mas ucap Diana.


Diana menunaikan shalat subuhnya dengan lebih bersemangat karena ada sang Imam.


Dalam sujudnya Diana berkali-kali mengucapkan syukur, sambil meneteskan air matanya karena haru atas perubahan yang terjadi pada Angga.


 Ia berharap rumah tangganya menjadi sakinah, mawaddah,warahmah seperti impian semua wanita di dunia ini.


Setelah shalat Subuh dan berdoa bersama, Diana menghampiri suaminya kemudian meraih tangan Angga dan  mencium punggung tangannya .


Diana sampai menangis hingga tangan Angga basah oleh air matanya.


 Angga memeluk Diana dan mencium istrinya itu, mereka berdua terlarut dalam suasana haru


"Setelah shalat subuh kita jalan-jalan yuk sayang. Sudah lama aku tak pernah menghirup udara segar di pagi hari." 


"Iya Mas, aku ganti pakaian dulu ya."


Setelah siap, mereka keluar dari kamar.


"Diana, Angga, mau kemana?"tanya Bu Rania.


"Kami mau cari udara segar Bu!"sahut Diana.


Mereka berdua berjalan bergandengan mesra. Kedua terlihat romantis seperti pasangan pengantin baru.


Angga dan Diana terlihat begitu serasi. Mereka berjalan mengelilingi kompleks sambil bercanda dan tertawa hingga membuat iri orang-orang yang melihatnya.


"Mas, kamu mau sarapan apa?"tanya Diana.


"Mau nasi goreng saja, tapi kamu yang masak ya?"


"Iya Mas. Kalau begitu kita pulang saja, aku sudah lelah."


"Kamu istirahat saja gak usah ke butik. Aku yang akan penuhi kebutuhan kamu dan keluargamu," ucap Angga sambil merangkul Diana.


"Mas, tapi memotong dan menjahit gaun itu hobiku. Aku boleh kan tetap kerja?" tanya Diana.


"Boleh asal tenaga kamu gak terlalu terforsir. Kamu carilah beberapa asisten lagi, biar kamu gak terlalu sibuk."


Diana tersenyum." Iya meski aku sibuk, aku gak akan mengurangi jatah kamu kok," ucap Diana sambil mencolek hidung Angga.


"Harus itu, tapi tetap saja aku kasihan jika kamu terlalu lelah."


Ehmm.


"Diana, hari iniaku mau ke rumahnya Naysila. Kamu ikut ya?"


"Mau ngapain Mas?" 

__ADS_1


"Mau membatalkan secara resmi rencana pernikahan kami."


Diana berhenti sebentar untuk menatap wajah suaminya.


"Kamu yakin Mas, akan membatalkan pernikahan itu?" tanya Diana


"Tentu saja Aku hanya ingin memiliki 1 istri dan Aku memilihmu, karena aku yakin, kau lah yang terbaik untukku," ucap Angga sambil meraih tangan Diana dan menciumnya.


Bola mata Diana berkaca-kaca mendapat perlakuan romantis dari Angga.


"Aku tahu jika aku memiliki 2 istri, aku pasti tak pernah sikap adil. Karena aku pasti akan lebih sering bersamamu."


Diana mencubit perut six pack suaminya." Yang benar saja."


"Benar dong, karena itu aku memilih kamu dan melepaskan Naysila."


"Ya Mas, terima kasih  telah  memilih aku.  Semoga kamu adalah lelaki terakhir jadi suamiku."


 "Aku juga berharap semoga kamu juga menjadi satu-satunya istri dalam hidupku," ucap Angga sambil  tersenyum ke arah Diana.


"Aamiin," sahut Diana.


"Mas, Setibanya di rumah aku bikin sarapan ya untuk kamu, kamu mau sarapan apa?"


 "Aku mau dibuatkan nasi goreng saja."


"Hmm Apa benar kamu nggak suka nasi goreng? kamu kenapa mau dibikinin nasi goreng?" tanya Diana.


"Aku nggak suka, kalau yang lain  yang memasaknya.  Kalau kamu yang masak, aku suka.Gak  tahu  kenapa."


"Iya Mas, aku yang masak."


Mereka pulang sambil bergandengan.


Sesampainya dirumah, Diana langsung menuju dapur. Ia langsung menyiapkan beberapa bahan nasi goreng . Diana mulai meracik bumbu.Tiba-tiba ia merasa mual mencium bau bawang bawang yang ditumis.


Diana mematikan kompornya Karena tidak tahan dengan bau masakannya sendiri.


'Kenapa perut ku mual seperti ini ya, rasanya tidak enak sekali mencium bau bawang goreng,' batinnya.


Bu Rania baru tiba membeli jajanan pasar .


"Kalian sudah pulang Nga', di mana Diana?" tanya bu Rania .


'Iya bu, Diana lagi masak di dapur bikin nasi goreng katanya."


" Oh begitu .Ibu masuk dulu yang Ngga'."


Bu Rania menuju dapur,  karena  hendak menyiapkan kopi untuk menantunya.


Saat itu ia mendengar suara orang yang muntah muntah di kamar mandi.


"Diana ! itu kamu ya, di kamar mand?!"


"Iya Bu!"


Setelah memuntahkan isi perutnya di kamar mandi, Diana keluar. 


"Kamu Kenapa Nak ?"tanya bu Rania ketika melihat wajah Diana yang terlihat pucat.


"Nggak papa Bu, mungkin angin maag Diana kambuh."


"Kamu kecapean juga kali."


" Ya sudah kamu tadi mau masak apa, biar Ibu saja yang memasak," tawar Bu Rania.


"Nggak usah masak Bu, nanti beli aja. Diana nggak tahan  mencium bau bawang goreng," ucap Diana sambil menutup hidungnya.


Seketika Bu Rania tersenyum


"Ibu kenapa sih tersenyum?" tanya Diana.


"Sudahlah, sekarang kamu bersiap sebentar lagi klinik buka, dan kamu periksa, mungkin saja kamu lagi hamil."


"Hamil," gumam Diana.

__ADS_1


"Iya Nak dulu waktu ibu mengandung kalian  juga seperti itu. Kamu nggak pernah periksa kan?"


Diana mengingat kembali seingatnya, memang sudah 2 bulan Ia tak mengalami menstruasi.


Diana tersenyum sambil mengusap perutnya.


"Ya Allah semoga aku benar-benar hamil,"ucap Diana .


"Aamiin."


"Sudah, kamu bersiap saja,biar ibu yang mengerjakannya."


"Ya Bu," terima kasih


Diana menuju ruang tamu dan menghampiri suaminya.


"Mana nasi gorengnya, sayang?" tanya Angga.


"Lagi dimasakin ibu."


"Kok ibu yang masak sih, kan aku maunya kamu yang masak."


"Tapi aku nggak bisa masak, Mas."


"Loh kenapa."


Bukannya menjawab Diana malah tersenyum, hingga membuat Angga semakin penasaran.


"Ih ditanya malah senyum, bikin gemes saja," ucap Angga sambil mencubit hidung Diana.


"Mas, ayo kita siap-siap, antar aku ke klinik."


"Klinik, kamu kenapa, kamu sakit?" 


"Nanti saja, kalau dikasih tahu bukan kejutan namanya," balas Diana


"Hahaha kamu mau beri kejutan Ya, untuk aku?"


Diana menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua pun beranjak dari ruang tamu menuju kamar. Setelah berganti pakaian. Mereka makan nasi goreng yang disiapkan oleh Bu Rania


"Sayang, kamu nggak makan?" tanya Angga ketika melihat Diana hanya menatap nasi goreng yang ada dihadapannya.


 Saat itu mereka sarapan bersama bu Rania dan Dina.


 Dina sengaja bangun lebih awal dan ikut mereka sarapan agar bisa memandangi saudara iparnya yang tampan itu.


"Aku nggak selera makan Mas, rasanya masih mual."


"Kalau aku yang suapin kamu pasti nggak mual." Angga menyendok nasi gorengnya kemudian menyuapi  Diana.


 Untuk menghargai suaminya, Diana pun makan meskipun perutnya terasa tidak enak.


Dina memicingkan matanya melihat Angga yang bersikap romantis terhadap Diana.


Karena tidak ingin berlama-lama berada di sana, Dina bergegas pergi meninggalkan mereka.


Selesai makan mereka pun bersiap menuju klinik.


Sesampainya di klinik Diana menghampiri ruang kebidanan.


'Kenapa Diana menghampiri ruang kebidanan, apa dia sedang hamil,' batin Angga.


Angga tak bertanya apapun pada Diana. Angga ikut masuk ke dalam ruang pemeriksaan.


***


Diana sudah kembali keluar dari sebuah ruangan dan kembali ke meja pemeriksaan setelah melakukan tes urine.


"Selamat ya ibu dan bapak. Karena sebentar lagi bapak dan ibu segera memiliki momongan."


Keduanya kaget sekaligus bahagia. 


"Jadi saya positif hamil?"

__ADS_1


Bersambung dulu gengs jangan lupa dukungannya vote dan gift sekilasnya saja.


__ADS_2