PERUBAHAN RAINA

PERUBAHAN RAINA
Posting Video


__ADS_3

Raina sudah duduk di kelas dengan tenang seolah tak ada yang terjadi, bahkan ia tidak terlambat masuk sama sekali ia justru yang pertama berada di kelas mengerjakan tugas yang tidak ia sempat selesaikan kemarin malam.


semuanya berjalan dengan tenang hingga keributan terjadi dimana-mana, bahkan orang-orang di luar berlarian entah kemana membuat semua yang berada di kelas itu penasaran bahkan dosen itu Sendiri penasaran dan bertanya apa yang terjadi pada seorang mahasiswa yang berada di luar.


"lima mahasiswi di gudang sekolah ditemukan tidak memakai pakaian sehelai benang pun pak"jawab mahasiswa itu dengan canggung.


Semua orang di kelas itu menjadi heboh dan berlarian keluar juga tak terkecuali Raina.


***


di gudang Beberapa dosen menutupi wajah Laura dan mencoba mengusir mahasiswa/siswi yang semakin banyak berdatangan.


kelima wanita itu menangis dan kebingungan kenapa mereka berada di gudang dengan keadaan tak sehelai benang pun.


"keluar semuanya!!!!!!!!"teriak dosen wanita yang mati-matian menutupi Laura yang selalu berusaha difoto-foto oleh mahasiswa juga mahasiswi.


di sela-sela sempit nya orang terlihat Raina yang sedikit menunjukkan wajah nya dan tersenyum sinis namun Laura tanpa sengaja melihat nya.


entah kenapa kepalanya menjadi semakin sakit.


"jika kau masih mencari masalah dengan ku,aku masih mempunyai banyak cara untuk membuat hancur"gumamnya kemudian keluar dari sana meninggal kerumunan yang semakin banyak itu.


Semua kelas sudah Selesai dan saat ia keluar gerbang ternyata mobil Alvan sudah terparkir di depan,melihat itu membuat nya tersenyum pria itu sama sekali tidak lupa menjemput nya.


Ia naik kedalam mobil dan menyalam tangan Alvan karena itu sudah menjadi kesempatan mereka sedang kan Alvan langsung mencium keningnya.


"bagaimana hari mu di kampus istri kecil ku?"tanyanya mengusap-usap pucuk kepala Raina seperti anak kecil.


Raina yang tidak suka dan melepaskan tangan Alvan dari kepalanya,justru hal itu membuat Alvan gemas dan mencubit pipinya.


"kenapa kau semakin menggemaskan?"tanyanya.

__ADS_1


"aku memang selalu menggemaskan kau saja yang tidak pernah memperhatikan nya"begitu saja ucapan itu keluar dari mulut keluar Raina.


"baiklah aku akan memperhatikan mu mulai sekarang"jawab Alvan dengan tersenyum lembut kemudian melajukan mobilnya.


hingga 20 menit kemudian mobil itu berhenti di sebuah restoran yang berada di pegunungan yang masih banyak pepohonan bahkan dengan pemandangan air terjunnya.


Raina yang belum pernah melihat pemandangan seindah itu terkejut dan Begitu terpesona,",ini sangat indah"ucapnya menutup mata dan menghirup udara yang masih begitu bersih membuat Alfan tersenyum melihat nya dan mengikuti nya menghirup udara yang masih bersih.


Setelah itu ia menarik tangan Raina untuk masuk ke restoran itu,dan duduk di tempat yang sudah ia pesan sebelum nya ya Balkon yang hanya ada satu meja dan dua kursi saja hingga mereka bisa menikmati pemandangan berdua.


"kenapa kau membawa ku kemari?",Raina berjalan ke pinggir balkon dan melihat dengan jelas air terjun yang sangat dekat dengan mereka.


"Karna aku ingin membuat mu senang"ucapnya.


"terimakasih"Raina begitu bahagia melihat nya,ia yang biasanya tidak pernah mengatakan terimakasih di kehidupan sebelumnya sekarang berterima kasih dengan tulus.


Alvan berjalan mendekati nya dan memeluk nya dari belakang,"aku serius ingin memperbaiki hubungan kita"ucapnya kemudian menarik bahu Raina untuk menghadap nya.


Raina terkejut saat Alvan tiba-tiba menarik bahunya dan membuat mereka saling berhadapan dan saling menatap dengan dirinya mendongak karna tubuh Alvan yang memang tinggi.


Raina tidak tahu sudah berapa kali Alvan sudah mengatakan itu padanya.


Saat Alvan menurunkan wajahnya Ia secara naluriah menutup matanya hingga ia merasakan bibir Alvan mendarat di bibir nya hatinya langsung menghangat dan seperti di gelitik banyak kupu-kupu.


Alvan me**mat bibir nya dan entah keberanian darimana ia membalasnya membuat keduanya saling membalas dan tentu saja Alvan sangat senang,ia menarik pinggang Raina hingga Raina menempel pad tubuhnya.


beberapa saat mereka melakukan nya hingga ketukan pintu membuat Raina tersadar dan langsung mendorong Alvan yang seolah tidak peduli siapa yang berada di balik pintu.


melihat wajah merona Raina membuat Alvan tersenyum dan mengigit telinganya yang seketika membuat telinga putih Raina sangat merah.


bagaimana tidak beberapa pelayan restoran itu masih berada di sana menyiapkan makanan untuk mereka,tapi anehnya meski mereka melihat nya tak ada respon sama sekali bahkan Alvan juga tak ada rasa malu sama sekali hanya dirinya yang merasa malu.

__ADS_1


setelah mereka keluar ia berbalik dan memukul dada Alvan,"kau sama sekali tidak tahu malu bagaimana bisa kau melakukan itu di depan orang-orang", gerutunya.


"kenapa?aku Melakukan nya pada istri ku siapa yang ingin protes", ucapnya dengan wajah polos.


"terserah kamu!"kesalnya kemudian duduk di depan meja dan langsung makan karna kebetulan ia memang sangat lapar lagipula ia tidak ingin berdebat dengan pria itu.


Alvan terkekeh kecil melihat nya,ia ikut duduk dan menyicip makanan yang berada di piring Raina menggunakan sumpit.


"Rasanya sangat enak sekali",Ucapnya ingin menyicip lagi tapi dengan cepat di halangi oleh Raina.


"ambillah makanan mu jangan ambil dari piring ku"ucapnya dengan tatapan tajam tapi karna wajah nya yang imut dan mata yang bulat indah bukan nya membuat orang takut malah membuat orang yang melihat nya akan merasa gemas.


"tapi aku ingin makanan dari piring mu"ucapnya tak peduli dengan larangan Raina kembali memakan makanan dari piring Raina.


menahan kesal Raina menghembuskan nafas kasar dan mendorong piring nya ke depan Alvan kemudian mengambil piring lain.


***


di apartemen setelah menghabiskan waktu beberapa jam di restoran pegunungan,Alvan pergi baru saja Karan Urusan mendadak di Perusahaan nya.


Ia membuka ponsel nya untuk melihat berita hot,tapi ia berdecak kagum saat melihat tidak ada postingan apapun mengenai Laura, bahkan satupun cuplikan foto dan siaran langsung yang di lakukan orang-orang di kampus tadi pagi tidak ada lagi sama sekali.


ia tersenyum smrik,"memang pantas di sebut putri walikota, bahkan berita ini di tekan sampai tak ada yang berani memposting nya"ucapnya kemudian bangkit dari duduknya berjalan ke meja belajar nya yang sengaja di sediakan oleh Alvan.


Ia mengambil sebuah memori dari tas yang ia pakai ke kampus tadi,kemudian membuka laptop nya dan memasangkan memori itu hingga rekaman permainan panas 3 pria paruh baya berperut buncit dan jelek dengan lima wanita cantik sedang bergulat melakukan hubungan badan.


Ia tersenyum dengan penuh arti kemudian mengedit rekaman itu sedikit kabur kemudian mengklik posting.


"lihat apakah kalian Masih bisa menekan video yang ku unggah"


bersambung....

__ADS_1


KALAU KALIAN TERTARIK AUTHOR ADA NOVEL BARU,#GEA,BUKAN GADIS BISA#



__ADS_2