
Satu jam berlalu, Dafina tanpa sadar terlelap di samping Alex. Inilah awal mula kesalahannya dimulai. Dia begitu nyenyak tidur sampai tak menyadari bahaya sudah ada di depan mata.
Kini Alex mungkin sudah menjelma jadi buaya yang siap menerkamnya kapan saja.
"Emmm ... Aku haus!" Dafina merintih. Entah apa yang terjadi wanita itu tiba-tiba merasa sulit bernapas. Dadanya sakit, dan ....
Astaga!
Apa yang terjadi?
Dafina nyaris menjerit saat menyadari Alex sudah berada di atasnya. Mata lelaki itu memerah. Napasnya tersengal-sengal dan tampak menyeramkan sekali.
"Apa yang kamu lakukan Alex?" Wanita itu berusaha keras mendorong tubuh Alex. Namun, seluruh tenaganya jelas tidak mampu melawan Alex yang sudah terlanjur dirasuki hawa setan.
"Alex, sadarlah! Aku ini dosenmu!" Dafina masih terus berusaha lepas dari cengkeraman lelaki itu. Panik jelas ia, takut sudah pasti.
"Alex, please jangan begini!" Suara Dafina nyaris memekik dan menangis. Alih-alih sadar dan menjauh, Alex malah makin tidak peduli kepadanya.
Entah ini karma atau bukan, yang jelas ia bisa membayangkan sesuatu yang buruk akan segera terjadi pada dirinya.
Perlahan Alex mulai mengunci tubuh Dafina hingga wanita itu kesulitan bergerak. Tak ada yang bisa Dafina lakukan selain menjerit pasrah di bawah kungkuhan aneh.
"Aku tidak bisa membayangkan jika keperawanan yang selama ini kujaga akan segera diambil oleh bocah kecil ini, batin Dafina tak rela.
Maka yang terjadi segera terjadilah. Hanya dalam hitungan menit Alex berhasil melucuti pakaian Dafina.
Selanjutnya tidak perlu dijabarkan lagi apa yang terjadi. Malam itu juga Dafina menjerit penuh di bawah kungkuhan tubuh sialan Alex. Dia resmi kehilangan keperawanannya akibat tak sengaja ketiduran di samping si setan!
Malam ini mungkin Akan menjadi malam yang yang paling buruh untuk Dafina. Karena sekuat apa pun wanita itu, nyata Dafina hanyalah wanita lemah yang mudah ketakutan.
Selepas Alex mengambil keperawanannya Dafina hanya mampu menangis dan meratapi kehilangan itu semalaman penuh.
Dia menyesal!
__ADS_1
Bukan menyesal kenal Alex, tapi menyesal kenapa harus membukakan pintu malam-malam untuk seorang pria mabuk gila tidak tahu diri.
Tak seharusnya Dafina gegabah. Dia bukan wanita bodoh kemarin sore yang tidak tahu apa-apa soal si bangsat yang tengah mabuk. Tapi, perasaan kasihannya melihat keadaan Alexlah yang membuat Dafina benar-benar menjadi wanita paling bodoh sedunia!
Sebenarnya Dafina sendiri juga bukan sekali dua kali nyaris kehilangan keperawanannya. Selama iniw anita itu selalu berhasil lolos berkat ketegasan dan juga kewaspadaan.
Namun sekali lagi, yang namanya kecolongan memang tidak bisa dihindari.
Merekalan adalah jalan satu-satunya.
_
_
_
Pagi-pagi sekali Alex terbangun. Dia amat terkejut saat menyadari Dafina tidak mengenakan pakaian sehelai benang pun. Ia kemudian menatap ke sekeliling kamar dengan nuansa yang baru pertama dilihatnya.
"Astaga! Apa yang aku lakukan?" Dua bola mata Alex nyaris copot saat melihat baju-baju Dafina berserakan. Baju itu sudah compang camping tak ada bentukannya. Menandakan sepertinya Alex sudah berbuat tidak baik kepada perempuan itu.
"Alasan apa yang harus aku jelaskan pada Miss D jika dia bangun," gumam Alex.
Tolool ... Tolool!
Rasanya ia ingin membunuh diri sendiri. Kenapa juga semalam ia harus mendatangi apartemen Dafina.
Alex mendudukkan diri sambil memegangi kepala yang terasa berat!
"Astaga!" Lagi-lagi Alex dikejutkan oleh noda darah yang ada di atas seprai. Melihat semua bukti yang semakin nyata, berarti semua dugaan Alex bukanlah mimpi.
Semalam dia mabuk dan tidak sengaja memperkosa Dafina.
Breengsek kamu Lex! Ternyata kamu tidak jauh bejatnya dengan selingkuhan Sisca! Kenapa kamu harus mabok segala, coba?
__ADS_1
Pikiran Alex saat ini campur aduk tidak karuan. Dia berusaha mendekati Dafina. Lalu memeluknya dengan sangat erat dari arah belakang.
"Maafkan aku Miss! Aku tidak sengaja. Aku khilaf!" Akhirnya Alex mengucapkan kata keramat yang kemarin sempat Sisca lontarkan.
Kini dia benar-benar mengikuti kebrengsekan Sisca dan selingkuhannya itu.
Mengerjap perlahan, Dafina mulai terbangun saat menyadari adanya pergerakaan dari arah belakang. Ternyata Alex sedang memeluknya sambil menangis.
Apa dia masih frustrasi gara-gara pacaranya itu, apa ini karena aku, batin Dafina. Wanita itu kemudian berbalik badan. Alex agak tersentak, tapi dia tidak bisa berkata apa-apa karena bibirnya mendadak kelu.
"Miss ... Tolong maafkan aku Miss! Semalam aku benar-benar tidak sengaja ," ucap Alex.
Dafina yang semalam sudah berjanji untuk bersikap biasa saja hanya berekspresi diam.
Dia tidak mau menyalahkan Alex karena semua kerugian itu datang dari dirinya sendiri. Andai sejak awal Dafina tidak mengejar-ngejar Alex sampai kecolongan mungkin Dafina tidak akan kehilangan keperawanannya begini.
"Sudahlah Alex! Anggap saja itu tidak pernah terjadi!"
"Tapi, Miss!"
Dafina tiba-tiba membungkam mulut Alex dengan kecupan. Ia benar-benar tidak ingin membahas masalah yang semalam. Dia terlalu takut.
"Aku pasti akan tanggung jawab Miss! Bila perlu aku akan menyuruh orang tuaku untuk melamar Anda," ucap Alex setelah ciuman itu terlepas.
Dafina tertawa sinis. Nada suaranya terkesan sekali sedang mengejek Alex.
"Aku tidak butuh tanggung jawabmu dari bocah sepertimu, Alex. Bagiku sesuatu yang sudah hilang tidak perlu di sekali," ujar Dafina.
Alex cukup tercengang mendengar penuturan Dafina. Pasalnya ia tahu Dafina adalah wanita yang sangat menjunjung tinggi kehormatannya.
Lantas, kenapa sekarang dia jadi begini?
Si brengseek itu sungguh tidak mengerti dengan plot twist yang baru saja terjadi. Sekeras apa pun dia berpikir otaknya tidak pernah sampai.
__ADS_1