PERUBAHAN RAINA

PERUBAHAN RAINA
chapter 31


__ADS_3

"jangan menunggu ku,aku akan pulang agak larut"ucap Alvan pada Raina sebelum ia masuk ke kamar nya.


"siapa yang menunggu mu",ketus Raina berjalan ingin ke kamar nya juga tapi Alvan tiba-tiba menarik tangan nya.


"apa lagi?",tanya nya.


"pindah lah ke kamar ku,karna kamar mu itu sudah di jadikan gudang",jawab Alvan berbicara dengan sedikit senyum tipis.


"kau pikir aku percaya lagi pula aku tidak bisa,aku tidak bisa satu kamar dengan mu", ucapnya.


"kenapa tidak,aku adalah suami mu dan bukan kah kita sudah berjanji akan memulai hubungan suami istri yang baik?",tanya Alvan tiba-tiba berwajah serius menatap Raina dengan lekat dan tangan nya yang di lipat di depan dada.


"maaf,tapi kau yang membuat janji itu bukan aku",ucap Raina menatap nya tak kalah serius.


"tapi kau sudah setuju dengan itu, apakah kau ingin mengingkari janji mu sendiri?",tanya Alvan dengan tersenyum sumringah saat melihat ekspresi wajah Raina.


"sial,dia sudah menjebak ku tapi aku tidak bisa satu kamar dengan nya, bagaimana jika dia tiba-tiba melakukan hal itu dengan ku kemudian aku akan hamil anak nya dan selamanya aku akan terkurung di sini!!pokok nya tidak bisa aku masih ingin menjelajahi bumi aku tidak ingin lagi menyia-nyiakan kesempatan hidup kali ini", ucapnya berbicara dalam hati dengan pendirian yang teguh kemudian melihat Alvan dengan tatapan sinis.


"tidak akan pernah!", ucapnya kemudian memutar gagang pintu kamar nya dan membuka nya,tapi saat ia melihat isi kamar itu betapa terkejut nya melihat kamar nya benar-benar di jadikan gudang.


Alvan menahan tawa nya melihat ekspresi terkejut Raina,"menggemaskan sekali"gumam nya,tapi saat Raina menoleh ke arah nya wajah nya langsung berubah serius dan datar tapi pada Saat Raina akan berbicara lagi ia langsung masuk ke dalam kamar nya.


"semua barang-barang mu sudah ada di sini", ucapnya sebelum masuk dan tidak menutup pintu.

__ADS_1


penasaran ia masuk ke dalam kamar Alvan dan sangat terkejut melihat semua barang-barang nya benar-benar ada di sana dan sudah di tata dengan rapi."orang ini kenapa begitu sembarangan sekali", kesalnya mau tak mau benar-benar masuk untuk memeriksa apakah pakaian nya juga sudah ada di sana.


ia membuka pintu lemari dan langsung masuk begitu saja tapi ia sangat terkejut saat melihat ternyata Alvan ada di sana berganti pakaian.


glek...


ia menelan saliva nya saat melihat tubuh atletis perut kotak-kotak Alvan yang memang selalu sukses membuat nya gugup dan gerah."gila tubuh nya benar-benar sangat bagus,kapan aku bisa menyentuh nya aku benar-benar ingin menyentuh nya dalam keadaan sadar",gumam nya memegang hidung nya yang mimisan.


Alvan menyadari keberadaan Raina di sana Tapi ia masih berpura-pura tidak tahu membuat Raina leluasa melihat bagaimana pria itu memakai parfum dengan gaya yang sangat membuat nya meleleh.


glek...


"wajah tampan, tubuh atletis kaya raya dia adalah tipe idaman para wanita",gumam nya sampai tak menyadari Alvan yang berjalan ke arah nya.


"apakah sudah cukup melihat ku?"tanya pria itu yang kini sudah berdirinya tepat di depan Raina.


"setelah mengintip ku sekarang kau ingin kabur begitu saja?",tanya nya dengan tertawa sinis membuat Raina begitu malu.


"apakah tubuh ku begitu indah sampai membuat nyonya melongo begitu?apakah ingin aku melayani mu nyonya?"Alvan menunduk dan berbicara tepat di samping telinga Raina membuat bulu kuduk nya naik karena merinding.


"si...siapa yang melongo?!dan...dan siapa yang ingin di layani!! dengar baik-baik ya aku masuk ke kemari karena ingin melihat pakaian ku apakah juga di susun di sini!", ucapnya dengan kesusahan berbicara karena gugup.


dalam sekali gerakan Alvan langsung membuat Raina berputar dan langsung berada di pelukan nya, membuat wajah mereka bertemu.

__ADS_1


"jangan coba-coba menyentuh ku!", ucapnya langsung memeluk tubuh nya sendiri saat melihat tatapan Alvan ke arah dada nya.


wajah yang merona rambut basah yang berantakan mata merah yang juga sangat besar dan bibir cerry yang selalu membuat nya ketagihan, bagaimana bisa Alvan menahan nya,ia mencubit dagu Raina dan mengangkat nya hingga membuat gadis itu mendongak.


"jangan coba-coba mencium ku lagi!", ucapnya dengan wajah yang semakin merah tapi Alvan tidak mendengar kan nya tatapan nya hanya pada bibir Raina yang semakin menarik bagi nya.


cup....


lagi-lagi ia menyatukan bibirnya dengan Raina, membuat mata Raina langsung melebar dan wajah nya sudah Semerah tomat,pada saat ia ingin memundurkan kepalanya nya Alvan langsung menahan tengkuk nya hingga ia tak bisa bergerak kemana lagi.


"sialan kenapa dia selalu mengintimidasi ku",gumam nya dengan pasrah membiarkan Alvan mencium nya tapi ia terkejut saat itu bukan lagi ciuman biasa dengan cepat ia memukul-mukul dada Alvan agar tidak melepaskan nya.


Alvan tak bisa menahan diri karena itu sangat manis dan ia tidak ingin lagi melepaskan nya,ia me**mat bibir Raina dengan lembut,tak mendapat respon Ia mengigit sedikit bibir Raina hingga Raina yang merasa sedikit sakit Langsung membalas nya dengan mengigit nya juga tapi justru hal itu membuat nya semakin dalam keadaan ambigu dan tanpa sadar sudah membalas ciuman Alvan.


Alvan puas dengan balasan Raina dan semakin tak ingin melepaskan nya, bahkan ia semakin memperdalam ciuman nya.


tubuh Raina rasanya lemas dan entah kenapa ia tidak mempunyai tenaga lagi, bahkan tanpa ia sadari ia menikmati nya dan juga tidak menyadari kalau Alvan mendorong nya ke tembok.


Alvan melepaskan ciumannya memberi nafas untuk Raina saat melihat wajah menggemaskan istri nya itu yang sangat terlihat lemas dan lemah membuat nya tersenyum,"benar-benar tidak mempunyai pengalaman", ucapnya membuat Raina semakin merona.


kemudian ia kembali mencium Raina dan ******* nya dengan rakus membuat Raina mengalun kan tangan nya dan tidak menyadari kalau ia sudah membalas ciuman itu.


Alvan tiba-tiba melepaskan ciumannya lagi dan turun ke leher Raina membuat Raina langsung terkejut tapi ia tidak mempunyai tenaga untuk mendorong nya sehingga Alvan yang sudah di selimuti nafsu leluasa mengecupi lehernya hingga dada nya,Raina yang tidak sadar mengeluarkan desah nya membuat Alvan semakin bersemangat.

__ADS_1


bersambung.....


like komen terimakasih 🙏


__ADS_2