PERUBAHAN RAINA

PERUBAHAN RAINA
chapter 22


__ADS_3

Karna Alvan yang ada meeting penting terpaksa ia meninggal kan Raina sendiri di ruangan nya.


setelah selesai Rapat Alvan langsung keluar dari ruangan itu dan langsung menuju ruangan nya,ia ingin segera melihat gadis itu.


saat ia masuk matanya langsung mencari sosok gadis yang membuat nya rindu itu padahal baru sebentar saja, hingga tatapan nya menangkap seorang gadis yang tampak terlelap di atas sofa dengan membuat tas nya sebagai bantal,ia berjalan dengan pelan agar tak menganggu tidur gadis itu.


kemudian berjongkok tepat di depan Raina yang tampak nya begitu nyenyak,tangan nya terulur merapikan anak rambut Raina yang berantakan menutupi wajahnya.


"apa yang terjadi hingga merubah mu seperti sekarang ini?", tanyanya dengan nada pelan menatap wajah menggemaskan itu.


"Tuan"panggil seseorang dari arah pintu membuat nya berbalik dan langsung meletakkan jarinya di depan bibirnya menyuruh sekretaris nya itu untuk tidak berisik.


kemudian ia berdiri melepaskan jas nya dan menggunakan jas nya itu menutupi tubuh mungil Raina,dan mengecilkan suhu AC agar tidak membuat nya kedinginan.


barulah ia menghampiri sekretaris nya yang sudah berdiri tepat di depan nya itu dengan membawa sebuah dokumen,"ini perbaikan kas perusahaan dari dapartemen keuangan yang anda minta tuan!", ucapnya menyerah kan dokumen itu pada atasan nya itu.


Alvan menerima nya dan melihat isinya sekilas kemudian langsung menutup nya,"baiklah aku akan membaca nya di rumah saja,ini sudah jam enam aku harus Segera pulang", ucap nya melihat ke arah Raina yang masih tetap terjaga.


sekretaris nya itu mengerti saat Alvan melihat Raina,"yah seperti nya hubungan tuan dan nyonya tampak sudah membaik",gumam sekretaris itu ikut senang.


David kembali menghampiri Raina dan berjongkok untuk mengangkat nya dengan hati-hati agar tidak membangunkan nya.


"bawakan tas nya ke mobil!"Ucap nya pada sekretaris nya itu.

__ADS_1


"baik tuan!", jawab nya dan segera mengambil tas Raina yang terletak di atas sofa kemudian langsung mengikuti tuan nya itu dari belakang.


***


saat Alvan keluar dari Lift semua orang langsung melihat ke arah nya dengan tatapan terkejut saat melihat Atasan mereka menggendong seorang wanita yang membuat para kaum hawa iri dengan wanita itu.


Namun Alvan sama sekali tidak menghiraukan tatapan mereka ia dengan langkah panjang berjalan dan tubuh yang tetap tegap meski sedang menggendong Raina tampak tak ada beban sama sekali padahal berat Gadis itu mencapai 47 kg.


sang supir yang sudah stay di mobil melihat tuan nya langsung membuka kan nya pintu.


Alvan dengan hati-hati membaringkan Raina ke dalam mobil setelah itu ia mengambil tas milik Raina dari tangan sekretaris nya kemudian masuk kedalam mobil mengangkat kepala Raina ke dalam pangkuan nya.


setelah itu sang supir menutup pintu,


"beritahu aku apa saja yang akan di lakukan tuan David di dalam mobil bersama nyonya muda!",ucap sekretaris itu membuat sang supir mengacungkan jempolnya.


sepanjang perjalanan David hanya menatap wajah Raina yang terlelap tanpa terganggu sama sekali.


"tuan kita sudah sampai!",ucap sang supir membukakan pintu untuk David.


"bawakan ini!",ucap Alvan memberikan tas Raina pada supir nya itu kemudian ia menggendong Raina ala bridal style berjalan memasuki rumah dengan langkah tegap nya.


di dalam rumah Renata dan sang mama sudah menunggu kedatangan mereka, tapi mereka di kejutkan dengan Alvan yang menggendong Raina wanita yang paling mereka benci.

__ADS_1


"Alvan berhenti!!"ucap wanita paruh baya itu dengan nada tinggi dan tidak senang.


Alvan berhenti melihat ibu dan adik nya itu dengan wajah lelah,"aku lelah ma, bisa kah kita berbicara besok saja!", ucapnya membuat wanita paruh baya itu semakin tidak senang.


"Alvan pokoknya mama tidak mau kau mempunyai hubungan lagi dengan wanita itu!!"ucap sang mama dengan menekan Ucapan nya.


"baiklah,biarkan aku mengantar kan Raina tidur dulu!",ucap nya berjalan menaiki tangga meninggal kan ibu nya yang sudah menekan emosi nya itu.


"Ma!!!aku GK suka banget liat kakak manjain wanita ja*ang itu",kesal Renata mengepal tangan nya melihat kepergian kakak nya dengan menggendong Raina.


"sudah jangan berisik,kita tunggu dia turun baru kita bahas masalah ini! karena bagaimanapun juga mereka harus secepatnya bercerai!", Ucap wanita paruh baya itu duduk dengan melipat kaki dan tangan nya menunggu Alvan turun.


***


Alvan membawa Raina masuk kedalam kamar nya dan membaringkan gadis itu di ranjang besar nya yang selama ini tidak ada wanita yang tidur di sana baik itu mantan nya,dan Raina adalah wanita pertama yang tidur di atas ranjang nya itu.


Ia menarik selimut sampai menutupi dadanya,sebelum keluar ia mencium kening istrinya itu dengan cukup lama."apapun yang terjadi aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi meskipun kau menolak nya!dan jika mama tidak setuju aku juga tidak peduli", Ucap nya kembali mencium kening Raina dan mengusap-usap nya.


kemudian berdiri dan berjalan keluar dari sana untuk berbicara dengan ibu nya,ia sudah tahu apa yang akan di katakan ibu nya itu.


bersambung....


terima kasih,bantu share yuk terimakasih

__ADS_1


__ADS_2