PERUBAHAN RAINA

PERUBAHAN RAINA
chapter 32


__ADS_3

Tapi pada saat ia akan lebih turun lagi Raina dalam setengah sadar menghentikan nya,"a..a..aku belum siap", ucapnya dengan wajah Semerah tomat dan tidak berani melihat wajah Alvan.


mendengar itu Alvan tak melanjutkan nya lagi,ia menghentikan aksinya dan berusaha menenangkan dirinya."apa yang ku lakukan,dia adalah gadis yang masih di bawah umur,apakah aku berfikir untuk melakukan nya pada gadis yang masih berusia 18 tahun ini",gumam nya.


"maaf kan aku,aku tidak bisa menahan diri ku tadi", ucapnya.


Raina yang merasa malu dan terbawa


Suasana oleh Alvan langsung berlari keluar,ia berlari masuk kedalam kamar mandi dan mengurung dirinya di sana Sampai Alvan pergi.


"hampir saja aku tidak bisa menahan diri",gumam nya menarik nafas panjang kemudian keluar dari sana.


mendengar suara air di kamar mandi ia yakin kalau Raina berada di sana membuat nya menarik nafas panjang,ia kembali berbalik masuk ke ruangan lemari nya mengambil handuk baru, setelah mendapat kan nya ia kembali keluar.


tok..tok..


"ekhem...aku hanya ingin memberi handuk baru untuk mu", ucapnya namun tak ada suara, sampai pintu sedikit terbuka dan keluar tangan Raina dari dalam sana menerima handuk itu.


"terimakasih",ucapnya ketus Kemudian kembali menutup pintu.


Alvan menghela nafas panjang tidak tahu apa yang harus di lakukan nya pada Istri kecil nya itu, ingin melakukan hubungan istri yang baik tapi sifat Raina yang sangat kekanak-kanakan bahkan masih seperti bocah kecil seharusnya lebih cocok menjadi keponakan nya, apalagi jika ingin melakukan hubungan intim mungkin Raina terlalu muda.


"sampai kapan aku harus menahan nya",gumam nya kemudian keluar dari kamar nya untuk pergi ke perusahaan.


sebelum pergi ia menyuruh pelayan menyiapkan sarapan untuk Raina dan mengantarkan ke kamar nya.


di dalam kamar mandi Raina sedari tadi berdiri di depan cermin melihat bibir nya yang sedikit membengkak, bayangan bagaimana Alvan mencium bibir nya hingga me**mat nya membuat wajah nya kembali merona.


"sial,aku bahkan membalas nya tadi bodoh sekali",ucapnya mengutuk dirinya sendiri.


"tapi pria setampan dan sesempurna dia,kenapa menyukai tubuh rata dan pas-pasan ini hanya ada wajah menggemaskan saja apa itu yang membuat nya tertarik?",gumam nya berfikir.


di dalam mobil sang supir bingung apa yang terjadi pada tuan nya itu tersenyum aneh sambil memegang bibir nya,"apa yang terjadi pada tuan sampai memegang bibir nya dan tersenyum begitu?",gumam nya.


...


Malam hari tepat pukul 12.00 malam Alvan baru saja kembali,ia masuk ke dalam kamar nya dengan sangat kelelahan namun saat melihat Raina yang tertidur pulas di atas ranjang nya membuat nya begitu senang.


Ia meletakkan jas nya di atas sofa kemudian langsung duduk di sisi ranjang tepat di sebelah Raina yang tertidur begitu pulas,ia mencubit pipi yang sedikit gembul itu dengan begitu gemas sampai membuat wajah Raina memerah.


setelah itu ia bangkit dan segera pergi membersihkan diri sebelum tidur.


***


seperti biasa pukul lima pagi Raina membuka matanya,itu seperti sebuah kebiasaan bagi nya pandangan nya kabur-kabur melihat sosok pria sehingga saat ia mengucek-ngucek matanya ia langsung terkejut melihat Alvan yang tertidur di samping nya bahkan memeluk nya.

__ADS_1


pada saat ia ingin bangun Alvan tiba-tiba mengencangkan pelukan nya,"sebentar lagi saja,biarkan aku memeluk mu sebentar lagi!", ucapnya setengah sadar memeluk Raina.


"tapi aku...",ia tidak melanjutkan ucapan nya saat melihat raut wajah Alvan yang lelah.


"dia pasti pulang sangat larut semalam dan dan kelelahan",gumam nya entah kenapa ia merasa kasihan dan akhirnya diam membiarkan Alvan memeluk nya begitu, tapi setelah beberapa saat ia kembali ikutan tertidur.


hingga suami istri itu tidur sembari berpelukan sampai jam delapan pagi.


Alvan terbangun karena sinar matahari yang masuk melaluinya celah-celah gorden hingga membuat nya silau dan terbangun,ia tertegun saat melihat Raina yang masih tertidur dan memeluk nya bahkan istri kecil nya itu membenamkan wajah di dada bidang nya,membuat jantung Alvan berdebar ia sangat senang dengan Susana itu.


ia menciumi rambut Raina yang begitu wangi dan sangat nyaman di hidung nya, bahkan ia cukup tertegun saat menyadari tubuh Raina yang begitu wangi seperti memakai pewangi bayi, membuat nya terus menghirup wangi tubuh itu.


setelah beberapa saat Raina yang terganggu dengan itu bangun dan membuka matanya dengan berat namun ia terkejut saat melihat dada Alvan yang tepat di depan matanya,ia dengan cepat mundur dan langsung duduk.


"kau memelukku dari tadi Karna itu aku tidak bisa bangun!"ucap Alvan dengan tersenyum tipis kemudian ikut duduk.


"kau yang memeluk ku",bantah Raina yang memang benar adanya.


"benar kah? baiklah terserah saja!", ucapnya tidak ingin berdebat dengan Raina karna itu hanya akan membuat nya semakin gemas.


"oh iya pagi ini juga aku akan pergi kelu kuar kota ada urusan bisnis,apa kau ingin ikut?",tanya Alvan membuat Raina langsung menggelengkan kepalanya.


"tidak,kau pergi lah aku tidak ada kelas yang kosong Beberapa hari ini",ucapnya.


"baiklah",ucap Alvan dengan menghela nafas ia tidak rela meninggalkan Raina sendiri di rumah ia khawatir istri nya itu akan di perlakukan tidak baik oleh ibu dan adik nya tapi ia juga tidak ingin memaksa Raina.


...


baru saja ia akan keluar tiba-tiba ia di kejutkan dengan kedatangan arwah Raina yang tiba-tiba muncul tepat di depan nya.


"bisakah kau datang tidak mengejutkan ku?!"ucapnya dengan sedikit kesal karena ia benar-benar terkejut.


Tapi arwah itu tidak menunjukkan ekspresi sama sekali,tatapan nya begitu tajam pada wajah Raina seperti sedang marah.


"Jangan melupakan tujuan mu datang kemari,tugas mu adalah membalas dendam jika tidak aku tidak akan bisa pergi dengan tenang dan kau juga selamanya tidak bisa kembali bahkan kau tidak akan bisa bahagia di tempat ini karna Selama nya aku akan menganggu mu!",ucapnya dengan nada penuh penekanan.


"jangan mengancam ku,lagi pula aku tahu apa yang harus ku lakukan!",balas Raina tidak suka di perintah oleh arwah.


"kau yakin kau tahu apa yang harus kau lakukan?lalu kenapa kau jatuh hati padanya?"


pertanyaan itu membuat Raina tertegun dan terdiam,"apakah aku jatuh hati padanya?",gumam nya berfikir.


"aku sudah peringat kan kau tidak boleh jatuh hati padanya!!kau tidak boleh jatuh cinta padanya!!"


"kenapa?"pertanyaan itu keluar dari mulut Raina tanpa sadar.

__ADS_1


"karna dia tidak akan pernah mencintai mu, selamanya dia hanya mencintai wanita yang menjadi pemeran utama itu!kau akan menyesal jika kau tidak mendengar kan ucapan ku!!"


entah kenapa mendengar itu Raina merasakan sakit yang tidak jelas di hatinya.


"dan satu lagi, tepat hari ini Laura dan dosen Alex akan menjebak mu setelah mereka mendapatkan dokumen yang di inginkan dosen Alex", setelah mengatakan nya arwah itu langsung menghilang begitu saja.


Raina diam beberapa saat memperhatikan dokumen yang di tangan nya.


"karna dia tidak akan pernah mencintai mu, selamanya dia hanya mencintai wanita yang menjadi pemeran utama itu!kau akan menyesal jika kau tidak mendengar kan ucapan ku!!",


perkataan itu terus berputar di kepalanya dan entah karena alasan apa hati nya sakit,"apa yang ku pikirkan, jangan-jangan aku benar-benar sudah jatuh hati padanya,tapi itu tidak mungkin bagaimana bisa aku menyukai nya dalam waktu singkat"


ia memejamkan matanya dengan kuat kemudian membuka nya lagi,"sadar lah,aku harus secepatnya menyelesaikan semua setelah itu aku akan pergi dari sini!", ucapnya meneguhkan dirinya,Kemudian keluar untuk segera pergi ke kampus menyelesaikan semuanya.


namun saat ia ingin pergi tak ada supir di sana siapa lagi kalau bukan ibu dan adik Alvan yang memang sangat tidak menyukai nya, mereka menatap nya dengan tatapan sinis.


"hei wanita ja**Ng apakah kau ingin pergi ke kampus?",tanya Renata tersenyum sinis padanya.


"benar,aku ingin pergi ke kampus", jawab nya tanpa rasa takut sedikitpun,jika biasanya berhadapan dengan kedua orang itu Raina akan selalu ketakutan dan tidak berani berbicara atau mengangkat kepalanya,tapi kali ini ia akan mengubah pandangan semua orang.


wanita paruh baya dan putri nya itu tidak senang dengan itu.


"kau sudah berani menatap ku sekarang?bahkan juga melawan ku?!", tanya wanita paruh baya itu dengan wajah berkerut karena menahan marah.


"aku peringatkan pada kalian berdua untuk tidak macam-macam dengan ku, kalau tidak kalian akan tahu sendiri akibat Nya!", ucapnya menegaskan pada kedua orang itu.


"kurang ajar!!",Renata mengangkat tangan nya dan ingin melayangkan nya ke wajah menggemaskan Raina Tapi dengan cepat tangan nya di tangkap membuat Renata melotot tak percaya.


"aku tidak lupa bagaimana kalian menyiksa ku,jangan sampai aku melakukan hal yang sama pada kalian berdua", ucapnya menghempaskan tangan Renata kuat hingga membuat wanita itu terhempas hampir jatuh.


aura kejam dan dingin tiba-tiba mengelilingi Raina membuat kedua wanita merasa tertekan hanya dengan tatapan nya.


"berikan kunci mobil padaku",ucapnya tapi Renata sama sekali tidak memberikan kunci mobil yang ada di tangan nya.


"kau pikir dengan putra ku menyukai mu kau bisa seenak nya pada kami?", wanita paruh baya itu semakin marah dengan sikap Raina yang begitu berani dan tidak seperti biasanya.


plak!!!


sebuah tamparan langsung mendarat di wajah Raina yang begitu mulus sampai membuat wajah nya memerah dan membuat nya terhempas jatuh karna kuat nya tamparan itu.


tiba-tiba bayangan tamparan demi tamparan terus terngiang di memorinya membuat kepala nya sangat sakit,bahkan siksaan demi siksaan terus bermunculan bayangan tangan nya yang di masuk kan kedalam air mendidih,menginjak tangan nya dengan tumit tajam sampai membuat tangan nya berdarah banyak,dan banyak memori siksaan lagi.


Ia bangkit dan berusaha menenangkan dirinya karena jiwa Qalista yang suka menyiksa orang tiba-tiba muncul tapi ia harus menenangkan dirinya jika tidak ia bisa membunuh kedua orang itu tanpa ampun karna itulah jati diri Qalista.


Aura mencekam dari Raina membuat kedua wanita itu ketakutan,wanita paruh baya itu bahkan kesusahan menelan saliva nya karna mata hitam bening Raina yang biasanya seperti tikus sekarang terlihat seperti mata serigala yang ganas.

__ADS_1


"berikan kuncinya",ucap nya sekali lagi membuat wanita paruh baya itu ketakutan dan langsung menyuruh Renata memberikan nya pada Raina.


bersambung.....


__ADS_2