PERUBAHAN RAINA

PERUBAHAN RAINA
chapter 6


__ADS_3

Alvan yang sekarang berada di ruang tamu berbincang-bincang dengan sang mama dan adiknya tertegun saat melihat Raina turun dari tangga dengan menggendong tasnya tampaknya akan pergi kuliah,tapi yang membuatnya tertegun adalah outfit Raina sangat berbeda dengan sebelumnya nya tampak begitu polos dan culun tapi sekarang tampak sangat berbeda sekarang tampak begitu sangat cantik dengan outfitnya yang fresh meskipun terlihat polos.


di sisi Raina


"cih,hanya ini pakaian nya yang bagus,selain itu semuanya pakaian kuno dan lusuh"gumam nya memperhatikan pakaian yang sekarang ia kenakan,hingga saat ia mengangkat pandangan nya terlihat tiga orang yang sedang memperhatikan nya begitu lekat.


Ia memutar bola mata malas,


"huft,kenapa harus bertemu dengan ketiga orang ini lagi!"gumam nya sedikit kesal,terlebih pada kedua wanita yang menatap nya dengan tatapan tak suka.


Alvan berdiri,"apa kau ingin ke kampus?"tanya Alvan berdiri dari duduknya.


"Iya",jawabnya singkat menatap wanita paruh baya dan putri nya itu yang tampak sangat tida senang melihat nya.


"tidak bisa!!kau sedang tidak enak badan kau tidak perlu pergi ke kampus hari ini", bantah Alvan dengan tegas dan menatap Raina serius.


Raina yang mendengar nya sangat terkejut dan baru ingat kalau tadi ia berpura-pura sakit.


"sekarang aku sudah baik-baik saja!aku sudah merasa baikan,dan aku juga baru ingat kalau aku mempunyai banyak tugas yang harus ku kerjakan, jadi tolong biarkan aku pergi ke kampus!tolong jangan larang aku,ku mohon!", Ucapnya dengan wajah memohon dan memelas menatap Alvan dengan penuh harap.


"kenapa aku tidak berdaya dengan tatapannya!",gumam nya dalam hati tidak kuat melihat tatapan dan wajah menggemaskan yang di buat Raina.


"semoga dia setuju, aku harus memastikan sebenarnya apa yang terjadi padaku hingga menjadi seperti sekarang ini",geram nya dalam hati.

__ADS_1


Alvan menarik nafas panjang,"baiklah,tapi aku akan mengantar kan mu!",ucapnya membuat Raina sangat senang mendengar nya.


"memang lebih baik jika di antarkan lagi pula aku belum tahu dimana kampus nya"gumam nya dan mengangguk setuju.


"Ma aku pergi dulu aku harus mengantarkan Raina ke kampus"ucap Alvan langsung berjalan ke arah Raina.


Renata sangat kesal dengan perubahan gadis culun dan bodoh seperti Raina dan ia yakin kalau Raina pasti mempunyai rencana jahat lagi Untuk kakaknya,ia berdiri dan berbicara dengan lantang,


"sejak kapan dia mau di antar oleh mu kak!!bukan kah biasa nya dia selalu menolak mu dan memilih naik bus atau angkot!!"ucapnya dengan suara nyaring karna kesal.


Alvan yang mendengar ucapan Renata juga menjadi bingung,ia juga tidak tahu setelah kejadian hari ini dan melihat perubahan Istrinya itu ia merasa Raina tidak akan menolaknya dan benar saja Raina benar-benar tidak menolak nya dan setuju di antar ke kampus.


Raina memperlihatkan mata julid kemudian melihat Alvan dengan ekor matanya bergantian melihat dua wanita yang sekarang menatapnya dengan sinis,"sebenarnya pemilik tubuh ini gadis macam apa,apakah sebelum nya dia tidak menyukai pria ini!atau apakah dulu dia membenci pria ini"gumam nya dengan mendegus kesal.


''mm ya,baiklah ayo!"ucap Alvan tersadar dari lamunannya kemudian menarik tangan Raina keluar dari rumah itu.


Renata menghentakkan kakinya karna begitu kesal,"ma tampak nya wanita itu berubah jadi siluman rubah,lihat dia sudah berubah dan ingin menguasai kakak!!aku tidak terima ma!!kita harus memberi wanita ****** itu pelajaran ma!!"kesalnya mengepal tangan.


"kita lihat saja apakah dia benar-benar berubah atau hanya berubah sementara karna ingin merencanakan sesuatu lagi untuk menipu kakak mu,kamu juga tahu sendiri kalau dia adalah wanita munafik dan mungkin saja dia sedang berakting untuk melakukan rencana jahat lagi pada Kakak mu!"ucap wanita paruh baya itu.


"lihat saja jika kali ini dia berulah lagi,aku pasti akan mengusirnya sekalian membunuhnya,dasar wanita munafik itu!"maki Renata mengingat wajah sok polos Raina.


***

__ADS_1


"CK aku tidak bisa bertanya padanya tentang bagaimana kepribadian pemilik tubuh ini sebelumnya,jika tidak dia pasti akan membawa ku ke rumah sakit!"gumam Raina dalam hati,sembari melirik Alvan yang duduk di sampingnya tampak fokus dengan sebuah dokumen.


"Ekhem!"dehem nya,membuat Alvan langsung menoleh ke arah nya.


"apakah ada sesuatu yang membuat tenggorokan mu tidak nyaman?"tanya pria itu tampak begitu perhatian,bahkan membuat Raina tertegun.


"sial,pria ini kenapa dia begitu tampan dan perhatian!"gumam nya dengan wajah merona.


"Aku tidak apa-apa,aku hanya merasa kesepian saja!"ucap nya dengan membuang tatapan nya ke arah lain,karna salah tingkah dengan tatapan teduh Alvan.


sang supir yang melihat Raina berani berbincang dengan Alvan,sungguh membuatnya tidak percaya,Raina masuk kedalam mobil saja sudah membuatnya terkejut.


Alvan mengerutkan kening nya dengan tersenyum mendegus,"bukan kah sebelumnya kau sama sekali tidak suka berbicara dengan ku,bahkan melihat ku saja kau tidak suka tapi aku merasa dirimu yang dulu tidak ada lagi sekarang, kepribadian mu bahkan berubah drastis!aku merasa dirimu yang sekarang sangat berbeda",ucap nya.


"benarkah,apakah wanita pemilik tubuh ini memang seperti itu!"gumam Raina dengan wajah penuh tanda tanya,ia kemudian melihat ke arah Alvan dan mengubah ekspresi nya menjadi imut.


"aku sudah berubah,aku tidak akan seperti itu lagi mulai sekarang,aku sudah Sadar kalau aku seharusnya tidak bersifat seperti itu!"ucapnya dengan serius membuat ekspresi seperti kelinci yang bersumpah dengan mengatupkan bibirnya.


"lebih baik aku menyesuaikan diri dulu,aku merasakan kehidupan gadis ini sedang dalam keadaan tidak baik, sebelum aku mengetahui keseluruhan hidup gadis ini aku hanya bisa bergantung dengan pria ini dulu!",Gumamnya dengan tidak merubah Ekspresi imutnya.


Alvan tertawa dengan gemasnya melihat Raina,ia benar-benar tidak percaya sebelum nya ia tidak begitu memperhatikan kalau ternyata istrinya itu bisa bersikap imut seperti kelinci,kemudian tawa gemas nya berubah menjadi senyum hangat sembari mengangkat jari kelingkingnya ke depan Raina.


"berjanjilah!kau akan berubah menjadi istri yang baik untuk ku,dan tidak akan pernah mengkhianati ku lagi!terlebih mencari pria itu lagi!...apakah bisa?"tanya nya tapi perlahan senyum hangat nya memudar,ia sebenarnya tidak yakin Raina bisa berjanji akan hal itu.

__ADS_1


bersambung jika kalian suka tinggal kan like komen terima kasih...


__ADS_2