
Kini Alvan duduk di depan ibu dan adiknya itu tampak serius menatap nya.
Wanita paruh baya itu menggeser kertas di depan nya ke depan Alvan.
"Apa ini?",tanya Alvan tak ingin melihat kertas itu.
"Baca!", perintah ibunya itu dengan nada tegas.
Alvan menarik nafas panjang dan mengambil kertas itu,ia sangat terkejut setelah melihat isi kertas selembar itu,ia tak percaya kalau ibunya akan Melakukan sampai seperti itu.
"kamu sudah lihat kan,jadi mama mau kau tandatangani surat itu sekarang juga dan mama akan urus hari ini juga perpisahan kalian!",ucap wanita paruh baya itu dengan tenang nya.
Ia langsung meletakkan kertas itu dan menatap ibunya itu dengan tatapan tegas dan dingin,"aku tidak setuju!"Ucapnya.
"Alvan jangan bercanda lagi!! jangan sampai kamu menyesal nantinya karna tidak menceraikan wanita ja**Ng tidak tahu malu itu!!"
"bagaimana pun juga kamu harus menceraikan nya mama tidak mau tahu!", ucap nya berisi keras.
"Maaf ma,aku tidak akan pernah menceraikan Raina sampai kapan pun itu!",ucapnya dengan nada tak bisa di bantah dan langsung bangkit pergi dari sana.
"Alvan apakah kau lebih memilih wanita ja**Ng itu dari pada mama kamu sendiri!!dengar Alvan seorang ibu tidak akan pernah menginginkan anak nya menikahi wanita tidak benar!",sang mama berdiri dan mencegah kepergian Alvan.
Alvan mendegus dan berbalik melihat mama nya itu,"sekali aku mengatakan tidak maka aku tidak akan menceraikan nya ma,dan satu lagi mama dan papa lah yang mempersatukan ku dengan nya jadi tidak ada alasan aku lebih memilih mama atau Raina,karna mama lah yang memilih Raina dulu bukan aku!", tutur Alvan dengan berbicara tegas.
__ADS_1
"tapi itu semua karna mama sama papa terpaksa Melakukan nya!dan jika bisa memilih mama juga tidak akan menikah kan mu dengan wanita yang tidak jelas itu!",ucap sang mama masih tidak menyerah.
"dan sekarang maaf ma,aku sampai kapan pun tidak akan menceraikan Raina,karna aku sudah menyukainya ma!jadi tolong jangan meminta ku untuk menceraikan nya", Ucapnya dan langsung berlalu menaiki tangga menuju ke kamar nya dimana Raina sedang tertidur di sana.
wanita paruh baya itu dengan tidak punya tenaga langsung jatuh duduk di atas sofa.
"bagaimana mungkin kakak menyukai nya",geram Renata yang tadinya ikut berdiri kembali duduk di samping mama nya yang tampak terkejut itu.
sedangkan Alvan baru saja masuk ke kamar nya dan melihat Raina masih dalam posisi tidur yang sama,ia menghela nafas pelan dan membuka jas nya dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
...
5 menit kemudian ia keluar dari dengan handuk yang melilit di pinggang nya hingga memperlihatkan roti sobek nya yang begitu indah yang bisa membuat para kaum hawa tergila-gila.tak lupa satu handuk lagi di gunakan untuk mengeringkan rambut nya yang basah.
setelah itu ia meletakkan handuk nya dan mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambut nya sebelum tidur, setelah rambut nya benar-benar kering ia kemudian memakai piyama tidur nya.
kemudian ia naik ke tempat tidur masuk ke dalam selimut yang sama dengan Raina.
ia tak bisa berhenti menatap Raina yang begitu menggemaskan dalam tidur nya ingin sekali rasanya ia memeluk gadis menggemaskan di atas tempat tidur nya itu namun ia masih bisa menahan diri nya dan ikut tertidur di samping Raina membuat jarak sedikit jauh agar tidak membuat Raina terkejut saat bangun.
***
Di lantai bawah
__ADS_1
Renata dan sang mama masih duduk bersama membuat rencana apa lagi agar memisahkan Alvan dan Raina.
"Gimana kalau mama telfon papa aja terus suruh papa untuk membujuk kakak menceraikan wanita itu!",ujar Renata.
"tidak mungkin,papa juga menyukai wanita itu terlepas dari kelakuan nya pada Alvan selama ini,jadi dia pastinya akan mendukung Keputusan Alvan"ucap wanita paruh baya itu kesal dengan ide putrinya itu.
"terus gimana dong ma,mama juga gak mungkin setuju dengan ide kakak kan?"ujar Renata membuat wanita paruh baya itu pusing.
"Mama tidak tahu, pergilah tidur jangan ganggu mama", Ucapnya langsung bangkit dan pergi ke kamar nya meninggal Renata yang kesal.
"lihat saja,aku akan membuat wanita itu keluar dengan sendirinya dari rumah ini",gumam nya dengan kesal.
***
tepat pukul 5 pagi Raina terbangun karena itu memang waktu bangun tidur nya,tapi entah kenapa rasanya enggan sekali membuka mata dan beranjak dari tidur nya yang terasa begitu nyaman.
"kenapa guling ini rasanya sangat besar di pelukan ku ya,dan juga sangat keras aneh sekali",Ucapnya meraba-raba yang ia pikir bantal guling itu tanpa berniat membuka matanya yang terasa berat.
namun hal itu membuat Alvan terbangun dan melihat apa yang di lakukan Raina, bukan nya menghentikan Raina yang terus meraba perut hingga dadanya ia malah membiarkan nya dengan tersenyum smrik.
merasa aneh Raina membuka matanya dengan perlahan-lahan,melihat apa yang sebenar nya ia pegang dari tadi.
"eh apa ini?",tanyanya dengan bingung melihat otot perut dan dada yang bidang,karna belum menyadari apa yang sebenar nya terjadi ia terus menyentuh nya dengan kegirangan karena itu adalah pertama kali nya ia menyentuh otot pria apalagi itu sangat indah, meskipun ia tahu itu hanyalah mimpi.
__ADS_1
bersambung...
jangan lupa like komen ya terima kasih