Pernikahan Ke 3

Pernikahan Ke 3
Pengalihan


__ADS_3

Setelah menutup teleponnya, Dina langsung mencari tas Shakila. 


Alangkah kagetnya ia ketika menemukan coklat dan aneka makanan ringan di tas Shakila.


Karena keadaan Dina yang kurang memungkinkan, Ia tak pernah memeriksa tas putrinya tersebut.


"Ternyata benar," gumam Dina.


Dina langsung menghampiri Shakila.


"Shakila bunda mau bicara sebentar."


Shakila saat itu sedang belajar bersama Danu.


"Ada apa sih Bun, Kok wajahnya tegang begitu?"


"Shakila, apa benar selama beberapa hari ini kamu dikasih permen dan kue yang banyak oleh seorang pria?" Tanya Dina.


Shakila tertunduk, ia ingat pada pria yang memberinya ku melarangnya untuk memberitahukan hal itu kepada kedua orang tuanya.


"Shakila Ayo jawab!" Suara Dina agak meninggi.


"Bun, kenapa sih kamu bentak-bentak Shakira seperti itu!" Protes Danu.


"Gimana aku nggak panik Yah,  Shakila beberapa hari ini didatangi seorang pria yang memberinya banyak kue dan permen, apalagi pria itu mengaku sebagai ayahnya."


Danu langsung menoleh ke arah Shakila yang tertunduk.


"Apa benar seperti itu Shakila?"tanya Dua.


Bibir Shakila mencebik  ia berusaha menahan air matanya karena takut.


"Ayo jawab!" bentak Dina lagi.


"Bun nggak usah seperti itu! Kasihan Shakila, Shakila, dia masih kecil."


Danu mendekat ke arah Shakila "Shakila apa yang benar yang dikatakan oleh Bunda?"tanya Danu.


"Hiks hiks Iya Yah," tutur Shakila sambil menangis.


Mendengar pengakuan syakila, Danu Menarik napas panjang.


"Siapa Nak, orangnya Shakila kenal?" Tanya Danu.


"Awalnya Shakila k nggak kenal, om itu mengaku katanya dia Ayah Shakila, sebelum Ayah Danu yang menjadi Ayah Shakila."


Danu menatap ke arah Dina seolah bertanya siapa yang dimaksudkan oleh Shakila.


"Ya sudah Shakila istirahat, besok biar Ayah yang antar sekolah."


Shakila membereskan buku-bukunya kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Saat itu Dina terlihat begitu kesal.


"Menurut kamu siapa bun pria itu?"


"Aku rasa dia Rasyid, Yah."


"Bukannya Rasyid itu dipenjara selama puluhan tahun?"


"Iya tapi orang seperti dia itu licik."

__ADS_1


"Aku jadi khawatir dengan Syakila. Sebenarnya apa maunya Rasyid menemui Shakila, dia tak pernah tahu jika aku mengandung."


"Gak usah asal tuduh dong Bun, siapa tahu bukan Rasyid."


"Iya terus kita harus bagaimana Yah?"


"Kamu tenang saja, kita rundingkan ini pada Diana dan Angga."


Mereka pun menelpon Diana dan Angga.


"Begini saja, besok akan ku minta bodyguard untuk mengawasi Shakila dari jauh. Untuk sementara kita pura-pura saja tak mengetahui hal ini, " usul Angga di dalam sambungan teleponnya.


"Makanan yang ada di tas Shakila jangan di buang, coba kita teliti di laboratorium apa mengandung unsur berbahaya."


"Baiklah, kalau begitu besok kita semua berada di lokasi sekolah untuk melakukan pengintaian."


"Baiklah kalau begitu sampai jumpa besok."


***


Keesokan harinya mereka sengaja mengintai pria yang mengaku ayah dari Shakila tersebut.


Danu sengaja terlambat menjemput Shakila.


Begitupun Kayla,  ia dilarang menghampiri Shakila. Kayla di suruh menunggu di dalam sekolah.


Benar saja, setelah Shakila keluar. Ia menunggu di tempat biasa. Kemudian ada seorang pria yang menghampirinya.


"Halo Sayang, permen mu masih ada?" tanya pria itu sambil berjongkok menghadap Shakila.


"Masih Om."


"Mau permen dan coklat lagi?'


"Nih ayah bawa banyak sekali permen," ucap pria tersebut sambil menyodorkan bungkusan yang berisi permen.


"Terima kasih Om."


"Sama-sama Saya…"


"Jangan bergerak! Angkat tangan !" Seru Seseorang dari arah belakang pria misterius itu.


Pria itu berdiri sambil mengangkat tangannya.


"Apa salah saya?"tanya pria itu.


"Kamu di duga melakukan percobaan penculikan."


Polisi membuka topi yang di kenakan oleh pria misterius itu.


"Saya tidak melakukannya pak. Saya hanya memberikan permen ini kepada anak ini, karena anak ini begitu mirip dengan mendiang Putri saya," ucap pria itu.


"Jelaskan saja nanti di kantor kepolisian."


Angga heran melihat pria itu dia bukanlah Rasyid seperti yang mereka tuduhkan.


Angga menelpon Diana.


"Udah Bagaimana hasil pemeriksaan laboratorium coklat dan permennya?" 


"Hasilnya nggak ada apa-apa aman kok."

__ADS_1


"Di sini juga begitu Bunda ternyata bukan Rasyid yang mengaku sebagai ayah Shakila."


"Lalu siapa Yah?"tanya Diana bingung.


"Entahlah polisi lagi menyelidikinya orang itu dibawa ke kantor polisi sekarang."


"Syukurlah apa jika memang seperti itu."


"Kalau begitu Ayah jemput Kayla."


"Enggak melihat dengan jelas jika lelaki itu bukan Rasyid."


Ia pun menghampiri Shakila.


"Shakila apa Om itu yang sering memberi Shakila permen dan coklat?"


"Iya Yah, tapi kenapa Om itu ditangkap polisi?" tanya Shakila.


"Oh tidak dia hanya diamankan jika memang tidak terbukti Om itu akan dilepaskan."


"Ayo kita jemput Kayla."


Angga menuntun Shakila masuk ke dalam sekolahan. Ia pun menuju ruang kelas Kayla.


Sesampainya di ruang kelas Kayla yang kosong mereka juga tak menemukan Kayla.


"Loh kena ke mana perginya Kayla?"tanya Angga bingung, perasaannya mulai tak enak saat itu.


 Mereka pun mencari keseluruhan are sekolahan tersebut. Namun tetap saja tak menemukan Kayla.


Angga jadi panik dan khawatir Ia pun menghubungi pihak sekolah dan guru untuk mencari keberadaan Kayla.


10 menit mereka mencari Kayla tak juga ditemukan. Karena khawatir ,petugas keamanan pun memeriksa CCTV.


Apa yang ditakutkan Angga terjadi .


Dalam rekaman CCTV itu mereka melihat Kayla dibawa oleh seseorang yang tak dikenal.


"Kayla."


Angga  begitu panik ketika putrinya di bawah oleh orang yang tak dikenal. anehnya Kayla menurut saja dengan orang tersebut.


Proses pencarian terus dilakukan di sekitar lingkungan sekolah.


"Siapa yang membawa Kayla?" tanya Angga dengan panik Iya begitu ketakutan jika sesuatu terjadi pada putrinya.


Angga langsung menelpon polisi .s6aat itu juga , ia membuat laporan kehilangan berdasarkan bukti CCTV.


Untuk memastikan jika Kayla sudah pulang ke rumah, Angga mencoba menelepon Diana.


"Halo bunda apakah Kayla  sudah pulang?"


"Oh bukannya Kayla Ayah yang jemput?"


"Bun sepertinya Kayla diculik penjahat itu bukan mengincar Shakila tapi Kayla."


"Apa ya Kayla diculik?! Tanya Diana dengan syok.


Tut Tut Tut…


Sambung telepon terputus, seketika Diana pingsan.

__ADS_1


"Kayla hiks hiks."


Bersambung dulu ya readers ini episode-episode terakhir so tetap saksikan ya.


__ADS_2