PERUBAHAN RAINA

PERUBAHAN RAINA
Chapter 7


__ADS_3

Raina terkejut sampai terdiam,"apakah pemilik tubuh ini tidak menyukai pria baik dan tampan ini?dan juga pernah berkhianat dan memiliki selingkuhan!?"gumam nya dengan cukup tertegun dengan apa yang di katakan pria di depan nya itu mengenai sifat nya.


Alvan tersenyum mengejek dirinya sendiri,bisa-bisanya ia berharap akan hal itu hanya karna melihat perubahan wanita didepan nya itu,ia perlahan menarik tangan nya."mungkin aku terlalu banyak berharap"gumam nya dengan perasaan sedih,ia mengatakan itu karena terlalu bahagia sampai-sampai menyuruh Wanita di depannya itu berjanji untuk hal yang tidak mungkin.


"baiklah!!"ucap Raina tiba-tiba mengangkat jari kelingkingnya dan menyatukan nya ke kelingking Alvan yang sudah mundur.


Alvan sangat terkejut,ia mengangkat pandangan nya melihat Raina yang sekarang tampak sungguh-sungguh,ia bahkan bisa melihat dari mata istri kecil nya itu kalau ia sedang tidak berbohong dan sangat serius.


"apa kau yakin?",tanyanya dengan tidak percaya.


"Kenapa tidak",ucap Raina lagi dengan senyum yang meyakinkan.


''kau sungguh akan menempati janji mu?"tanya Alvan lagi dengan ragu.


''Aku Qalista ang tidak pernah melanggar janji yang ku buat sendiri...maksud ku Raina"ucapnya menarik kelingking nya.


mobil berhenti membuat Raina langsung melihat keluar."apakah kita sudah sampai?",tanyanya melihat keluar.


Alvan tidak tahu apakah Raina istri kecil nya itu benar-benar telah berubah,"ya kita sudah sampai!", jawabnya.


Raina tertegun melihat kampus itu bahkan seketika kepalanya menjadi sangat sakit tapi ia berusaha menahan nya jika tidak pria di samping nya itu akan menahan nya dan tidak membiarkan nya keluar.


''apa kau baik-baik saja,jika merasa masih tidak sehat tidak perlu ke kampus!"tutur Alvan melihat Raina yang masih terdiam dan memegang kepalanya.


''tidak tidak!aku sudah mengatakan kalau aku banyak tugas jadi jangan coba menahan ku"Ucap Raina dengan cepat keluar dari mobil menutup pintu dengan keras dan langsung berlari memasuki gerbang kampus itu.


Bahkan Alvan dan sang supir tidak sempat mengatakan apapun,gadis itu pergi seperti angin.

__ADS_1


senyum Alvan tiba-tiba berubah dengan senyum sinis,''apakah kau percaya dengan apa yang di ucapkan nya?"tanya Alvan pada sang supir.


''saya sendiri kurang yakin tuan'',jawab supir itu cepat.


''orang lain saja berfikir seperti itu,apa lagi aku yang selalu kau khianati dan bohongi juga orang yang sangat kau benci hingga selingkuh dengan pria tidak apa-apanya di banding kan dengan ku,Raina apakah kau sungguh berubah?'',gumam Alvan dengan menghela nafas panjang.


"jalanlah!aku masih ada meeting sebentar lagi!"perintah nya pada sang supir,kemudian melihat ke arah kampus itu.


"tuan begitu mencintai gadis itu,tapi cintanya bahkan tak sedikitpun terbalaskan selama ini!aku yakin suatu saat nanti tuan pasti akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari nona Raina yang tidak tahu terima kasih sama sekali!"gumam sang supir dengan menghela nafas sangat kasihan pada majikannya itu.


...


sedangkan Raina menghentikan langkah nya dan berbalik saat melihat mobil itu sudah berlalu pergi ia merasa sangat lega, kemudian ia melihat kembali ke kampus yang tepat di hadapan nya itu.


"kampus ini kenapa tampak begitu familiar,apakah aku pernah kemari?", tanyanya pada diri sendiri.


ia mengerutkan keningnya saat melihat sekelompok wanita yang tampak nya sangat gaul dan keren berjalan ke arahnya.


"apakah mereka teman pemilik tubuh ini?"gumam nya dengan memperhatikan sekelompok wanita yang sekarang semakin mendekat dengan nya.


"wah-wah tampak nya seseorang sudah mengubah penampilan nya!"ucap salah satu dari wanita itu dengan memandang nya rendah,membuat beberapa wanita lain di belakangnya tertawa terbahak-bahak.


"mungkin dia masih berusaha mencuri perhatian dosen baru itu!"ucap salah satu lagi membuat wanita lainnya tertawa terbahak-bahak.


Raina mengerutkan keningnya dalam,"seperti nya aku salah,orang-orang ini pasti musuh ku"gumam nya masih diam memperhatikan apa lagi yang akan di lakukan sekelompok wanita-wanita cantik dan keren itu yang sekarang sedang mengelilinginya.


ia sangat terkejut saat tiba-tiba wajah nya di tampar dengan sangat kuat.

__ADS_1


"dengar ya,wanita tengil seperti mu tidak akan pernah pantas mendapat kan pria terlebih pria tampan seperti dosen Fandi!!kau hanya akan cocok dengan pria yang sederajat dengan mu!!"bentak wanita itu lagi menjambak rambut Raina.


Raina tersenyum sinis dengan apa yang di lakukan wanita di depan nya itu,"menarik sekali aku suka drama seperti ini!",sinisnya.


"apa kau mendengar ku!jangan kira dengan merubah penampilan mu yang culun akan mendapat perhatian dari dosen Fandi!!"bentak wanita itu lagi dengan berteriak tepat di depan wajah Raina mendorong pundaknya lagi dengan kuat.


"kau sedang memancing ku untuk membunuh mu?"tanyanya dengan menatap wanita yang menjambak nya itu dengan tatapan tajam.


seketika tawa sekelompok wanita itu pecah mendengar ucapan nya.


"hahaha!!kau kira kau siapa!!?"


"hah..kau hanya sebutir upil di mata kami!"ia mendorong bahu Raina lagi,kemudian mereka semua saling mendorong-dorong bahu Raina hingga membuat gadis itu seperti di lempar-lempar, Seorang Qalista yang berderjat tinggi dan terhormat di olok-olok seperti itu apakah itu lelucon.


"kalian yang mengingin kan nya!!"ucap Raina bersiap mengangkat kepalan tangan nya untuk menonjok wajah sekelompok wanita itu,hingga seorang pria tampan datang dan menarik dirinya dari lingkaran sekelompok wanita kejam itu.


"apakah kalian tidak bosan!!mengganggu dan menindas nya setiap hari!"bentak pria itu dengan marah nya.


"pak fandi..."ucap wanita yang merupakan ketua geng dari sekelompok wanita penindas itu.


"Laura!jika kamu mempunyai masalah dengan Raina apakah tidak bisa di selesaikan dengan baik-baik?apakah hanya bisa dengan kekerasan dan penindasan seperti ini?"tanya pria yang disebut pak Fandi itu dengan marah.


"saya harap kalian bisa merubah perilaku kalian untuk kedepan nya!"tambah pria itu lagi,kemudian berbalik dan pergi tak lupa menarik tangan Raina yang terdiam bak patung.


''kenapa nama-nama ini sangat tidak asing,pak Fandi dan Laura,dimana aku pernah mendengar nama kedua orang ini!?"gumam nya sembari terus di tarik oleh pria yang bernama fandi itu.


bersambung terimakasih jangan lupa like komen..

__ADS_1


__ADS_2