
"semoga saja dia tidak meninggal",gumamnya sembari menutup pintu.
melihat Raina sudah benar-benar keluar Jay menatap Alvan dengan tatapan penuh makna dan berusaha menahan tawanya membayangkan apa yang terjadi pada Alvan.
"jangan berfikir macam-macam",sinis Alvan pada Jay yang ia tahu berfikir aneh-aneh.
Tak kuasa menahan tawa lagi Jay langsung tertawa terbahak-bahak dengan sepuasnya membuat Alvan kesal.
"apakah dia benar-benar menendang nya ha?hah hahaha!!"tawanya pecah.
"aku tahu kau pasti memaksanya melakukan hubungan dengan mu dan dia pastinya tidak setuju dan pada akhirnya...hahaha dia menendang mu hahaha!!!"ucapnya lagi tertawa dengan puas meledek Alvan yang menatap nya dengan sangat kesal namun tak mempunyai kata-kata untuk membantah ucapannya yang benar adanya.
"aku tidak memaksa nya,hanya ingin mengerjainya saja!",Ucapnya kesal tapi tidak membuat Jay berhenti tertawa.
"jika kau masih tertawa lagi,aku akan membuang mu dari atas balkon!",kesalnya membuat Jay langsung berhenti tertawa karna Alvan tidak pernah main-main dengan ucapannya karena ia pernah benar-benar di lemparkan dari atas balkon kamar itu hingga membuat beberapa tulang nya retak untung saja kamar itu ada di lantai pertama hingga tidak terlalu tinggi jika tidak mungkin ia sudah mati pada saat itu,dan ia tidak ingin hal itu terulang lagi.
"baiklah-baiklah aku tidak akan tertawa lagi, tapi aku tidak mempunyai obat untuk menyembuhkan itu,atau biarkan aku memeriksa nya agar aku tahu itu tidak mas..."belum sempat ia menyelesaikan ucapannya Alvan langsung menatap nya dengan tatapan membunuh.
"baiklah ini adalah obat pereda sakit sekaligus Vitamin,jika tidak kau mungkin tidak akan bisa mempunyai keturunan!",ucapnya dengan suara yang semakin mengecil namun masih bisa di dengar oleh Alvan.
Alvan yang diam-diam khawatir setelah mendengar gumaman kecil Jay langsung meminum obat yang di berikan itu, bagaimana pun juga ia tidak ingin hal itu terjadi.
"Van aku merasa aura gadis itu sangat berubah drastis",ucap Jay dengan wajah yang berubah serius menatap Alvan yang masih meminum obat yang baru saja ia berikan.
"aku merasa aura nya sekarang begitu positif dan terlihat sangat cerah,dulu saat aku melihat matanya tatapan nya sangat suram dan terkesan tidak ada harapan hidup tapi tadi saat aku menatap matanya begitu berubah drastis tatapan nya sekarang terlihat dingin seperti bongkahan es hingga sulit untuk bisa menebak pikiran nya sekarang",jelasnya dengan sangat serius.
__ADS_1
Ia adalah lulusan S3 jurusan psikologi selain menjadi dokter pribadi Alvan terkadang ia juga bekerja di rumah sakit menjadi dokter psikologis yang berkonsultasi dengan pasien yang mengalami depresi berat dan trauma juga pasien yang melakukan percobaan bunuh diri,hingga dirinya bisa membaca pikiran pasien dari tatapan matanya saja bukan hanya itu ia juga bisa merasakan perasaan orang yang sedang mengalami tiga hal itu jika berada di dekat nya.
bukan tanpa alasan ia mengambil jurusan itu,dulu Alvan adalah orang yang aneh tidak mau berbicara dengan siapapun selain kepada orang tuanya, sepanjang hari hanya suka mengurung diri di kamar dan terus belajar ia juga tidak mau bergaul dengan siapapun,dan jika marah ia akan menghancurkan apapun yang ada di sekitar nya termasuk membunuh hewan peliharaan nya sendiri,tapi karena membunuh hewan peliharaan kesayangan nya itu membuatnya menjadi lebih parah ia merasa bersalah dan kesepian karna sejak kecil hanya hewan itulah temannya hingga ia sangat menyayangi hewan itu tapi tidak sengaja membunuh nya.
ia semakin parah karna suka menyakiti dirinya sendiri dan tidak mau disentuh siapapun selain Ayah ibu dan adiknya,hingga usianya 15 tahun bertemu dengan Jay yang sudah lulus S1 di usianya yang masih 18 tahun dan sejak saat itu menjadi dokter pribadi nya sekaligus menjadi teman pertama nya.
"benarkah?kau merasa kalau auranya benar-benar berubah?",tanya Alvan menatap Jay dengan serius.
"ya aku yakin seratus persen kalau dia benar-benar berubah, bahkan aku merasakan kehadiran orang yang berbeda saat ia berdiri di dekat ku!",ucapnya dengan sungguh-sungguh.
Alvan tidak tahu Itu hal yang bagus atau tidak tapi yang jelas dia akan sangat senang jika Raina benar-benar berubah menjadi gadis yang baik yang mempunyai aura positif dan cerah.
"apakah itu hal yang baik atau tidak?", tanyanya untuk memastikan.
"aku tidak tahu,tapi yang pasti perubahan drastis seseorang ada hal besar yang sudah terjadi padanya hingga ia dengan mati-matian berubah untuk sesuatu!",jelas Jay setelah memikirkan Raina.
"tapi kau tidak perlu khawatir,itu sama sekali bukan masalah setelah kalian dekat nanti atau ia juga sudah mencintai mu nanti kau bisa bertanya langsung padanya mendengar kan seluruh keluh kesah nya!", ucap Jay tiba-tiba berubah dewasa.
mendengar itu membuat wajah Alvan sedikit merona,ia sangat menantikan Raina mencintai nya.
Jay tiba-tiba mendapat sebuah ide untuk mendekatkan hubungan Alvan dan Raina,"Van aku sudah selesai dan tidak ada yang perlu di khawatir kan lagi,tapi aku mempunyai ide..."ucap nya dengan tersenyum penuh licik Kemudian menjelaskan ide cerdasnya pada Alvan,hingga membuat Alvan cukup terkejut tapi pada akhirnya setuju juga.
"oke sekarang semua tergantung kepada mu", ucapnya.
setelah mengatakan itu pada Alvan ia keluar menemui Raina yang ternyata berdiri di depan pintu sedari tadi.
__ADS_1
"apakah dia tidak jadi meninggal?",pertanyaan itu langsung menyambut Jay yang baru saja keluar bahkan ia tidak percaya kalau itu pertanyaan pertama yang di berikan Raina.
tapi ia dengan cepat merubah ekspresi nya menjadi sedih dan tidak berdaya,"haish saya sangat kasihan pada tuan Alvan, tendangan anda seperti nya sangat kuat sehingga membuat nya sekarang sangat sakit parah dan perlu di rawat tiga hari hingga sembuh!",ucap nya dengan sangat sedih bahkan hampir mengeluarkan air mata, kemudian diam-diam melihat Raina yang tampak ragu.
"haish jika tidak di rawat dengan baik, mungkin dia bisa mati dalam kurang waktu tiga hari!", ucapnya lagi yang kini membuat Raina tampak sangat terkejut.
"apakah sampai seperti itu?",tanya Raina dalam hati membuat nya menjadi takut.
"tapi itu mungkin saja,pria yang waktu itu ku sikut milik nya saja langsung mati pada saat itu juga!",gumam nya.
"jadi saya mohon nona bisa merawat tuan dengan baik"ucapnya.
"kalau ini sangat serius dan mengancam nyawa kenapa tidak dokter saja yang langsung merawat nya,akh bukan nya saya tidak mau tapi saya yakin dokter lebih mengerti di banding saya!", ucapnya dengan formal membuat Jay terkejut karena yang di katakan Raina sangat masuk akal.
"ayolah nona Anda adalah istrinya dan hanya anda yang bisa merawat nya dengan baik dan saya akan datang setiap hari untuk melihat perkembangan tuan!", ucapnya berusaha membuat Raina percaya dan setuju.
"kalau dokter sudah mengatakan itu, baiklah saya pasti akan merawat nya dengan baik!", ucapnya.
"tapi jangan beritahu nyonya besar dan yang lainnya saya khawatir anda akan di marahi besar-besaran nona"
"akh ia baiklah",jawab Raina dengan sopan.
"kalau begitu saya permisi nona,saya titip tuan tolong jaga dan rawat dia dengan baik!", ucapnya menyeka matanya yang tak ada air mata sama sekali Kemudian langsung pergi.
setelah Dokter itu pergi Raina masuk ke kamar itu dan melihat Alvan yang masih duduk di posisi yang sama dengan piyama yang masih terbuka hingga memperlihatkan tubuhnya yang sixpack.
__ADS_1
"oh kenapa itu begitu menggoda!",gumam nya berusaha menahan keinginan nya untuk menyentuhnya.
bersambung....