Pernikahan Ke 3

Pernikahan Ke 3
Dibawa Kabur


__ADS_3

"Kau, bukan kah_" tubuh Diana kembali terkulai tak berdaya ketika berada di dalam helikopter.


Diana kembali pingsan, karena syok ketika melihat seseorang yang mirip Rasyid.


Helikopter tiba di suatu daerah terpencil di sebuah pulau.


Rasyid menggotong tubuh Diana untuk masuk ke dalam mobil.


***


Diana membuka matanya secara perlahan, kepalanya masih terasa sakit, selain itu ia pun merasa mual akibat dari mobil yang bergoyang melewati jalan yang tidak rata.


"Sudah bangun kau sayang," ucap Rasyid sambil tersenyum ,saat itu ia tengah membelai-belai wajah Diana dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


"Mas Rasyid, kau?!"Diana bertanya dengan bibir dan tubuh yang gemetar karena takut.


"Kenapa? Kau pasti mengira aku sudah meninggal kan ?"Rasyid kembali bertanya.


Diana bangkit dari duduknya saat itu dia dalam keadaan posisi terbaring dengan paha Rasyid sebagai bantal yang menahan kepalanya.


"Mau apa kau Mas?" tanya Diana sambil bersidekap. Diana begitu takut melihat tatapan nakal dari Rasyid yang memperhatikan dirinya dari atas sampai bawah.


Rasyid tersenyum sembari membelai wajah Diana kembali. Namun Diana buru-buru menepisnya.


Diana menggeser bokongnya agar lebih menjauh dari pria yang sempat ia nikahi itu.


"Kenapa harus takut Sayang, aku takkan menyakitimu,' ucap Rasyid dengan senyum menyeringai.


"Apa yang kau inginkan dariku, Kenapa kau menculikku?" tanya Diana dengan gagap karena takut.


Rasyid mendekatkan wajahnya lebih dekat pada wajah Diana, kemudian ia hendak menyentuh bibir Diana dengan bibirnya.


Namun Diana langsung mendorong tubuh Rasyid.


"Jangan Mas, jangan sentuh aku .Aku ini seorang istri dan aku sedang mengandung .Tolong jangan sentuh Aku Hiks hiks," pinta Diana sambil menangis.


Rasyid masih tersenyum.


"Aku Aku tidak ingin apa-apa hanya ingin memilikimu, kita akan menikah dan selamanya Kau akan menjadi milikku," ucap Rasyid.


Diana kaget mendengar penuturan Rasyid itu.


"Nggak mungkin Mas! aku aku masih istri sah Mas Angga, aku juga tengah mengandung anaknya. Tolong Mas, lepaskan aku, aku mohon biarkan aku hidup tenang," ucap Diana dengan bibir yang bergetar karena takut.


Rasyid masih tersenyum, sambil menatap tubuh Diana kembali dari atas sampai bawah, dan itu membuat Diana semakin takut.


"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, Sayang. Apa harus aku membunuh suamimu itu agar kau menjadi janda dan bisa menikah denganku lagi,"ucap Rasyid dengan nada pelan seperti tidak ada beban.

__ADS_1


Diana semakin gemetaran keringat dingin mengucur deras di tubuhnya saat itu.


"Jangan Mas, jangan sakiti Mas Angga, Mas Angga tidak bersalah," pinta Diana dengan memelas.


"Tidak bersalah, tapi dia telah merebutmu dari ku,"sahut Rasyid.


"Tapi Mas Angga menikahiku karena statusku sudah janda."


Rasyid menatap Diana dengan tatapan tajam seperti ingin menerkam.


"Sebenarnya ini salahmu Sayang, kenapa dengan cepat kau menikah dengan pria lain, kan jadi aku harus membunuh mereka," ucap dengan suara yang pelan dan lembut.


Diana semakin kaget mendengar penuturan Rasyid itu.


"Ja-jadi kaulah yang telah membunuh Mas Irfan ?"tanya Diana dengan tubuh yang masih bergetar dan nafas yang terengah-engah .Diana semakin takut melihat tatapan tajam dari Rasyid itu.


Rasyid yang dilihatnya Sekarang tak seperti Rasyid 2 tahun yang lalu ketika menjadi suaminya.


Mungkin saat ini Rasyid telah menunjukkan sifat aslinya. Kata-katanya tetap lembut. Namun, tatapannya begitu berbeda.


"Hiks hiks kenapa kau tega sekali membunuh Mas Irfan? Apa salahnya dia menikahiku, karena aku seorang janda. Kenapa juga kau pura-pura meninggal?" tanya Diana dengan memberanikan diri.


"Aku terpaksa melakukannya, aku sudah banyak membunuh orang yang menurutku menghalangi semua jalanku. jadi aku bunuh saja Irfan. Aku tak ingin ada yang memilikimu, selain diriku.


Diana semakin takut karena yang dilihatnya saat ini bukanlah sosok Rasyid yang baik, sabar dan romantis tapi seorang psikopat yang kejam dan berdarah dingin.


"Sebenarnya sudah lama aku ingin membunuh Angga, tapi saudara kembar mu itu melarangku."


"Tentu saja, dia adalah mata-mataku jika tidak, dari mana aku tahu semua informasi tentang dirimu," ucap Rasyid.


"Ternyata kalian berdua telah telah bersekongkol, teganya kalian menghabisi nyawa orang hanya untuk mendapatkan sebuah ambisi!" cecar Diana.


Diana menangis tersedu-sedu karena tak percaya jika saudara kembarnya itu terlibat dalam rencana busuk Rasyid.


"Cup cup cup Jangan menangis sayang Jangan dipikirkan semua sudah terlanjur," bujuk Rasyid kemudian ia tertawa.


"Jahat sekali kau ! tak seperti yang ku kenal ! Lepaskan aku!" seru Diana.


'"Melepaskanmu? setelah apa yang aku lakukan selama ini aku sudah lama menunggu saat-saat ini dan akhirnya aku bisa membawamu pergi yang jauh,"sahut Rasyid.


"Dasar munafik !"kecam Diana


"Hahaha tahu kah kau sayang dunia ini panggung sandiwara. Terkadang kita harus pura-pura menjadi orang yang baik, untuk mendapatkan apa yang kita mau. Terkadang juga kita harus berubah menjadi orang jahat, demi sebuah ambisi hahaha," ucap Rasyid dengan tawa jahatnya.


Rasyid coba meraba wajah Diana kembali tapi tangannya langsung di tepis Diana.


"Jangan sentuh aku Mas!"

__ADS_1


"Hahaha kenapa sayang?"tanya Rasyid.


"Karena aku bukan istrimu!"


"Oh hanya karena itu, baiklah sebentar lagi kau juga aku menikah denganku. dan kita akan hidup bahagia selamanya di sini, "ucap Rasyid.


"Tidak!" Diana menangis sejadi-jadinya.


Diana coba untuk membuka kaca jendela mobil kemudian ia berteriak minta tolong.


Tolong! tolong!" teriak Diana.


"Hahaha sampai habis suaramu, tidak akan ada yang menolongmu di sini. Pulau terpencil ini hanya ada aku dan orang-orang ku di sini," ucap Rasyid.


Diana berhenti teriak meminta tolong,karena tak menemukan satu orang pun yang berada di jalan.


Diana mengedarkan pandangannya coba mengingat jalan yang ia lewati rasanya memang percuma jika berteriak minta tolong di dalam mobil.


"Sudahlah sayang, kau terima saja takdirmu jika kau memang tercipta hanya untukku," ucap Rasyid dengan tawa renyahnya.


Bola mata Diana berpendar memikirkan cara untuk keluar dari tempat terpencil tersebut.


Beberapa saat kemudian ia melihat permukiman penduduk


'Alhamdulillah, ternyata masih ada pemukiman penduduk di sini, aku harus pikirkan bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari tempat ini,'batin Diana.


10 menit kemudian mobil pun berhenti di sebuah rumah yang berbentuk seperti Villa.


Rasyid turun dari mobil kemudian membuka pintu untuk Diana.


Ayo Sayang aku bantu Kau turun ucapan sambil mengulurkan tangannya


"Tidak Mas, Jangan sentuh tanganku," ucap Diana dia pun turun dari mobil.


Diana mengamati Villa yang ada di hadapannya. iya sendiri tak tahu wilayah mana ini ia berada saat ini.


"Bagaimana ini, aku sendiri tak tahu daerah mana aku berada. Bagaimana caranya, agar aku bisa menghubungi Mas Angga dan keluargaku, Ya Allah bantulah aku jauhkanlah aku dari orang-orang yang zalim," ucap Diana.


Mau tak mau, Diana masuk ke dalam villa itu, iya masih terus memikirkan cara bagaimana bisa keluar dari rumah itu dan menghubungi keluarganya.


"Sayang aku tahu, Kau pasti lelah, kamar ini tersedia untukmu beristirahatlah ," ucapan Rasyid sambil membuka pintu untuk Diana.


Diana terpaksa masuk di ruangan tersebut, kemudian ia dikunci dari luar oleh Rasyid.


Diana buru-buru membersihkan wajahnya untuk melakukan salat, beberapa waktu yang zudah ditinggalkan dalam sujudnya ia berdoa


"Ya Allah ya Tuhanku selamatkanlah aku dari orang-orang zalim ini ,"ucap Diana.

__ADS_1


Diana terus berdoa dan memohon sambil berzikir agar ia tak sampai celaka dan disentuh oleh Rasyid.


Bersambung dulu gengs.


__ADS_2