
Waktu terus berlalu, tiga tahun sudah Dina menjalani masa hukuman, kini hanya tinggal kurang dari setahun lagi Dina harus menghabiskan masa-masanya di penjara.
Dina sering merasakan rindu terhadap putrinya ingin sekali ia memeluk putrinya itu.
Dina pun menelpon Bu Rania untuk membawa Shakila menemuinya di penjara.
***
Diana sedang menjahit dengan tangannya sendiri, saat itu ia tengah bersandar di tempat tidur. Diana saat ini tengah hamil anak yang kedua.
"Jahit apa Bun?"tanya Angga yang baru masuk ke dalam kamar mereka.
"Oh jahit gaun Yah. Bunda mau bikin dua gaun untuk Kayla dan Shakila."
"Kok nggak pakai mesin, Bun?" tanya Angga.
"Iya Yah, biar terkesan berbeda saja jika dibuat dengan jahitan tangan."
"Oh ya, Yah, beberapa hari lagi Kayla berulang tahun. Bagaimana jika ulang tahun Kayla kita panggil anak yatim untuk baca doa selamat di rumah kita."
"Boleh Bun, Ayah setuju saja."
"Iya sekalian baca doa selamat untuk shakila dan Kayla bersamaan mereka kan cuma berbeda beberapa hari."
"Iya Sayang. Kalau begitu istirahat dulu ya menjahitnya. Karena suamimu ini baru saja pulang bekerja dan butuh perhatian mu juga," ucap Angga sambil mencubit pipi Diana.
Dina tersenyum sambil melepaskan jahitannya itu dan meletakkan di atas tempat tidur.
Angga berbaring di atas pangkuan Diana melepaskan rasa penat dan lelahnya sambil mencium perut buncit istrinya itu.
Diana membelai lembut rambut suaminya.
"Sebentar lagi, adik Kayla dan Shakila lahir nih," ucap Angga sambil mengelus-ngelus perut Diana.
Kayla masuk ke dalam kamar melihat ayahnya yang berbaring di atas pangkuan ibundanya Ia pun marah.
"Bunda! hiks."
Kayla menangis sambil menarik tangan ayahnya.
"Nggak boleh dekat bunda!"
"Ih kenapa nggak boleh, Bunda kan istri Ayah."
"Nggak boleh itu kan bundanya Kayla," ucap Kayla sambil menangis.
Angga beranjak kemudian menggendong putrinya itu.
"Duh yang mau jadi kakak kok masih cengeng sih, mulai sekarang Kayla nggak boleh cemburuan gitu ya karena sebentar lagi Kayla akan punya dedek.
Kayla hanya menatap Angga.
"Dede bayi?"
"Iya dedek Kayla."
"Mama dedeknya?" tanya Kayla.
__ADS_1
Angga mendekatkan Kayla samping Diana, tangan kecil Kayla pun disuruh mengelus perut Diana yang mulai membuncit karena itu saat ini Diana tengah mengandung 5 bulan
"Dedek Kayla masih di perut bunda, jadi Keyla nggak boleh rewel harus jadi anak yang pintar ya ?" ucap Angga sambil mengusap kepala putrinya
"Iya Ayah."
"Kalau begitu, cium perut bundanya sayang. Dedeknya di ajak bicara," ucap Angga.
Kayla naik ke atas tempat tidur kemudian mencium dan mengusap perut Diana.
"Dedek diam di perut bunda nggak merasa sempit Ya Dek?" tanya Kayla dengan polos.
Diana dan Angga saling melempar senyum.
"Nggak dong sayang, kan tempat Dede memang di sana dulu Kayla juga sebelum lahir selama 9 bulan tinggal di perut Bunda," sahut Diana.
Diana sedang melakukan panggilan terhadap seseorang
"Bu rencananya Diana dan Mas Angga mau mengadakan acara selamatan di rumah. ibu hadir Ya, bawa shakila karena shakila dan Kayla kan umurnya sama jadi selamatannya kita satuin aja."
"Iya iya Nak Shakila pasti senang mendengarnya."
"Iya bu, Diana juga sudah menyiapkan gaun untuk Kayla dan shakila rencananya kami akan mengundang anak-anak yatim piatu."
"Baiklah, besok ibu akan bawa Shakila."
oke bu kalau gitu Diana tutup teleponnya ya Assalamualaikum
"Waalaikumsalam."
***
"Assalamualaikum," ucap Bu Wina ketika melihat Diana dan Bu Wina berada di depan pintu menyambut kedatangan para tamu.
"Waalaikumsalam."
" Eh shakila, ayo masuk yuk. Sini ,bunda punya sesuatu untuk kamu," ucap Diana sambil menggandeng tangan Shakila.
Kayla yang sedang digendong oleh Anggap turun dari gendongan ayahnya kemudian menghampiri s6yakila.
Kedua bocah itu pun dipersiapkan menggunakan gaun syar'i yang dirancang dan dijahit oleh Diana sendiri.
Kayla dan shakila saling bergandengan tangan keluar dari kamar dengan menggunakan gaun yang dijahit sendiri oleh Diana. kemudian mereka duduk bersama, keduanya tampak akrab hingga terlihat seperti pasang dengan kembar.
Shakila juga diterima baik di keluarga Angga, Bu Wina juga menganggap Shakila seperti cucunya.
Setiap kali ia membelikan Kayla mainan, Bu Wina juga akan mengirim mainan yang sama ke Shakila.
Kedua gadis yang berumur 2 tahun itu duduk bersama ketika acara selamatan.
"Mereka seperti kembar ya Bu," uca Bu Wina.
"Iya, saya jadi ingat saat Dina dan Diana masih kecil, ya seperti itu. Semua serba sama, mulai dari pakaian ,aksesoris sampai mainan mereka pun sama."
"Iya senang rasanya melihat kepolosan mereka berdua, semoga mereka tetap akur seperti ini sampai mereka dewasa," ucap Wina.
"Aamin semoga saja Bu," sahut Bu Rania.
__ADS_1
***
karena permintaan Dina Bu Rania berencana hendak membawa Shakila menemuinya di penjara.
"Shakila Ayo bersiap, Nak."
Shakila menoleh ke arah bu Rania."Mau ke mana Oma ?" tanyanya dengan cadel.
"Mau besuk Bunda."
"Bunda siapa Oma?" tanya Shakila yang sudah lupa karena terakhir kalinya ia bertemu dengan Dina sekitar 6 bulan yang lalu.
"Bunda siapa Oma?"
"Bundanya Kayla, ya?" tanyanya lagi.
"Bukan sayang kali ini kita bertemu Bunda kamu."
"Bukannya Bunda Shakila itu Oma."
"Hahaha bukan begitu sayang yang mau kita besuk ini adalah Bunda yang telah melahirkan Shakila," ucap Bu Rania.
"Bunda yang melahirkan Shakila kalau begitu Shakila juga punya bunda dong seperti Kayla."
"Iya dong Sayang Ayo sekarang kita siap Sebentar lagi Om Danu datang untuk menjemput kita."
Setelah beberapa saat menunggu, mobil Danu tiba di depan rumah Bu Rania. Sontak saja membuat Shakila begitu bahagia.
Shakila langsung turun dari gendongan Omanya, kemudian berlari menghampiri Danu.
"Om beli es krim," pinta Shakila.
"Beli es krim ? iya nanti setelah melihat ibu, kita beli es krim ya," ucap Danu sambil menggendong gadis kecil itu.
"Oke Om."
Bu Rania membawa rantang untuk makanan Dina ,sementara Danu membantu menggendong Shakila menuju mobil.
Shakila memang akrab dengan Danu karena setiap datang Danu selalu membawakan makanan ringan dan juga es krim untuk Shakila.
Mereka pun menuju tahanan. Setibanya di tahanan.Bu Rania langsung menghubungi petugas meminta izin untuk bisa bertemu dengan Dina.
Enam bulan yang lalu Bu Rania memang pernah membawa Shakila, namun saat itu Shakila masih bayi Mungkin ia tidak mengenal Dina sebagai ibunya.
petugas kembali menemui mereka dengan membawa Dina ke sebuah ruangan.
Ketika melihat gadis kecil itu datang ke seketika Dina menangis.
"Shakila," ucap Dina lirih Ia pun menangis.
Shakila menatap wajah wanita yang menangis di hadapannya.
"Syakila Hiks hiks," ucap Dina sambil merentangkan tangannya ingin memeluk Syakila.
Sementara Shakila hanya diam dan mematung ia tak mengenali orang asing yang ada di hadapannya itu.
Bersambung dulu gengs jangan lupaya dukungannya
__ADS_1