
"sudah ku duga,dia tetap lah gadis kecil lugu Alisa bodoh!",ucapnya tersenyum miring setelah kepergian Raina.
"hahhh!!setelah perusahaan Leng hancur maka perusahaan ku akan muncul dan jauh lebih sukses,dan gadis bodoh itu tetap hanya mainan ku!",ucapnya dengan tertawa jahat dengan berputar-putar di kursinya,tapi ia sangat terkejut saat berbalik melihat sosok Laura di ambang pintu dengan melipat tangan di depan dada.
sontak ia langsung bangkit karena sangat terkejut,"kau!!kenapa kau ada di sini!!", tanyanya dengan tatapan tajam pada Laura.
Laura tersenyum dan melangkah mendekati Alex,"kenapa tidak bisa,Raina bisa bolak balik masuk kemari lalu kenapa aku tidak!",tanya nya dengan tatapan genit dan mengigit sedikit bibirnya membuat Alex bingung.
"saya sebenarnya sudah tahu dari awal kalau bapak hanya memanfaatkan Raina gadis bodoh Itu bukan!",ucapnya berdiri tepat di depan Alex dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh dada Pria bidang itu membuat Alex dengan geram menangkap tangan nya dan menghempaskan nya.
"jaga bicara mu Jangan asal bicara,terlebih kau adalah siswa ku jadi jaga sikap mu kalau tidak aku bisa saja melaporkan mu dan membuat mu di DO!!",bentaknya tapi tidak membuat Laura takut bahkan tangannya tidak menyerah menyentuh dada Alex dan meraba-raba nya membuat Alex semakin bingung.
"Aku tidak takut sama sekali karena bapak tidak akan bisa melakukan nya karena Papa ku adalah salah satu pemegang saham terbesar di sini!", ucapnya dengan tersenyum bangga bahkan dengan sengaja menempel kan tubuhnya dengan tubuh Alex.
"saya tahu,bapak mempunyai perusahan yang masih dalam proses berkembang, bukan Raina saja yang bisa membantu mu papa ku juga bisa karna perusahaan nya juga tak kalah dari perusahaan suami tua Raina itu!", ucapnya dengan menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum menantang.
"aku tidak butuh bantuan mu, sekarang keluar lah aku masih akan mengajar!", ucapnya dengan nada geram dan dingin kemudian dengan sekali dorong membuat Laura langsung terdorong jauh, kemudian dengan cepat keluar dari sana meninggal kan Laura yang kesal.
"tidak apa-apa kita masih mempunyai banyak waktu,aku adalah Laura putri bungsu keluarga zay dan semua yang ku inginkan akan ku dapat kan termasuk kau dosen tampan,kau tidak akan pernah bisa lepas dari ku",ucapnya dengan tatapan tergila-gila pada Alex yang berjalan cepat menuju pintu.
"dan gadis bodoh dan menjengkelkan itu,aku akan membuat mu merasa jijik padanya! lihat saja apa yang akan ku lakukan padanya!", ucapnya berubah menjadi tatapan kebencian setelah Alex keluar dari ruangan itu.
***
__ADS_1
pukul 3 sore sesuai janji,dia sudah ada di depan kampus menunggu kemunculan Raina istri kecilnya yang membuat nya sejak tadi pagi tidak fokus bahkan tersenyum-senyum. sendiri hingga membuat sekretaris dan pegawai kantor nya bingung.
tak berapa lama Raina muncul dari balik gerbang Dengan wajah gembul nya dan tampak rambut yang di ikat berantakan dan memeluk beberapa buku, matanya tampak mencari keberadaan mobil Alvan.
hingga sebuah mobil mewah milik Alvan berhenti tepat di depan nya membuat nya tersenyum lebar saat sosok pria tinggi dan tampan keluar dari mobil itu tersenyum padanya.
Alvan mengelilingi mobilnya kemudian membukakan pintu untuk Raina tepat di sebelah nya di kursi kemudi.
Raina cukup terkesan dengan itu,"terimakasih", ucapnya kemudian masuk kedalam mobil itu,tapi belum sempat ia masuk seorang pria tiba-tiba memanggil nya membuat nya mengurungkan niatnya untuk masuk.
Alvan menoleh ke asal suara yang memanggil nama Raina,ia terkejut melihat pria yang memanggil istrinya itu adalah Alex yang ia tahu dekat dengan istri nya itu bahkan ia tahu kalau pria itu adalah selingkuhan istrinya.
"dosen Alex",ucap Raina dengan mengerutkan dahinya.
"terang-terangan sekali pria ini mengajak ku di depan Alvan!", Gumamnya terkejut dan tak habis fikir terlebih Melihat wajah pria itu yang seperti nya yakin tidak akan di tolak.
Alvan mengepal tangannya dan menatap tajam pria bernama Alex itu, sebenarnya ia sudah sering melihat Raina dan pria itu berboncengan bahkan hampir setiap hari dan itu selalu membuat nya marah dan panas.
"ayo!!",ajak pria itu tersenyum manis menarik tangan kecil Raina.
Raina benar-benar tak percaya bagaimana bisa pria itu tidak tahu malu sama sekali,ia merasakan aura yang sangat menakutkan di samping nya dengan perlahan ia menoleh ke wajah Alvan dan langsung terkejut saat Melihat wajah pria itu yang sangat menakutkan dengan tatapan tajam bak burung elang,dengan cepat ia menarik tangan nya dari genggaman Alex.
"maaf pak Alex,tapi saya tidak bisa pulang bersama bapak saya masih ada urusan penting!",ucap nya dengan wajah kaku.
__ADS_1
mendengar itu membuat Alex cukup terkejut bagaimana bisa Raina lebih memilih Alvan di banding kan diri nya.
"kalau begitu saya pergi dulu pak!", ucapnya dengan cepat masuk kedalam mobil dan menutup nya keras.
sebelum masuk Alvan menatap Alex tajam kemudian berbalik masuk kedalam mobil nya tanpa mengucapkan sepatah katapun, kemudian langsung melajukan mobilnya cepat.
***
sepanjang perjalanan begitu sunyi dan dengan suasana yang sangat menakutkan membuat Raina merasa canggung dan takut di sebelah pria itu.
"bagaimana ini,apa yang harus ku lakukan untuk mencairkan suasana menegang kan ini",Gumamnya mencuri-curi pandang ke wajah Alvan yang begitu datar dan tampak raut marah.
"kita tidak perlu berbelanja aku tiba-tiba ingat pakaian ku ternyata masih banyak!",ucapnya dengan takut tapi Alvan sama sekali tidak menanggapi nya tatapan nya begitu lurus dan tajam ke depan.
"Suami ku! bisakah kau berhenti marah padaku!!!",ucapnya setengah berteriak dengan wajah dan telinga yang merah dan mata yang terpejam.
Alvan tertegun mendengar nya sedikit melirik ke arah gadis di samping nya itu yang ternyata memejam kan mata membuat sudut bibirnya tertarik ke atas bahkan seketika hatinya berbunga-bunga dengan ribuan kupu-kupu yang menggelitik nya hingga membuat nya begitu bahagia.
hingga saat Raina membuka matanya secepat kilat senyum nya berubah menjadi seperti semula dan dengan wajah yang datar membuat Raina yang melihat ekspresi itu semakin merona karna malu karena tampa nya pria di samping nya itu tidak terpengaruh sama sekali.
"sialan padahal aku sudah mengorbankan harga diri ku,tapi bisa-bisa nya pria ini tidak terpengaruh sedikit pun!!",gumam nya dengan perasaan sangat malu.
bersambung....
__ADS_1
terimakasih semua nya atas dukungan like dan komen kalian....