Pernikahan Ke 3

Pernikahan Ke 3
Hamil Lagi


__ADS_3

Sudah sebulan Dina dan Danu menikah, Dina mulai menunjukkan tanda-tanda kehamilannya.


Pagi-pagi sekali ia sudah muntah-muntah di kamar mandi.


Sebagai suami dan ayah yang baik, Danu berada di dapur sedang memasak nasi goreng untuk sarapan istri dan anaknya.


Karena mereka baru pindah di rumah yang baru, mereka juga belum mendapatkan asisten rumah tangga.


"Mas Danu kamu masak apa?'tanya Dina sambil menutup hidungnya.


"Nasi goreng sayang."


"Duh pantesan aja aku muntah-muntah Sudah berhenti masak saja, aku nggak suka cium bau masakan."


"Tapi tanggung sayang, ini aku buat nasi goreng untuk kamu dan Shakila" ucap Danu sambil menuang wajan yang berisi nasi goreng.


karena tak ingin mengecewakan suaminya, Dina pun membiarkan Danu melanjutkan memasak.


"Tinggal telur ceploknya!"seru Danu


Shakila keluar dari kamarnya dengan menggunakan seragam sekolah, karena hari ini hari pertamanya duduk di bangku taman kanak-kanak.


"Eh Shakila, sudah mandi dan sudah pakai seragam yang rapi. Maaf ya baru saja bunda mau mengurus Shakila, eh Shakila sudah siap," ucap Dina.


"Nggak apa Bun, Shakila kan udah gede udah sekolah, jadi bisa mandi sendiri. Shakila kasihan lihat bunda dan ayah yang lagi sibuk bunda kan lagi sakit?' ucapnya sambil menarik kursi meja makan.


"Shakila memang pintar," ucap Danu


"Ayo sini Nak, Bunda suapin ."


Dina hendak menyuap Shakila tapi Shakila buru-buru meraih sendoknya Biar Shakila makan sendiri saja bunda.


"Bunda ikut makan juga ya," ucap Shakila sambil menyodorkan sendok berisi nasi.


Meski tak selera makan, Dina terpaksa membuka mulutnya menerima suapan dari Shakila.


Dina mencium putrinya yang begitu pintar dan mandiri itu. Shakila seperti itu karena didikan Bu Rania.


Danu ikut duduk di kursi "Bagaimana masakan Ayah, Enak tidak?" tanya Danu.


"Ehm ..masakan Ayah, memang yang terbaik," ucap Shakila


"Dih anak pintar, sini Ayah cium dulu," ucap Danu sambil mencium pipi bisa Shakila.


"Danu melirik ke arah Dina yang terlihat lemas."


"Sayang kamu bisa nggak, ngantar Shakila ke sekolah. Kalau nggak bisa, biar aku sajalah yang mengantarkan kamu istirahat saja di rumah," usul Danu.


"Bisa kok Mas, lagian aku bosan istirahat di rumah terus, pengen healing gitu."


"Iya nanti kalau keadaan kamu sudah membaiknya kita jalan-jalan yuk keluar kota. Kita ke puncaknya nginep di villa."


"Nginep di villa? Mau dong Ayah!"


"Iya tunggu keadaan ibu membaik ya, Nak."


Setelah sarapan, mereka mengantar Shakila ke sekolah-sekolah kebetulan Shakila dan Kayla masuk TK yang sama.


Kebetulan, ketika tiba di sekolah Dina dan Danu melihat Angga yang mengantar Kayla.


Mereka pun menghampiri Angga.


"Loh mas, Diana nggak ikutan ngantar?" tanya Dina.


"Dina lagi di rumah sakit."


"Kenapa, emangnya Dina sakit apa?"


"Ngak sakit. Biasa,cuma ngidam. Tadi subuh muntah-muntah, karena aku takut dehidrasi, ya aku bawa ke rumah sakit."


"Jadi Diana ngidam juga, dasar nggak mau kalah dia," cetus Dina


"Hehe mana mau, aku kalah dari kalian sahut Angga.

__ADS_1


Shakila menggandeng tangan Kayla mereka berjalan menuju ruang kelas.


"Shakila, nanti pulangnya tunggu bunda atau Ayah yang jemput ya!" seru Dina.


"Iya Bunda!" sahut Shakila. Ia pun melambaikan tangannya ke arah Dina, kedua gadis cantik itu terlihat begitu ceria pagi ini, karena mulai hari ini mereka akan belajar bersama teman-teman sebayanya.


Setelah mengantar Shakila dan Kayla, para orang tua itu pun memutuskan untuk pulang.


Diperjalanan, Dina kembali mual berasa hendak muntah.


"Mas turun Masih aku kok mual ya?"


Dengan segera Danu mencari tempat pemberhentian untuk menepikan mobilnya.


Dina turun dan langsung muntah-muntah, setelah puas memuntahkan isi perutnya tubuhnya terasa begitu lemas. Dina bersandar pada sandaran jok mobil.


"Sayang apa kamu dibawa ke rumah sakit saja ya, seperti Diana?" tanya Danu.


"Iya Mas, tapi kasihan Shakila kalaupun aku di rumah sakit nggak ada yang ngurusin dia, ibu kan juga lagi sakit."


Nggak apa Sayang, hari ini aku cuti di kantor, jadi aku bisa mengurus kalian berdua.


"Setelah dari sekolah, aku akan jemput Shakila kemudian kita bawa Shakila ke rumah sakit."


Dina menyandarkan bahunya pada punggung sang suami.


"Terima kasih ya Mas. karena kamu mau menerima aku dan Shakila. kamu juga selalu menganggap Shakila sebagai putri kamu," ucap Dina


"Iya sayang, sekarang kamu pikirkan diri kamu dulu. Aku tak ingin terjadi sesuatu pada kamu dan calon bayi kita," ucap Danu sambil mencium pucuk kepala istrinya.


Mereka pun tiba di rumah sakit' sayangnya rumah sakit yang dipilih Danu berbeda dengan rumah sakit tempat Diana dirawat.


Setelah keadaan Dina diperiksa, Dina pun dipindahkan di ruangan perawatan.


Waktu menunjukkan pukul 09.00 pagi.


"Sayangnya aku tinggal sendiri dulu ya, mau menjemput ShakilaKayla" ucap Danu.


"Setelah menjemput Shakila akun akan langsung bawa Shakila kemari."


***


Bel sekolah berbunyi, Shakila sudah keluar dari kelasnya karena ia berbeda kelas dengan Kayla.


Ia pun menunggu jemputan di gerbang sekolah.


Shakila berdiri di depan pintu gerbang tiba-tiba ada seorang pria yang datang menghampirinya dengan membawa Lollipop.


"Halo sayang,"sapa pria itu.


Shakila kaget ketika orang tersebut menyapanya dengan panggilan sayang.


"Ini Lollipop untuk kamu," ucap pria itu.


Shakila menggelengkan kepalanya dengan lirih.


"Kata bunda, aku nggak boleh menerima pemberian dari orang yang tidak kukenal," ucap Shakila.


"Hahaha siapa bilang kita tidak kenal?"


"Justru kita itu saling mengenal bahkan, ada hubungan keluarga," ucap pria itu


"Hubungan keluarga?"tanya Shakila dengan polos.


"Iya Sayang, apa Bunda tidak memberitahu, siapa ayah Shakila yang sebenarnya?" tanya pria misterius itu.


Shakila berpikir sejenak, sebelum Danu menjadi ayahnya Ia memang tidak mempunyai ayah.


Shakila pun menggelengkan kepalanya.


pria itu tersenyum.


"Kamu mau tahu ayah kamu siapa?" pancing pria itu.

__ADS_1


"Siapa Om? memangnya Om kenal ya sama ayah aku?" tanya Shakila.


" Kenal dong, bahkan sangat kenal,"


"Memangnya siapa Om ayah aku? Aku penasaran deh ayah aku siapa. karena kata teman-temanku, ayah Danu itu ayah tiri. Aku nggak punya ayah kandung katanya," tutur Shakila dengan polos.


"Kalau gitu, ambil permen ini. Karena Om ini, adalah Ayah kamu Nak," ucap pria itu.


"Apa benar Shakila?" sedikit syok


pria itu membuka dompet nya kemudian mengeluarkan selembar foto.


"Ini foto Bunda Shakila kan?"tanya pria itu


"Iya Om bener, itu foto Bunda."


"Kalau begitu, percaya dong jika Om ini adalah Ayah kamu ?"


Shakila begitu kaget.


"Hah Apa benar Om?"tanyanya ragu.


"Iya benar,tapi kamu jangan bilang siapa-siapa ya. Kalau kamu bilang sama ayah dan bunda nanti Om nggak boleh ketemu kamu lagi ," ucap pria itu.


Karena Shakila anak yang polos Ia pun percaya pada pria itu.


"Sayang, ayah belikan Lollipop ini untuk kamu,ada beberapa coklat juga untuk kamu," ucap pria itu sambil menyerahkan kantong plastik berwarna putih.


"Wah banyak sekali coklatnya, kalau sama ibu aku nggak boleh makan coklat yang banyak seperti ini," ucap Shakila


"Kalau begitu kamu sembunyikan coklat itu ya, jangan sampai ketahuan ayah atau ibu. Besok ayah datang lagi. setiap hari ayah akan bawakan kamu coklat, permen dan es krim kamu mau kan?" tanya pria itu.


"Asik? aku mau Om!" seru Shakila.


"Iya Sayang, kalau begitu ayah permisi dulu ya, ingat jangan beritahu pada siapapun tentang pertemuan kita ini ya."


"Iya Om, tenang saja. Terima kasih," ucap Shakila sambil meraih bungkusan coklat dan permen.


Shakila buru-buru memasukkan coklat dan permen kesukaannya itu ke dalam tasnya


"Asik coklat dan permennya banyak, aku jadi bisa makan sepuasnya deh."


Berapa saat kemudian Kayla keluar dari ruang kelasnya. Ia mencari keberadaan Shakila,karena tak menemukan Shakila Kayla pun menyusulnya di depan pintu gerbang.


"Shakila!" teriak Kayla


Shakila sontak menolehkan ia buru-buru merapikan tasnya


"Kamu sudah pulang duluan ya?" tanya Kayla


"Iya, aku lagi nunggu jemputan ayah."


"Kalau Ayah kamu lama jemput, ikut aku saja yuk .Nanti biar ayah yang telepon ayah kamu," usul Kayla.


Beberapa saat kemudian, mobil Danu dan mobil Angga tiba hampir bersamaan.


Mereka pun masuk ke dalam mobil ayah mereka masing-masing.


Di dalam mobilnya Shakila senyum-senyum sendiri sambil membayangkan coklat dan permen yang bisa ia makan sepuasnya.


"Duh anak ayah, kenapa sih senyum-senyum sendiri?" tanya Danu.


"Enggak kok Yah, senang aja sekolah di sana," jawab Shakila berbohong.


Shakila melihat mobil Danu yang berjalan melewati komplek perumahan mereka.


"Kita mau ke mana Yah ?"tanya Shakila.


"Kita ke rumah sakit ya Nak, ibu sedang dirawat di rumah sakit.


Yah sembunyiin di mana ya permen yang coklat ini ,batin Shakila.


Bersambung dulu gengs jangan lupa dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2