
"Jangan bergerak! rumah ini sudah kami kepung!" ucap seorang polisi.
Semua mata tertuju pada polisi yang datang itu
Rasyid dengan sigap langsung meraih Diana ia meletakkan pistol ke kepala Diana.
"Jangan ada yang bergerak! jika tidak, aku tembak dia !"ucap Rasyid.
"Diana !" tiba-tiba suara lantang seseorang terdengar memanggil Diana.
Angga yang baru masuk ke dalam rumah tersebut, menahan langkahnya karena melihat Diana berada dalam kekuasaan Rasyid.
"Jika kalian berani melangkah, akan ku tembak dia!" ucap Rasyid sambil memeluk Diana kemudian membawanya.
"Lepaskan!"Diana memberontak.
"Jangan sakiti dia!"teriak Angga.
Semua masih berada di posisinya masing-masing, terkecuali orang-orang Rasyid yang menodongkan pistol ke arah depan.
Rasyid mundur ke belakang untuk membawa Diana. Namun, ia segera menghentikan langkahnya ketika merasa benda keras yang menyentuh kepalanya.
"Lepaskan wanita itu !" ucap seorang berpakaian polisi sambil menodongkan pistol ke kepala Rasyid.
Dengan terpaksa Rasyid melepaskan Diana.
Diana langsung berlari menghambur memeluk Angga.
"Mas Angga, hiks " ucapnya Diana sambil menangis dalam pelukan suaminya.
"Kau tidak apa-apa Sayang?"
Diana semakin mempererat pelukannya.
Hiks hiks ia begitu syok.
"Geledah seisi rumah ini, dan kumpulkan semuanya yang terlibat!"
teriak salah seorang Polisi.
"Akhirnya kami menemukanmu, kau takkan bisa kabur lagi! kau sudah banyak berbuat kejahatan," ucap polisi itu sambil mengeluarkan borgol.
Rasyid di bekuk tanpa perlawanan tangannya segera di borgol.
"Lihat saja kau akan menyesal Diana, kau tak akan hidup dengan tenang Diana!'seru Rasyid yang merasa cemburu karena melihat Angga dan Diana berpelukan.
Diana terus menangis diperlukan Angga. Diana begitu sok dan ketakutan tubuhnya juga lemah karena dehidrasi dan kekurangan makanan.
"Jangan hiraukan dia sayang! sekarang takkan ada yang berani menyakitimu lagi," Ucap Angga sambil mempererat pelukannya.
Rasyid menatap tajam ke arah pasangan suami itu namun ia langsung digiring dengan mobil tahanan begitupun dengan anak buahnya.
Setelah meluapkan kerinduan selama beberapa saat, Angga merenggangkan pelukannya, ia melihat wajah Diana yang terlihat pucat dengan tubuh yang gemetar.
"Kau tidak apa-apa Sayang?"tanya Angga menatap wajah Diana masih begitu Syok.
Diana menggelengkan kepalanya.
"Ayo kita pulang," ucap Angga sambil merangkul istrinya itu.
__ADS_1
Diana masih menangis terisak dengan telapak tangan yang gemetar sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Angga.
"Sudah Sayang, semua sudah terungkap.Tak ada lagi yang mengganggu kita," ucap Angga sambil mengecup pucuk kepala istrinya.
Setelah keluar dari rumah itu Angga dan Diana masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil Diana kembali memeluk Angga. Angga mengusap punggungnya istrinya sambil mencium pucuk kepala Diana agar sang istri bisa lebih tenang.
"Sebenarnya apa yang terjadi, Sayang ?"
"Mas Rasyid memaksa ku untuk menikah dengannya hiks hiks," ucap Diana.
"Astagfirullah. Mungkin dia gila," Angga semakin erat memeluk istrinya.
"Aku tak pernah menyangka jika mas
Rasyid itu seorang pisikopat berdarah dingin. Dia begitu kejam. Untung saja Tuhan memisahkan kami sebelum aku sempat menjalani hari-hari sebagai istrinya," Tutur Diana dengan sisa Isak tangisnya.
"Untung saja kau tak apa-apa, setelah ini kita periksa kandungan mu ya."
"Iya Mas," jawab Diana lirih.
"Mas, mas kita cari warung terdekat ya."
"Untuk apa sayang?"
"Aku lapar Mas, dari kemarin aku hanya diberi makan sekali, aku takut terjadi sesuatu pada anak kita," ucap Diana sambil mengusap perutnya.
Angga ikut mengusap perut Diana. "Ya Tuhan, Semoga kandunganmu tidak apa-apa sayang. Rasyid benar-benar brengsek," ucap Angga dengan geram.
"Aku lapar sekali Mas," ucap Diana lirih tubuhnya semakin lemas.
"Boleh juga Mas, aku sudah tak tahan," sahut Diana dengan bibir yang bergetar.
"Pak jika kita melewati permukiman warga, berhenti sebentar ya, Pak," ucap Angga pada sopir mobil itu.
"Iya Den," sahut Pak sopir.
"Sayang sabar ya Nak, ayah akan carikan makanan untuk kamu," ucap Angga sambil mengelus perut Diana kemudian ia pun mencium pucuk kepala istrinya.
Angga begitu sedih melihat istrinya yang menderita karena Rasyid.
Karena di sana tak ada menjual makanan, Angga menghampiri rumah salah seorang warga.
"Permisi Bu,"ucap Angga ketika melihat seorang wanita keluar dari rumahnya.
"Iya Mas ada apa?"tanya wanita paruh baya itu.
"Bu, apa ibu punya nasi atau makanan pokok lainnya?" tanya Angga.
Karena istrinya kelaparan Angga tak malu meminta makanan pada warga.
"Ada Mas, tapi hanya ada ikan asin saja sebagai lauknya."
"Tak apalah Bu, istri saya sudah merasa lapar dia sedang hamil, sementara untuk menuju pelabuhan butuh waktu 1 jam lagi jam," ucap Angga.
"Oh ya silakan masuk Mas," ibu itu pun membuka daun pintu.
"Makasih ya Bu," ucap Angga.
__ADS_1
Angga menghampiri Diana, kemudian Ia membuka pintu mobil dan menuntun istrinya yang sudah lemah itu menuju rumah salah seorang warga.
"Silakan masuk mbak," ucap wanita tersebut dengan ramah, sambil membawakan nampan berisi nasi putih sambal terasi dan ikan asin.
Diana tersenyum melihat makanan itu, ia menelan ludahnya yang terasa kembang
"Cuma ada ini Sayang, kamu mau kan? makan ini untuk sementara ganjal perut kamu dulu," ucap Angga.
"Mau, tapi Mas yang suapin," ucap Diana dengan manja.
"Iya Sayang."
Angga duduk bersila kemudian ia menggaut nasi menyuapi Diana dengan tangannya sendiri.
"Mas, sekalian Mas-nya makan,"ucap wanita itu sambil menyodorkan piring.
"Ya Bu, istri saya saja yang makan, saya sudah makan," ucap Angga.
Wanita itu tersenyum melihat pasangan yang sangat serasi itu terlihat mesra.
Meski dengan lauk seadanya, Diana makan begitu lahap.
"Wah kamu lapar sekali sayang,mau nambah lagi ?"tanya Angga ketika nasi di piring Diana sudah habis.
"Iya Mas, entah kenapa aku jadi berselera mungkin karena tangan mas yang yang membuat makanan itu terasa enak,"ucap Diana sambil tersenyum ke arah suaminya.
"Kamu sudah pandai merayu ya," sahut Angga sambil mencubit hidung Diana.
Haha mereka berdua tertawa kecil.
Setelah menghabiskan dua piring nasi, seketika metabolisme tubuh Diana bekerja, keringat langsung mengucur di tubuhnya.
Meski masih merasa lemas, Namun Diana sedikit lebih bertenaga daripada sebelumnya.
"Bagaimana kamu mau istirahat dulu? atau kita lanjutkan perjalanan ini ?"tanya Angga.
"Kita lanjutkan saja perjalanannya,Aku sudah lelah Mas."
"Baiklah kalau begitu sayang ku, semua perintah Nyonya aku turuti," sahut Angga
Setelah merasakan ketegangan ketika sang istri di culik, kini Angga sudah bisa bernafas lega. Ia pun semakin berbahagia.
Angga membuka dompetnya mengeluarkan beberapa lembar uang pecahan rp100.000
"Bu Bu terima kasih ya, ini saya berikan sebagai ungkapan terima kasih saya," ucap Angga pada wanita tuan rumah itu.
"Oh Jangan masih, saya ikhlas." ucap ibu itu menolak pemberian Angga
" Nggak apa Bu, saya juga ikhlas." Angga langsung menyodorkan wanita itu uang sebesar 1 juta.
"Terima kasih sekali Mas, Semoga perjalanannya dilancarkan ya," ucap ibu itu dengan perasaan yang bahagia.
"Iya Bu, terima kasih," ucap Angga ia pun kembali membopong tubuh istrinya dan membawa Diana menuju ke dalam mobil.
Satu jam perjalanan, mereka tiba di dermaga. karena akses untuk menuju pulau tersebut hanya menggunakan kapal feri, Angga menyewa helikopter untuk membawa mereka pulang, saat itu juga dermaga penyeberangan dipenuhi dengan petugas kepolisian membawa para penjahat itu.
Dengan tertangkapnya Rasyid hari ini, polisi juga dapat menggunakan kasus pertambangan liar di sekitar pulau.
Angga dan Diana masuk dalam salah satu helikopter dan meninggalkan pulau tersebut.
__ADS_1
Bersambung dulu.