
Raina tertegun sekaligus merasa lega,setidaknya ia tidak di bawa ke rumah sakit.
"kalau begitu kau harus istirahat penuh hari ini!"perintah Alvan dengan nada yang tidak bisa di bantah,membuat Raina yang berjiwa Qalista itu merasa tidak terima bisa-bisanya dia di perintah biasanya dialah yang memerintah orang lain tanpa boleh di bantah,tapi ia tidak bisa asalan bertindak terlebih lagi hatinya sedang hancur sekarang karena mendapati tubuh yang bernasib tragis.
ia melihat Alvan yang duduk di sofa, membuatnya merasa tidak nyaman untuk meluapkan kekesalannya",bukan kah kau mengatakan ada rapat penting,pergilah aku tidak akan kemana-mana!"ucap nya pada pria yang sudah membaca dokumen itu.
Alvan tiba-tiba teringat dengan sesuatu yang kembali membuat nya sedih,dan tertawa sinis,mungkinkah dia di minta untuk mencuri rahasia pengembangan perusahan ini lagi oleh pria itu sehingga ia dengan nekat datang hari ini!"gumam nya dengan tertawa sedih dengan hati yang teriris padahal ia begitu bahagia melihat Raina menginjak kan kaki di perusahaan nya,ia baru ingat hal itu saat Raina menyuruh nya pergi barusan.
"baiklah,jaga diri mu baik-baik aku akan pergi meeting dulu jika ada perlu ada sekretaris pribadi ku di sebelah kau bisa meminta bantuan nya!"ucap nya dengan nada dingin dan wajah datar bahkan membuat Raina sendiri bingung dengan perubahan sikap yang begitu berubah drastis dalam waktu sekejap
saat ia memikirkan Raina yang selalu mengkhianati nya membuat nya sangat sakit hati,"apakah ini sudah saat nya akan berakhir?"gumam nya menatap lama dokumen penting dan rahasia pengembangan perusahan Leng untuk kedepan nya yang sekarang di pegang nya.
"tidak,aku masih belum ingin ini berakhir!"gumam nya dengan menutup mata kuat,dan melangkah kan kaki keluar.
tapi pada saat ia sudah keluar dari ruangan nya,seorang pria yang tak lain adalah sahabat nya sudah berdiri di sana.
"apa yang kau lakukan di perusahan ku!?"tanya Alvan dengan nada cuek dan dingin.
"aku mendengar dari asisten mu kalau gadis itu mengunjungi perusahan mu,jadi aku datang!"ucap pria yang bernama bobby itu dengan ekspresi serius.
"apa urusan nya dengan mu!"ucap Alvan dengan menatap tajam sekilas teman nya itu dan ingin berjalan melewati nya,tapi Bobby dengan cepat menahan nya.
__ADS_1
"mungkin ini adalah trik yang mereka lakukan,pria yang menjadi selingkuhan nya itu pastinya tahu tentang rahasia pengembangan perusahan mu dan mengirim gadis itu untuk mencuri nya dari mu!",ucap Bobby dengan lantang.
ia menepuk pundak Alvan"jangan membohongi dirimu sendiri lagi Van!!,aku tahu kau sebenarnya tahu hal itu tapi kau seolah menutup mata!"jelas Bobby dengan berapi-api tidak tahan dengan cinta sahabat nya itu,yang selalu di khianati.
"bukan urusan mu bob,ini adalah urusan ku!"ucap Alvan masih berisi kukuh.
"tidak bisa Van,kau harus segera bangkit dari cinta mu yang tidak jelas ini!sudah saat nya kau mencari wanita lain kalian bisa saling mencintai satu sama lain tanpa kebohongan dan penghianatan apapun!"tutur Bobby lagi dengan memohon ia sebagai sahabat ia tidak bisa melihat sahabatnya selalu berada dalam hubungan yang berkhianat.
David menatap Bobby dengan tatapan kosong,ia memang tidak bisa terus berada di lingkaran itu,"jadi apa maksud mu mengatakan itu?"tanya nya meski tahu apa maksud bobby.
"jangan bertanya pada ku,aku tahu kau tahu sendiri apa yang harus di lakukan Van!"ucap Bobby.
"Tolong jangan memilih pria itu! jangan kecewakan aku"gumam nya,kemudian memberikan rahasia pengembangan perusahan nya pada Bobby untuk di letakkan kembali ke meja ruangan nya.
"ingat Van,jika kali ini dia mencuri rahasia perusahan mu lagi,kau harus bersiap menceraikan nya hari ini juga!ini akan menjadi kesempatan terakhirnya!"ucap Bobby sebelum masuk keruangan nya.
"kali ini saja,semoga kau tidak mengecewakan ku!!aku tidak peduli di lain hari lagi!"gumam Alvan dengan perasaan sedih membayang kan Raina yamg lebih memilih pria lain dari pada dirinya,bahkan rela melakukan apapun demi pria itu.
di sisi lain
Raina masih memikirkan nasib nya yang sangat sial,jika tahu hidupnya jadi seperti ini ia tidak akan berdoa untuk mati,karna sibuk dengan penyesalan nya ia tidak menyadari Bobby masuk dan meletakkan sebuah dokumen penting di meja Alvan.
__ADS_1
Bobby melirik kamar yang sedikit terbuka berfikir Kalau gadis didalam kamar itu sedang mengintip,tapi ia tidak melihat ada seseorang yang mengintip bahkan terlihat pintu tertutup dengan rapat,tapi ia tak peduli karna ia sangat yakin dokumen itu pasti sudah hilang nanti saat mereka akan kembali nanti.
***
"hari ini Rapat di tunda,kita lakukan rapat besok!kalian boleh bekerja kembali!"ucap Alvan pada para direktur yang sudah berada di ruang rapat sedari tadi menunggunya.
para direktur itu bertanya-tanya dalam hati kenapa rapat tiba-tiba di batalkan,tapi mereka tidak berani bertanya pada sang CEO,hanya menuruti ucapan sang CEO keluar dan bekerja kembali.
setelah mereka semua keluar Alvan duduk di kursinya,yang di ikuti Bobby duduk di depan nya.
"david!aku sudah meminta rekaman langsung Cctv ruangan mu dari asisten mu,kita akan melihat apa saja yang di lakukan gadis itu!"ucap bobby dengan semangat nya membuka laptob,berbeda dengan Alvan yang gugup dan khawatir dengan apa yang akan di lakukan istrinya,ia sangat berharap Raina benar-benar berubah.
***
sementara Raina ingin menenangkan pikiran nya jadi dia keluar dari kamar dan melihat tidak ada siapapun disana,ia memperhatikan setiap sudut ruangan itu yang benar-benar tertata dengan rapi,tiba-tiba ia teringat dengan kantor nya sendiri yang menjadi tempat nya sehari-hari bahkan ia lebih sering menghabiskan waktu di perusahaan nya dari pada di apartemen nya,rasa penyesalan kembali melanda dirinya membuat nya sangat frustasi.
"aku ingin kembali!aku tidak ingin berada di sini!!lebih baik aku tidak mempunyai pasangan seumur hidup dari pada hidup menjadi Raina yang menyedihkan ini!"gerutu nya sembari berjalan mendekati meja yang menjadi tempat bekerja Alvan setiap hari mendudukkan bokong nya tapi ia merasa tidak nyaman sama sekali.
bersambung....
jika kalian suka tinggalkan like dan komen terimakasih.
__ADS_1