
"lalu bagaimana dengan susu nya? apakah kau menambahkan gula di sana?", tanyanya Karna merasa susu yang ia minum tadi sangat manis sekali.
"iya tentu saja,tadi aku merasainya dan tidak ada rasanya sama sekali jadi aku menambahkan 3 sendok gula tadi",ucapnya membuat Alvan langsung memalingkan wajahnya dengan tak percaya bagaimana bisa gadis di depan nya itu tidak tahu cara memasak bahkan membuat susu pun tidak bisa.
"kalau kau tidak bisa kenapa tidak meminta pelayan yang membuat kan nya?",tanya nya dengan sabar terlepas dari Raina yang begitu merasa tidak bersalah.
"sebenarnya aku sudah meminta mereka membuat kan nya tapi mereka semua tidak mau dan meninggalkan ku sendiri di dapur jadi aku hanya bisa membuat nya sendiri, mungkin karna mereka fikir itu untuk ku karna aku tidak mengatakan kalau itu bubur untuk mu,",ucapnya.
Mendengar itu membuat Alvan tiba-tiba merasa marah bagaimana bisa pelayan rumah nya tidak melayani istrinya.
"lagi pula aku bisa masak sendiri meskipun rasanya sedikit kurang karena tidak sehebat mereka!aku juga tidak perlu di layani aku bisa melakukan semuanya sendiri",ucapnya dengan nada sombong.
Alvan tidak bisa menerima istri nya di perlakukan seperti itu,ia langsung berjalan dengan langkah panjang melewati Raina yang terus berbicara.
melihat Alvan yang pergi begitu saja dan tampak marah membuat Raina bingung dengan menggaruk kepalanya,"kenapa begitu marah hanya karna masalah kecil,jika rasanya tidak pas kenapa tadi memakan nya lagi pula aku juga bukan koki yang handal dalam hal memasak, benar-benar kekanakan,aku juga bukan pembantu nya!", sungut nya tidak senang dengan David.
" tunggu dulu,apa Jangan-jangan dia bukan marah padaku tapi pada pelayan?hah apakah dia akan ke dapur,?!!", tanyanya pada Sendiri dengan sangat terkejut dan langsung berlari keluar dari kamar mandi itu.
"mau pergi kemana?!!",tanyanya saat melihat Alvan sudah keluar dari kamar.
"stop kau mau kemana?!!",tanyanya berlari kecil terus mengikuti langkah Alvan yang Cepat dan panjang.
Ia mengejar Alvan sampai ke lantai bawah, karna terus berlari dan tidak melihat ke depan ia langsung menabrak punggung Alvan yang ternyata sudah berdiri.
"aduh!",pekik nya kesakitan memegang dahinya yang baru saja menabrak punggung Alvan yang bertulang keras.
__ADS_1
''eh kenapa begitu hening?dan kenapa dia hanya diam saja?apa jangan-jangan?",gumam nya menjadi penasaran dan mengintip dari balik punggung Alvan yang lebar sampai menyembunyikan nya.
"wah?",ucapnya terkejut saat melihat dapur yang seperti kapal pecah dan para pelayan yang berdiri menghadap Alvan dengan menunduk ketakutan.
"apa yang terjadi? siapa yang membuat dapur seperti ini?!",tanya Alvan dengan suara yang menyeramkan sampai membuat Raina merinding dan ketakutan.
"tuan ini...",salah seorang pelayan itu mengangkat pandangan nya untuk menjawab Alvan tapi ia melihat Raina yang bersembunyi di belakang Alvan orang yang membuat dapur seperti sekarang.
Mengetahui dirinya di tatap oleh pelayan itu membuat Raina langsung kembali bersembunyi di belakang Alvan sampai tak terlihat oleh para pelayan itu.
"katakan!!",bentak Alvan membuat mereka semua terkejut tak terkecuali Raina sampai jantung nya hampir lepas karna ia tepat di punggung Alvan.
"matilah aku!",gumam nya.
"Alvan ada apa ini?kenapa kau berteriak?",tanya wanita paruh baya yang menghampiri para pelayan.
wanita paruh baya itu melihat ke belakang nya dan Sangat terkejut melihat kondisi dapur yang benar-benar berantakan dan seperti kapal pecah,"ya ampun!!bagaimana bisa dapur berantakan seperti ini?!!",tanya wanita itu menjadi marah besar.
"nyonya....nyonya muda yang melakukan nya nyonya besar",ucap pelayan itu dengan menundukkan kepalanya takut dengan tatapan Alvan.
"apa?!!",tanya wanita itu menjadi lebih marah.
Alvan terkejut mendengar nya,bukan hanya tidak tahu memasak dan membuat susu tapi Raina juga membuat dapur berantakan seperti itu, entah kenapa hal itu membuat nya tiba-tiba ingin tertawa apalagi sekarang Raina seperti bocah kecil yang bersembunyi di belakang nya membuat nya tak bisa menyembunyikan senyum nya.
"gadis ini membuat kesalahan tapi kenapa aku malah merasa semua perbuatannya begitu menggemaskan nya!",gumam nya tak mengerti lagi dengan dirinya.
__ADS_1
"sudahlah,kalian rapikan kembali jika tidak bisa di pakai lagi buang saja semua!", selesai mengatakan nya ia berbalik melihat Raina yang sedari tadi bersembunyi di belakang punggung nya kemudian menghela nafas panjang dan mengangkat tangan nya membuat Raina terkejut dan langsung menutup matanya berfikir Alvan akan memukulnya tapi ia merasakan pucuk kepalanya di usap-usap dengan lembut.
"kau yang melakukan nya?", tanyanya menatap wajah Raina lekat dengan suara yang lembut membuat gadis itu mengangkat wajahnya dan mengangguk kan kepala nya dengan ragu-ragu dan merasa tenang karna Alvan tidak marah padanya.
"lain kali jika tidak bisa memasak,kau bisa meminta pelayan melakukan nya!'',ucapnya lembut mengusap-usap pucuk kepala Raina, kemudian ia berbalik membuat para pelayan itu seketika menunduk.
"mulai sekarang jika ada yang berani tidak menuruti perintah istri ku aku akan memecatnya dan memberikan kartu hitam!'',ancam nya membuat para pelayan itu ketakutan.
"baik tuan",ucap mereka dengan serentak karena ketakutan.
para pelayan di rumah itu memang di kirim dari perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan rumah tangga yang sudah terlatih dan telaten jika mereka di pecat maka bisa kembali ke perusahaan namun dengan catatan buruk,tapi jika sudah di beri kartu hitam maka tidak akan bisa di terima di rumah manapun dan akan di pecat dari perusahaan.
"Alvan apa-apaan kamu ini memanjakan wanita ****** ini!!lagi pula sejak kapan dia tidak bisa memasak biasanya dia juga selalu masak untuk nya sendiri!",geram wanita paruh baya itu.
mendengar itu membuat Raina terkejut dan bingung apa yang akan di jelaskan nya jika mereka curiga dengan nya.
"hei kau wanita jal*..."belum sempat wanita itu menyelesaikan ucapnya Alvan langsung memotongnya nya.
"Ma tolong jaga ucapan mama,dia adalah istri ku aku tidak ingin dia mendengar mama mengatakan nya seperti itu!!",ucap Alvan dengan suara tegas dan sedikit tinggi kemudian langsung menarik tangan Raina dan pergi dari sana.
wanita paruh baya itu tidak percaya Alvan sekarang sangat melindungi Raina membuat nya kesal.
deg...deg...
"ada apa dengan ku ini,kenapa aku terus deg-degan?wajah ku juga sangat panas,aneh sekali",gumamnya melihat tangan nya terus di tarik Alvan dengan lembut.
__ADS_1
bersambung...