
benar saja saat sampai di kampus Raina langsung di datangi oleh Laura dengan geng nya, menghalangi jalannya seperti preman.
"maaf saya mau lewat!",ucapnya dengan nada datar dan dingin tapi mereka sama sekali tidak mendengar kan nya.
tampak mata Laura sembab dan sangat merah bahkan tersirat kemarahan yang sangat besar,ia menarik tangan Raina kasar.
Raina sama sekali tidak melawan,ia hanya mengikuti kemana Laura membawanya tanpa rasa takut sedikitpun.
"jangan harap aku akan melepaskan mu!!kau sudah membuat pria yang ku cinta meninggal!!"ucapnya setelah sampai di gudang belakang sekolah ia langsung menghempaskan tubuh Raina ke tembok.
karena hal itu yang tiba-tiba membuat Raina tak bisa menghindar hingga kepalanya terjedot dinding.
"ikat dia!!"ucap Laura dengan tersenyum sumringah,membuat ke empat teman nya yang sudah menyiapkan tali langsung mengikat tubuh Raina.
Laura tersenyum saat melihat enam pria paruh baya jelek dan bertubuh besar sudah datang sesuai yang ia rencanakan,mereka mengunci pintu kemudian langsung mengalihkan pandangannya ke arah Raina yang duduk di lantai dengan tangan dan kaki yang sudah di ikat.
"siapkan kamera!kita akan melakukan nya dengan siaran langsung!",
Ucap Laura dengan tak main-main me
"kalian bermainlah dengan baik! berikan dia pelayanan yang belum pernah ia terima!",Laura hanya berdiri sembari memerintah dan terus menatap Raina yang hanya duduk di lantai dengan menundukkan kepalanya seperti orang yang sudah pasrah dan tentu saja ia senang dengan itu.
ke enam pria itu sudah membuka semua pakaian mereka hanya meninggalkan CD dan bersiap-siap menerkam tubuh mungil Raina, Tentu saja mereka sangat bersemangat saat melihat wajah menggemaskan itu.
Laura berjongkok di depan Raina dengan senyum iblis nya kemudian menepuk-nepuk wajah menggemaskan Raina.
"nikmatilah pelayan gratis dari ku!"ucapnya kini mengusap rambut Raina dengan senyum miring.
tapi ia sangat terkejut saat tiba-tiba Raina yang sudah di ikat memegang tangan nya.
"kau!!kalian kenapa belum mengikat tangannya!!"teriaknya dengan marah melihat ke empat temannya.
"tidak apa-apa nyonya!gadis kecil seperti nya tidak mungkin bisa melawan!bahkan saya sendiri tidak bisa di lawan oleh nya!"ucap salah satu pria paruh baya bertubuh besar dan berwajah jelek itu, menatap Raina dengan tak Sabaran.
__ADS_1
"benar juga"ucapnya tersenyum miring kembali melihat Raina yang masih belum melepaskan tangan nya dari pergelangan nya,tapi saat ia ingin menarik tangan nya dari pegangan Raina ia sama sekali tidak bisa melepaskan nya.
"apa yang kau lakukan? lepaskanlah tangan mu!"ucapnya ingin menghempaskan tangan nya tapi tidak bisa sama sekali.
Raina yang sedari tadi menunduk mengangkat wajahnya dengan tersenyum menyeramkan dengan dahi yang berdarah sehingga mengalir ke wajah nya hingga membuat wajah nya lebih menyeramkan.
Laura yang melihat wajah nya bahkan sangat terkejut dan sangat takut bahkan ia langsung terjatuh dan ketakutan dengan tatapan nya.
"kau pikir kau bisa Melakukan apa pada ku?"tanyanya dengan tersenyum menggemaskan seperti boneka hantu.
"kalian tunggu apa!!tahan dia dan lakukan sekarang!!",teriak Laura membuat kelima pria itu langsung Berlari ingin menghambur ke tubuh Raina tapi Raina dengan tenang mengangkat tangan nya dimana sudah siap pistol sedari tadi ia pegang.
dor....dor...dor....dor...dor....dor....dor...
ia menembaki Beberapa kali namun hanya tiga orang yang kena pelurunya,tiga orang pria yang belum terkena itu ketakutan dan langsung mundur.
bahkan Laura dan teman-teman nya berteriak ketakutan melihat pistol yang di tangan Raina yang sudah membunuh tiga orang suruhan nya.
Laura mundur dengan ketakutan saat Raina bangkit dengan tak melepaskan pistolnya.
dor!!
aaaaaaaakh!!!
teriak wanita yang berlari ke arah pintu itu dengan jantung yang berdebar kencang karna baru saja peluru hampir mengenai wajah nya,ia berbalik dengan tubuh gemetar melihat Raina yang menatap nya dengan senyum smrik, dengan tak berdaya ia bersandar di pintu yang terkunci itu.
"semuanya Tiarap!!"ucapnya dengan mengangkat pistolnya membuat mereka semua menurut dan langsung tiarap.
"jangan coba macam-macam dengan ku!!kau tidak akan bisa menanggung akibatnya jika sampai terjadi apa-apa dengan ku Karna aku adalah putri wali kota!!",teriak Laura dengan tubuh yang gemetar melihat Raina.
"oh itu akan menjadi hal yang sangat bagus!"ucapnya dengan tersenyum penuh arti kemudian berjalan ke arah Kamera dan memikirkan sesuatu.
4 jam kemudian
__ADS_1
Tubuh Laura dan ke empat teman nya tergeletak di lantai kotor begitu saja dengan tanpa busana dengan tiga pria tua dan jelek besar yang terus bermain di atas tubuh merek bergantian.
ke lima wanita itu tak berhenti berteriak kesakitan dan menangis sejadi-jadinya dan terus memaki Raina yang hanya diam saja memperhatikan semuanya dari kamera.
plok!!plok!!
"sudah cukup!!",ucapnya dengan sangat senang melihat hal itu.
"kau bajingan!!!biadap Raina!!!"teriak Laura merasa sangat menjijikkan.
"kau wanita ja!!!Ng"
mereka tak hentinya mengumpat dan menghina Raina yang hanya tersenyum puas.
dor...dor...dor...
tiga peluru kembali keluar dari pistol Raina membunuh ketiga pria tanpa busana itu.
hal itu juga membuat kelima wanita itu langsung diam dengan ketakutan.
Raina mengeluarkan memori dari kamera itu kemudian memasukkan kedalam sakunya kemudian ia mengambil tisu basah dari sakunya dan membersihkan pistol itu hingga mengkilap kemudian meletakkan di atas meja yang di sebelah nya,setelah itu melepaskan sarung tangan nya yang memang ia pakai sedari tadi.
ia memegang sarung tangan dan tisu yang ia gunakan itu kemudian membakar n iaya dengan korek api yang ia bawa sampai semua nya menjadi abu.
Kelima Wanita yang tanpa busana seperti orang bodoh itu semakin terlihat bodoh dengan apa yang di lakukan Raina Sekarang di depan mereka.
"tatap mata ku!!!", ucapnya dengan setengah berteriak membuat ke-lima wanita itu terkejut dan spontan melihat mata Raina dalam waktu beberapa menit setelah itu mereka langsung pingsan.
melihat itu Raina tersenyum kemudian mengeluarkan tisu lagi dan memegang pistol itu kemudian meletakkan nya di tangan Laura, membuat Laura memegang pistol itu.
setelah itu ia juga membakar tisu yang baru ia gunakan Sampai menjadi abu,kemudian ia keluar dari gudang itu lewat jendela tersenyum puas meninggal kan tempat itu tanpa jejak nya sedikit pun.
sebelum ia keluar ia menatap kelima orang itu,hingga bayangan tubuh nya terbaring di sana sama seperti mereka sangat menyedihkan dengan di kelilingi enam pria gemuk.
__ADS_1
"aku akan mengubah hidup seorang RAINA!"ucapnya dengan tersenyum iblis kemudian langsung melompat pergi.
bersambung.....