
"bisakah kita memulai hubungan suami istri yang baik?",tanya nya lagi.
"bagaimana ini, tidak mungkin aku menolak nya kan,akh ya sudahlah iyakan saja dulu!",gumam nya setelah beberapa saat memikirkan nya ia mengangguk kan kepalanya dengan tersenyum yakin.
mendapati persetujuan itu Alvan sangat bahagia,"terima kasih!",Ucapnya kembali memeluk Raina erat.
"kenapa pelukan nya begitu hangat dan membuat nyaman!",gumam Raina merasa aneh dengan dirinya, bahkan tanpa ia sadari ia juga bahagia dengan momen itu.
sang supir yang menjadi saksi bisu antara pasangan itu berdoa agar Hubungan tuan dan nyonya itu benar-benar berubah lebih baik dan membuat mereka saling mencintai.
Raina tersadar dan langsung mendorong Alvan,"aku harus keluar!",ucapnya dengan wajah merah.
cup...
Alvan mencium kening Raina sebelum wanita itu benar-benar lepas dari pelukan nya,"baik pergilah,aku akan menjemputmu nanti",ucapnya dengan lembut membuat jantung nya kembali tidak normal dan langsung turun dari mobil.
setelah turun dari mobil Raina langsung masuk kedalam gerbang dengan memegang dadanya yang masih berdetak kencang,"kenapa aku yang menjadi salah tingkah!"gumam nya dengan terus berjalan.
"apa mungkin karna aku sudah menjomblo selama tiga puluh tahun jadi aku menjadi mudah baper begini,tidak-tidak bisa aku tidak bisa jatuh hati pada pria itu,tugas ku di sini adalah membalas dendam pada mereka semua terlebih pada pemeran utama wanita itu!setelah itu aku bisa kembali ke kehidupan ku yang dulu,menetap di tubuh ini juga tidak buruk",ucap nya terus berjalan sampai tidak menyadari kalau dosen Alex sudah menunggu di depan sana.
"Raina!"panggil itu membuat pikiran Raina buyar dan langsung memasang wajah malas.
"Raina apakah kau sudah membawa hal yang ku minta itu?", tanya nya langsung.
"oh apa maksud mu Rahasia pengembangan perusahaan Leng itu?",tanyanya.
"benar"jawab Alex.
"aku lupa,tapi kau tenang saja aku akan memberinya padamu setelah aku mengambilnya!",ucapnya.
__ADS_1
"kapan?",tanya Alex dengan menaikkan sebelah alisnya.
"entahlah yang penting secepatnya aku akan mengambil nya dan memberikan nya padamu jadi kau tidak perlu khawatir!", ucapnya lagi.
Alex menahan emosi nya, bisa-bisanya gadis di depan nya itu tak lagi patuh padanya dan mendengar kan ucapan nya, bahkan sekarang menentukan kapan waktu yang ia inginkan kan.
"jadi kau tunggu saja,mari pak!", ucapnya melewati Alex begitu saja masuk kedalam ruangan itu meninggal kan Alex yang menahan emosi.
"aku ingin dokumen itu ada padaku dua hari lagi!",ucapnya menahan tangan Raina.
"dua hari lagi?aku khawatir aku tidak bisa mengambil nya secepat itu!", ucapnya membuat Alex geram.
"aku sudah bilang aku akan memberi nya padamu setelah aku mengambilnya tapi aku tidak tahu kapan", ucapnya melepaskan tangan Alex dan dengan cepat pergi dari sana.
"tidak ada gunanya lembut pada pria ini!!aku benar-benar ingin menghabisi nya secepat nya!",gumam nya begitu kesal pada Alex bahkan mood nya menjadi tidak baik setelah berbicara pada pria itu.
***
Alvan tidak membawa supir untuk menjemput Raina ia sendiri yang mengemudi,saat Raina sudah masuk ke dalam mobil ia mengulurkan telapak tangan nya ke depan Raina membuat gadis itu bingung.
"apa?", tanyanya tidak mengerti.
"mulai sekarang setiap kau kembali dan pergi ke manapun kau harus mencium tangan ku sebagai suami mu!",ucap nya dengan jelas dan serius.
"benar kah?apakah suami istri harus seperti itu?",tanya Raina dengan polosnya kemudian melakukan seperti yang di katakan Alvan ia mencium tangan pria itu sekilas kemudian langsung mengangkat wajahnya melihat pria itu.
Alvan menjadi salah tingkah dan wajah nya menjadi merah karena apa yang di lakukan Raina.
"lalu?",tanya Raina lagi membuat Alvan tersenyum melihat nya dan mengangkup Wajah nya dan langsung mencium kening nya dengan waktu yang lama.
__ADS_1
"lalu aku akan mencium mu seperti ini!",ucap Alvan menatap wajah istri kecil nya itu dengan sangat gemas.
"kau!apa yang kau lakukan!",ketus Raina dengan wajah merona dan melepaskan wajah nya dari tangan pria itu dengan cemberut.
"mulai sekarang kita akan melakukan itu!",Ucapnya dengan tersenyum dan mengusap-usap pucuk kepala Raina sampai membuat rambut nya berantakan.
"sialan,apa aku akan benar-benar menjadi istri nya!",gumam Raina dengan memegang dada nya yang deg-degan tak jelas.
melihat Raina merona membuat Alvan terkekeh kecil,begitu lucu melihat nya yang malu.
"kita akan pergi kemana!",tanya nya berusaha untuk menenangkan dirinya dan jantung nya yang terus berdetak.
"ke perusahaan",jawab Alvan mengalihkan pandangannya sekilas pada Raina dengan tersenyum kemudian kembali fokus menyetir.
"ooh"jawab Raina menyandarkan kepalanya ke kaca melihat keluar.
Alvan menghela nafas pelan"aku khawatir jika aku membiarkan mu sendiri di rumah,mama dan Renata akan melakukan sesuatu lagi padamu!",gumam nya dengan menatap Raina iba,sebenarnya ia tahu kalau selama ini ibu dan adik nya itu selalu membuat Raina tersiksa di rumah tapi setiap kali Ia akan membela Raina,wanita itu akan menatap nya tajam dan mengatakan "Tidak perlu!!"dengan dingin dan tatapan tajam,dan begitu setiap kali ia akan membela nya.
tapi kali ini ia tidak akan membiarkan Raina istri kecil nya itu di siksa lagi oleh ibu dan adiknya itu, justru ia ingin membuat Raina bergantung padanya sehingga ia bisa memanjakan gadis kecil nya itu dengan sesuka hatinya.
"apa kau tidak nyaman tinggal di rumah?",tanya nya membuat Raina langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan bingung.
"apa maksud nya? apakah ini pertanyaan yang menjebak?",gumam nya menatap Alvan dengan curiga.
"jangan menatap ku seperti itu,sebenarnya aku sudah menyiapkan tempat tinggal untuk kita berdua jika kau merasa tidak nyaman untuk tinggal di rumah,aku yakin tempat itu akan membuat mu nyaman tanpa mama dan Renata",ucap Alvan dengan serius.
"memang aku tidak nyaman dengan kedua orang itu,tapi jika aku pergi dari sana bagaimana aku akan membalas kan dendam gadis ini,aku sudah berjanji akan membalas kan dendam nya",gumam nya sekilas wajah nya berubah muram dan dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"tidak,sejauh ini aku cukup nyaman tinggal di rumah kau tidak perlu khawatir tentang bagaimana Mama dan Renata memperlakukan ku!", ucapnya dengan senyum yang meyakinkan.
__ADS_1
"aku tidak yakin,tapi aku merasa perubahan nya benar-benar sangat besar!",gumam nya melihat wajah Raina yang sungguh-sungguh mengatakan nya.
bersambung....