PESONA PELAKOR LIAR

PESONA PELAKOR LIAR
Kok ?


__ADS_3

"Ayo kita masuk, Miss."


Alex menggenggam tangan Dafina hingga ke depan pintu. Sesampainya di ruang tamu, seorang wanita paruh baya yang sejak tadi menunggu langsung berdiri untuk menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang di rumahku, Miss. Perkenalkan itu Ibuku."


Dafina menoleh, dia terkejut saat melihat wajah perempuan cantik paruh baya itu tersenyum ke arahnya.


"Bu Mira?"


Dengan anggunnya dia berjalan ke arah Alex dan Dafina.


"Loh, Mami sudah kenal dengan Miss D?" tanya Alex.


Bu Mira hanya tersenyum. "Jadi ini dosen yang mau kamu kenalin ke Mami? Tepat sekali, Dafina ini adalah dosen yang Mami suka juga," ujar Bu Mira. Dia langsung menyalami Dafina lalu melakukan cipika-cipiki. Suasana agak canggung untuk Dafina. Demi Tuhan dia tidak pernah berpikir kalau Bu Mira adalah ibunya Alex. Sekilas wajah mereka memang sangat mirip, tapi selama ini Dafina tidak pernah berpikir ke arah sana.


"Ko kalian bisa langsung kenal?" tanya Alex heran.

__ADS_1


"Ceritanya panjang Al. Intinya Mami adalah salah satu donatur di kampus kamu. Dan setiap kali Mami ke sana, Dafina ini yang selalu menyambut Mami," ucap Bu Mira.


"Ayo duduk Dafina. Sudah lama kita tidak bertemu," ucap Bu Mira.


"Iya, Bu. Sebentar saya pinjam Alexnya dulu ya." Dafina mengangguk sungkan. Setelah itu dia menarik Alex ke pelataran luar supaya Bu Mira tidak mendengar apa yang akan dia sampaikan.


"Kenapa ngajak aku keluar, Miss?"


Dafina menarik napas panjang.


Namun, kenyataan itu berbeda sejak Dafina mengetahui orang tua Alex adalah Bu Mira. Orang dermawan yang paling dihormati oleh para dosen dan pengurus kampus. Dafina merasa dia tidak pantas berada di tempat itu.


"All, kamu belum sampai ngomong macem-macem tentang aku ke ibu kamu, 'kan?"


"Belum Miss. Aku cuma bilang mau bawa orang spesial buat Mami. Memangnya kenapa?"


"Huhhh." Dafina menarik napas panjang. "Syukurlah ... Sebaiknya kamu batalkan saja rencana kamu buat kenalin aku sebagai pacar kamu. Aku rasa Ibumu gak akan setuju."

__ADS_1


"Tapi, Miss?"


"Percaya sama aku. Pengakuan ini terlalu cepat buat kita. Jika ibu kamu sampai tidak setuju, yang ada aku bakalan ngejauhin kamu."


"Kok gitu?" Alex mengerutkan alisnya tidak senang.


"Maka dari itu, Al. Terus terang aku sungkan buat memberi tahu hubungan kita. Aku malu sama Ibu Mira. Di mata para dosen ibu kamu itu orang yang sangat dermawan. Mana bisa aku ngenalin diri sebagai pacar kamu di saat kayak begini. Aku itu syok Al ... Syok banget," pekik Dafina.


"Terus sekarang aku harus gimana? Mana aku udah terlanjur bilang mau ngenalin orang spesial. Masa orang spesial itu dosen aku?" ucap Alex bingung.


"Bilang aja aku dosen terbaik yang kamu kenal. Kamu ngefans aku. Atau aku dosen pembimbing kamu yang sangat berjasa." Dafina mendesahkan napasnya frustrasi. "Pokoknya terserahlah. Apa pun alasan kamu, yang penting kamu jangan sampai ngaku kalau kita pacaran."


"Ehemmm." Tiba-tiba suara Bu Mira membuyarkan mereka dari obrolan. Darah di sekujur tubuh Dafina memanas saat Bu Mira menatapnya dengan wajah marah.


"Siapa yang pacaran?" tanya perempuan itu sambil menatap Dafina dengan Alex secara bergantian.


"Kalian pacaran?" sentak Bu Mira.

__ADS_1


__ADS_2