
"Bagaimana bisa itu palsu? kalian pasti berbohong aku sangat yakin kalau itu asli",ucap Alex memalingkan tatapan nya kepada Alvan dan sekretaris itu.
"Untuk apa berbohong denganmu?"ucap Alvan dengan tersenyum miring kemudian berbalik melihat Raina dan langsung berjalan ke arah gadis kecilnya itu dan langsung memeluk nya dengan perasaan yang begitu bahagia karena Raina tidak lagi mengkhianati nya.
"jadi,jadi kau sengaja memberikan yang palsu padaku?",geram Alex seketika menatap Raina dengan penuh amarah.
"Zee urus dia!"ucap Alvan pada sekertaris nya itu kemudian langsung membawa Raina pergi dari sana dengan menggendongnya ala bridal style meninggal kan semua orang dan sama sekali tidak memperdulikan adik dan ibunya itu tentu saja itu membuat mereka kesal.
***
Raina di dudukkan dengan lembut di samping kursi kemudi,kemudian Alvan mengitari mobilnya dan duduk di kursi kemudi,ia memasang sabuk pengaman Raina.
"jangan takut lagi"ucapnya menatap Raina Dengan penuh kasih sayang kemudian memeluk nya.
"siapa yang takut,aku bahkan tidak takut sama sekali"gumam Raina dalam hati.
"Aku sudah memutuskan kalau kita tidak akan tinggal di kediaman Leng lagi,kita akan tinggal di apartemen ku saja"ucapnya dengan serius kini melepas pelukannya dan menatap Raina dengan serius.
"mm...mungkin itu hal yang bagus aku juga tidak ingin melihat wajah kedua orang itu,tapi tidak bisa sekarang aku harus memberi kedua wanita itu pelajaran dulu!",gumam nya berfikir.
"Aku tidak menerima penolakan mu Raina, mungkin beberapa bulan ini aku banyak urusan bisnis ke luar negeri dan juga luar kota,aku khawatir meninggalkan mu jika kau berada di kediaman Leng,secara tidak langsung Alvan mengatakan kalau adik dan ibunya itu tidak akan bersikap baik pada Raina.
setelah mengatakan itu Alvan kan melajukan mobilnya meninggal kan tempat itu.
***
satu jam perjalanan mobil yang di bawa Alvan berhenti di kawasan apartemen Elite.
__ADS_1
saat ia melihat ke arah Raina ternyata istri kecilnya itu ternyata tertidur dengan pulasnya,ia tersenyum lembut melihat wajah menggemaskan itu.
"Gadis kecilku terimakasih"ucapnya kemudian mengecup kening Raina dan menggendong nya keluar dari dalam mobil masuk ke apartemen itu,ia menekan tombol lift menuju lantai 5.
setelah sampai di apartemen nya,ia langsung meletakkan tubuh Raina di tempat tidur dengan pelan agar tidak membangunkan nya kemudian memakaikan selimut menutupi sampai dada Raina,ia sendiri sebelum tidur pergi membersihkan diri setelah selesai ia ikut berbaring di samping gadis kecilnya itu dan memandangi wajah menggemaskan sang istri.
"apakah jika aku terlambat datang kau akan menembaki mereka?",tanya nya dengan bingung karna ia sendiri lihat bagaimana saat pertama kali ia masuk dan melihat Raina yang memegang dua pistol sekaligus dengan tatapan nya yang begitu tajam.
"Apakah kau juga berubah menjadi gadis yang berani sekarang?",tanya nya lagi pada gadis yang tertidur itu kemudian mendegus halus dan menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya.
...
Raina tiba-tiba berada di ruangan gelap yang Sama seperti dulu,"dimana ini?hei siapa di sana!! apakah itu kau!!", teriaknya saat melihat sosok putih yang membelakangi nya.
"Ya ini adalah aku!"ucap sosok berbaju putih dan berambut panjang itu berbalik melihat Raina sehingga membuat Raina terkejut.
"untuk apa kau ingin bertemu dengan ku?", tanyanya pada sosok gadis dengan wajah menyeramkan itu.
"Meninggal?!dia meninggal?"tanya Raina dengan tak percaya.
"benar,dia membunuh dirinya sendiri"
"karna itu besok Laura akan membalas dendam dengan mu dengan melakukan hal yang sama seperti dosen Alex,dia tidak akan memberikan mu ampun jadi sebaiknya kau tidak perlu ke kampus besok atau kau bisa meminta polisi untuk bersiap-siap untuk membuka kejahatan nya!"
"Untuk apa?aku akan menghadapi nya besok, kau pikir aku orang seperti mu, Jangan samakan aku dengan mu aku masuk ke dunia antah berantah ini karna aku mempunyai kemampuan hebat yang bisa di percaya membalas kan dendam mu!"ucap Raina dengan sombongnya.
pada dasarnya saat ia sebagai Qalista ia memang orang yang sombong dan angkuh juga licik.
__ADS_1
"Jangan pernah meremehkan musuh mu!"ucap arwah itu kembali menghilang di bawa angin membuat Raina kesal lagi.
"Setelah balas dendam ku selesai aku akan pergi dan tidak akan menganggu kehidupan mu lagi,kau juga bisa memilih tetap tinggal atau kembali ke kehidupan mu semula!"suara itu menggema namun tak terlihat lagi arwah yang mengatakan nya.
Raina segera membuka matanya dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi,dengan cepat ia bangun langsung bersiap ke kampus.
setelah selesai membersihkan diri dan memakai pakaian rapi ia segera keluar kamar tak lupa menenteng tasnya,tapi karena terburu-buru dan langsung berlari saat pintu terbuka membuat nya menabrak Alvan yang ternyata juga berada di depan pintu kamar karena ingin masuk.
untung saja Alvan langsung menangkap nya hingga ia tidak jatuh,"kau tidak apa-apa?"tanya Alvan menatap nya.
"wajahnya benar-benar tampan sekali, dadanya juga keras sampai membuat dahi ku sakit,aish jiwa jomblo tua ku meronta-ronta!",Gumamnya menatap wajah Alvan dengan sangat terpesona.
"kau tidak apa-apakan?dahi mu juga tidak sakit kan?"tanya Alvan menjadi khawatir saat Raina tersenyum tidak jelas.
dengan cepat Raina menepis tangan Alvan yang memegang dahinya,"aku tidak apa-apa!"
"aku buru-buru ke kampus,aku mungkin sudah telat masuk kelas hari ini!"ucapnya mendorong Alvan dan ingin berlari tapi baru saja ia berlari dua langkah Alvan dengan cepat menangkap tangannya.
"hari ini tidak perlu ke kampus,aku ingin mengajak mu jalan-jalan!"Alvan berbicara dengan memohon.
''kenapa wajah nya harus memohon seperti itu!!hari ini aku masih ada urusan yang sangat penting lebih penting dari kuliah hari ini!"gumamnya berfikir dengan keras.
"mm...aku minta maaf tapi mungkin kita bisa pergi lain kali besok atau kapan-kapan saja ya,hari ini aku masih ada urusan yang sangat penting!", ucapnya melepaskan tangan Alvan dari tangan nya dengan perasaan yang tidak enak tapi bagaimana pun juga ia tidak bisa menunda-nunda balas dendam.
Alvan mendesah pelan kemudian langsung tersenyum lebar dan mengusap rambut Rain,"ya sudah jika kau sangat sibuk,ayo aku akan mengantar mu sekarang!"ucapnya dengan lembut.
deg..deg...
__ADS_1
jantung Raina berdebar tak jelas dan wajah nya merona,"tidak bisa,aku tidak bisa jatuh hati pada pria ini!",gumam nya langsung membuang muka dengan wajah yang sangat merona.
bersambung.....