
"Aku percaya padamu,tolong rubah kehidupan ku yang tragis ini,dan balas kan dendam ku,aku yakin kamu pasti bisa"ucap wanita itu tersenyum dengan menitikan air matanya lagi.
"satu lagi yang harus kamu tahu,kamu jangan jatuh hati pada putra keluarga leng itu dia tidak akan pernah benar-benar mencintaimu meski dia bersifat lembut dan perhatian"ungkap wanita itu lagi.
"lalu kenapa dalam novel itu dia pria yang baik padamu dan mencintai mu?"tanya nya.
"aku menulis nya hanya karna ingin mengobati luka ku,dengan membuat pria itu baik dan mencintai ku,tapi pada kenyataan nya dia hanya karna rasa bersalah saja dan ingin menebus kesalahan orang tua nya,di hatinya hanya ada wanita yang menjadi pemeran utama itu,kau harus ingat itu kau tidak boleh jatuh hati padanya",ia mengakhiri ucapan nya kemudian berdiri dan berbalik dan melangkah kan kaki.
"lalu apakah kau mencintai nya?",tanyanya sebelum Wanita itu melangkah kan kakinya tapi tidak di jawab sama sekali oleh wanita itu bahkan berjalan meninggalkan nya.
Raina buru-buru berdiri ingin menghentikan wanita itu,ia ingin bertanya satu hal lagi apakah wanita bersama Alvan dalam foto yang ia lihat hari ini adalah pemeran utamanya,"tunggu dulu!!"teriaknya saat tiba-tiba gadis itu memasuki cahaya yang sangat terang dan perlahan-lahan menghilang.
"tunggu dulu!!!"teriaknya tapi wanita itu sudah benar-benar menghilang,dan pada saat ia berlari mengejar ke dalam cahaya itu tiba-tiba ia membuka mata dan melihat kalau ternyata ia ada di kamarnya,dengan cepat ia duduk dengan nafas terengah-engah seperti seseorang yang baru saja lari maraton.
ia memegang dahinya yang sangat berkeringat,"dia adalah Raina asli pemilik tubuh ini?dia masuk kedalam mimpiku dan menceritakan kejadian asli kehidupan nya"ucap nya dengan mengatur nafas dan mengusap dahinya yang basah.
Ia mengambil Air putih yang ada di samping nya dan langsung meneguknya cepat.
Cklek...
tiba-tiba pintu terbuka membuat nya langsung mengangkat pandangan nya dan melihat Alvan yang sudah masuk,tiba-tiba perkataan gadis itu tentang keluarga Leng memenuhi pikiran nya.
__ADS_1
"kenapa kau masuk ke kamar ku?"tanya nya dengan nada datar.
"aku mendengar mu berteriak keras,bahkan terdengar sampai ke kamarku,aku sangat khawatir terjadi apa-apa dengan mu karna itu aku berlari kemari"jawab Alvan yang memang benar adanya.
"apakah teriakan ku sampai keluar"gumam nya.
"apa kau baik-baik saja,apakah seseorang menyelinap ke kamar mu?"tanya Alvan berjalan ke arah kasur nya dan baru saja ia akan duduk di sisi kasur Raina langsung menyuruh nya keluar.
"aku baik-baik saja,keluar lah aku ingin kembali tidur,jika sudah keluar jangan lupa tutup pintunya",tatapan Raina begitu tajam dan dengan nada suara yang dingin pada Alvan kemudian ia kembali berbaring menutupi tubuhnya dan memejam kan mata nya kuat setelah selesai berbicara.
Alvan tertegun dengan tatapan tajamdan nada bicara Raina yang sangat berbeda dengan tadi siang begitu lembut padanya namun sekarang begitu dingin,"mungkinkah karena dia sangat kelelahan dan ingin tidur",pikir nya untuk menenangkan diri nya agar tidak memikirkan hal yang tidak dia ingin kan.
"baiklah,jika ada sesuatu atau mungkin kau takut kau bisa datang ke kamarku"ucap Alvan masih diam menatap Raina yang memejam kan matanya, bahkan setelah ia diam beberapa saat disana,Raina tidak bergeming sama sekali untuk menjawab nya.
"aku akan keluar!", ucapnya berharap Raina mengatakan sepatah kata saja tapi tidak sama sekali gadis itu tetap tak bergeming ala hasil ia keluar dari kamar itu dengan perasaan campur aduk, entah kapan Mereka bisa tidur dalam satu kamar yang sama padahal pernikahan mereka sudah menjalani dua tahun.
Raina kembali membuka matanya saat mendengar pintu di tutup,ia duduk dengan mengusap wajah nya kasar, sekarang pikiran nya sedang kalut karna mimpinya yang bertemu dengan Raina asli, apalagi ia mengetahui kebenaran yang sangat menyayat hati mengenai kehidupan asli seorang Raina pemeran pendukung dalam novel Viana lovestory,"Benar-benar tidak menyangka kalau kehidupan Asli Raina sangat menyedihkan,waktu itu aku begitu menyukai pemeran utama wanita dalam novel ini karna dia begitu hebat dan berkuasa bahkan menjadi anggota mafia di usia muda'',
''ternyata dia adalah wanita sadis dan kejam dan tak mempunyai perasaan sama sekali, meskipun di kehidupan ku sebelum nya aku tidak pernah menyukai manusia aku juga tidak melakukan kejahatan seperti itu,aku juga hanya membunuh orang-orang yang memang benar bersalah"
"aku paling tidak menyukai adanya penganiayaan pada orang tak berdaya sama sekali", geramnya mengepal kedua tangan nya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Cerita kehidupan Raina sebenarnya akan dimulai sejak saat ini,akan ku pastikan semua orang yang memperlakukan gadis ini sebelum nya dengan buruk akan mendapatkan balasan yang setimpal,terutama wanita yang menjadi pemeran utama dalam novel ini,semua keinginan mu tidak akan pernah tercapai karena semuanya akan berada di bawah kendali ku",Ucapnya dengan tatapan yang semakin tajam bak ujung pisau dengan senyum smrik.
***
ke esokan paginya Alvan yang sudah bersiap-siap berangkat ke kantor melihat arlojinya membuat sudut bibirnya tertarik ke atas.
"apakah gadis itu sudah bangun",Gumamnya dengan cepat memperbaiki dasinya dan jasnya kemudian setelah rapi ia baru keluar.
langkah kakinya yang tegas berjalan ke arah kamar Raina,hingga setelah sampai tepat di depan kamarnya ia sejenak diam dengan tangan yang sudah memegang gagang pintu.
namun ia sedikit terkejut saat gagang pintu itu bergerak,namun ia lebih terkejut saat sosok gadis cantik berkacamata keluar dari dalam kamar itu.
ia bahkan sampai mematung melihat nya,membuat Raina dengan bingung melambaikan tangan nya tepat di depan wajah pria itu.
"apa kau baik-baik saja?", tanyanya dengan suara yang manis namun itu bukan suara yang di buat-buat melainkan itulah suara aslinya.
Alvan tersadar dan langsung memasang wajah cool,"aku baik-baik saja,mmm apa kau sudah akan berangkat ke kampus?", tanyanya dengan suara datar namun terdengar lembut.
"permainan baru saja di mulai!", gumamnya dengan tersenyum penuh makna, kemudian mengangguk-anggukan kepalanya membalas Alvan.
Alvan tersenyum kecil namun ia cukup senang karena Raina tidak bersikap dingin padanya seperti tadi malam.
__ADS_1
***
bersambung..