
"Apa mama tahu kalau semalam dia belanja pakaian sangat banyak!! bahkan aku yakin itu ada satu toko ma!! setiap hari kakak terus mengantar nya ke kampus bahkan beberapa hari yang lalu dia pergi ke perusahaan entah apa yang di lakukan nya disana!!tapi aku sangat yakin dia ingin membuat kakak tergila-gila padanya hingga nanti ia bisa menguasai kakak sepenuhnya!! sampai kapan pun aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi ma!aku tidak bisa melihat nya lebih lama lagi di rumah ini ma!itu seperti sebuah penderitaan bagiku!", ucap Renata pada Mama nya itu dengan tidak bisa tenang dengan amarah yang menggebu-gebu pada Raina.
"Renata tenang kan dirimu!!Mama tahu itu dan mama juga tidak akan pernah Sudi hal itu terjadi!! meskipun ia menikah dengan kakak mu karna rasa bersalah keluarga kita tapi selama nya mama tidak Sudi mempunyai menantu seperti itu!",ucap Sang mama dengan tatapan yang sulit di jelaskan.
"Apa mama mempunyai rencana untuk menghancurkan hubungan mereka?",tanya Renata dengan tatapan penuh tanya.
"tunggu dan lihat saja!",ucapnya dengan tersenyum miring membuat Renata semakin penasaran.
***
di dalam mobil suasana begitu hening,Alvan yang kalut dalam pikiran nya mengingat ucapan Renata yang memang benar adanya tapi di sisi lain ia khawatir kalau Raina sakit hati dengan ucapan adiknya itu.
sedangkan Raina sendiri sebenarnya hanya berpura-pura sedih,"membosankan sekali,pria ini juga diam saja apa dia berencana menceraikan ku setelah mendengar ucapan adiknya itu!",gumam nya mendegus kesal.
"kalau di cerai kan ya ceraikan saja! sebaliknya aku akan mencari kehidupan ku yang lebih baik di negri antah berantah ini!",gumam nya dengan tersenyum berharap.
"tidak!!!"
teriakan itu membuat Raina terkejut apa lagi saat melihat ke asal suara membuat nya syok dan langsung berteriak.
"aaaaaaakh!!!", teriaknya spontan melihat wajah menyeramkan yang duduk antara nya dan Alvan.
Alvan dan supir itu terkejut mendengar teriakan Nya.
"Raina ada apa?",tanya Alvan ingin meraih tangan nya tapi dengan cepat ia menepis nya karna pada saat itu juga sosok menyeramkan itu memegang tangan nya.
"sampai kapan pun kau tidak boleh bercerai dengan nya jika belum menyelesaikan balas dendam!!",ucap wanita menyeramkan itu dengan wajah yang berakar-akar hitam kemudian langsung menghilang.
Alvan memegang kedua bahu Raina dengan wajah panik,"Raina apa yang terjadi padamu?", tanya nya melihat wajah pucat Raina yang secara tiba-tiba bahkan terlihat ketakutan.
__ADS_1
"sialan kenapa dia tiba-tiba muncul membuat orang terkejut saja!",gumam nya dalam hati dengan sedikit tenang setelah menyadari itu adalah hantu Raina.
"Raina ada apa?!",tanya Alvan lagi membuat Raina tersadar dan langsung menggelengkan kepalanya.
"a..a...aku tidak apa-apa!",jawab nya cepat.
"kau yakin?kau terlihat pucat dan ketakutan!",ucap Alvan lagi dengan nada khawatir meletakkan telapak tangan nya di dahi Raina yang sama sekali tidak panas.
"aku benar-benar tidak apa-apa!",ucapnya melepaskan tangan Alvan dari dahinya.
Alvan menghela nafas pelan,"aku minta maaf atas kejadian tadi jangan memasukkan kata-kata Renata kedalam hati!",ucapnya berfikir kalau Raina sedih dengan hal itu.
"tidak apa-apa aku juga tidak memasukkan kata-kata nya kedalam hati!",ucapnya langsung mengubah ekspresi nya dengan tersenyum kecil membuat Alvan ikut tersenyum melihat senyum manis dari wajah menggemaskan itu.
tapi kemudian tatapan nya terfokus pada bibir Raina yang membengkak, seketika itu wajah nya langsung bersemu merah.
"bibirnya sampai membengkak",Gumamnya langsung mengalihkan pandangannya mengingat kembali bagaimana ia mel*at bibir Raina dengan rakus bahkan mengigit nya.
"pakai masker ini!",ucap nya menyerahkan sebuah masker pada Raina.
"eh,kenapa aku harus memakai masker?", tanyanya bingung.
"ekhem aku lihat itu,bibir mu membengkak jadi kau mungkin harus menutupi nya", Ucapnya dengan wajah merah.
Raina menerima masker itu,"kau juga merasa bibir ku membengkak?ku pikir aku hanya salah lihat!",Ucap nya sembari memakai masker itu.
"apa kau tahu itu kenapa?",tanya nya dengan nada pelan membuat Raina menggelengkan kepalanya.
"aku tidak tahu,mungkin saja saat aku tidur ada serangga yang menggigit ku!",ucapnya dengan otak polos nya sembari memperbaiki masker nya.
__ADS_1
Alvan yang mendengar nya terkejut, bisa-bisa nya Raina mengatakan nya serangga.
sedangkan sang supir yang mendengar nya hanya bisa tersenyum-senyum mengetahui apa yang sebenar nya terjadi antara tuan dan nyonya nya itu.
"tuan pasti diam-diam melakukan nya pada nyonya muda!"gumam nya masih tersenyum-senyum tapi saat akan melihat lagi ke kaca spion ia langsung terkejut melihat tatapan membunuh tuan nya dari kaca spion itu.
Membuat nya kembali fokus menyetir tidak berani lagi menoleh.
saat mobil berhenti Raina ingin langsung turun tapi Alvan tiba-tiba menahan lengan nya,membuat Nya kembali menoleh,"ada apa?",tanyanya tapi Alvan hanya terdiam memperhatikan wajah nya membuat nya bingung.
"apakah kau mencintai ku?", tanyanya tiba-tiba membuat Raina cukup terkejut dan langsung menatap mata Alvan entah kenapa jantung nya langsung berdebar.
Raina terdiam dengan tatapan nya yang tak lepas pada tatapan Alvan yang begitu tulus dan sungguh-sungguh.
Alvan mengangkat kedua tangan nya menangkup wajah gadis di depannya itu.
"apakah kau mencintai ku?", tanyanya sekali lagi membuat jantung Raina menjadi berdebar lebih cepat dan langsung menoleh ke arah lain.
"ada apa ini kenapa aku tidak bisa mengontrol detak jantung ku,apa mungkin sebenarnya dulu dia mencintai pria ini?",gumam nya.
"tolong jawab aku!",ucap nya lagi dengan begitu serius mengangkat dagu Raina agar melihat matanya.
"a..aku aku tidak tahu!",jawab nya dengan wajah bersemu merah.
mendengar jawaban itu membuat Alvan tertawa dan langsung memeluk nya dengan erat,"Aku sangat mencintai mu apakah boleh kau mencoba untuk mencintai ku?", tanyanya pada Raina yang masih dalam pelukan nya.
kemudian ia melepaskan pelukan eratnya dan memegang kedua bahu Raina menatap nya lekat-lekat,bahkan suasana tiba-tiba menjadi hening.
"Aku tidak ingin berpisah dengan mu,aku ingin kita selalu bersama selamanya,bisakah kau membuka hati mu untuk ku", Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Hati kecil Raina terenyuh melihat Alvan yang berkaca-kaca,"seperti nya memang benar dulu wanita itu memang sangat mencintai Pria ini namun selalu tertutupi dengan rasa benci dan keinginan balas dendam nya bahkan ia sendiri tidak menyadari kalau dia sudah mencintai pria yang paling di benci nya ini!",gumam nya merasa sedih dengan nasib tragis dan kisah cinta Raina.
bersambung....