PERUBAHAN RAINA

PERUBAHAN RAINA
chapter 28


__ADS_3

"aku ingin mandi,siapkan pakaian ku!", ucapnya setelah mereka kembali ke kamar.


"kenapa harus aku?",tanya Raina tidak mau.


"karna kau adalah istri ku jadi itu sudah kewajiban mu,bukan kah kita sudah berjanji semalam kalau mulai sekarang kita akan memulai hubungan suami istri yang baik, seperti hubungan suami istri pada umum nya!", ucapnya dengan jelas.


''benar juga,sebaik nya aku menuruti kemauan nya sembari menunggu waktu yang tepat untuk membalas dendam!",gumam nya.


"baiklah,kau ingin pakaian apa?",tanya nya dengan malas nya membuat Alvan puas.


"pakaian santai,hari ini aku tidak bekerja aku ingin di rumah saja!",ucapnya.


"hmmm",jawab Raina dengan deheman kemudian masuk ke ruangan pakaian Alvan, ia cukup takjub saat masuk kedalam ada banyak pakaian dan semua keperluan Alvan di sana termasuk tas,sepatu,topi,jam tangan yang serba mewah dan bermerek terkenal,yang di susun dengan rapi.


"bukan kah dia benar-benar tipe ku!", ucapnya dengan tersenyum sinis tapi kemudian menggelengkan kepalanya karna ia tidak boleh berfikir seperti itu tujuannya hanya membalas kan dendam gadis pemilik tubuh itu kemudian akan pergi dan meninggalkan pria itu, untuk sekarang ia belum tahu musuh utama nya jadi hanya bisa membuat pria itu sebagai Pelindung nya.


dengan cepat ia memilih pakaian santai dan keluar dari sana.


setelah beberapa saat Alvan keluar dan melihat pakaian nya sudah ada di atas tempat tidur, namun saat ia melihat ke sekeliling tidak ada keberadaan sang istri membuat nya berdecak.


"kemana gadis itu pergi", ucapnya kemudian mengambil pakaian itu dan langsung memakai nya, setelah itu ia keluar untuk mencari Raina ke kamarnya.


tapi saat ia masuk ia tak melihat keberadaan nya hanya saja terdengar suara air dari dalam kamar mandi.


"ternyata gadis itu sedang mandi"ucapnya sedikit tenang karna ia fikir tadinya Raina sudah pergi ke kampus,ia duduk di sofa untuk menunggu Raina karna ia ingin mengajak istrinya itu jalan-jalan hari ini, sembari menunggu Raina ia membaca buku Raina yang terletak di atas meja.

__ADS_1


hingga tak lama pintu kamar mandi terbuka terlihat Raina yang keluar dengan hanya menggunakan handuk kecil yang melilit di tubuhnya.


"setelah mandi rasanya lebih segar", ucapnya dengan senang sembari mengeringkan rambut nya dengan satu handuk lagi.


Alvan tertegun melihat nya, bahkan tubuh nya tiba-tiba kaku melihat pemandangan di depan nya di mana Raina hanya menggunakan handuk kecil di tubuh nya sehingga memperlihatkan paha nya yang putih dan mulus apalagi handuk nya hampir melorot sehingga hampir menunjukkan dadanya.


Raina yang belum menyadari keberadaan Alvan di sana memperbaiki handuk nya yang hampir melorot,"menyebalkan sekali,kenapa di sini tidak ada handuk kimono membuat orang susah saja!",kesalnya membuka handuk nya untuk melilitkan nya dengan benar.


hal itu tak lepas dari pandangan Alvan karena sofa yang ia duduki sekarang memang tepat menghadap pintu kamar mandi dimana Raina berdiri sekarang dan memperbaiki handuk nya.


tap....


hingga buku yang di tangan nya tiba-tiba jatuh membuat Raina langsung melihat ke asal suara itu dan betapa terkejut nya ia saat melihat Alvan duduk di sana dan memperhatikan nya.


deg....


ia menutup mulut Raina meski dirinya saat ini sangat panas bahkan benda pusaka nya sudah menegak dan nafas nya yang cepat juga panas setelah melihat tubuh Raina yang tanpa sehelai benang pun.


"jangan berteriak", ucapnya berbicara di telinga Raina yang tiba-tiba memerah dan panas.


tubuh Raina bergetar hebat saat merasakan suara Alvan yang berat di telinga nya dan nafas nya yang panas, apalagi mengingat bagaimana ia membuka handuk nya dan memperlihatkan tubuhnya tepat di hadapan Alvan,ia tak tahu lagi harus melakukan apa hanya bisa menangis bagaimana pun itu sekarang adalah tubuh nya dan betapa memalukan nya.


Alvan berusaha menenangkan dirinya untuk tidak terbawa nafsu bagaimana pun ia tidak ingin membuat Raina ketakutan padanya apalagi mereka baru saja dekat, bisa-bisa Raina akan menjaga jarak lagi dengan nya.


Raina dengan kasar melepas kan tangan Alvan dan menatap nya dengan penuh amarah dan emosi,ia mengepal tangan nya dan meninju perut Alvan sekuat tenaga tapi karna perut Alvan yang keras dan tangan nya yang lembek membuat tangan nya sakit.

__ADS_1


tapi ia tidak peduli ia terus memukul perut Alvan dengan melampiaskan rasa malu nya karna pria itu melihat tubuh nya,"aku akan membunuh mu karna sembarangan masuk ke kamar ku dan mengintip ku!!",kesalnya diam sejenak menatap Alvan tajam.


melihat wajah dan mata itu justru membuat Alvan menjadi tertawa karna melihat Raina yang semakin menggemaskan dan sangat imut seperti kucing kecil.


"kenapa kau tertawa!kau pikir ini lucu?masuk ke kamar seorang gadis dan...dan kau bajingan aku akan membunuh mu karna melecehkan ku!!",ucapnya berteriak marah pada Alvan dan ingin memukul nya lagi tapi Alvan langsung menangkap tangan nya.


Alvan sedikit membungkuk untuk menyertakan tinggi nya dengan istri nya yang kecil itu hingga wajah mereka saling bertemu,"aku masuk ke kamar istri ku apa itu salah?kurasa tidak sama sekali dan satu lagi aku tidak ada melecehkan mu aku hanya melihat tubuh istri ku apa itu juga salah? kuasa tidak",ucap Alvan mencubit hidung Raina yang sangat merah.


ia kemudian mendekatkan mulutnya di telinga Raina,"bahkan seharusnya kau menyerah kan diri mu padaku"bisik nya membuat Raina seketika merinding dan langsung mendorong pria dewasa itu hingga sedikit menjauh darinya.


"jangan harap!",ketusnya dan ingin berlari untuk secepatnya memakai pakaian nya tapi dengan cepat Alvan menarik tangan nya hingga tubuh mereka menempel.


jantung kedua nya saling bersahutan dan wajah yang saling merona,Raina mendongak melihat Alvan yang ternyata juga melihat nya dengan tatapan aneh.


Alvan menurunkan wajah nya semakin mendekat dengan wajah Raina yang mendongak.


cup...


Alvan menempel kan bibir nya pada bibir Raina membuat gadis itu langsung membolakan matanya karena terkejut pada saat ia ingin melepaskan diri Alvan langsung menahan tengkuk nya membuatnya tak bisa lepas.


Ia hanya bisa memukul-mukul dada Alvan agar pria itu melepaskan nya tapi Alvan Sama sekali tidak perduli dengan penolakan Raina karna sungguh ia tak bisa lagi menahan dirinya.


salah satu tangan nya memeluk pinggang kecil Raina agar lebih dekat dengan nya dan satu tangan nya lagi menahan tengkuk gadis itu agar tak bisa lepas,ia benar-benar tak bisa lagi mengontrol dirinya.


Raina yang awalnya memberontak tiba-tiba terbawa suasana dan berhenti memukul dada Alvan.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2