
Sesampainya di ruang VIP nomor 7 Alvan tanpa basa-basi menendang pintu itu hingga terbuka membuat orang-orang yang berada di sana menoleh bersamaan.
Alvan dan sekretaris nya, begitu pun dengan Renata dan wanita paruh baya itu terkejut melihat Susana di dalam ruangan itu.
Raina gadis bertubuh mungil dan pakaian seksi itu memegang dua pistol dan mengarahkan pada orang-orang yang tiarap di sana, bahkan hanya dirinya yang berdiri sedang kan semua orang tiarap ketakutan.
"Tuan tolong kami!!wanita ini adalah psikopat dia ingin membunuh kami semua!!",teriak seorang wanita dengan pakaian yang seksi dalam kondisi tiarap sama seperti yang lainnya.
dor....
suara tembakan itu membuat semua orang yang berada di ruangan itu terkejut termasuk ke empat orang yang baru saja datang itu.
"Aku-aku bukan psikopat aku hanya membela diri dan melindungi diriku!",ucap Raina dalam sekejap berubah menjadi kelinci menggemaskan yang tampak ketakutan bahkan kedua pistol di tangan nya langsung jatuh setelah melepaskan satu peluru nya.
Alvan senang mendengar nya ternyata Raina demi melindungi dirinya terpaksa memberanikan diri dengan mengancam orang-orang itu dengan pistol, tatapan nya melihat dari ujung kaki hingga kepala Raina ia tampak tidak senang melihat istri kecilnya itu berpakaian seksi dengan cepat ia melepaskan jas nya dan berjalan ke arah Raina kemudian memakai kan nya.
"sudah jangan takut,sekarang aku di sini"ucapnya menarik Raina kedalam pelukannya kemudian menyapu tatapan nya ke arah orang-orang itu dan melihat sosok Alex dosen Raina,ia yakin Kalau Alex memaksa istri kecil nya itu bermain di bar tapi untung saja Raina sudah benar-benar berubah sehingga ia tidak mau melakukan hal yang tidak-tidak di sana.
"Aku takut,mereka ingin memaksa ku tapi aku tidak mau dan mereka juga ingin menyiram ku dengan minuman keras, karna itu aku menyandra mereka dengan pistol yang tadinya aku lihat di dekat ku"ucapnya menangis dengan sesegukan memeluk Alvan, padahal sebenarnya ia memang sengaja membawa pistol itu karna sudah tahu apa yang akan terjadi tapi ia tidak tahu kalau Alvan akan datang.
bahkan mereka semua yang tadinya tiarap karna ketakutan dengan ancaman dan aura kuat dari gadis itu begitu terkejut karna seolah gadis itu korban nya,sekarang terkejut dengan perubahan drastis Raina seperti dialah Korban nya padahal jelas-jelas tadi dia seperti hantu yang menakutkan.
Mendengar penuturan ketakutan Raina membuat Darah Alvan mendidih,ia tidak terima istri nya di perlakukan seperti itu,ia berjalan kearah Alex dan menarik kerah nya membuat pria itu langsung berdiri karna tarikan Alvan.
buk...buk...
dua pukulan melayang di wajah nya membuat mereka semua terkejut.
"Alvan hentikan!!!"teriak Sang mama namun tak di indahkan oleh Alvan ia semakin memukuli Alex brutal sudah lama ia membenci Alex karna memberikan pengaruh buruk pada istri nya.
__ADS_1
"Tuan hentikan,anda bisa kena pasal"ucap sang asisten menghentikan tuan nya yang sangat marah itu.
Alvan tahu dia hanya ingin membuat babak belur Alex bukan untuk membunuhnya.
"Jika kau masih berani mendekati istriku!aku tidak akan segan-segan membunuh mu"ucap Alvan sekali lagi memukul wajah Alex hingga pria itu ambruk.
Renata dan sang mama menutup mulut karna melihat wajah Alex yang berdarah-darah, bahkan orang-orang yang di sana terkejut namun mereka mengerti kenapa pria itu sangat marah bagaimana tidak istrinya di bawa ke klub.
Berbeda dengan Raina yang tersenyum sinis,"begini juga bagus"gumam nya.
ternyata senyuman sinis Raina di lihat oleh Alex yang ternyata memperhatikan nya dari tadi Karna tidak percaya karna Raina yang ia lihat tidak lagi seperti saat ia membawanya tadi,ia mengepal tangan nya dengan kuat dan menatap tajam ke arah Raina.
"Dia adalah wanita bermuka dua!!dia bukan gadis polos seperti yang kau lihat tuan Leng!dia adalah manusia berkulit rubah!!"ucap Alex karna begitu marah dan tidak terima.
"Apa maksud mu?!"tanya Alvan dengan tatapan tajam bak elang, bahkan kini semua tatapan mengarah pada Alex.
"benar kak,Raina itu bermuka du-"
"apa maksud mu?",ulang Alvan berjongkok tepat di depan Alvan yang terduduk di lantai.
Alex tertawa iblis meski dalam kondisi tidak baik,"Kau tidak tahu kalau dokumen penting mu sudah hilang?hah..kau tahu dokumen rahasia perusahaan mu sudah di berikan pada ku dengan permintaan agar aku membawa nya pergi jauh dari mu!!hahahaha"Tawa nya dengan puas.
Alvan malah tersenyum sinis dan bukan nya marah pada Raina ia marah dan semakin emosi pada Alex,ia tidak peduli lagi jika istri kecil nya itu Melakukan kesalahan apa atau bahkan memberikan dokumen penting nya.
"benarkah?apa pak Alex bisa memperlihatkan dokumen itu?"tanya Raina membuat Alvan langsung menoleh ke arah nya.
"Raina kamu jangan ngeles lagi!! bahkan dia sendiri yang mengaku!"Renata tersenyum puas akhirnya kebusukan Raina terungkap.
"Raina jangan coba mengelak lagi!sudah cukup kamu mengelabui putra saya!",ucap wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kau berubah menjadi wanita munafik begini Raina?",tanya Alex dengan tersenyum jengah tak percaya.
Alvan memperhatikan wajah Raina yang seperti tak bersalah kemudian ia kembali melihat Alex,"perlihatkan dokumen nya!", ucapnya dengan suara mengintimidasi membuat Alex ketakutan.
"kau pikir aku bodoh!jika aku memberikan nya pada mu sama saja aku mengembalikan nya"ucapnya berusaha menutupi ketakutan nya.
"berikan atau aku akan membunuh mu"ancam Alvan dengan tak main-main membuat Alex tentu saja ketakutan.
"b... baiklah"ucapnya berusaha berdiri dan mengambil sebuah dokumen dari tas yang ia bawa,sebenarnya ia membawa dokumen itu ke klub karna orang yang akan bekerja sama dengan nya ada di Klub itu sekaligus ia berencana untuk memberikan tubuh Raina sebagai hadiah agar setuju untuk menandatangani kontrak kerjasama.
Asisten Alvan yang melihat Alex mengeluarkan dokumen dari tasnya langsung mengambil nya dan memberikan nya kepada Alvan.
Alex menatap Raina dengan tatapan merendahkan,"jika aku berakhir kau juga harus berakhir dasar gadis kecil berkulit rubah"geram nya melihat Raina.
Alvan membuka dokumen itu dan mengerutkan alis nya saat melihat isi nya.
"lihat sendiri kan,dia sendiri yang memberikan dokumen itu padaku tadi pagi!dan dia Sendiri lah yang setuju untuk ikut dengan ku ke klub ini"ucap Alex.
Renata dan ibunya sangat senang mendengar nya, akhirnya wanita yang sangat mereka benci itu akan pergi dari kediaman mereka.
"Lihat sendiri Alvan dia mencuri dokumen penting mu saat kau sedang pergi ke luar kota"
"kak kau tidak punya alasan lagi untuk tidak menceriakan nya!!"tambah Renata tersenyum sinis pada Raina yang tidak menunjukkan reaksi apapun.
Alvan tersenyum dan memberikan dokumen itu pada asisten nya untuk di baca,"kau sedang bercanda!itu bukan lah dokumen rahasia perusahaan ku"ucapnya melipat tangan di depan dada.
Renata dan sang ibu sangat terkejut mendengar nya dan tidak percaya.
"tidak mungkin!"ucap sang ibu.
__ADS_1
"Benar,ini bukan lah dokumen rahasia perusahaan leng!",ucap Asisten itu dengan yakin setelah melihat isi dokumen itu.
Raina diam-diam tersenyum pada Alex yang melihat nya,"aku tidak akan membiarkan mu menjatuhkan ku lagi"gumam nya.