PERUBAHAN RAINA

PERUBAHAN RAINA
chapter 9


__ADS_3

"apakah kamu seorang karyawan?"tanya satpam itu memperhatikan nya dari atas sampai bawah.


"benar!"jawab Raina dengan nada datar.


"tunjukkan kartu karyawan mu!"pungkas satpam itu dengan tegas.


"maksud ku adalah,aku mahasiswa yang akan magang di sini,dan aku sudah ada janji bertemu dengan CEO perusahan ini,jika aku terlambat sedikit dan melapor kan kalian yang menahan ku tidak tahu bagaimana nanti!"tutur Raina dengan panjang lebar.


mendengar nya kedua satpam itu langsung terkejut dan mempersilahkan Raina masuk.


ia menjadi linglung saat memikirkan bagaimana ia akan bertanya pada resepsionis itu,"bilang saja ingin bertemu CEO!"gumam nya dengan menarik nafas panjang.pada saat ia baru akan melangkah kan kaki seseorang tiba-tiba memanggil dengan sebutan nona entah kenapa ia merasa kalau dia yang di panggil membuatnya langsung berbalik.


dan benar saja,seorang pria dengan tubuh tinggi berhenti di depan nya,"ap..apakah...anda benar-benar nona Raina?"tanya pria itu dengan nada yang sangat terkejut.


"mm..benar!"jawab Raina dengan kaku.


"ap..apakah anda kemari untuk bertemu dengan bos?"tanya pria itu lagi.


"iya apakah kau sekretaris nya,boleh kah kau mengantar ku bertemu dengan nya?"tanyanya dengan tatapan cemerlang.


"apakah aku sedang tidak bermimpi!?"gumam pria itu dengan memukul wajah nya dan itu terasa sakit membuatnya percaya kalau itu memang benar Raina istri bosnya.


"akh...baiklah nona,saya akan mengantar anda!"ucap pria itu dengan terburu-buru mengajak nya masuk lift khusus CEO.


membuat para karyawan bertanya-tanya siapa gadis itu kenapa bisa masuk lift khusus CEO bersama dengan sekretaris CEO.


***


sementara Alvan yang bersiap-siap untuk segera keruang rapat,hanya menunggu asisten nya yang tiba-tiba menghilang entah kemana,membuat nya sedikit kesal.


"apakah sudah bosan bekerja dengan ku!"decak nya kesal dengan melihat arloji nya.

__ADS_1


hingga saat pintu terbuka membuatnya langsung menoleh dan terlihat sang asisten dengan wajah tegang nya,namun beberapa saat kemudian seorang gadis tiba-tiba muncul dari belakang asisten nya itu.


"Raina!!"ucapnya dengan sangat terkejut dan tidak percaya.


"hai!"sapa Raina kembali menunjukkan wajah manisnya.


"kenapa kau berada di sini?"tanya nya benar-benar tidak percaya kalau Raina berada di perusahaan nya.


"apakah aku tidak bisa mengunjungi mu?"tanya Raina menunjukkan wajah sedih dan langsung menunduk, dengan posisi yang masih berdiri di samping sang asisten yang sekarang berada di ambang pintu.


"maafkan aku,bukan seperti itu maksudku,maksud ku ini belum pernah terjadi sebelum nya"ucap Alvan entah kenapa merasa tidak berdaya saat melihat wajah Raina yang begitu menggemaskan.


"kemarilah!"ucap Alvan mengajak raina untuk semakin mendekat.


Raina menurut dan berjalan mendekat pada Alvan yang sekarang berdiri di sisi kursi kebesaran nya,hingga pada saat ia sudah berdiri di depan Alvan ia kembali menunduk.


Alvan memperhatikan wajah Raina sedari tadi dan tidak tahan akan kegemasan istrinya itu.


Alvan menundukkan kepala nya melihat Raina yang masih menunduk,Ini adalah momen langka Raina mau menginjak kan kaki di perusahan nya,tangan nya terangkat untuk mengangkat dagu Raina agar wanita itu mendongak.


"kenapa kau tiba-tiba datang ke perusahan ku?dan yang paling penting apakah kau tidak mengikuti kelas?"tanya Alvan menatap wajah Raina yang sekarang mendongak.


"memang benar,pria-pria akan lebih menyukai wanita lucu dan imut"gumam nya dengan tersenyum bangga,tapi ia benar-benar tidak senang jika orang sembarangan menyentuh wajah nya jadi dia langsung menepis tangan Alvan dari dagunya dengan pelan.


"aku hanya ingin bertanya apakah nama lengkap mu Alvandra Leng?"tanya nya langsung to the poin.


Alvan seketika terdiam mendengar pertanyaan itu,apakah istrinya itu begitu membencinya dulu bahkan nama nya saja dia tidak tahu.


"dia diam saja,apakah itu benar-benar nama nya,kalau begitu aku benar-benar masuk kedunia novel dan menjadi Raina,pemeran pendukung yang munafik dan berhati jahat!"gumam nya dengan menelan saliva nya merasa tidak terima.


"apakah kau benar-benar tidak bisa mengingat nama ku saja?"tanya Alvan dengan tidak percaya.

__ADS_1


"jadi nama mu benar!Alvandra Leng?"ulang Raina tanpa peduli dengan pertanyaan balik Alvan, tatapan nya terfokus pada wajah Alvan.


"...ya!"jawab Alvan singkat dengan dahi yang di kerut kan.


mendengar itu kaki Raina terasa begitu lemas,sehingga ia langsung mundur beberapa langkah bahkan kepalanya langsung pusing hampir saja ia jatuh jika tidak langsung di tangkap oleh Alvan.


Alvan menarik Raina lebih dekat dengan nya,gadis itu masih terdiam dengan wajah pucat,"apa yang terjadi padamu,sepertinya kau masih sakit!"ucapnya menjadi panik dan khawatir.


"tidak di ragukan lagi,aku benar-benar masuk ke novel Viana love story,dan menjadi Raina!!sialan kenapa harus begini!tahu begini aku lebih baik di kehidupan nyata ku menjadi wanita singel seumur hidup!dari pada menjadi Raina yang akan mati dengan tragis ini!"ucap nya dengan bergumam,menangis dengan tersedu-sedu dalam hati.


wajah Raina bahkan semakin pucat membuat Alvan benar-benar panik terlebih gadis itu tidak bergerak atau mengeluarkan suara sedikitpun."tidak bisa,aku harus membawa mu ke rumah sakit!"baru saja Alvan akan mengangkat tubuh mungil itu,Raina langsung membuka suara dan menghentikan nya.


"aku baik-baik saja,aku tidak mau kerumah sakit!"ucap nya dengan suara lemah,ia merasa kesusahan bernafas karna tenggorokan nya yang kering dan sakit.


harapan hidup nya seperti tak ada lagi,karna ia ingat dengan jelas kisah Raina dalam novel itu bagaimana.


"tidak kau harus ke rumah sakit!"paksa Alvan,tapi Raina dengan cepat mendorong nya dengan tenaga yang lemah dan langsung mundur.


"Aku baik-baik saja,aku tidak mau kerumah sakit!"ucapnya dengan menggelengkan kepalanya kuat.


Alvan hanya bisa menghela nafas panjang,ia mendekat kembali dengan Raina dan langsung mengangkat nya.


"turunkan aku!aku tidak mau ke rumah sakit!"Ia berteriak berusaha melepaskan diri dari genodongan Alvan.


bukan nya keluar dari ruangan Alvan malah menggendong nya ke kamar dalam ruangan nya itu,ia membaringkan Raina dengan pelan ke atas kasur yang besar dan empuk itu.


"istirahatlah di sini, mungkin kau memang kelelahan!",ucapnya dengan lembut membuat wajah Raina sedikit panas.


***


bersambung terimakasih sudah mampir

__ADS_1


tinggal kan like komen nya sekedar memberikan semangat buat author nya🙏😊


__ADS_2