PERUBAHAN RAINA

PERUBAHAN RAINA
chapter 30


__ADS_3

tapi saat melihat Raina menitikan air mata membuat nya jadi bingung apa yang terjadi.


"kenapa kau menangis?",tanya nya membuat Raina langsung menggelengkan kepalanya nya dan menghapus air matanya.


"tidak apa-apa",jawabnya langsung melepaskan tangan Alvan dan berlari dengan merentangkan tangannya merasakan angin laut yang sangat sejuk menerpa wajah nya.


hingga tiba-tiba ia berhenti saat merasakan kaki nya di terpa air dan melihat ke kakinya dan sangat terkejut bercampur gembira.


seketika jiwa kanak-kanak nya keluar melompat-lompat dengan gembira ia berlari lebih masuk kedalam laut itu hingga air itu sampai pinggang nya dan bermain dengan air itu hingga saat ombak yang cukup besar datang membawanya kembali ke pinggir hal itu membuat Alvan tertawa melihat nya dan langsung menghampiri gadis itu.


seluruh tubuh nya basah sekarang tapi ia tidak peduli saat melihat ombak yang lebih besar akan datang lagi dengan cepat ia masuk lebih dalam lagi hingga benar saja ombak itu langsung membawanya kembali ke pinggir lagi.


Alvan tak percaya dia seperti melihat seorang gadis kecil yang masih usia 5 tahun bermain dengan gembira nya.


"Andai saja hubungan mama dan papa baik-baik saja dulu pasti aku akan mempunyai momen bersama mereka, seperti bermain di laut",gumam nya duduk di atas pasir itu dengan senyum tipis.


"bahkan di saat usia ku 30 tahun aku belum pernah bermain sekali pun di laut bahkan menginjakkan kaki pun tidak pernah,tapi entah ini rencana Tuhan sehingga aku bisa merasakan ini semua",gumam nya dengan air mata yang mengalir dengan sendirinya.


"kenapa kau tidak bermain lagi?",tanya Alvan yang tiba-tiba muncul di belakang nya.


"apa saat kecil kau pernah bermain di laut?", pertanyaan itu membuat Alvan menaikkan sebelah alis nya dan sadar kalau suara istri kecil nya itu berubah.


"kau menangis?",tanya nya langsung duduk di samping Raina di pasir yang basah.


"tidak"terdengar suara Raina yang datar dan tatapan nya yang lurus ke depan melihat ke tengah laut.


"aku tidak pernah bermain,apalagi bermain di laut aku hanya bermain dengan kucing ku saat aku masih kecil",ucapnya membuat Raina mengalihkan pandangannya ke wajah nya dengan tatapan tak percaya.


"benarkah?",tanya nya.


Alvan tertawa kecil melihat ekspresi Raina sembari mengangguk kan kepala nya,"benar,aku bahkan tak punya teman saat kecil bahkan sampai sekarang aku hanya mempunyai satu teman yaitu dokter pribadi ku",ucapnya.


"tidak di sangka dia juga menyia-nyiakan hidup nya sampai di usia hampir 30 tahun bodoh sekali",ucap Raina bergumam kemudian bangkit.

__ADS_1


"sebaik nya kau harus menikmati dunia karena hidup hanya sekali jadi akan sangat rugi jik kita tidak menikmati hidup",ucapnya menarik tangan Alvan untuk berdiri.


Alvan berdiri dengan senyum yang tak hilang dari bibir nya,Raina kemudian menarik tangan nya masuk lebih dalam lagi ke laut menunggu ombak datang dan membawa mereka,ia tidak tahu kalau setelah dewasa Alvan menghabiskan banyak waktu bersama Jay di laut tidak seperti dirinya yang terus bekerja sampai usia 30 tahun.


Raina terus menyirami nya berharap pria di depan nya itu membalas nya hingga ia bisa bermain tapi bukan nya membalas dengan menyirami nya Alvan malah menarik nya sampai tubuh merek bersatu kemudian langsung mencium nya membuat nya sangat terkejut.


Alvan begitu gemas melihat ekspresi Raina apalagi melihat mata sang istri yang sangat indah,ia memeluk nya dengan sangat erat dan mencium Raina dengan sangat menikmati nya namun tidak dengan Raina yang berusaha lepas.


Ia memukul-mukul dada Alvan karena ia sungguh kesusahan bernafas mengetahui itu Alvan melepaskan nya.


"kau!!"geram nya langsung berjalan cepat meninggalkan Alvan tapi pria itu mengikuti nya dan kembali menarik tangan nya lagi.


"kau ingin bermain di laut bukan?",tanya nya dengan wajah tak bersalah.


"benar,tapi kau malah mengambil kesempatan dalam kesempitan", ucapnya dengan wajah kesal membuat Alvan tertawa kemudian menarik tangan istri kecil nya itu.


"baiklah aku akan membawa mu bermain di laut yang sesungguhnya",ucapnya dengan berjalan dengan langkah panjang nya membuat Raina harus berlari kecil untuk mengikuti langkah nya.


"kenapa aku harus memakai pelampung?",Raina bertanya pad Alvan yang memasang kan pelampung di tubuh nya kemudian memasang kan helm juga.


"karna kita akan bermain",ucap Alvan memakai pelampung juga tapi tidak memakai helm.


dua orang pria penjaga pantai itu datang dengan membawa sebuah jet ski membuat Raina terkejut.


"apa ini?",tanya nya saat benda itu sudah ada di depan nya.


"kita akan bermain jet ski"ucap Alvan tertawa melihat ekspresi Raina yang sangat menggemaskan,kemudian mengangkat Raina dengan mudah naik jet ski yang sudah di siapkan itu kemudian ia duduk di depan Raina untuk mengemudikan nya.


Jet ski milik Alvan



"kau harus memeluk ku jika tidak ingin jatuh",ucapnya tapi tidak di pedulikan oleh Raina.

__ADS_1


Alvan melajukan jet ski itu membuat Raina langsung merentangkan kedua tangan nya merasakan angin yang sangat kencang,ia bahkan tak mempunyai rasa takut sama sekali membuat Alvan cukup tak percaya ia kemudian melajukan lebih cepat lagi tapi Raina tidak juga takut.


"kita berada di tengah laut,sebaiknya kau memelukku dengan erat atau kau bisa jatuh ke tengah-tengah laut ini nanti", ucapnya.


"aku tidak takut",jawab nya.


"kau yakin?",tanya Alvan kemudian tiba-tiba mengencangkan nya membuat Raina terkejut dan spontan memeluk Alvan dengan erat.


Kesal dengan Alvan yang terus mengerjai nya ia langsung melepaskan pelukan nya dan berdiri"waaaaaaah!!!"teriak Raina berdiri dengan merentangkan tangan nya ia sangat senang melihat burung-burung yang berterbangan di atas mereka


Alvan dengan cepat memperlambat karna ia takut Raina akan jatuh nanti,ia cukup tak percaya kalau istri menggemaskan nya itu ternyata sangat berani,tapi ia sangat senang karna tampaknya Raina begitu menikmati nya.


setelah beberapa saat Alvan akhirnya kembali ke tepi.


Alvan dengan lembut mengangkat Raina turun dari atas jet ski itu membuat kedua pria yang menjaga pantai itu salah tingkah karna baru pertama kali mereka melihat kemesraan tuannya bersama sang istri kecil.


Kemudian ia melepaskan pelampung dan helm itu dan memberikan kepada kedua orang itu."kau sangat menikmati nya?",tanya nya sembari melepaskan pelampung itu dari tubuh Raina.


"benar,itu sangat seru!!lain kali aku ingin membawa nya sendiri", ucapnya dengan kegirangan membuat Alvan tak tahan dengan kegemasan nya.


"aku tidak akan mengijinkan nya", ucapnya membuat Raina mendegus dan memalingkan tatapan nya kesal.


"oh iya maaf tuan muda,tadi seseorang menelfon anda seperti nya dia sekretaris anda",ucap penjaga pantai itu memberikan ponsel yang memang di tinggal Alvan padanya.


"oh baiklah", ucapnya kemudian membuka ponselnya terlihat pesan yang memang benar dari sekretaris nya.


#Tuan,ada hal yang mendesak bisakah anda datang,ini tentang perusahaan Qin dari kota Z#isi pesan.


"tiba-tiba ada urusan penting di perusahaan,kita pergi sekarang ya",ucapnya kemudian menarik tangan Raina langsung pergi dari sana menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari mereka.


"ada apa dengan nya kenapa tiba-tiba sangat serius dan pergi dengan mendadak?'"tanya Raina bergumam dalam hati namun ia tidak ingin bertanya hanya ikut saja.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2