
Raina sangat kesal di buat Alvan, bagaimana tidak ia tidak di perbolehkan Keluar dari ruang kerja itu sedari tadi siang,ia terus menemani pria itu bekerja.
"ini sudah malam,bisa kah aku keluar aku mau tidur"keluh nya.
"sebentar lagi"ucap Alvan mengusap kepalanya dengan lembut kemudian setelah itu ia kembali fokus dengan laptopnya.
setengah jam kemudian akhirnya pekerjaan Alvan selesai,ia melihat Raina yang sudah tertidur di samping nya.
ia berjongkok di lantai dan memperhatikan wajah Raina yang sedang tertidur,pipi chubby bibir merah seperti Cherry poni yang menghiasi dahinya sehingga begitu menggemaskan seperti sebuah boneka,Ia mencium sekilas bibir itu dan menempel kan nya cukup lama kemudian melepas kan nya dan mengangkat nya untuk pergi ke kamar.
ia memang sengaja membawa Raina ke ruang kerja nya,agar ia tidak kesepian dan bersemangat bekerja.
ia mengangkat tubuh mungil Raina dengan mudah nya.
setelah sampai di kamar ia membaringkan tubuh Raina dengan perlahan,kemudian menyelimuti nya setelah itu mencium kening dan bibirnya yang sekarang sudah membuat nya kecanduan.
saat ia ingin ikut berbaring tiba-tiba ponselnya berdering,ia meraih ponselnya dan melihat itu dari nomor asing sehingga ia tidak mengangkat nya tapi nomor asing itu terus saja menelfon membuat nya akhirnya mengangkat.
"halo"ucapnya dengan suara dingin,tapi orang di balik telfon itu sama sekali tidak menjawab.
"halo,jika tidak ada hal yang penting saya akan memutuskan nya"ucapnya lagi tapi juga tidak menjawab,saat ia ingin memutuskan nya orang di balik telfon langsung menghentikan nya.
"Alvan"
suara itu sukses membuat Alvan terdiam.
"Alvan ini aku,ini aku Zena"
"Zena?"tanya Alvan untuk memastikan.
"benar"
"itu artinya aku tidak salah lihat dengan wanita yang aku lihat di kampus saat menjemput Raina tadi"pikir nya.
"aku merindukan mu Al,aku sangat hancur setelah kehilangan mu!aku ingin bertemu dengan mu sekarang"ucap Zena dengan nada memaksa dan terdengar lirih.
"aku tidak bisa!ini sudah larut malam lagipula aku tidak ingin meninggalkan istri ku sendiri di rumah"jawabnya dengan tegas dan dingin.
Zena yang mendengar nya begitu terkejut,"istri?kau sudah menikah?"tanya nya tidak percaya.
"benar"jawab Alvan.
Zena menggelengkan matanya kuat air mata nya mengalir,"tidak!!tidak mungkin!aku adalah satu-satunya wanita yang kau cintai dan kau tidak akan bisa membuka hati untuk yang lain!!itu yang dulu kau katakan padaku!!!"teriak Zena dari balik telfon dengan perasaan hancur.
"Zena sadarlah kita hanya masalalu sekarang!!semua orang bisa berubah seiring waktu sebaiknya kita jalani hidup masing-masing sekarang aku sudah menemukan wanita yang benar-benar ku cintai"Alvan mengatakan nya sembari memperhatikan wajah Raina yang begitu pulas,meskipun beberapa kali mengkhianati nya ia tidak pernah benar-benar membenci nya justru itu membuat nya semakin Sadar kalau ia jatuh cintai dan semakin mencintai nya.
__ADS_1
"aku harap kau juga sudah menemukan pria yang membuat mu nyaman dan mencintai mu dengan tulus!"ucapnya lagi.
"Tidak Al,aku tidak menemukan pria seperti mu yang mencintai ku dengan tulus mereka hanya memanfaatkan ku!aku sadar kalau hanya kaulah yang pantas untuk ku!tidak ada pria yang pantas untuk ku lagi"ucapnya dengan menangis sesegukan.
"aku yakin kau juga masih mempunyai rasa untuk ku kan,aku yakin itu"ucap Zena.
"Maafkan aku Zena!aku benar-benar tidak mempunyai perasaan apapun lagi padamu!"ucap Alvan kemudian langsung memutuskan telfon.
tapi Zena kembali menelfon tapi ia tidak berniat mengangkat nya lagi,tapi Zena mengirimkan nya sebuah pesan membuat nya begitu terkejut saat membaca nya.
#Baiklah!jika kau tidak mau bertemu dengan ku malam ini!maka besok kau akan menerima kabar kalau aku sudah tidak ada lagi di dunia ini#
awalnya Alvan tidak peduli tapi saat melihat foto yang di kirimkan ia sangat terkejut dimana Zena sekarang berdiri di jembatan dan siap terjun.
"kenapa wanita ini begitu bodoh!!"geramnya kemudian menelfon Zena tapi sama sekali tak di angkat.
mau tidak mau ia harus pergi, karna jika sampai Zena nekat melakukan nya ia akan orang paling akan merasa bersalah dan ia tidak ingin mempunyai rasa bersalah pada siapapun.
ia memakai jaket nya dan mengambil kunci mobil sebelum keluar ia mencium kening Raina,
"sayang,aku janji aku tidak akan mengkhianati mu karna aku tidak bisa mencintai yang lain lagi aku hanya mencintai mu!"ucapnya kemudian berlalu pergi.
setelah Alvan pergi,tiba-tiba mata terpejam Raina terbuka dengan lebar tampak begitu menyeramkan.
tapi sedetik kemudian wajah nya langsung memerah saat mengingat kata-kata Alvan yang begitu mengguncang hatinya,dan meruntuhkan tembok di hatinya.
"oh ya ampuun!!kenapa aku harus baper seperti ini!!!"gumam nya dengan perasaan yang berbunga-bunga dan jantung yang berdebar dan langsung menutup kepalanya dengan selimut.
"huh! kenapa kau harus baper seperti itu!dia mungkin hanya bercanda saja karna dia tahu kalau kau berpura-pura tidur"Arwah Raina tiba-tiba muncul di hadapan nya.
Raina membuka selimut yang menutupi kepalanya,"hmph!iri bilang saja"ucap Raina dengan mengejek arwah itu.
"tidak usah Baper seperti itu! setelah beberapa kali ia bertemu dengan wanita masa lalunya itu akan ada perasaan yang dulu tubuh kembali dan berkembang dengan cepat bahkan akan menutup rasanya padamu"ucap arwah itu dengan Santainya.
Raina yang mendengar nya sedikit tidak senang dan tidak rela mungkin karna rasa pada Alvan juga sudah timbul di hatinya,"tidak bisa!"ucapnya spontan.
"kenapa?kau tidak rela?"tanya arwah itu dengan tersenyum sinis.
"bukan begitu bagaimana jika dia bersama wanita jahat dan licik! bukankah dia kasihan?"jawab Raina dengan asal.
"biarkan saja!pria jahat dan wanita jahat mereka akan cocok"ucap arwah itu.
"tapi menurut ku dia bukan pria jahat,dia adalah pria lembut dan penuh dengan cinta"ucap Raina dengan terbawa suasana setiap kali mengingat perlakuan lembut Alvan padanya.
"terserah mu saja!!jika kau memang sudah jatuh hati padanya maka kau harus mempertahankan nya!kau harus memastikan kalau pria itu tidak akan jatuh hati lagi pada wanita itu!dan jika dia masih dengan mudah jatuh hati lagi maka aku tidak akan setuju sampai kapan pun!"ucap Arwah itu dengan panjang lebar.
__ADS_1
"benar kah?"tanya Raina.
"mm"jawab arwah itu dengan cueknya.
"oh iya jangan pergi dulu!tadi pagi aku bertemu seorang wanita bernama Zena dan Alvan juga menyebutkan Zena, apakah mantan kekasih nya adalah wanita yang aku temui di kampus tadi?"tanya nya.
"Iya,dia adalah orang nya kau harus berhati-hati padanya dia adalah orang yang sangat licik dan berhati jahat!Laura adalah adiknya awalnya ia ingin balas dendam padamu karna kasus adik nya bernama Laura itu tapi saat mengetahui kalau kau adalah istri dari pria yang ia cintai ia akan berusaha merebut Alvan kembali dan menghancurkan mu bahkan membunuh mu"ucap Arwah itu dengan serius dan tatapan tajam kemudian langsung hilang seperti udara.
"dia adalah musuh terakhir mu!kau akan bisa menikmati hidup dengan bahagia jika kau berhasil mengalahkan dan membunuh wanita itu ataupun kau bisa memilih kembali ke asal mu tapi jika tidak kau akan terkurung di sini selamanya dengan penuh penderitaan"hanya suaranya lagi yang terdengar.
"aku harus memastikan kalau di antara mereka tidak akan ada lagi perasaan yang tumbuh"ucapnya kemudian memakai jaket nya dan berlari keluar.
tapi karna Alvan yang sudah lama pergi sehingga ia kehilangan jejaknya dan tidak tahu dia pergi kemana.
***
di sisi lain,Alvan sampai di jembatan lokasi dimana Zena sekarang yang mencoba bunuh diri.
ia sangat terkejut saat melihat Zena berdiri di pembatas dan siap terjun ke bawah.
"Zena!!!turun sekarang aku tidak suka dirimu yang seperti ini!! cepat turun"ucapnya dengan sedikit keras.
Zena yang mendengar suara Alvan begitu senang,ternyata Alvan benar-benar datang itu artinya dia masih peduli pikir nya.
"Alvan aku tidak akan bisa hidup tanpamu! tolong ceraikan wanita itu dan nikahi aku kita bisa hidup bahagia seperti yang kita impikan dulu"ucapnya.
"Zena kita bisa bicarakan hal itu nanti!tapi sekarang tolong turunlah!", ucapnya dengan perlahan mendekati Zena.
"tidak!jika kau tidak setuju aku akan melompat Alvan!"teriaknya dengan terisak.
"cepat turun!kita bisa bicarakan baik-baik"ucap Alvan terus berjalan mendekati Zena.
"baiklah jika kau tidak setuju!aku akan melompat sekarang juga!"Zena melangkah kan kakinya saat ia hendak melangkah kan kaki yang satu nya lagi,Alvan dengan sigap dan cekatan menangkap nya dari belakang dan langsung menarik nya turun.
"kenapa kau menolong ku!! lepaskan aku!!"teriak nya tapi Alvan langsung menarik nya untuk masuk kedalam mobil agar tidak melakukan hal macam-macam.
Zena tidak melawan,"Alvan aku mencintaimu mu!aku benar-benar mencintai mu"ucap Zena memeluk Alvan dari belakang dengan sangat erat.
"Zena lepaskan aku!aku sudah mempunyai istri dan aku mencintai nya"
"Kak Alvan!"panggil Raina yang baru saja turun dari taxi.
Alvan Sangat terkejut melihat Raina,ia berusaha melepaskan tangan Zena tapi Zena semakin memeluk nya erat.
bersambung....
__ADS_1