
Malam ini keluarga Bu Rania berkumpul karena rencananya keluarga Danu hendak mengadakan lamaran secara resmi untuk mempersunting Dina.
Selain Dina dan Angga, Bu Wina dan Pak Wijaya juga ikut dalam prosesi lamaran tersebut yang juga disaksikan oleh Pak RT dan beberapa warga sekitar.
Keluarga Danu jauh-jauh datang dari luar kota membawa beberapa hantaran untuk keluarga Dina.
Setelah berbasa-basi sebentar mereka pun menyatakan lamarannya.
"Begini Bu, kedatangan kami kemari untuk melamar putri ibu yang bernama Dina, sudikah kiranya ibu menerima lamaran kami ini," ucap perwakilan keluarga Danu.
Dina dan Diana saling melempar senyum.
"Iya Pak, saya sekeluarga menerima niat baik keluarga bapak," jawab paman Dina.
"Alhamdulillah," sahut mereka semua secara serempak.
"Karena kami juga berencana untuk tidak menunda terlalu lama pernikahan ini, jadi tidak ada acara pertunangan di antara mereka karena rencananya dalam 2 bulan lagi akad nikah dan resepsi akan digelar. Untuk tempat dan syaratnya, saya serahkan kembali kepada Anda sekeluarga," ucap perwakilan keluarga Danu.
"Kami Setuju pak, jika pernikahan mereka dipercepat. Selain itu kami sekeluarga meminta agar akad nikah dilakukan di rumah kami yang sederhana ini. untuk syaratnya tidak ada syarat khusus, yang terpenting akad nikahnya berlangsung secara sakral dan mereka resmi menjadi pasangan suami istri."
"Baiklah, jika memang seperti itu adanya. Sudilah kiranya menerima hantaran dari kami ini." Perwakilan keluarga Danu menyerahkan seserahan.
Mereka menyerahkan seserahan berupa kue, bahan kain dan sebagainya.
keluarga Dina menyambut baik seserahan tersebut saat itu juga mereka menetapkan tanggal pernikahan Danu dan Dina.
***
2 bulan berikutnya halaman kediaman keluarga Bu Rania berdiri tenda biru dengan janur kuning yang melengkung. Ada juga beberapa papan ucapan selamat atas pernikahan Danu dan Dina, bahkan ada yang memberi gelar mereka sebagai pasangan 2D.
suaranya nyanyian lantunan sholawat di pagi hari itu menambah kemeriahan suasana akad nikah antara Dina dan Danu.
***
Dina menatap dirinya di depan cermin sembari menghapus air matanya yang sedari tadi tak pernah mengering.
wajahnya tampak anggun dengan kebaya putih dan kerudung putih berbahan sutra hasil desain Diana.
"Din, kamu kalau nangis terus bedak kamu luntur loh," ucap Diana sambil merapikan kerudung saudara kembarnya itu.
"Aku nggak nyangka saja Din, jika wanita sepertiku masih ada yang mau. Aku seperti bermimpi mendapatkan hatinya Danu."
"Iya Din kalau sudah jodoh takkan lari ke mana Kok."
Diana memang mengetahui jika sejak dulu Dina menyukai Danu. Karena itulah ia tak pernah menerima pernyataan cinta dari Danu untuk menjaga perasaan saudaranya itu.
Dina masih menghapus air matanya. sejenak Iya terbawa emosi hingga tukang rias pun menghentikan aksinya.
"Din sudahlah berhenti menangisnya nanti dikira orang kamu menikahi dan karena terpaksa," ucap Diana.
Hisik hiks Dina coba untuk berhenti menangis ia pun menghapus air matanya.
"Din ketika kita memiliki niat untuk berubah menjadi orang yang lebih baik, insya Allah pasti beri jalan untuk kita," ucap Dina.
"Iya Din, Akhirnya aku bisa merasakan seperti apa rasanya menjadi pengantin wanita. padahal ketika dipenjara aku sudah putus asa, aku mengira takkan ada laki-laki yang sedih menerimaku," ucap Dina.
"Ya, memang begitu Din, sedih dan putus asa memang biasa terjadi di dalam hati kita, tapi yakinlah Allah pasti beri jalan yang terbaik untuk kita. "
"Iya Din, aku tak pernah menyangka jika hari ini aku akan menikah dengan seorang pria yang sudah lama aku impikan," ucap Dina.
__ADS_1
Kayla dan Shakila masuk ke dalam ruangan di mana Dina dan Diana di rias.
kedua gadis itu saling bergandengan tangan masuk ke dalam ruangan
"Hai Bunda," sapa nya.
" Hai juga putri-putri cantik ku," ucap Dina.
Shakila dan Kayla memang seperti saudara kembar, mereka selalu mengenakan pakaian yang sama di beberapa kesempatan termasuk hari ini.
"Bunda-Bunda cantik sekali, wajahnya mirip seperti pinang dibelah dua," ucap Kayla.
"Memangnya kamu tahu pinang dibelah dua seperti apa?" sahut Diana sambil mencubit pipi putrinya.
" Iya nih kecil-kecil pandai memuji."
Wanita yang merias Dina kembali merapikan riasan wajah Dina.
Suara arak-arak pengantin terdengar dari arah luar
kedatangan mempelai pria dan keluarganya, disambut bahagia oleh keluarga Dina. Setelah beberapa ritual dan acara penyambutan ,kini tiba saatnya Danu mengucapkan ikrar ijab Kabul
Suasana hening sejenak sang MC mengambil alih acara.
"Para undangan diharapkan untuk tenang ya, karena sebentar lagi acara akad nikah akan segera dimulai."
"Untuk mempelai pria silakan mengambil tempat yang sudah disediakan."
***
"Din dengerin sebentar lagi , Danu akan mengucap akad nikahnya," ucap Diana sambil menggenggam tangan Dina.
suasana riuh rendah kembali senyap, raut wajah Danu penuh dengan ketegangan.
"Insya Allah siap, Pak,"ucap Danu.
Paman Diana mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Danu.
Saudara Danu Harahap saya nikah dan kawinkan kamu dengan keponakan saya yang bernama Dina Mariska binti Abdullah dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Dina Mariska binti Abdullah dengan mas kawin dibayar tunai," ucap Danu sambil menghentakkan jabatan tangannya.
Bagaimana para saksi sah tanya penghulu.
"Sah !" sahut para saksi secara serempak.
semua yang hadir pun mengucapkan Alhamdulillah.
***
"Alhamdulillah Din, Selamat ya kamu sudah resmi menjadi istri Danu," ucap Diana sambil memeluk saudara kembarnya.
saat itu Dina kembali menangis haru.
" Terima kasih, Din."
"Semoga keluarga kalian menjadi keluarga yang sakinah, Mawardah dan warahmah dikaruniai keturunan-keturunan yang solehah."
"Amin ya rabbal alamin," sahut Dina.
__ADS_1
Setelah akad nikah Danu menghampiri kamar Dina untuk menjemputnya menuju pelaminan.
Dina kembali menangis haru ketika melihat sang suami yang terlihat tampan, menggunakan busana pengantin prianya.
Selain Danu Angga juga ikut menjabangi kamar tersebut.
"Assalamualaikum,"ucap Danu dan langsung masuk ke dalam kamar pengantin tersebut.
"Waalaikumsalam," sahut Dina dan Diana bersamaan.
Danu menghampiri Dina, dengan segera Dina meraih tangan suaminya dan menciumnya. Saat itu Dina kembali meneteskan air mata bahagianya.
Danu membalas dengan mencium pucuk kepala Dina.
"Ayo istriku,semua orang menanti kita di luar,"ucap Danu dengan mesra.
"Iya suamiku," ucap Dina sambil menyapu air matanya dengan spon basah.
Dina dan danau bergandeng mesra berjalan menuju pelaminan.
"Ayo istriku kita juga keluar," ucap Angga sambil merangkul tangan Diana.
Kedua pasangan itu keluar dari kamar.
Diana dan Diana begitu mirip, bak pinang di belah dua. Jika saja tak ada suami mereka yang mendampingi mereka saat berjalan, mungkin tak ada yang mengenali mereka.
Dina dan Danu duduk di meja kecil untuk menandatangani buku nikah.
Setelah menandatangani buku nikah tersebut Ia pun memamerkannya kepada pada para undangan.
"Idih mau-maunya Danu yang ganteng itu menikahi mantan seorang narapidana," ucap Merry.
"Mantan narapidana juga manusia Bu dan manusia tempatnya salah. apa salahnya memberi kesempatan jika memang ia ber bertobat Kenapa tidak," sahut tetangga yang lainnya.
"Eh Bu saya nggak ngomongin dengan sampeyan, kenapa sampeyan menyahut aja."
"Habisnya, ibu nggak tahu diri sih. Selalu merasa diri paling baik, udah gitu nggak instruk diri lagi," cetus tetangga lainnya.
Bu Meri pun menjauh dari kedua orang itu.
Setelah akad Nikah, pada sore harinya resepsi pernikahan mereka pun di gelar.
Suasana cukup meriah di gedung tersebut.
Meski Dina dan Danu menggelar pesta yang cukup mewah. Namun mereka tak perlu menguras kantong mereka dalam-dalam.
karena sebagian besar biaya ditanggung oleh Diana dan Angga.
setelah menggelar resepsi yang cukup meriah, kini tibalah mereka untuk menikmati malam pertama mereka sebagai pasangan suami istri.
karena rumah mereka masih dihadirkan banyak tamu dan keluarga yang menginap dan memutuskan untuk berbulan madu di salah satu hotel
Setelah resepsi mereka pun langsung menuju sebuah hotel untuk melangsungkan ritual malam pertama.
Di dalam mobil keduanya hanya diam, masih berdebar-debar untuk menghadapi malam pertama mereka.
Bersambung dulu gengs jangan lupa dukungannya ya 🙏 terimakasih.
***
__ADS_1