
"tapi ini sangat penting, tidak bisakah kita bicarakan sekarang juga?", tanyanya Tapi Raina seolah tak mendengar nya terus berjalan memasuki kelas.
"sebenarnya apa yang sudah terjadi pada Raina,kenapa aku merasa dia sangat berubah sebelum nya dia sangat mendengar kan ku bahkan akan sangat antusias jika ada waktu berdua dengan ku sampai rela meninggalkan kelas seharian",gumamnya dalam hati mendegus kasar kemudian berjalan meninggalkan tempat itu.
"tapi bagaimana pun juga rencana ku sudah hampir berhasil, tinggal beberapa langkah lagi perusahaan ku akan menuju kejayaan,dan karena itu aku masih membutuhkan gadis itu untuk membantu ku!", ucapnya dalam hati sembari terus berjalan menjauh dari ruangan itu.
...
di perusahaan Leng
pria yang menjadi sekretaris itu sangat Bingung dan bertanya-tanya apa yang terjadi pada bos nya itu yang sejak datang terus duduk di kursi kebesaran nya dan hanya berputar-putar dan tersenyum-senyum sendiri sangat jelas pria itu sedang dalam suasana hati yang baik.
"aku tidak bisa berhenti memikirkan gadis itu", ucapnya dalam hati.
"ekhem,tuan maaf mengganggu waktu anda tapi kita ada Janji pertemuan dengan klien dan mereka sudah menunggu di ruang pertemuan tuan!", ucap asisten itu memberanikan diri.
mendengar itu membuat Alvan tersadar,"baiklah!",ucapnya bangkit dari duduknya berjalan sembari merapikan jasnya dengan ekspresi wajah yang langsung berubah datar dan dingin,tak lupa asisten nya mengikuti nya dari belakang.
***
beberapa kali Alex melirik arloji nya karena Raina tak kunjung datang padahal dua kelas sudah terlewat bahkan sudah menunjukkan pukul 12 siang.
ia mengambil ponselnya untuk menelfon Raina tapi beberapa kali ia menelfon sama sekali tak di angkat membuat nya sangat kesal,"wanita ini tidak mengangkat panggilan ku sama sekali bahkan tidak datang dengan tepat waktu apa dia sudah tidak mau lagi bekerja sama dengan ku!",gumam nya mengepal erat ponselnya dan dengan penuh emosi ia langsung melempar ponselnya itu hingga hancur.
__ADS_1
namun beberapa saat kemudian pintu ruangan nya terbuka menampakkan seorang gadis berusia 18 tahun yang berwajah cantik dan lucu dengan tubuh pendeknya.
melihat itu membuat Alex terkejut dan langsung menatap tajam ke arah Raina,ia berdiri dan berjalan dengan cepat ke arah Raina yang masih berdiri di ambang pintu dengan cepat ia menutup pintu dan menarik tangan Raina dan menghempaskan nya ke sofa di ruang itu.
"hei gadis kecil,apa kau sudah tidak menyukainya ku lagi?",tanyanya mencekal bahu Raina dengan satu tangan yang memegang dagu Raina dengan kuat sampai membuat Raina kesakitan.
"tolong jaga sikap anda ini ada di kampus dan saya tidak ingin nama baik saja jadi hancur karena perbuatan bapak!",ucap Raina berbicara dengan formal sembari menahan kesakitan di dagu dan bahunya.
mendengar itu membuat Alex tertawa kemudian tersenyum sinis tepat di wajah Raina,"sejak kapan kau mementingkan nama baik mu?selama ini kau tidak peduli bagaimana suami dan keluarganya melihat mu yang berselingkuh dengan dosen bahkan semua orang juga tahu bagaimana diri mu?dan sekarang kau mengatakan tentang nama baik lucu sekali!!", ucapnya dengan menggertak Kan giginya kemudian langsung menghempaskan wajah Raina dan berbalik dan berkacak pinggang.
"kau tidak perlu melakukan hal ini karena ingin mendapatkan perhatian ku! aku tahu kau berusaha berubah agar aku tidak bosan dengan mu kan, jangan khawatir aku tidak akan pernah bosan dengan mu aku sangat menyukai diri mu yang dulu kau tidak perlu berubah seperti ini!", ucapnya berbalik dan berjongkok di depan Raina dengan tatapan yang teduh dan senyum yang manis.
"aku sangat mencintai dirimu yang dulu,yang sangat polos,lugu,dan tidak banyak bicara tapi sangat pintar,aku menyukai diri mu yang seperti itu, sebaliknya aku tidak menyukai Sifat mu yang sekarang!",ucapnya dengan lembut menggenggam jemari Raina.
"jika saja aku bisa langsung menendang pria ini sampai mati,aku pasti akan Melakukan nya sekarang juga!tapi semua ada waktunya!", Gumam nya berusaha sabar.
ia menarik nafas panjang dan melepaskan tangan Alex yang memegang tangan nya kemudian berdiri,"setiap orang akan berubah,tidak ada yang bertahan seiring berjalannya waktu setelah melihat kehidupan yang sesungguhnya dan kenyataan di depan mata!",ucapnya dengan tegas.
"pak Alex langsung ke inti nya saja,apa yang anda ingin bicarakan pada saya?", tanyanya tanpa basa basi.
Alex sangat tercengang sejak kapan gadis di depan nya itu pandai berbicara bahkan sangat tegas dan serius,ia menggelengkan kepalanya.
"aku tidak menginginkan apa-apa,aku hanya ingin dirimu yang dulu kembali,gadis yang sangat menyukai ku dan mencintai ku begitupun aku sebaliknya yang sangat mencintai mu!", ucapnya dengan mata merah dan berkaca-kaca.
__ADS_1
Mendengar itu membuat Raina menghela nafas,"apakah saya kurang jelas mengatakan nya?haish Baiklah jika tidak ada lagi yang ingin di katakan aku akan keluar!", ucapnya membuat Alex terkejut dan dengan cepat menangkap tangan Raina.
"tunggu dulu!", ucapnya membuat Raina berbalik melihat nya.
"apakah kau sungguh tidak ada perasaan lagi dengan ku?", tanyanya untuk memastikan.
"maaf pak Alex sebelum nya saya tidak pernah menyukai anda,tapi satu hal kalau saya tidak akan melupakan janji bapak akan membantu saya pergi jauh dari suami saya!", ucapnya membuat Alex yang mendengar nya tersenyum lega.
"tapi dia masih ingin bekerja sama dengan ku itu bukan hal yang buruk, masalah perasaan aku yakin dia berbohong kalau sebenarnya dia mempunyai perasaan padaku!", gumamnya dengan perasaan sombong.
"haish aku sangat sedih kalau ternyata kau tidak menyukai ku,tapi aku sangat menyukai mu dan sudah jatuh hati pada mu!", ucapnya.
"aku tahu kau tidak melupakan janji mu yang akan membawa rahasia pengembangan perusahaan Leng padaku!", ucapnya dengan lembut sembari mengusap-usap pucuk kepala Raina.
"ya memang itu lah yang di inginkan pria ini!",gumam nya.
"aku tidak lupa,aku pasti akan membawanya secepat nya!", ucapnya membuat Alex tertawa kecil karna senang kemudian memeluk Raina.
"pak dosen saya harus pergi sekarang,saya masih ada satu kelas lagi hari ini!", ucapnya membuat Alex melepaskan pelukan nya kemudian mengangguk.
"baiklah kau pergi saja,jika kau punya waktu apakah kau mau makan malam dengan ku setelah selesai kampus?",tanyanya tapi dengan cepat Raina menggelengkan kepalanya dengan polos.
"aku masih ada janji pak,jadi saya minta maaf saya akan pulang dulu,terima kasih pak!", Ucapnya kemudian langsung pergi dari sana.
__ADS_1
bersambung....