
Ia berjalan mendekati Alvan dan menundukkan kepalanya,"maaf aku benar-benar minta maaf sudah membuat mu seperti ini", ucapnya tanpa melihat Alvan yang memperhatikan nya sedari tadi ia masuk.
"apa kau tahu perbuatan mu itu bisa saja membuat kita tidak akan pernah mempunyai keturunan",ucap Alvan dengan nada dingin tapi Raina yang mendengar nya syok dan langsung mengangkat kepalanya melihat Alvan dengan tatapan terkejut.
"siapa yang ingin mempunyai keturunan dengan mu!!aku sama sekali tidak memikirkan itu!", ketus nya dengan spontan membuat Alvan tentu terkejut mendengar nya dan juga langsung menatap Raina dengan tatapan menusuk.
"gadis ini beraninya dia mengatakan tidak ingin mempunyai keturunan dengan ku!",gumam nya dengan perasaan tidak senang.
"lalu...lalu kau ingin mempunyai keturunan dengan siapa?"tanyanya dengan tatapan intens.
"apa jangan-jangan dia masih berfikir untuk kembali dengan dosen bernama Alex itu?''gumam nya dengan perasaan yang tidak senang dan tidak tenang.
"tidak ada,aku hanya tidak ingin mempunyai anak! bukan kah itu merepotkan!", ucapnya dengan gelagapan mendapati tatapan Alvan yang sangat menyeramkan seolah ingin memakan nya.
"kenapa tatapan pria ini begitu menyeramkan dan kenapa juga aku harus takut dengan nya!'',gumam nya tidak senang dan melipat kedua tangannya di depan dada.
"sudahlah lebih baik menyenangkan nya saja,aku juga harus merawat nya sampai sembuh dulu jika tidak aku pasti akan sangat di salahkan jika sampai dia mati!",gumam nya mendegus.
"kau yakin,kau tidak ingin mempunyai keturunan dengan ku apa karna seorang pria?', tanyanya dengan suara pelan terdengar datar dan dingin.
"tidak,aish....sudahlah jangan banyak bicara lagi kau harus istirahat banyak agar kau kembali sehat!",ucapnya kemudian menaikkan selimut sampai menutup perut Alvan.
"oh iya apa kau lapar?aku akan mengambil kan nya untuk mu tunggu sebentar ya!ucapnya dengan terburu-buru ingin keluar dari sana karena merasakan aura di ruangan itu sangat dingin dan mencekam terlebih pembicara mereka yang ambigu mengenai keturunan.
setelah Raina keluar Alvan yang sedari tadi diam dan tidak menunjukan ekspresi apapun langsung tertawa sinis,"Apa yang ku pikirkan,dia masih di bawah umur dan pemikiran nya juga masih kekanak-kanakan!", ucapnya menggelengkan kepalanya tidak mengerti lagi dengan diri nya yang begitu terobsesi dengan istri kecil nya.
"cukup berada di sisiku itu saja sudah cukup,jika memang tidak ingin memiliki anak juga bukan masalah besar asalkan kau selalu berada di sisiku!"ucapnya tersenyum memikirkan bagaimana kehidupan nya yang bahagia bersama Raina.
__ADS_1
tidak berapa lama kemudian pintu terbuka terlihat Raina yang membawa kan nampan berisi makanan dan buah-buahan.
ia meletakkan nampan itu di atas meja kemudian menarik kursi kecil yang ada di sana ke sisi tempat tidur Alvan dan duduk di sana,setelah itu ia mengambil semangkok bubur yang tampak sangat bergizi di penuhi dengan daging dan sayuran yang di satukan.
"ayo makan,bubur ini aku sendiri yang membuat nya",ucapnya menyodorkan nya pada Alvan.
"kau sendiri yang membuat nya?"
"mm ya,aku tidak tahu itu enak atau tidak makan lah!",ucapnya dengan wajah semangat Karena itu adalah masakan pertama nya seumur hidup nya.
Alvan memasukkan sesendok kedalam mulutnya dan sangat terkejut dengan rasa bubur itu yang seperti lautan garam karena terkejut dengan rasanya ia secara spontan langsung batuk membuat Raina dengan cekatan menyodorkan air putih.
"apakah rasanya tidak enak?", tanyanya setelah Alvan menerima gelas berisi air putih itu.
Alvan memejam kan matanya kuat,itu adalah masakan pertama Raina untuk nya dan ia tidak ingin menyia-nyiakan nya,"tidak,ini sangat enak aku akan menghabiskan nya"ucapnya memaksa kan senyum nya dan kembali memakan nya.
"kau sudah kenyang? tidak apa-apa jika tidak bisa menghabiskan nya",ucap Raina memberikan segelas berisi air putih.
dengan cepat Alvan mengambil nya dan langsung meneguknya sampai habis tapi tetap saja membuat nya ingin muntah,melihat susu yang berada di atas nampan yang tadinya di bawa Raina ia langsung mengambil nya dan meminumnya sampai habis.
tapi baru saja ia selesai menghabiskan nya tiba-tiba perutnya seperti di guncang dan semua isi perut nya tiba-tiba akan keluar.
Ueeek!
dengan cepat ia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan nya di sana,Raina yang khawatir dan takut terjadi apa-apa langsung berlari ke kamar mandi.
tapi saat melihat muntahan David ia juga langsung mual dan segera berbalik karna merasa sangat menjijikkan,"kau tidak apa-apa?",tanyanya dengan membelakangi David yang masih muntah-muntah.
__ADS_1
setelah beberapa saat David akhirnya berhenti muntah lebih Tepatnya mengeluarkan semua isi perut nya,ia mencuci mulut nya saat ia berbalik terlihat Raina yang membelakangi nya dengan menutup telinga nya.
tsk... decak nya merasa kesal dengan Raina tapi ia tidak bisa marah pada gadis kecil itu.
"apakah kau akan terus menutup telinga mu seperti itu?",tanyanya melipat kedua tangan nya di depan dada.
mendengar itu membuat Raina melepaskan tangan nya yang menutupi telinga nya dan berbalik melihat pria itu yang tampak dengan wajah tak bisa di jelaskan.
"kau sudah selesai?", tanyanya dengan wajah tanpa dosa tapi tidak di gubris Alvan sama sekali,pria itu hanya terus diam dan menatap nya.
"ada apa?kenapa kau terus menatap ku seperti itu?", tanyanya dengan sedikit kikuk.
ia menarik nafas panjang,"sebenarnya kau menambahkan berapa sendok garam ke dalam bubur itu?",tanya nya membuat Raina langsung berfikir.
"mmm...hanya 5 sendok makan saja,...oh apakah rasanya kurang asin? sebenarnya akan juga merasa tadi itu kurang", ucapnya dengan wajah bersalah.
''hanya?'',gumam nya dengan tak percaya.
"jadi karena itu kau tidak menghabiskan bubur itu tadi? kenapa kau tidak bilang padaku", ucapnya terus berbicara dengan bersalah membuat Alvan tak percaya dengan reaksi gadis itu.
"lalu kenapa kau tidak merasai nya dulu tadi?", tanyanya tanpa merubah ekspresi nya sama sekali dan tatapan nya yang hanya pada Wajah Raina.
"aku ingin merasai nya tadi,tapi aku takut kau sudah sangat kelaparan jadi aku buru-buru membuat kan nya,oh apakah rasanya sebenarnya tidak enak?kenapa kau tidak memberitahu ku aku bisa membuat kan nya lagi....."belum sempat ia menyelesaikan ucapannya Alvan langsung memotongnya.
bersambung...
ikut terus cerita nya ya,karna akan semakin seru kok!🙏😳
__ADS_1