
"lupakan biarkan saja pria ini tidak mau berbicara dengan ku,aku tidak peduli lagi sama sekali!",gumam nya dengan sangat kesal pada Alvan.
hingga saat mobil berhenti tiba-tiba membuat nya terkejut berfikir kalau Alvan akan menurunkan nya di tengah jalan,dengan cepat ia menoleh ke arah Alvan yang ternyata sudah tidak ada lagi di samping nya, tiba-tiba ia menjadi sangat terkejut saat pintu di buka oleh Alvan yang ternyata sudah lebih dulu turun dan membukakan nya pintu.
"dia benar-benar akan meninggalkan ku di tengah jalan!",gumam nya dengan kesal.
"turun!kita sudah sampai!!",ucap pria tampan itu dengan nada datar dan cuek.
"hah?!!benarkah?",tanyanya dengan cepat ia menoleh ke depan nya dan benar saja mereka memang sudah sampai di mall,Secepat kilat ia turun dengan menundukkan kepalanya.
"akh!aku tidak tahu kalau kita ternyata sudah sampai haha!", ucapnya tertawa paksa kemudian dengan cepat turun.
Alvan tidak mendengar kan nya sama sekali ia berjalan dengan langkah lebar nya memasuki mall itu membuat Raina dengan langkah Kecik nya mengikuti pria itu dengan sedikit berlari.
"sialan!!kenapa aku harus mempunyai kaki kecil menyebalkan ini!!",kesalnya masih berlari kecil degan melihat kaki itu,namun karena tidak melihat ke depan tiba-tiba ia menabrak sesuatu yang keras.
"au!",lirihnya kesakitan memegang kepalanya karna itu benar-benar keras.
"kau tidak bisa berjalan dengan baik bahkan tidak Melihat kedepan sama sekali!",Alvan membungkuk dan memegang dahi Raina dengan lembut kemudian mengurut nya dengan perlahan karena dahi Raina langsung membiru dan ia sangat khawatir melihat nya sesekali meniup nya dengan pelan.
deg...deg...
seketika jantung Raina berdetak dengan tidak normal bahkan membuat nya bingung sendiri.
"apakah ini sakit?",tanyanya dengan begitu perhatian membuat wajah Raina berubah seperti merah tomat.
"pria ini kenapa berubah lembut begini!",gumam nya.
"kau lemah sekali bahkan tubuh mu sendiri sangat lembek dan mudah membiru begini!",ejeknya berhenti mengurut dahi Raina karna tampak sudah membaik kemudian menarik tangan istri kecilnya itu masuk kedal sebuah toko.
__ADS_1
betapa terkejut nya Raina saat melihat pelayanan toko berjajar menyambut mereka,"selamat datang tuan muda Leng!",ucap manager toko itu membungkuk dengan sopan.
Alvan mendorong Raina ke depan manager itu,"istri ku ingin membeli pakaian,berikan dia pakaian yang terbaik di toko ini!", ucapnya dengan nada datar Kemudian ia langsung duduk di sofa yang tersedia di sana.
"baik tuan,mari nona muda saya jamin nona akan menyukai pakaian toko kami karna kualitas pakaian kami yang terbaik!",ucap manager itu dengan sopan mengajak Raina untuk melihat pakaian toko mereka.
"kenapa harus begitu banyak yang melayani ku!",,gumam nya menoleh ke belakang ada sekitar lima sampai delapan orang pegawai yang mengikuti mereka.
"nona bisa lihat pakaian sebelah sini!",ucap manager itu mengarahkan Raina untuk melihat pakaian mereka.
Raina memegang kain pakaian itu dan ia tahu kalau itu memang dengan kualitas bagus bahkan sekali pegang ia tahu pakaian itu terbuat dari sutra halus asal Italia.
karna dirinya yang memang tidak suka berputar-putar untuk memilih pakaian dengan cepat ia mendapat kan pilihan nya dengan kualitas yang bagus.
bahkan manager itu cukup tertegun dan terkesima bagaimana gadis itu memilih pakaian dengan sangat telaten dan pintar memilih pakaian yang berkualitas bagus dan berkualitas.
"Nona benar-benar sangat pintar memilih pakaian dengan kualitas yang bagus!",ucapnya memuji Raina.
"tidak semua orang bisa menilai pakaian yang berkualitas dalam sekali sentuhan,nona pasti sudah mempunyai pengalaman untuk pakaian mewah dengan kualitas terbaik!", ucap manager itu.
"haha tidak juga!",jawab Raina dengan wajah manis sebenernya ia sangat malas basa basi dengan orang lain tapi ia harus membuat citra nya baik di depan semua orang.
...
setelah beberapa saat menunggu dengan membaca majalah di sana,akhirnya Raina keluar dengan pakaian baru tampak sangat cantik dan elegan.
Alvan tertegun melihat Raina dengan balutan gaun yang indah dan cantik sehingga membuat Rain yang mengenakan nya tampak lebih dewasa.
"kenapa harus memilih pakaian seperti itu!itu sama sekali tidak cocok untuk gadis seusia mu terlihat dewasa!",ucapnya membuat Atalia mengerutkan keningnya kemudian tanpa komen sedikit pun berbalik untuk mengganti nya.
__ADS_1
setelah beberapa saat Raina kembali keluar dengan gaun selutut lagi dan tangan bajunya yang sangat kecil dan seluruh bahu dan dadanya terlihat,"itu juga sama saja terlihat sangat dewasa!",ucapnya membuat Raina membolakan matanya padahal semua pegawai toko yang melihat nya mengenakan gaun itu terus memujinya.
setelah beberapa kali mengenakan pakaian dan menunjuk nya pada Alvan,namun Alvan terus menolak pakaian yang di pakainya Deng alasan terlalu terbuka, terlalu dewasa, terlalu glamor,hingga membuat nya kesal.
"haish bagaimana bisa kau memilih pakaian yang tidak cocok untuk gadis seusia mu!", ucapnya akhirnya turun tangan untuk memilih pakaian untuk istri kecilnya itu.
Ia mengambil pakaian yang lucu,gaun-gaun selutut yang terlihat tertutup dan imut,hingga ia hampir memilih semua pakaian yang bagus dan kekanakan karna ia sangat suka bagaimana Raina terlihat begitu menggemaskan setiap harinya.
"aku ingin semua pakaian ini di kirim ke kediaman ku!",ucapnya pada manager itu.
"baik tuan!", ucapnya dengan sopan.
***
Raina berjalan di belakang Alvan yang membawa beberapa paper bag dengan jumlah cukup banyak, padahal tadi ia ingin membantu dengan membawa sebagian tapi pria itu ngotot dan tidak mengijinkan membawa satu pun,tapi ia sangat kesal karena pilihan nya sama sekali tidak ada yang di beli pria itu.
"kenapa pakaian yang ku pilih tidak kau bayar? padahal aku sangat menyukai nya!", protes nya dengan melipat tangan di depan dada.
"kau lebih cocok dengan pakaian seperti ini, terlihat sangat menggemaskan dan sangat lucu sebaliknya aku tidak suka melihat mu berpakaian dewasa!",ucapnya dengan wajah tanpa ekspresi dan tidak banyak menjelaskan membuat Raina jengkel dan memilih untuk tidak perlu melawan pria itu.
***
setelah kembali dari mall Alvan menyuruh pelayan untuk membereskan semua pakaian yang ia bawa untuk di susun di dalam lemari Raina dan menyuruh pelayan itu untuk membuang pakai lama.
setelah malam hari Raina baru bisa berbaring dengan tenang sendiri di kamar setelah semua pakaian di susun dengan rapi di dalam lemari nya yang sangat banyak.
tapi baru saja ia memejamkan kan matanya pintu kembali terbuka tapi karena lelah ia sama sekali tidak berniat membuka matanya karena ia yakin kalau itu adalah pelayan.
bersambung....
__ADS_1
terimakasih banyak semua atas like komen dan dukungan kalian,semuanya sangat berarti untuk author....