PERUBAHAN RAINA

PERUBAHAN RAINA
chapter 42


__ADS_3

"Raina aku bisa jelaskan semuanya"ucap Alvan berusaha untuk tidak membuat Raina salah paham.


"Dia meminta ku datang kemari dengan ancaman jika aku tidak datang dia akan melompat dari sini,jadi aku datang karna tidak ingin menjadi pihak yang di salahkan"Jelas Alvan cepat.


"tidak itu semua bohong!!dia memang kekasih ku sejak kami SMP dan kau adalah perusak hubungan kami!!"ucap Zena dengan bersungguh-sungguh.


Raina berjalan mendekati mereka membuat Zena semakin memeluk erat Alvan, memperlihatkan kepemilikan nya atas Alvan.


"Raina ku mohon jangan salah paham!yang di katakan nya itu semua bohong!!"ucap Alvan lagi begitu takut jika sampai Raina salah paham padanya.


"Kau hanya masa lalunya dan aku adalah istrinya,istri sah!"ucap Raina dengan jelas.


"Dia adalah suamiku lepaskan!"ucap Raina dengan menarik Alvan dari pelukan Zena.


Zena di Buat marah dengan tingkah Raina yang begitu sok dan tak takut padanya."Tapi dia mencintai ku bukan mencintai mu"ucapnya tak mau kalah.


Raina langsung menatap Alvan tajam seolah bertanya apakah itu benar.


Seolah mengerti dengan arti tatapan Raina Alvan langsung melepaskan Tangan Zena dengan kuat hingga terlepas,kemudian menggenggam tangan Raina.


"Aku hanya mencintai mu!aku tidak akan mencintai siapapun lagi dan Zena kau hanya masa lalu ku semua cinta dulu sudah hilang aku minta maaf",ucap Alvan membuat Zena begitu marah.


sedangkan Raina tersenyum puas melihat nya,"Sayang kita pulang yuk!"ajaknya dengan suara manja menarik tangan Alvan menuju mobil Alvan yang terparkir di sana.


Alvan langsung berdebar mendengar panggilan sayang dari istri kecilnya itu,ia tersenyum kemudian langsung mengangkat tubuh mungil Raina sang istri kecil nya.


Raina langsung mengalungkan tangannya di leher Alvan Kemudian melihat ke arah belakang dimana Zena masih memperhatikan mereka dan tampak begitu kesal dan marah,ia menjulurkan lidahnya membuat Zena semakin geram dan langsung berbalik pergi.


Alvan mendudukkan Raina di samping nya kursi setir, kemudian ia mengitari mobil itu dan masuk duduk di kursi setir.


"Terimakasih sudah percaya padaku"ucapnya tanpa menarik pedal gas.


Raina langsung memalingkan wajahnya saat Alvan mendekatkan wajahnya,namun Alvan langsung menangkup wajahnya dan mencium bibir nya membuat matanya langsung membola.


dengan cepat ia mendorong Alvan dan menghapus bibir nya,"hmph!"kesalnya membuat Alvan yang melihat nya semakin gemas.


"percaya padaku,aku memang hanya mencintai mu saat ini hingga akhir hayat ku"ucapnya memegang kedua tangan Raina mengatakan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati sampai Raina bisa melihat nya.

__ADS_1


"kau harus berjanji apapun yang ku lakukan nanti kau harus membela ku dan harus percaya padaku!"balas Raina berbicara dengan sungguh-sungguh.


Mendengar itu Alvan tersenyum dan mengangguk kemudian memeluk Raina,"bahkan jika kau salah sekalipun aku akan membela mu"ucapnya mengusap punggung


Raina dan mengusap dan mencium rambut Raina yang begitu wangi dan halus.


***


"memang itulah wanita itu kak!! dia sangat licik dan sebenarnya bukan wanita biasa!!kakak harus menghabisi nya!"ucap Laura dengan penuh dendam dan amarah begitu pun ternyata dengan Zena.


"Alvan hanya boleh jadi milik ku!tidak ada wanita yang boleh memiliki nya!",ucap Zena dalam hati.


"kemari aku punya ide yang bagus!"ucap Laura menarik tangan kakak nya itu.


"Bukan kah kakak mengatakan kalau wanita itu merebut cinta pertama kakak dan sekarang pria itu mencintai nya bukan?"


"benar"jawab Zena.


"Aku punya ide bagus"ucap Laura.


"apa itu?"


"Benar wanita itu memang sepantasnya mati"ucap Zena dengan tersenyum sinis.


ia kemudian menghubungi Raina karna sebelum nya ia sempat menyadap telfon nya dan mendapat nomornya.


di sisi lain Raina yang sedang duduk di balkon kamar mengangkat telfon dari nomor asing itu.


"mari bertemu besok,kita akhiri semuanya siapa yang akan kalah maka harus menyerahkan Alvan"ucap Zena langsung tanpa membiarkan Raina berbicara lebih dulu.


Raina terdiam dan melihat ke langit yang sekarang ditaburi bintang-bintang di awan gelap.


"ini akan menjadi episode terakhir beberapa hari lagi"gumam nya melamun sampai Zena kembali berbicara.


"kau setuju?"tanyanya.


Raina menarik nafas panjang sebelum menjawab nya entah ia akan berhasil atau tidak karna ia telah memahami dan mengetahui kalau Zena adalah seorang anggota mafia juga sama seperti nya.

__ADS_1


mungkin kali ini ia sudah mendapatkan lawan yang sepadan.


"baiklah aku setuju"ucapnya.


"baik...besok aku akan memberikan lokasi dimana pertemuan kita!",ucap Zena kemudian langsung memutuskan telfon.


"entah Tubuh ini akan mati kedua kalinya"gumam nya mulai khawatir dan ragu.


sampai sebuah tangan besar perlahan melingkar di pinggang nya,"apa yang kau pikirkan istri kecil ku?"tanya pria itu dengan sengaja mengigit telinga Raina.


"apakah aku akan mati dan tidak boleh lagi kembali ke tubuh ku yang dulu atau aku hanya akan merasakan ini sebentar",gumam nya kemudian membalikkan tubuh nya menghadap Alvan dan melingkarkan tangannya di leher pria itu.


cup...


ia secara tiba-tiba mendarat kan bibir mungilnya di bibir Alvan.


entah karna apa Raina tiba-tiba merasakan tubuhnya terangsang dan sangat kepanasan dan ingin di sentuh,ia tahu kalau itu adalah efek obat perangsang.


"kau...apa...kau memberikan obat...ah"ucapnya tidak sanggup berbicara dan langsung menempelkan tubuhnya pada Alvan.


hingga roh Raina tiba-tiba datang tepat di belakang Alvan dan tersenyum licik,"selamat bersenang-senang aku yang melakukan nya,entah kau akan mati sama seperti ku tanpa merasa kan kenikmatan dunia jadi aku melakukan nya!"ucap roh itu kemudian menghilang tiba-tiba.


"si..si..sialan"umpat Raina semakin kepanasan.


"Raina ada apa?"tanya Alvan khawatir karna merasakan tubuh Raina yang basah karna keringat.


"aku tidak tahan lagi"ucap Raina mendorong Alvan tiba-tiba kemudian membuka pengikat piyamanya dan melemparkan nya begitu saja.


Alvan tertegun karna Raina Sekarang Hanya menggunakan bra dan CD,ia menutup matanya padahal wajah nya sudah merah.


"Raina aku tidak akan bisa menahan nya lagi"ucap Alvan berusaha menahan diri.


"Bukan kah aku sudah jadi istrimu"ucap Raina dengan wajah yang sangat merah karna efek ramuan perangsang.


Alvan sudah tak bisa menahan nya lagi,ia langsung menghampiri Raina dan mengangkat nya masuk ke kamar mereka.


kemudian menjatuhkan tubuh mungil Raina di tempat tidur besar mereka.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2