PERUBAHAN RAINA

PERUBAHAN RAINA
chapter 29


__ADS_3

baru saja Alvan akan memperdalam ciuman mereka Raina langsung memukuli dadanya lagi dan terlihat wajah nya yang memohon untuk di lepaskan apalagi terlihat gadis itu kehabisan nafas,dengan cepat ia melepaskan Raina dengan nafas yang susah di atur dan tubuh nya yang semakin menegang.


Raina langsung bernafas tersengal-sengal setelah di lepaskan,"aku hampir saja kehabisan nafas!", ucapnya mengusap bibirnya dengan lengan nya tapi dengan cepat tangan nya di hentikan oleh Alvan.


"seharusnya kau tidak menahan nafas",ucapnya tersenyum mengejek.


Raina langsung memalingkan wajahnya yang merona,"aku mana tahu caranya!", ucapnya memasang wajah kesal.


"benarkah?kau belum pernah melakukan nya dengan orang lain?",tanya Alvan cukup tak percaya,tapi pertanyaan itu membuat Raina semakin kesal.


"kau pikir aku wanita murahan yang melakukan itu dengan pria sembarangan!", ucapnya benar-benar marah bisa-bisanya pria itu menuduhnya telah melakukan hal yang tidak terpuji itu.


"seingat ku gadis pemilik tubuh ini memang belum pernah melakukan nya dengan siapapun tapi dia akan menyerahkan nya pada dosen bernama Alex itu termasuk seluruh tubuhnya, untung saja aku masuk kedalam tubuh ini Deng cepat kalau tidak mungkin aku akan langsung bunuh diri dan kembali lagi ke tubuh awal ku!",gumam nya.


Alvan sangat bahagia mendengar nya, ia memang bisa merasakan bibir Raina yang sangat segar dan manis sama seperti dulu saat ia mencium kekasihnya saat masih SMA rasa nya segar dan ia tahu itu adalah ciuman pertama pacar nya.


"dengar ya meski pun aku membencimu dan tidak menyukai mu aku juga masih punya harga diri dan tidak melakukan hubungan dengan pria manapun,apa kau tahu apa alasan nya?",tanya nya dengan melipat tangan di depan dada seperti bos yang bertanya pada karyawan nya.


Alvan tersenyum kemudian menunduk untuk menyertakan tinggi nya dan melihat wajah Raina dari dekat,"tidak tahu apakah nyonya bisa memberitahu nya?",tanya Alvan dengan menahan tawa melihat Ekspresi Raina yang sangat menggemaskan.


"karena aku ingat kalau aku belum bercerai dengan mu",jawab nya langsung membuat Alvan tertawa.


"benar-benar gadis yang menggemaskan",ucapnya tertawa mengusap-usap pucuk kepala Raina sampai membuat rambut nya berantakan.


"ternyata meskipun menjalin hubungan dengan pria lain di belakang ku,dia tetap menjaga dirinya",gumam nya dengan sangat bahagia langsung memeluk gadis itu.


Raina terdiam karena Alvan memeluk nya dengan sangat erat seperti tak rela melepaskan nya.


"wangi sekali",gumam nya mencium wangi tubuh dan rambut Raina yang sangat segar.


"lepaskan aku!aku ingin memakai pakaian ku", Ucap nya dengan wajah merona merasakan detak jantung Alvan yang sangat kuat begitu pun dengan jantung nya.

__ADS_1


Alvan melepaskan nya namun memegang kedua bahunya dan menatap wajah nya lekat begitu pun dirinya yang menatap wajah pria tampan itu.


"aku tidak akan pernah melepaskan mu, apalagi menceraikan mu apapun yang terjadi kau tidak akan pernah lepas dari ku ingat itu",ucapnya dengan tersenyum namun sangat jelas nada serius dan penekanan nya yang tak main-main bahkan auranya langsung berubah saat mengatakan nya membuat nya tiba-tiba merinding.


"bagaimana jika aku tidak setuju dan akan terus berusaha meninggalkan mu?", pertanyaan itu tiba-tiba terlontar dari mulut nya bahkan ia sendiri tidak Sadar dengan pertanyaan itu.


"tergantung kau berhasil atau tidaknya,tapi kau harus ingat kalau itu akan sangat sulit dan aku yakin kau tidak akan bisa",ucapnya dengan dengan senyum penuh makna.


lagi-lagi jantung Raina berdebar dan wajah nya semakin merona sehingga dengan cepat ia menunduk kan kepalanya."perasaan ku tidak benar",gumam nya.


Aura Alvan kembali berubah dan tersenyum dengan lembut mengusap-usap pucuk kepala Raina lagi,"jangan banyak berfikir,pakai lah pakaian mu atau aku tidak akan bisa menahan diri lagi"ucapnya membuat Raina langsung mengangkat kepalanya dan melotot.


"dasar pria mesum"umpat nya tapi baru saja ia akan beranjak pergi Alvan kembali menahan tangan nya.


"setelah selesai datang lah ke kamar ku,karna mulai sekarang kau harus tidur bersama ku dan semua barang mu akan di pindahkan ke sana"ucapnya dengan tersenyum lembut.


"aku tidak mau,lepaskan aku"balas nya dengan menajamkan tatapan nya bukan kah pria itu sudah mengambil banyak keuntungan darinya hari ini.


setelah melihat Alvan keluar dengan cepat Raina berlari ke arah pintu dan menguncinya, setelah itu ia langsung bersandar di pintu itu memegang dada nya yang belum juga berhenti berdebar.


"sepertinya Dia benar-benar tulus mencintai Raina bahkan dia sangat posesif"


"dan ada apa dengan ku,kenapa ada perasaan yang aneh?...akh apa yang ku pikirkan mungkin ini hanya perasaan gugup saja",ucapnya memukul-mukul kepalanya kemudian langsung mengambil pakaian nya dan memakai nya hari ini ia memang tak ada jadwal kuliah.


"kenapa dengan ku,seharusnya aku fokus untuk membalas kan dendam bukan malah bermanja-manja dengan pria itu seperti suami istri sungguh",ucapnya kembali mengetok-ngetok kepalanya.


"lagi pula kenapa aku sangat lemah saat bersama pria itu bahkan tak punya tenaga memukul nya",tanyanya pada diri sendiri dengan berfikir keras,namun ia tidak sadar kalau sebenarnya setiap kali ia bersama Alvan tenaga power nya akan menghilang.


bukan mistis atau magic tapi dengan masuk kedalam novel itu berarti ada kekuatan yang menariknya dan sanggup melakukan hal itu entah apa alasan nya.


di saat ia sedang memikirkan hal itu pintu nya tiba-tiba di ketuk Tapi saat mendengar suara orang di balik pintu ia sama sekali tidak ingin membuka nya Karan ia khawatir kalau Alvan lagi-lagi akan melakukan hal-hal aneh padanya.

__ADS_1


tapi tiba-tiba pintu nya di buka membuat nya cukup terkejut."bagaimana bisa kau membuka nya?", tanyanya langsung berdiri.


"aku mempunyai kunci cadangan nya", dengan bangga nya ia memperlihatkan kunci yang di tangan nya.


"sudah lah jangan marah begitu aku hanya ingin mengajak mu keluar jalan-jalan", ucapnya pada saat melihat Raina akan berbicara lagi kemudian langsung menarik tangan nya.


"kemana?",tanyanya tapi Alvan tak menjawab hanya terus menarik tangan nya keluar.


***


Alvan membawa Raina ke tepi pantai dimana matahari baru saja terbit karena waktu Masih menunjukkan pukul 6.30 dimana matahari sudah terlihat di ujung laut.


Raina tertegun melihat nya ini adalah pertama kali nya ia melihat pemandangan matahari terbit,saat ia hidup sebagai Qalista dulu ia tidak pernah menikmati hidup,memanjakan mata bahkan saat kecil pun,karena sebenarnya ia hidup di keluarga yang berantakan sejak kecil hingga usia nya 14 tahun dimana ayah ibu kakak dan adik nya meninggal karna kecelakaan mobil meninggal kan dirinya bersama dengan harta dan perusahaan hingga membuat nya kehilangan masa-masa remaja nya.


meskipun dulu ia keras dan kejam namun nyatanya saat di apartment nya sendiri jiwa remaja kanak-kanak nya akan keluar, seorang gadis yang bobrok.


ia menitikan air mata ternyata ia sudah mengabaikan keindahan dunia dan hampir saja kehilangan kesempatan untuk menikmati nya jika tidak masuk kedalam tubuh Raina.


"di kesempatan kedua ini aku tidak akan menyia-nyiakan hidup ku lagi,aku akan menikmati dunia setelah menyelesaikan tugas yang semestinya aku lakukan yaitu untuk membalas dendam gadis ini, setelah itu aku akan pergi menjelajahi dunia yang belum sempat ku nikmati", ucapnya berbicara dalam hati dengan menutup mata merasakan angin yang sejuk dan mendengar kan gelombang laut yang tenang.


"aku berjanji akan melindungi mu dan membuat mu bahagia di sisi ku,menebus apa yang sudah di lakukan keluarga ku padamu",Alvan berbicara dalam hati dengan senyum yang lembut dan tatapan yang penuh cinta melihat wajah Raina.


pantai itu hanya ada mereka berdua karna itu adalah pantai pribadi keluarga milik Alvan.


Visual Raina 18 tahun



Visual Alvan usia 29 tahun


__ADS_1


bersambung....


__ADS_2